Site icon PINTERpandai

Mei 1998 | Kerusuhan Rasial Terhadap Etnis Tionghoa di Indonesia

Kerusuhan mei 1998 Kerusuhan rasial etnis Tionghoa di Indonesia

Orang-orang yang menjarah toko etnis Tionghoa pada tanggal 14 Mei 1998. Sumber foto: Wikipedia

Kerusuhan Mei 1998 di Indonesia

Adalah kerusuhan rasial terhadap etnis Tionghoa yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei-15 Mei 1998. Khususnya di Ibu Kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. Kerusuhan Mei 1998 hingga saat ini masih belum 100% terusut tuntas.

Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana 4 mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998. Dan penurunan jabatan Presiden Soeharto.

Kerusuhan-kerusuhan ini terjadi dalam konteks Krisis Keuangan Asia, di mana kekurangan pangan dan tingkat pengangguran yang besar menyebabkan keresahan masyarakat yang meluas di beberapa pusat kota di seluruh nusantara.

Pada kerusuhan Mei 1998 ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta, Bandung, dan Solo. Terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai, dianiaya secara sadis, kemudian dibunuh. Dalam kerusuhan tersebut, banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang terbunuh, terluka, mengalami pelecehan seksual, penderitaan fisik dan batin serta banyak warga keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia.

Para perusuh sedang membakar perabotan kantor di jalanan Jakarta pada 14 Mei 1998. Sumber foto: Wikipedia

Kerusuhan mei 1998 – Kerusuhan Rasial Terhadap Etnis Tionghoa di Indonesia – Kisah Mengerikan!

Seperti yang dirilis dari Wikipedia dan beberapa sumber:

Orang-orang yang menjarah toko etnis Tionghoa pada tanggal 14 Mei 1998. Sumber foto: Wikipedia

Pengusutan dan penyelidikan pasca kerusuhan rasial terhadap etnis Etnis Tionghoa di Indonesia (Mei 1998)

Tidak lama setelah kejadian kerusuhan rasial terhadap etnis Tionghoa berakhir, dibentuklah Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelidiki masalah ini. TGPF ini mengeluarkan sebuah laporan yang dikenal dengan “Laporan TGPF”

Mengenai pelaku provokasi, pembakaran, penganiayaan, dan pelecehan seksual, TGPF menemukan bahwa terdapat sejumlah oknum yang berdasar penampilannya diduga berlatar belakang militer. Sebagian pihak berspekulasi bahwa Pangab saat itu (Wiranto) dan Pangdam Jaya Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin melakukan pembiaran atau bahkan aktif terlibat dalam provokasi kerusuhan ini.

Pada 2004 Komnas HAM mempertanyakan kasus ini kepada Kejaksaan Agung namun sampai 1 Maret 2004 belum menerima tanggapan dari Kejaksaan Agung.

Baca juga: Penggolongan HAM (Hak Asasi Manusia) dan Contohnya

Penuntutan Amendemen KUHP

Pada bulan Mei 2010, Andy Yentriyani, Ketua Subkomisi Partisipasi Masyarakat di Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), meminta supaya dilakukan amendemen terhadap Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Menurut Andy, Kitab UU Hukum Pidana hanya mengatur tindakan perkosaan berupa penetrasi alat kelamin laki-laki ke alat kelamin perempuan.

Namun pada kasus Mei 1998, bentuk kekerasan seksual yang terjadi sangat beragam. Sebanyak 85 korban saat itu (data Tim Pencari Fakta Tragedi Mei 1998), disiksa alat kelaminnya dengan benda tajam, anal dan oral. Bentuk-bentuk kekerasan tersebut belum diatur dalam pasal perkosaan Kitab UU Hukum Pidana.

Kerusuhan May 1998. Insiden Tri Sakti -Jakarta. Sumber foto: Wikimedia Commons

Bacaan Lainnya

Sumber bacaan: New MandalaWikipedia,  Wikipedia (Inggris)Tionghoa.infoNew York TimesSCMPThe Jakarta PostAsia WeekFederation of American ScientistsReutersSlateCNN Indonesia (Secuil Cerita Kerusuhan dan Pemerkosaan di Glodok 1998)CNN Indonesia (Deretan Kisah Mengerikan Pemerkosaan Massal Mei 1998)BBCJakarta GlobeInside IndonesiaLiputan6 ViceThe DiplomatHRW (Human Rights Watch)Liputan 6The Jakarta Post (2)

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Exit mobile version