Kayu Weru (Albizia Procera)

2 min read

Weru

Kulit Kayu Weru

Kulit kayu weru (Albizia procera) bisa dicampur dengan bahan lain untuk membius ikan di sungai. Nama lain dari pohon Weru adalah pohon Ki Hiang.


Ciri-Ciri Pohon Weru

Pohon yang berukuran sedang, tingginya hingga 30 m dan gemang batangnya 35(–60) cm. Batang bebas cabang hingga 9 m, lurus atau membengkok. Pepagan halus, di luarnya abu-abu hijau pucat, coklat kekuningan, hingga kecoklatan, dengan gigir-gigir melintang, kadang-kadang mengelupas dalam kepingan tipis; bagian dalamnya jingga, lalu hijau, dan kuning jerami atau merah jambu di bagian terdalam. Ranting-ranting bulat dan gundul. Tajuknya renggang.

 

Weru


Manfaat Weru

Kayu

Kayu weru tergolong ke dalam kayu menengah hingga berat, dengan densitas 600–950 kg/m³ pada kadar air 15%, kuat, awet, dan tahan serangan rayap. Kayunya berwarna cokelat hingga cokelat terang, dengan jalur-jalur terang dan gelap; sukar untuk digergaji karena adanya serat yang berpadu. Heyne mencatat bahwa kayu wangkal memiliki bobot sedang hingga agak berat, agak keras, agak padat, berserat kasar, cokelat mengkilap sampai cokelat kehitaman, serta mutunya agak tinggi (termasuk kelas kuat II dan kelas awet II). Percobaan kuburan di Filipina mendapatkan bahwa kayu A. procera tahan hingga 10 tahun, sementara kayu A. saponaria (langir) bertahan 3 tahun dan kayu A. chinensis (sengon) hanya mencapai 16 bulan.

Di pulau Jawa, kayu wangkal dipuji karena sifat awet, kekuatan, dan keindahannya; disenangi untuk membuat alat-alat rumah tangga, bangunan rumah dan jembatan, alat-alat pertanian dan sebagainya. Kayu weru juga dimanfaatkan untuk membuat kereta, roda, perahu, mebel, peti, penutup lantai, tiang, dan ukiran; serta untuk pulp dan kertas bermutu tinggi. Kayu gubalnya cocok untuk digunakan sebagai bahan batang korek api.


Kegunaan lain

Pepagan wangkal menghasilkan tanin dan dimanfaatkan sebagai pengganti kulit kayu tengguli dalam penyamakan kulit. Pepagan ini juga mengeluarkan banyak getah menyerupai gom arab, yang bisa dimanfaatkan sebagai perekat. Di Priangan selatan, kulit kayu ki hiang dicampur dengan bahan-bahan lain digunakan untuk membius ikan di sungai. Pepagan dan daunnya mengandung bahan aktif yang digunakan sebagai obat tradisional dan juga insektisida.

Weru juga ditanam sebagai penghias jalan, penahan angin, sekat bakar, serta untuk merehabilitasi lahan-lahan yang kritis dan tererosi. Selain untuk meneduhi tanaman teh, weru juga ditanam untuk menaungi kopi. Perakarannya mengikat nitrogen dan meningkatkan kesuburan, serta menahan air dalam tanah.

Sebagai pakan ternak, daun-daunnya mengandung banyak serat dan lignin, menjadikannya sukar dicerna ternak. Kandungan nutrisi N, K, Ca dan Mg mencukupi, namun kurang untuk unsur Na dan P; sehingga perlu dicampur dengan bahan pakan yang lain. Sementara itu, nilai energi weru sebagai kayu bakar mencapai 20.500–21.000 kJ/kg.


Bacaan Lainnya

 

Sumber bacaan: Purdue UniversityBalai Penelitian Teknologi Perbenihan Bogor


     

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.