Cara Menghentikan Penindasan Bullying | Perundungan

7 min read

Cara Menghentikan Penindasan Bullying

Penindasan dapat berlangsung di mana saja dan datang dengan berbagai bentuk

Seperti ejekan, mengintimidasi, menyebarkan rumor hingga mengirim foto yang tidak pantas hingga mengancam seseorang. Penindasan adalah tindakan yang jahat atau menyakiti perasaan dengan cara tertentu yang menakutkan atau membuat kesal orang lain. Pelajari tentang cara menghentikan penindasan bullying yang dapat membantu Anda untuk menanganinya. Penindasan dapat terjadi dimana saja, seperti di sekolah, di media sosial…


Cara menghentikan penindasan bullying

Jika Anda ditindas, teman Anda ditindas atau dituduh menindas orang lain, ingatlah bahwa ada bantuan yang tersedia. Jangan pernah menghakimi sendiri. Bantuan dapat diperoleh dari orang tua, guru, teman, kakak maupun bantuan dari kepolisian.

Pelaku penindasan bullying terhadap anak dapat dipidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam undang-undang tersebut diatur bahwa setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. Sumber: Hukum Online

Bagaimana Menghentikan Penindasan Bullying
Bagaimana cara menghentikan penindasan bullying?

Untuk Remaja – Cara menanggapi jika Anda menjadi sasaran penindasan bullying (perundungan)

Itulah mengapa penting untuk menghentikan intimidasi / penindasan. Jika Anda diintimidasi, maka ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menangani si pengganggu.

Jika Anda menyaksikan intimidasi, maka ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membela orang lain. Anda juga dapat bekerja untuk meningkatkan kesadaran di antara teman sebaya Anda dan belajar tentang berbagai cara yang dapat Anda minta bantuan. Berikut adalah salah satu cara menghentikan penindasan bullying:

1. Tetap tenang danabaikan saja

  • Bernapas yang dalam.
  • Jernihkan pikiran sehingga Anda dapat membuat keputusan terbaik tentang siapa yang harus dihubungi dan apa yang ingin Anda katakan kepada mereka.
  • Jangan mendekati orang yang menindas Anda saat Anda sedang merasa kesal.

2. Ceritakan kepada seseorang yang dapat Anda percayai

  • Jika Anda merasa diancam atau khawatir tentang keselamatan Anda, segera ceritakan kepada seseorang yang Anda percayai.
  • Hubungi teman dekat, anggota keluarga, guru atau bahkan otoritas yang berwenang.

3. Jaga keselamatan Anda

  • Jangan bertemu seorang diri dengan orang yang membuat Anda merasa tidak aman dan nyaman, karena ini suatu risiko yang besar.
  • Jika Anda berbicara dengan orang itu, gunakan bahasa yang sederhana dan langsung, tetaplah tenang ini adalah salah satu cara menghentikan penindasan bullying yang baik.

4. Jangan membalas

  • Jangan mencoba untuk membalas dendam atau menghina orang yang menindas Anda.
  • Jangan melakukan atau mengatakan sesuatu yang mungkin Anda sesali nantinya.
  • Hal ini mungkin sulit untuk tidak dilakukannya. Tapi tetap untuk mencoba!

Katakan cukup untuk penindasan
Katakan SUDAH CUKUP untuk penindasan bulying!

Untuk Orang Tua – Cara menanggapi jika anak Anda menjadi sasaran penindasan bullying (perundungan)

Jika anak Anda menghubungi Anda dan meminta pertolongan atau bantuan untuk menangani situasi penindasan, apa yang akan Anda katakan atau lakukan?

Berikut ini kami memberikan beberapa kiat dan strategi umum untuk membantu Anda melakukan percakapan yang lancar dan menangani masalah penindasan yang paling sering dilaporkan. Ingat, Anda adalah pakar tentang anak Anda sendiri dan juga panutan tentang cara menangani situasi yang sulit. Beberapa cara menghentikan penindasan bullying seperti dibawah ini, yang dapat membantu para orang tua:

1. Siapkan diri Anda untuk melakukan pembicaraan dengan anak Anda.

  • Kemampuan Anda untuk mendengarkan anak Anda dan memahami perasaan dan pengalaman mereka akan berarti segalanya bagi anak Anda. Ingin didengarkan dan dipahami adalah kebutuhan dasar manusia.
  • Cari tempat terbaik untuk membicarakannya agar Ia merasa nyaman.
  • Ingat, Anda adalah panutan. Anak Anda mempelajari cara terbaik dan terburuk untuk menanggapi situasi yang menantang seperti penindasan dengan memerhatikan Anda. Perasaan Anda akan menular. Dengan bersikap tetap tenang, anak Anda kemungkinan besar juga akan ikut tenang dan belajar cara menghadapi situasi yang sulit.

2. Bicarakan masalahnya dengan anak Anda.

  • Apa pun yang telah terjadi, beri tahu anak Anda bahwa Anda akan mendengarkan mereka.
  • Jangan menghakimi atau mengkritik perilaku yang dilakukan anak Anda sebelum kejadian penindasan.
  • Lakukan penyelidikan secara lembut dan gunakan empati. Ini akan membantu Anda mencari tahu apa yang telah terjadi, bagaimana perasaan anak Anda tentang hal itu dan apa yang ingin mereka lakukan. Pastikan anak Anda tahu bahwa alasan Anda mengajukan berbagai pertanyaan adalah karena Anda memerlukan semua fakta, agar bisa melakukan yang terbaik untuk membantu mereka menyelesaikan masalah.
  • Jangan membuat janji yang tidak bisa Anda tepati, tetapi yakinkan anak Anda bahwa Anda ingin membantu mencari resolusi masalah dan bahwa Anda akan melakukan yang terbaik untuk memastikan hidupnya tidak menjadi lebih sulit lagi.
  • Beberapa anak tidak ingin dianggap sebagai “pengadu” dan takut menyebabkan seseorang terkena masalah. Penting untuk memastikan bahwa hal tersebut bukanlah alasan mengapa anak Anda tidak ingin melakukan apa-apa. Jelaskan perbedaan antara “mengadu” dan “membantu.”

3. Ajak anak Anda menyusun rencana tindakan. Dorong anak Anda untuk mengemukakan beberapa cara untuk mengatasi situasi itu. Terkadang rencana awal tidak berhasil dan penting untuk memiliki beberapa pilihan.

  • Selesaikan masalahnya bersama-sama. Tanyakan pada anak Anda apa yang ingin mereka lakukan dan bagaimana Anda dapat membantu.
  • Jika anak Anda diancam secara fisik, merasa takut, atau memiliki emosi kuat lain tentang apa yang sudah terjadi, beri tahu dia bahwa Anda ada di sisinya dan akan melakukan semua yang dapat Anda lakukan untuk memastikan keselamatannya. Diskusikan dengan anak Anda siapa lagi yang mungkin membantu menyelesaikan masalahnya seperti guru atau teman tepercayanya.
  • Jika anak Anda memperlihatkan tekanan emosional atau berpikir untuk melukai diri sendiri, penting untuk segera mencari bantuan dari tenaga kesehatan mental profesional dan pastikan anak Anda tidak ditinggalkan sendirian. Anda bisa meminta saran dari guru BK atau psikolog.
  • Lebih baik tidak menghubungi orang tua pelaku penindasan saat Anda sedang marah, untuk menghindari situasi yang lebih buruk. Jika Anda sangat merasa bahwa hal itu tepat untuk dilakukan, pastikan Anda tetap tenang dan termotivasi untuk mencari hasil yang lebih positif.
  • Bersama dengan anak Anda, pertimbangkan kembali akses ke pesan instan, email, situs web jejaring sosial, ponsel, atau Internet secara umum.

Baca juga: Perasaan Remaja | Apa yang Anda rasakan?

4. Tindak lanjuti dengan anak Anda.

  • Pastikan anak Anda merasa aman untuk kembali ke sekolah. Susun rencana dengan anak Anda untuk bagaimana dia akan menjalani hari.
  • Sarankan pada anak Anda agar bersama dengan teman akrab di sekolah di hari selanjutnya. Tanyakan pada anak Anda siapa yang akan dipilih untuk memastikan dia memiliki orang yang bisa dihubungi saat merasa tidak nyaman atau tidak aman.
  • Jika anak Anda tidak memiliki teman yang dapat dimintai tolong, sarankan padanya untuk memilih kakak, saudara, atau guru yang tepercaya.
  • Periksa kondisi anak Anda di akhir percakapan awal dan setiap hari selama beberapa minggu untuk memastikan dia merasa nyaman dan aman di sekolah. Pastikan pula bahwa situasinya telah ditangani sebaik mungkin.
Jangan Melakukan Penindasan Bullying
Jangan melakukan penindasan bullying… Jadilah seorang teman. Baca juga: Cara Untuk Menguji Apakah Dia, Adalah Teman Sejati Anda Atau Bukan BFF

Untuk Pendidik – Cara menanggapi saat siswa Anda menjadi sasaran penindasan bullying (perundungan)

Kami berharap untuk menawarkan informasi yang akan membantu Anda guna membantu para siswa yang terlibat dalam penindasan — kapan dan di mana Anda harus melakukan percakapan, apa yang harus dikatakan dan hal yang harus dipikirkan ketika melakukan tindak lanjut.

Berikut ini beberapa kiat dan strategi umum untuk membantu Anda membuat dan menerapkan kebijakan sekolah, mengembangkan lingkungan sekolah yang positif dan mencegah penindasan sebelum terjadi. Beberapa cara menghentikan penindasan bullying seperti dibawah ini, yang dapat membantu para pendidik:

1. Siapkan diri Anda untuk melakukan percakapan yang lancar dengan siswa/siswi Anda.

  • Berempatilah dengan siswa Anda. Sebelum berbicara dengan siswa Anda, pahami perasaan Anda sendiri.
  • Ingat, Anda adalah panutan. Siswa Anda mempelajari cara terbaik dan terburuk untuk menanggapi situasi yang sulit dari Anda. Perasaan itu menular. Dengan bersikap tetap tenang, siswa Anda kemungkinan besar juga akan ikut tenang dan belajar cara menghadapi situasi yang sulit.
  • Dengarkan curahan siswa dengan penuh perhatian. Jika siswa Anda ingin berbicara dengan Anda tentang situasi penindasan atau sesuatu yang telah terjadi yang membuat mereka kesal, anggap serius hal tersebut.

2. Bicarakan masalahnya dengan siswa Anda. Langkah pertama untuk membantu siswa Anda adalah dengan menjadi pendengar yang baik dan membahas situasinya.

  • Berikan dukungan tanpa syarat kepada siswa Anda. Apa pun yang telah terjadi, beri tahu siswa Anda bahwa Anda akan mendengarkan mereka. Biarkan siswa Anda bercerita secara lengkap tanpa menyela atau mengkritiknya.
  • Jadilah pendengar yang baik; hindari menyalahartikan ucapan siswa Anda atau mengambil kesimpulan begitu saja.
  • Jangan membuat janji yang tidak bisa Anda tepati, tetapi yakinkan siswa Anda bahwa Anda ingin membantu mencari resolusi masalah tersebut dan bahwa Anda akan melakukan yang terbaik untuk memastikan hidupnya tidak menjadi lebih sulit lagi. Jangan pula membicarakan apa yang akan terjadi pada pelaku penindasan.
  • Lakukan penyelidikan secara lembut dan gunakan empati. Sering kali anak-anak yang menjadi sasaran penindasan, atau perilaku jahat lain sulit membicarakan tentang hal itu.
  • Sebagaimana yang diketahui oleh sebagian besar pendidik, perilaku kasar dan jahat dapat sangat menyakitkan, tetapi biasanya ditangani dengan cara berbeda dari penindasan. Perilaku kasar dan jahat bisa ditangani langsung oleh wali kelas, dengan atau tanpa bantukan guru BK. Tentu saja, semua konflik perlu ditangani, tetapi di sebagian besar sekolah hanya perilaku penindasan, yakni perilaku yang dimaksudkan untuk menyakiti seorang anak yang akan dilaporkan dan diatur oleh kebijakan sekolah.

Baca juga: Cara Mendidik Anak Yang Baik Dengan Menggunakan Disiplin Positif

3. Ajak siswa Anda menyusun rencana tindakan. Rencana tindakan harus sesuai dengan kebijakan sekolah dan disusun dengan berkonsultasi dengan kepala sekolah serta psikolog sekolah, pekerja sosial, atau guru BK, jika perlu.

  • Berdasarkan hal yang sudah Anda pelajari dari situasi ini — baik perilaku itu digolongkan sebagai perilaku penindasan atau perilaku jahat — tentukan tindakan yang tepat yang sesuai dengan kebijakan sekolah.
  • Jika Anda dan siswa Anda sepakat — setelah memeriksa kebijakan sekolah — bahwa kejadian itu tidak terlalu serius dan tidak perlu dilaporkan, Anda dapat menyusun rencana tindakan dengan siswa Anda
  • Jika penindasan itu beralih menjadi online, beri tahu siswa Anda bahwa ada tindakan yang dapat diambil di Facebook, Instagram, Twitter, dll.
  • Minta bantuan dari teman atau orang dewasa tepercaya, baik di dalam atau di luar Facebook, Instagram, Twitter, dll. sehingga Anda mendapat dukungan dalam menangani situasi itu. Anda bisa membagikan kiriman dengan mereka secara rahasia. (Pribadi antara Anda dan orang yang Anda kirimi pesan.)

4. Tindak lanjuti dengan siswa Anda untuk memastikan mereka merasa aman secara fisik dan emosional di kelas Anda. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat Anda pertimbangkan untuk menjaga keselamatan siswa yang ditindas dan untuk menciptakan suasana sekolah yang nyaman.

  • Apakah masalah itu sudah diselesaikan? Apakah siswa Anda merasa bahwa situasi yang dia bicarakan dengan Anda, sudah diselesaikan. Apakah siswa Anda memerlukan lebih banyak bantuan atau panduan?
  • Apakah siswa itu merasa nyaman di kelas dan di sekolah? Seberapa sering siswa ini harus berinteraksi dengan siswa yang menindasnya? Bisakah hal itu diatur?
  • Apakah anak yang terlibat perilaku penindasan sudah mendapatkan dukungan?
  • Menurut Anda, apakah siswa yang terlibat dalam kejadian itu memerlukan dukungan atau layanan kesehatan mental, – seperti guru BK atau rujukan luar?
  • Apakah siswa Anda memiliki jaringan dukungan teman dan keluarga? Apakah Anda sudah mendorong siswa itu untuk menghubungi orang yang dia percayai?
  • Apakah Anda sudah menyusun norma tentang perilaku yang bisa diterima di kelas Anda?
  • Apakah Anda mengajarkan pelajaran langsung tentang pembelajaran sosial dan emosional, terutama tentang bagaimana emosi dan tindakan memengaruhi hubungan? Bagaimana Anda secara konkret menganjurkan hubungan positif di kelas (mis. apakah Anda mendorong siswa untuk memberi salam di pagi hari, menanyakan kabar, memberi pujian?) Apakah Anda mengajarkan keterampilan resolusi konflik kepada anak-anak?
Cara Menghentikan Penindasan Bullying
Penindasan Bullying sangat menyakitkan! stop sekarang juga!

Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Stopbullying.gov, Facebook

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *