Tes Matematika Pemecahan Masalah Logika Visual Psikotes Roda Gigi X – Beserta Rumus, Soal & Jawaban Untuk Menghitung Panjang Lintasan Roda

5 min read

Tes Matematika Pemecahan Logika Visual Psikotes Roda X

Tes Matematika Pemecahan Logika Visual Psikotes Roda Gigi X

Tes Matematika Pemecahan Masalah Logika Visual Psikotes Roda X: Jika roda berputar searah anak panah, maka akan menunjuk ke a atau b?

Tujuan Tes Logika Penalaran Visual Matematika

Untuk kecerdasan visual spasial dan kecerdasan logika matematika, agar Anda menjadi seseorang yang lebih teliti untuk memecahkan masalah-masalah dalam semua jenis.

Jika Anda menggunakan gaya logis, Anda suka menggunakan otak Anda untuk penalaran logis dan matematis. Anda dapat mengenali pola dengan mudah, serta hubungan antara konten yang tampaknya tidak berarti. Ini juga membawa Anda untuk mengklasifikasikan dan mengelompokkan informasi untuk membantu Anda belajar atau memahaminya.

Anda dapat bekerja dengan baik dengan angka dan Anda dapat melakukan perhitungan yang rumit.

Tes Matematika Pemecahan Masalah Visual Psikotes Roda X

Rumus Menghitung Panjang Lintasan Roda

Panjang lintasan roda dapat didefinisikan sebagai keliling lingkaran dikalikan banyaknya putaran atau dalam persamaan matematika dapat ditulis sebagai berikut:

Lintasan = Keliling x Putaran

Contohnya sebuah roda troli belanja memiliki keliling lingkaran roda 40 cm dan saat troli didorong rodanya berputar sebanyak 150 kali, maka panjang lintasan roda troli tersebut dapat dihitung dengan cara sebagai berikut.
Lintasan = 40 cm x 150 = 6.000 cm = 60 m
Jadi panjang lintasan roda troli tersebut adalah 60 meter.

Contoh-Contoh Dan Cara Menghitung Panjang Lintasan Roda

Berikut ini beberapa contoh perhitungan panjang lintasan roda.

Contoh Soal n° 1

Soal: Pak Michael memindahkan sebuah drum dengan cara menggelindingkannya di tanah sebanyak 5 putaran. Jika jari-jari lingkaran drum 35 cm, berapa jauh Pak Michael memindahkan drum tersebut?
Jawaban:
Jari-jari lingkaran, r = 35 cm
Keliling = 2.π.r = (2).(22/7).(35) = 220 cm
Putaran = 5
Lintasan = Keliling x Putaran = 220 x 5 = 1.100 cm = 11 m
Jadi Pak Mamat memindahkan drum tersebut sejauh 11 meter

Contoh Soal n° 2

Soal: Diketahui radius lingkaran sebuah roda adalah 7 cm. Roda tersebut berputar 125 putaran. Berapa panjang lintasan roda tersebut?
Jawaban:

  • Radius lingkaran roda, r = 7 cm
  • Keliling = 2.π.r = (2).(22/7).(7) = 44 cm
  • Putaran = 125
  • Lintasan = Keliling x Putaran = 44 x 125 = 5.500 cm = 55 m
    Jadi panjang lintasan roda tersebut adalah 55 meter

Contoh Soal n° 3

Soal: Berapa meter panjang lintasan roda yang berputar sebanyak 150 kali, jika diketahui keliling lingkaran roda tersebut 84 cm?
Jawaban:

  • Keliling = 84 cm
  • Putaran = 150
  • Lintasan = Keliling x Putaran = 84 x 150 = 12.600 cm = 126 m
    Jadi panjang lintasan roda tersebut adalah 126 meter

Contoh Soal n° 4

Soal: Diketahui jari-jari lingkaran sebuah roda adalah 14 cm. Roda tersebut berputar 100 kali. Berapa panjang lintasan roda tersebut?
Jawaban:

  • Jari-jari lingkaran roda, r = 14 cm
  • Keliling = 2.π.r = (2).(22/7).(14) = 88 cm
  • Putaran = 100
  • Lintasan = Keliling x Putaran = 88 x 100 = 8.800 cm = 88 m
    Jadi panjang lintasan roda tersebut adalah 88 meter

Contoh Soal n° 5

Soal: Diketahui keliling lingkaran sebuah roda adalah 24 cm. Berapa panjang lintasan roda tersebut setelah menggelinding sebanyak 75 putaran?
Jawaban:

  • Keliling = 24 cm
  • Putaran = 75
  • Lintasan = Keliling x Putaran = 24 x 75 = 1.800 cm = 18 m
    Jadi panjang lintasan roda tersebut adalah 18 meter

Contoh Soal n° 6

Soal: Diketahui diameter lingkaran sebuah roda adalah 21 cm. Roda tersebut berputar sebanyak 5 putaran. Berapa panjang lintasan roda tersebut?
Jawaban:

  • Diameter lingkaran roda, D = 21 cm
  • Keliling = π.D = (22/7).(21) = 66 cm
    (catatan: Keliling lingkaran = 2.π.r = π.D)
  • Putaran = 5
  • Lintasan = Keliling x Putaran = 66 x 5 = 330 cm = 3,3 m
    Jadi panjang lintasan roda tersebut adalah 3,3 meter

Contoh Soal n° 7

Soal: Diketahui sebuah roda memiliki garis tengah lingkaran 70 cm dan berputar 200 kali.Hitunglah panjang lintasan roda tersebut!
Jawaban:

  • Garis tengah roda (Diameter), D = 70 cm
  • Keliling = π.D = (22/7).(70) = 220 cm
    (catatan: Keliling lingkaran = 2.π.r = π.D)
  • Putaran = 200
  • Lintasan = Keliling x Putaran = 220 x 200 = 44.000 cm = 440 m
    Jadi panjang lintasan roda tersebut adalah 440 meter

Contoh Soal n° 8

Soal: Sebuah roda menggelinding di tanah sebanyak 25 putaran kemudian berhenti. Jari-jari roda tersebut 14 cm. Berapa meter jarak tempuh roda tersebut?
Jawaban:

  • Jari-jari lingkaran, r = 14 cm
  • Keliling = 2.π.r = (2).(22/7).(14) = 88 cm
  • Putaran = 25
  • Lintasan = Keliling x Putaran = 88 x 25 = 2.200 cm = 22 m
    Jadi jarak tempuh roda tersebut adalah 22 meter

Soal Matematika Lainnya

Roda Gigi Lurus

Roda Gigi Lurus

RODA GIGI LURUS

  1. PENGEFRAISAN RODA GIGI LURUS
  2. System setandar pembuatan roda gigi
  • Ø System modul
  • Ø System diameter pitch dan circular pitch

System  modul

Negara yang memakai system ini adalah Negara yang memakai satuan metric diantaranya : Belanda, Jepang, Jerman dan negara-negara yang menganut sistem ISO.

Modul adalah kepeendekan dari modulus yaitu perbandingan antara diameter jarak bagi dan jumlah giginya.

M= D/Z

M= modul

D= diameter jarak bagi

Z= jumlah gigi

System diameter pitch dan circural pitch

System ini digunakan sebagian negara Amerika dan Eropa yang menggunakan satuan inchi.

Diameter pitch adalah perbandingan jumlah gigi dengan ukuran diameter jarak bagi dalam satuan inchi.

Dp= Z / D”

Circural pitch adalahjarak antara gigi dalam satuan inchi.

Jika diameter lingkaran jarak bagi mempunyai ukuran D dalam satuan inchi dengan jumlah gigi Z buah gigi maka circular pitch.

Perhitungan Roda Gigi Lurus

1. MODUL GIGI  (M)

M=D/Z

D=diameter jarak bagi

Z=jumlah gigi

2. DIAMETER JARAK BAGI (D)

D=M x Z

3. TINGGI KEPALA GIGI (HK)

HK= 1 x M

4. DIAMETER KEPALA GIGI (DK)

DK=M.(Z+2)

5. TINGGI KAKI GIGI (HF)

HF= 1,5 x M                NEN

HF=1,166 x M                          DIN

6. DIAMETER KAKI GIGI (DK)

DK=M.(Z+2)

7. TINGGI KAKI GIGI (HF)

HF= 1,5 x M

8. DIAMETER KAKI GIGI (DF)
DF= M.(Z – 2,5)

9. JARAK ANTARA POROS (A)

A= D1-D2                 A= M.(Z1 + Z2)

2                                  2

10. ANGKA TRANSMISI (I)

I= Z2

Z1

11. LEBAR GIGI (B)

B= (6 sampai 8). M                 roda gigi di buat kasar

B= (10 sampai 15). M             roda gigi di buat normal

B= (15 sampai 30). M             roda gigi di buat halus

12. TEBAL PELEK (K)

K = <  1,5 x M

Kepala Pembagi

Kepala PembagiKepala pembagi berfungsi untuk membagi benda kerja menjadi bagian yang sama besar. Macam-macam kepala pembagi:

  1. Kepala pembagi dengan plat pembagi.
  2. Kepala pembagi dengan penggerak roda gigi cacing dan ulir cacing.
  3. Kepala pembagi dengan roda gigi cacing dan poros cacing yang di lengkapi dengan piring pembagi.
  4. Kepala pembagi universal.
  5. Kepala pembagi dengankelengkapan optic.

KETERANGAN KEPALA PEMBAGI DENGAN RODA GIGI CACING DAN POROS CACING YANG DI LENGKAPI PIRING PEMBAGI

Roda gigi cacng dan ulir cacing mempunyai perbandingan 40 : 1 artinya jika engkol diputar 40 putaran maka roda gigi cacing baru berputar 1 kali putaran sehingga untuk pembagian  keliling Z bagian diperlukan putaran engkol sebanyak  N putaran.

N = 40 / Z

N = putaran engkol .

Z =  jumlah pembagi yang di perlukan.

40 = angka pembandingan transmisi.

Piring Pembagi

Piring pembagiPiring pembagi memiliki lubang pembagi yang di lengkapi gunting pembatas.

Table jumlah lubang piring pembagi

SERI A SERI B
1 2 1 2 3
30 69 38 77 15 21 37
41 81 42 87 16 23 39
43 91 47 93 17 27 41
48 99 49 111 19 29 43
51 117 53 119 19 31 47
57 59 20 33 49
  1. PEMBAGIAN DENGAN KEPALA PEMBAGI.
  2. PEMBAGIAN SECARA LANGSUNG.

Adalah pembagian yang menggunakan piring pembagi dengan jumlah lubang tertentu. Jumlah pembagi langsung tergantung dengan jumlah lubang pada piring pembagi yang digunakan. Putaran engkol pada piring pembagi langsung dapat dihitung dengan persamaan :

N = 40/ Z

N = PETARAN ENGKOL

Z = JUMLAH PEMBAGI

40 = TETAPAN

Contoh soal

  1. Diketahui     : z = 64 gigi

Ditanya : N & piring pembagi . . . . ?

Jawaban:

N = 40/ Z

N = 40 / 64 GIGI

N = 10 / 16 putaran

Artinya :engkol di putar 10 bagian dari piring pembagi yang jumlah lubangnya 16.

  1. PEMBAGIAN TIDAK LANGSUNG.

Jika pembagian secara langsung tidak biasa dilaksanakan misalnya kita akan membuat roda gigi yang mempunyai gigi 97 gigi .

Maka perhitungan pembagian langsung :

N = 40 /Z

N = 40 / 97

Lihat piring pembagi seri A1, A2, B1, B2, dan B3.

Piring pembagi yang mempunyai lubang 97 tidak ada, jadi kita harus menghitung secara tidak langsung dengan menggunakan roda gigi tambahan  untuk memutar piring pembagi kearah ber lawanan / searah putaran engkol dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut :

N = 40 / Z

U = Z1 – Z (40 / Z)

N = putaran engkol

Z1 = jumlah pembagi yang    di misalkan.

Z = jumlah pembagi yang      seharusnya

(-) putaran engkol berlawanan arah putaran dengan putaran engkol. Begitu se baliknya.

Dari rumus di atas akan

didapat angka yang menunjukkan

jumlah roda gigi tambahan  yang

harus di gunakan.

Roda gigi pada kepala pembagi sebagai roda – roda persediaan mempunyai seri sebagai:

Seri dan jumlah roda gigi
1 2 3 4
24 86 24 56 24 48 100 24 48 76
24 100 24 64 28 56 127 28 49 78
28 127 28 72 30 64 30 56 80
32 32 86 32 68 32 60 84
40 36 100 39 72 36 64 86
48 40 127 40 76 37 66 90
56 44 44 86 40 68 96
64 48 48 96 48 72 100
72

Contoh Soal

Z = 73 gigi

Perumpamaan z = 80 sehingga putaran engkolnya

N = 40 / Z1 = 40 / 80 = 4 / 8  = 8 / 16 putaran.

Roda gigi tambahnya adalah:

U = Z1 – Z (40 / Z 1)

U = 80 – 73 (40 / 80)

U = 7 (40 / 80)

U = 280 / 80 = 28 / 8

U = 84 / 24

Jadi       Z1 = 84

Z2 = 24

Gigi Rack

rack pinionGigi rack adalah batang gigi yang berfungsi untuk merubah gerak berputar menjadi gerak lurus.

              Contoh pemakaian gigi reck terdapat pada mesin bor tegak, mesin bubut dan lain – lain. Gigi reck selalu berpasangan dengan roda gigi lurus

. rumus untuk menentukan dimensi gigi rack

Dengan salah satu diantara 2 sistem standard roda gigi yaitu:

  1. System modul
  2. System diameter pitch.
  1. System modul

  • Kepala gigi (ha)
    Ha = 1 x m
  • Kaki  gigi (hi)
    Hi = 1,25 x m
  • Tusuk  gigi (p)
    P =
  • Tebal gigi (tg)
    tg =1,5708 x m
  • Panjang batang gigi (lg)
    Lg =
  • Dalam gigi (hg)
    Hg = 2,25 x m
  1. System diameter pitch

  • Ø Ha = 1/dp
  • Ø Hi = 1,157 /dp
  • Ø P =
  • Ø Tg = 1,5708 / dp
  • Ø Hg = 2,157 / dp
  • Ø Lg =

Gigi Rack

Menentukan pisau frais pada helixs

Ne =

contoh

  1. Rencanakan roda gigi reck dan roda gigi lurus bila diketahui sebagai berikut:

M                 = 2

Z lurus         = 22

Z rack          = 12

Lg                = 1500 mm

GIGI  RACK

  1. Kepala gigi (ha)                         4.  Kaki  gigi (hi)

Ha = 1 x m                                Hi = 1,25 x m

Ha = 1×2                                   hi = 1,25 x 2

Ha = 2 mm                                hi = 2,50 mm

  1. Tebal gigi (tg)                            5. Tusuk  gigi (p)

tg =1,5708 x m                          P =

tg = 1,5708 x 2                          p = 3,14 . 2

tg = 3,1416 mm                         p= 6,28 mm

  1. Dalam gigi (hg)                         6. Panjang batang gigi (lg)

Hg = 2,25 x m                           Lg =

Hg = 2,25 x 2                            lg = 3,14 x 2 x 12

Hg = 4,50 mm                           lg = 74,36 mm

RODAGIGI LURUS

  1. Tinggi kepala gigi (hk)                           4. Tinggi kaki gigi (hf)

Hk = 1 x m                                            hf = 1,25 x m

Hk = 1 x 2                                             hf = 1,25 x 2

Hk = 2 mm                                            hf = 2,50 mm

  1. Diameter kepala gigi (dk)                      5. Diameter kaki gigi (df)

Dk = m (z + 2)                                      df = d – 2,5 . m

Dk = 2 (22 + 2)                                     df = 44 – 2,5 . 2

Dk = 48 mm                                          df = 39 mm

  1. Diameter jarak bagi (d)                         6. Tinggi gigi (h)

D = m x z                                               h = hk + hf

D = 2 x 22                                             h = 2 + 2,50

D = 44 mm                                            h = 5 mm

Bacaan Lainnya Yang Dapat Membuat Anda Lebih Pintar

Penjelasan Tentang Tes Matematika Pemecahan Logika Visual Psikotes Roda X

Prinsip roda gigi: Jika roda gigi yang disambung dengan roda gigi lainnya, maka akan berputar secara berlawanan.

Gerakan Roda Gigi

Akan tetapi, jika roda gigi disambungkan dengan puli/ kaitan / belt, maka perputaran akan ke dua roda tersebut akan menjadi searah.

Apabila  puli / kaitan / belt disilangkan maka akan terjadi pemutaran pada roda gigi secara berlawanan.

Pada soal tersebut terdapat satu persilangan (di atas kiri), yang disilangkan pada puli roda ke roda gigi.

Jawaban Tentang Tes Matematika Pemecahan Logika Visual Psikotes Roda X

Tes Matematika Pemecahan Masalah Logika Visual Psikotes Roda X:

Jawabannya adalah A.

Sumber bacaan & foto: US Department of Labor

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *