Site icon PINTERpandai

Perkalian Vektor: Produk Skalar / Perkalian Titik, Silang dan Langsung – Bersama Contoh Soal dan Jawaban

Perkalian vektor

Perkalian Vektor: Produk Skalar / Perkalian Titik, Silang dan Langsung - Bersama Contoh Soal dan Jawaban

Perkalian Vektor

Perkalian Vektor adalah operasi perkalian dengan dua operand (objek yang dikalikan) berupa vektor. Tetapi hasil operasi ini tidak selalu adalah vektor. Terdapat 3 macam perkalian vektor, yaitu: produk skalar atau perkalian titik (bahasa Inggris: dot product atau scalar productperkalian silang (bahasa Inggris: cross product atau vector product atau directed area product) dan perkalian langsung (bahasa Inggris: direct product).

Produk Skalar Vektor atau Perkalian Titik

Produk skalar (atau “perkalian titik”) dua buah vektor akan menghasilkan sebuah skalar. Jenis perkalian ini bersifat komutatif.

Untuk vektor satuan terdapat hubungan-hubungan yang khusus dalam operasi perkalian titik, yang merupakan sifat-sifat yang digunakan dalam perkalian titik, yaitu

dan

Atau dapat pula dituliskan dengan menggunakan notasi delta Kronecker , yaitu

Perkalian Silang Vektor

Hasil suatu perkalian silang dua buah vektor adalah juga sebuah vektor. Perkalian silang bersifat tidak komutatif.

Untuk vektor-vektor satuan terdapat pula hubungan yang mendasari operasi perkalian silang, yaitu

dan

Perkalian langsung Vektor

Hasil perkalian langsung dua buah vektor adalah sebuah tensor atau matriks. Perkalian ini tidak bersifat komutatif.

Perkalian langsung dua buah vektor satuan tidak memiliki hubungan yang khusus.


Produk Skalar / Perkalian Titik

Definisi menurut aljabar

Produk skalar dua vektor A = [A1A2, …, An] dan B = [B1B2, …, Bn] didefinisikan sebagai:

di mana Σ melambangkan summation notation dan n adalah dimensi ruang vektor. Misalnya, dalam ruang tiga dimensi, produk skalar vektor-vektor [1, 3, −5] dan [4, −2, −1] adalah:

Definisi menurut geometri

Dalam ruang Euclidean, suatu vektor Euclidean adalah sebuah objek geometri yang memiliki baik besaran (magnitude) dan arah (direction). Sebuah vektor dapat digambarkan seperti sebuah anak panah. Besarannya adalah panjangnya, sedangkan arahnya adalah yang ditunjuk oleh ujung panah. Besaran vektor A dilambangkan dengan . Produk skalar dua vektor Euclidean A dan B didefinisikan sebagai:

di mana θ adalah sudut di antara A dan B.

Secara khusus, jika A dan B adalah ortogonal, maka sudut di antara keduanya adalah 90° dan

Pada keadaan ekstrem lain, jika kedua vektor itu mempunyai arah yang sama (codirectional), maka sudut di antara keduanya adalah 0° dan

Ini menyiratkan bahwa produk skalar suatu vektor A dengan dirinya sendiri adalah

yang menghasilkan

rumus untuk panjang Euclidean vektor itu.

Sifat Produk Skalar / Perkalian Titik

Produk skalar memenuhi sifat-sifat berikut jika ab, dan c adalah vektor real dan r adalah suatu bilangan skalar.

  1. Komutatif:
    which follows from the definition (θ is the angle between a and b):
  2. Distributif over vector addition:
  3. Bilinear:
  4. Perkalian skalar:
  5. Ortogonal:
    Dua vektor bukan-nol a dan b adalah ortogonal jika dan hanya jika a ⋅ b = 0.
  6. Tidak ada cancellation:
    Berbeda dengan perkalian angka biasa, di mana jika ab = ac, maka b selalu sama dengan c kecuali a sama dengan nol, produk skalar tidak menuruti cancellation law:
    Jika a ⋅ b = a ⋅ c dan a ≠ 0, maka dapat ditulis: a ⋅ (b − c) = 0 dengan hukum distributif; hasil di atas mengatakan bahwa ini hanya berarti a tegak lurus dengan (b − c), di mana masih mengizinkan (b − c) ≠ 0, sehingga b ≠ c.
  7. Product Rule: Jika a dan b adalah suatu fungsi, maka turunan (dilambangkan oleh tanda prime ′) dari a ⋅ b adalah a′ ⋅ b + a ⋅ b.

Posisi vektor

Panjang vektor

Berada di 
Panjang vektor a dalam posisi  adalah 
Panjang vektor b dalam posisi  adalah 
Panjang vektor c dalam posisi  dan  adalah 
Berada di {\displaystyle R^{3}}
Panjang vektor a dalam posisi  adalah 
Panjang vektor b dalam posisi  adalah 
Panjang vektor c dalam posisi  dan  adalah 

Vektor satuan

Operasi aljabar pada vektor

terdiri dari 2 aturan jenis yaitu aturan segitiga dan jajar genjang

  1. skalar dengan vektor

Jika k skalar tak nol dan vektor  maka vektor 

  1. titik dua vektor

Jika vektor  dan vektor  maka 

  1. titik dua vektor dengan membentuk sudut

Jika  dan  vektor tak nol dan sudut  diantara vektor  dan  maka perkalian skalar vektor  dan  adalah  = 

  1. silang dua vektor

Jika vektor  dan vektor  maka 

Sifat operasi aljabar pada vektor

Hubungan vektor dengan vektor lain

Saling tegak lurus

Jika tegak lurus antara vektor  dengan vektor  maka

Sejajar

Jika vektor  sejajar dengan vektor  maka

Saling tegak lurus

Jika tegak lurus antara vektor  dengan vektor  maka

Jika  maka dua vektor tersebut searah

Jika  maka vektor saling berlawanan arah

Sejajar

Jika vektor  sejajar dengan vektor  maka

Sudut dua vektor

Jika vektor  dan vektor  sudut yang dapat dibentuk dari kedua vektor tersebut adalah 

Panjang proyeksi dan proyeksi vektor

Panjang proyeksi vektor  pada vektor  adalah 
Proyeksi vektor  pada vektor  adalah 

Perbandingan

Aturan jajar genjang
Posisi vektor
Berada di 
Berada di 
Satu garis
Perbandingan posisi dalam adalah m:n
Perbandingan posisi luar adalah m:-n

Contoh Soal dan Jawaban Perkalian Vektor

1. Dua buah vektor pangkalnya saling bertemu membentuk sudut 60°, vektor A panjangnya 60 cm sedangkan vektor B panjangnya 40 cm. Berapa nilai perkalian titik (dot) dan perkalian silang (cross) kedua vektor tersebut?

Jawaban:

Perkalian titik, yaitu

Perkalian silang, yaitu

2. Sebuah hasil perkalian vektor diperoleh bahwa A.B = 40 meterpersegi. Jika besar vektor B yang panjangnya 4 meter membentuk sudut 60°. Berapa panjang vektor A dalam centimeter?

Jawaban:

Dengan menggunakan rumus perkalian titik (dot product), maka diperoleh perhitungan sebagai berikut.

3. Tentukan Kedua Vektor di bawah ini.

Tentukanlah besar sudut yang dibentuk oleh kedua vektor tersebut.
Solusi :
A.B = |A||B| cos ⁡  α
Sebelum kita mencari besar sudut yang dibentuk maka terlebih dahulu kita mencari besar atau panjang dari kedua vektor dan Perkalian Dot dari Kedua Vektor tersebut
*Panjang Vektor
*Perkalian Dot
Setelah kita mendapatkan Panjang Vektor dan Hasil Perkalian Dot kedua vektor maka dengan mudah kita mengetahui sudut yang dibentuk oleh kedua vektor tersebut.
Jadi, besar sudut yang terbentuk oleh dua vektor tersebut adalah 4,88 drajat.

4. Dua buah vektor A dan B pangkalnya membentuk sudut 60°. Jika A = 2 Bdan A.B=400 meterpersegi. Maka berapa besar vektor A dan B?

Jawaban:

Setelah besar vektor B diketahui, maka A = 2.20 = 40 meter.

5. Vektor A memiliki panjang sebesar 10 cm sedangkan vektor B memiliki panjang sebesar 20 cm. Keduanya memiliki pangkal yang membentuk sudut a. Jika A x B besarnya 1 meterpersegi, berapa besar sudut a?

Jawaban:

Terlebih dahulu kita samakan satuannya, A x B = 1 meter = 100 centimeterpersegi. Kemudian dengan menggunakan rumus perkalian silang, kita peroleh…

6. Tentukan Hasil perkalian Titik (Dot Product) dari dua Vektor Berikut Ini

Solusi:
Jadi perkalian dari dua vektor tersebut adalah -56 Satuan. Yang mana satuannya tergantung dari besaran vektor yang dikalikan. Misalnya kita mengalikan vektor gaya dan perpindahan, maka satuannya adalah Nm.

Bacaan Lainnya Yang Dapat Membuat Anda lebih Pintar

Tentang Matematika

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ohh begitu ya…” akan sering terdengar jika Anda memasang applikasi kita! Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Math is Fun

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Exit mobile version