Tokek – Penjelasan, Reproduksi, Spesies, Penyebaran dan Fakta tentang Reptil Ini

5 min read

Tokek geko tokai

Reptil Tokek

Tokek rumah atau oleh orang awam cukup disebut tokek adalah sejenis kadal dari genus Gekko, suku Gekkonidae.

Disebut tokek rumah karena tokek ini sangat sering dijumpai di lingkungan manusia, terutama di dalam rumah, sehingga tokek termasuk hewan rumahan.

Ukuran tokek

Tokek memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada cecak. Panjang total mencapai 0.34 meter (34 cm), hampir setengahnya adalah panjang ekornya.

Warna dan kulit

Warna dasar tubuhnya abu-abu kecokelatan dan terkadang kehijauan, dengan kulit perut berwarna lebih muda.

Kulit punggung kasar dan dihiasi dengan bintik-bintik menonjol, biasanya berwarna kemerah-merahan atau keputihan. Ekor berwarna sama dengan punggung, dengan bintik-bintik di pangkal dan di daerah ujung tidak berbintik namun terdapat belang-belang kemerahan atau keputihan.

Telapak kaki depan dan belakang dilengkapi dengan bantalan-bantalan perekat yang disebut scansor.

Bantalan-bantalan tersebut berguna untuk menahan tokek agar tidak jatuh ketika memanjat atau berjalan di tembok, dinding, tiang, atau langit-langit.

Berganti kulit

Semua tokek melepaskan kulitnya secara berkala, dengan spesies berbeda dalam hal waktu dan metode. Tokek macan tutul akan lepas sekitar dua hingga empat minggu.

Kehadiran alat bantu kelembaban dalam pergantian kulit secara alami; dan saat berganti kulit dimulai, tokek akan mempercepat proses dengan melepaskan kulit yang terlepas dari tubuhnya dan memakannya.

Untuk tokek muda, penumpahan akan terjadi lebih sering, sekaligus setiap minggu. Tetapi ketika mereka sepenuhnya tumbuh, mereka berganti kulit satu atau dua bulan sekali.

Gigi

Tokek adalah poliphyodont dan mampu mengganti masing-masing 100 gigi mereka setiap 3 hingga 4 bulan.

Di samping gigi dewasa terdapat gigi pengganti kecil yang tumbuh dari sel batang odontogenik di lamina gigi.

Pembentukan gigi adalah pleurodont; mereka menyatu (ankylosed) di sisi mereka ke permukaan bagian dalam tulang rahang. Formasi ini biasa terjadi pada semua spesies dalam ordo Squamata.

Perilaku dan makanan

Tokek biasanya ditemui di pohon-pohon di pekarangan dan di dalam rumah-rumah. Biasanya yang hidup di dalam rumah dapat dijumpai di balik lemari, di gudang, atap, atau di balik pajangan, dimanapun ia dapat menemukan makanan kesukaannya.

Seperti jenis-jenis tokek lainnya, tokek rumah aktif berburu terutama di sore dan malam hari. Di siang hari, ia bersembunyi di lubang-lubang kayu, lubang batu, atau di sela-sela atap rumah, terkadang juga di balik lemari.

Tokek rumah memangsa aneka serangga (biasanya nyamuk dan laron), cecak, tikus kecil, dan mungkin juga burung kecil. Terkadang, ia turun pula ke tanah atau lantai untuk mengejar mangsanya.

Jeritan khas

Ciri khas dan terkenal dari tokek rumah yaitu suara panggilannya. Suara tersebut berbunyi “tokeeek…, tokeeek…” dan biasanya diulangi sebanyak tiga atau empat kali, terkadang lebih.

Ia mengeluarkan suara untuk menandai bahwa itu adalah wilayahnya dan untuk berkomunikasi dengan tokek lain yang berdekatan. Suara khasnya seringnya terdengar ketika petang hari, atau menjelang malam, dimana tokek beraktivitas. Akan tetapi, ada beberapa kasus suara tokek terdengar di siang hari.

Reproduksi

Tokek melekatkan telurnya, yang biasanya berjumlah sepasang dan saling berlekatan di celah-celah lubang pohon, retakan batu, atau celah-celah tanah.

Atau jika di rumah, biasanya di belakang lemari atau di bawah atap. Sering ditemui ada tokek bertelur ketika melihat di balik lemari atau pajangan.

Tempat bertelur ini kerap pula digunakan oleh beberapa tokek secara bersama-sama. Telurnya akan menetas setelah dierami dua bulan lebih. Anak-anaknya berukuran mirip cecak.

Di alam liar, hanya sedikit anak tokek yang bisa bertahan sampai usia perkawinan. Namun, di lingkungan manusia, terutama di rumah, anak-anak tokek sebagian besar bisa bertahan sampai usia perkawinan. Dengan begitu, secara alami, rumah manusia adalah tempat teraman bagi anak-anak tokek untuk bertahan hidup.

Penyebaran

Tersebar luas mulai dari India timur, Nepal, Bangladesh, lewat Myanmar, Tiongkok selatan dan timur, Thailand, Semenanjung Malaya dan kepulauan Nusantara, yaitu Sumatra (termasuk Kepulauan Nias, Mentawai, Kepulauan Riau, Bangka-Belitung), Jawa (termasuk Karimunjawa, Madura, dan Bawean), Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Kepulauan Filipina.

Fakta Tokek

  • Tokek dalam bahasa Inggris adalah gekko.
  • Ia berkerabat dekat dengan cecak dan keduanya merupakan hewan yang dapat memutuskan dan enumbuhkan ekornya (autotomi), namun tokek berukuran lebih besar.
  • Kulit punggung ditutupi oleh sisik-sisik samar (granular) dengan bintil-bintil yang agak besar dan menonjol.
  • Pupil mata tegak bentuk jorong, dengan tepian yang bergerigi. Jari-jari kaki depan dan belakang tumbuh sempurna, melebar di ujung, terkadang dengan selaput di antara pangkal jari.
  • Cakar (kuku) terdapat pada ujung jari bagian bawah. Sisi bawah jari dihiasi dengan bantalan pelekat (disebut scansor) yang berguna untuk menahan langkah agar tidak jatuh, biasanya digunakan ketika memanjat pohon, dinding atau langit-langit rumah.
  • Mereka biasanya aktif di saat senja dan malam hari. Ciri khasnya adalah sering mengeluarkan suara panggilan “tookeekk… tookeeKK…” ketika menjelang malam, meski suara panggilannya kadang-kadang terdengar di siang hari.
  • Ia tinggal di lubang pepohonan di hutan atau di bawah kayu atau bebatuan, namun sering juga berada di lingkungan manusia, biasanya di balik lemari atau di gudang.
  • Mereka adalah pemakan serangga yang masif, namn mereka juga memburu makanan lain, seperti cacing, dan terkadang reptilia yang lebih kecil.
  • Tokek betina berkembangbiak dengan bertelur, biasanya diletakkan menempel di sudut lubang atau dinding, sering pula di balik lemari atau pajangan di dalam rumah. Tempat menyimpan telur ini biasanya akan digunakan berulang kali oleh tokek yang sama.
Tokek geko
Tokek ini secara ilmiah namanya Eublepharis macularius. Disebut leopard gecko, karena motif ditubuhnya seperti leopard atau macan tutul. Sumber foto: Pixabay

Leopard Gecko

Leopard gecko adalah salah satu binatang peliharaan masa kini. Leopard gecko adalah tokek yang cantik, jinak, dan mudah dipelihara.

Tokek ini secara ilmiah namanya Eublepharis macularius. Disebut leopard gecko, karena motif ditubuhnya seperti leopard atau macam tutul. Warna dasarnya kuning dengan bintik-bintik hitam atau cokelat gelap di sekujur tubuhnya. Di Indonesia bintang ini disebut tokek tutul atau hias.

Asalnya dari dataran kering, berbatu, berdebu, dan berhawa panas di wilayah India, Pakistan, Afganistan, dan Iran.  Untuk melindungi mata dari debu, leopard gecko punya kelopak mata. Padahal tokek lain tidak memilikinya.

Panjang tubuh leopard gecko bisa mencapai 25 – 30 cm. Telinganya terlihat jelas.

Sama seperti cicak, saat terancam musuh, leopard gecko akan memutuskan ekor atau melakukan autotomi  untuk mengelabui musuh.

Makanannya, binatang kecil seperti jangkrik, cacing, dan serangga kecil lainnya. Ia lebih banyak mencari makan di malam hari. Sementara di siang hari ia tidur untuk menghindari panas dan mengumpulkan tenaga.

Sebulan sekali leopard gecko akan berganti kulit. Satu atau dua hari sebelum ganti kulit, warna kulit binatang itu akan berubah jadi abu-abu atau putih. Kulitnya yang sudah lepas, biasanya akan dimakan.

Berbeda dengan tokek rumah, Leopard gecko tidak bersuara “tokeeek….” Binatang ini juga tidak bisa berjalan di dinding karena hanya memiliki sedikit kandungan perekat lamel pada kakinya.

Spesies Tokek

Sejauh ini tercatat sebanyak 59 spesies yang dianggap valid.

  • Gekko aaronbaueri TRI, THAI, PHIMVOHAN, DAVID & TEYNIÉ, 2015
  • Gekko adleri NGUYEN, WANG, YANG, LEHMANN, LE, ZIEGLER & BONKOWSKI, 2013
  • Gekko albofasciolatus (GÜNTHER, 1867)
  • Gekko athymus BROWN & ALCALA, 1962
  • Gekko auriverrucosus ZHOU & LIU, 1982
  • Gekko badenii SZCZERBAK & NEKRASOVA, 1994
  • Gekko boehmei LUU, CALAME, NGUYEN, LE & ZIEGLER, 2015
  • Gekko bonkowskii LUU, CALAME, NGUYEN, LE & ZIEGLER, 2015
  • Gekko canaensis NGO & GAMBLE, 2011
  • Gekko canhi RÖSLER, NGUYEN, VAN DOAN, HO, NGUYEN & ZIEGLER, 2010
  • Gekko carusadensis LINKEM, SILER, DIESMOS, SY & BROWN, 2010
  • Gekko chinensis (GRAY, 1842)
  • Gekko coi BROWN, SILER, OLIVEROS, DIESMOS & ALCALA, 2011
  • Gekko crombota BROWN, OLIVEROS, SILER & DIESMOS, 2008
  • Gekko ernstkelleri RÖSLER, SILER, BROWN, DEMEGLIO & GAULKE, 2006
  • Gekko gecko (LINNAEUS, 1758)
  • Gekko gigante BROWN & ALCALA, 1978
  • Gekko grossmanni GÜNTHER, 1994
  • Gekko guishanicus LIN & YAO, 2016
  • Gekko hokouensis POPE, 1928
  • Gekko japonicus (SCHLEGEL, 1836)
  • Gekko kikuchii (OSHIMA, 1912)
  • Gekko kwangsiensis YANG, 2015
  • Gekko lauhachindai PANITVONG, SUMONTHA, KONLEK & KUNYA, 2010
  • Gekko liboensis ZHOU, LIU & LI, 1982
  • Gekko melli (VOGT, 1922)
  • Gekko mindorensis TAYLOR, 1919
  • Gekko monarchus (SCHLEGEL, 1836)
  • Gekko nadenensis LUU, NGUYEN, LE, BONKOWSKI & ZIEGLER, 2017
  • Gekko nutaphandi BAUER, SUMONTHA & PAUWELS, 2008
  • Gekko palawanensis TAYLOR, 1925
  • Gekko palmatus BOULENGER, 1907
  • Gekko petricolus TAYLOR, 1962
  • Gekko porosus TAYLOR, 1922
  • Gekko reevesii (GRAY, 1831)
  • Gekko remotus RÖSLER, INEICH, WILMS & BÖHME, 2012
  • Gekko romblon BROWN & ALCALA, 1978
  • Gekko rossi BROWN, OLIVEROS, SILER & DIESMOS, 2009
  • Gekko russelltraini NGO VAN TRI, BAUER, WOOD, & JL GRISMER, 2009
  • Gekko scabridus LIU & ZHOU, 1982
  • Gekko scientiadventura RÖSLER, ZIEGLER, VU, HERRMANN & BÖHME, 2004
  • Gekko sengchanthavongi LUU, CALAME, NGUYEN, LE & ZIEGLER, 2015
  • Gekko shibatai TODA, SENGOKU, HIKIDA & OTA, 2008
  • Gekko siamensis GROSSMANN & ULBER, 1990
  • Gekko similignum SMITH, 1923
  • Gekko smithii GRAY, 1842
  • Gekko subpalmatus (GÜNTHER, 1864)
  • Gekko swinhonis GÜNTHER, 1864
  • Gekko taibaiensis SONG, 1985
  • Gekko takouensis NGO & GAMBLE, 2010
  • Gekko tawaensis OKADA, 1956
  • Gekko thakhekensis LUU, CALAME, NGUYEN, LE, BONKOWSKI & ZIEGLER, 2014
  • Gekko truongi PHUNG & ZIEGLER, 2011
  • Gekko verreauxi TYTLER, 1865
  • Gekko vertebralis TODA, SENGOKU, HIKIDA & OTA, 2008
  • Gekko vietnamensis SANG, 2010
  • Gekko vittatus HOUTTUYN, 1782
  • Gekko wenxianensis ZHOU & WANG, 2008
  • Gekko yakuensis MATSUI & OKADA, 1968

Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: National Geographic (Inggris), Live Science, Wikipedia (Inggris)The Pruce Pets

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *