Kesombongan dan 12 Tingkat Kesombongan

4 min read

Kesombongan manusia

Kesombongan

Sombong atau kesombongan (bahasa Inggris: pride, bahasa Latin: superbia), merupakan suatu perasaan atau emosi dalam hati yang dapat mengacu pada dua makna umum. Dalam konotasi negatif biasanya mengacu pada perasaan meningkatnya status atau prestasi seseorang, seringkali disebut “keangkuhan”.

 

Konotasi Positif Sombong

Sementara dalam konotasi positif mengacu pada satu perasaan puas diri seseorang terhadap tindakan atau pilihannya sendiri, atau terhadap pihak lain, atau juga terhadap suatu kelompok sosial; dapat dikatakan sebagai satu produk turunan dari pujian, refleksi diri, atau rasa memiliki yang terpenuhi.

Para filsuf dan psikolog sosial telah mengamati bahwa kesombongan adalah suatu emosi sekunder yang kompleks, yang memerlukan pengembangan dari satu perasaan pribadi dan penguasaan perbedaan konseptual yang relevan (misalnya membedakan kesombongan dari kebahagiaan dan sukacita) melalui interaksi secara lisan dengan orang lain.

Beberapa psikolog sosial juga mengidentifikasinya terkait dengan suatu sinyal dari status sosial yang tinggi.

 

Kesombongan manusia
Kesombongan manusia. Ilustrasi dan sumber foto: Gabriel S. Delgado C. / Wikimedia Commons

 

Konteks Kesombongan Psikologi Sebagai Emosi

Dalam konteks psikologi, kesombongan merupakan suatu emosi yang menyenangkan, terkadang menggembirakan, sebagai hasil dari evaluasi diri yang positif.

Tracy dan yang lain menambahkannya dalam UCDSEE (University of California, Davis, Set of Emotion Expressions) pada tahun 2009 sebagai salah satu dari 3 emosi “kesadaran diri”—selain rasa malu (shame dan embarrassment) — yang diketahui memiliki ekspresi yang dapat dikenali.

Ekspresi wajah dan gerak tubuh yang menunjukkan kesombongan dapat berupa mengangkat dagu, tersenyum, atau tolak pinggang untuk menunjukkan kemenangan.

Seseorang mungkin secara implisit menyatakan status kepada orang lain semata-mata berdasarkan ekspresi kesombongan mereka, bahkan saat ia tidak bermaksud demikian. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekspresi nonverbal dari kesombongan menyampaikan suatu pesan yang secara otomatis dirasakan orang lain mengenai tingginya status sosial orang tersebut dalam suatu kelompok.

 

Dampak Kesombongan Pada Umumnya

Pemahaman umum dari kesombongan adalah merupakan hasil dari kepuasan yang diarahkan sendiri untuk memenuhi tujuan pribadi; contohnya, Weiner et al. mengemukakan bahwa hasil kinerja yang positif menimbulkan kesombongan dalam diri seseorang ketika perbuatannya dinilai sebagai hasil dari dirinya sendiri saja.

Selain itu, Oveis et al. mengkonsepkannyasebagai suatu penampilan diri yang kuat yang mempromosikan rasa kesamaan untuk menguatkan orang lain, sebagaimana juga sebagai diferensiasi untuk melemahkan yang lainnya.

Dilihat dari sisi ini, menurut Oveis et al., kesombongan dapat dikonsepkan sebagai suatu emosi yang memperkaya hierarki karena pengalaman dan penampilannya membantu menyingkirkan negosiasi konflik.

 

12 Tingkat Kesombongan

Secara rinci Santo Bernardus dari Clairvaux (seorang biarawan Perancis yang memberikan pengaruh besar bagi Gereja pada zaman pertengahan) menyusun “Dua belas tangga kesombongan”, atau “Dua belas tahap kesombongan”, sebagai kebalikan “Dua belas tahap kerendahan hati” dari Santo Benediktus yang tercantum dalam Peraturan Santo Benediktus. 

St. Thomas Aquinas juga menggunakan karya St. Bernardus tersebut dalam penjelasan mengenai dosa pokok kesombongan dalam karya terbesarnya, Summa Theologia. Sebenarnya tahapan-tahapan ini secara khusus ditujukan kepada para rahib (anggota tarekat atau ordo keagamaan yang mengikatkan diri dengan kaul pada hidup monastik), namun secara umum dapat diterapkan juga untuk kaum awam.

 

12 Tingkat Kesombongan

I. Rasa ingin tahu akan segala sesuatu
II. Pikiran sembrono, senang bicara yang tidak penting
III. Kegembiraan & gelak tawa di luar kewajaran
IV. Suka membual & banyak bicara
V. Suka menonjolkan diri supaya tampak suci
VI. Suka dipuji, merasa lebih suci dibanding orang lain
VII. Merasa dapat melakukan segala sesuatu di atas kemampuannya
VIII. Pembenaran diri, merasa tidak berdosa
IX. Tidak jujur dalam pengakuan dosa karena takut silih yang berat
X. Pemberontakan terhadap peraturan dan atasan yang berwenang
XI. Berbuat dosa dengan bebas
XII. Terbiasa berbuat dosa

 

Lihat 7 Dosa Pokok (seven deadly sins)

Kesombongan, Ketamakan, Iri hati, Kemarahan, Hawa nafsu, Kerakusan, Kemalasan. Klik disini untuk membaca lebih lanjut.

 

Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

                      

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


Haircut dalam konteks saham atau keuangan

Strategi Investasi: Memahami Konsep Haircut Dalam Konteks Saham Haircut dalam konteks saham atau keuangan, “haircut” memiliki arti sebagai berikut: – Pengurangan Nilai: Haircut adalah...
PinterPandai
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *