Cara Menghitung Bunga Pinjaman | Bunga Sederhana, Amortisasi, Flate Rate, Efektif dan Anuitas | Rumus, Contoh Soal, Jawaban

19 min read

Cara Menghitung Bunga Pinjaman - Bunga Sederhana, Amortisasi, Flate Rate, Efektif dan Anuitas - Rumus, Contoh Soal, Jawaban

Cara Menghitung Bunga Pinjaman -Bunga Sederhana dan Amortisasi

Bunga adalah salah satu cara utama pemberi pinjaman, bank dan penerbit kartu kredit mendapatkan keuntungan. Cara menghitung bunga pinjaman bank atau kartu kredit tidak terlalu susah. Temukan cara dan rumus-rumusnya di bawah ini. Berikut ini cara kerja bunga dan cara menghitung biaya saat Anda meminjam uang.

Saat Anda meminjam uang, pemberi pinjaman akan meminta Anda untuk mengembalikan dana tersebut seiring waktu. Tetapi bank berharap dibayar sesuatu sebagai imbalan atas layanan mereka dan risiko yang mereka ambil saat meminjamkan uang kepada Anda. Itu berarti Anda tidak hanya akan membayar kembali uang yang Anda pinjam. Anda akan membayar kembali pinjaman tersebut ditambah jumlah tambahan, yang disebut bunga.

1. Bunga sederhana (simple interest)

Jika pemberi pinjaman menggunakan metode bunga sederhana, maka mudah untuk menghitung bunga pinjaman Anda jika Anda memiliki informasi yang tepat.

Rumus Bunga sederhana (simple interest)

Besarnya bunga dihitung dari nilai pokok awal (principal) x dengan tingkat bunga (interest rate) x waktu (time)

SI = P x R x T

SI = SIMPLE INTEREST (BUNGA SEDERHANA)
P  = PRINCIPAL (POKOK)
R   = INTEREST RATE P.A ( TINGKAT BUNGA/TAHUN)
T   =  TIME (WAKTU [DALAM TAHUN])

Kumpulkan informasi seperti jumlah pinjaman pokok, tingkat bunga, dan jumlah total bulan atau tahun Anda akan membayar pinjaman.
Hitung total bunga Anda dengan menggunakan rumus ini: Jumlah Pokok Pinjaman x Suku Bunga x Waktu (alias Jumlah Tahun Jangka Waktu) = Bunga.

Jika Anda mengambil pinjaman lima tahun sebesar $ 20.000 dan tingkat bunga pinjaman adalah 5 persen, rumus bunga sederhana berfungsi sebagai berikut:

Bunga $ 20.000 x .05 x 5 = $ 5.000

Anda mungkin menemukan bunga sederhana pada pinjaman jangka pendek. Namun, cara kebanyakan bank dan pemberi pinjaman mengenakan bunga lebih rumit.

Baca juga ? Bunga Majemuk dalam Keuangan (Compound Interest) – Rumus, Penjelasan, Contoh Soal dan Jawaban

2. Bunga Pinjaman amortisasi

Banyak pemberi pinjaman membebankan bunga berdasarkan jadwal amortisasi. Pinjaman pelajar, hipotek, dan pinjaman mobil sering kali masuk dalam kategori ini. Pembayaran bulanan untuk jenis pinjaman ini tetap dan pinjaman dibayar dari waktu ke waktu dengan angsuran yang sama, tetapi cara pemberi pinjaman menerapkan pembayaran yang Anda lakukan ke saldo pinjaman berubah seiring waktu.

Dengan pinjaman amortisasi, pembayaran awal umumnya sangat berat, yang berarti lebih sedikit uang yang Anda bayarkan setiap bulan untuk membayar jumlah pokok pinjaman Anda.

Rumus Menentukan pinjaman bulan sebelumnya dan menghitung total angsuran

P x [ ( i : 12 ) / (1 – (1 + (i : 12)) -t]

Keterangan:

P adalah saldo pinjaman.
i adalah bunga.
T adalah jumlah tenor.
Dari data sebelumnya kita bisa menghitung dengan cara berikut.

Contoh: 10.000.000 x (6%:12) / (1 – (1+(6%:12)-12) = Rp860.664.

Dengan hitungan tersebut, maka nilai atau total angsuran pada bulan pertama hingga bulan ke-12 sama yaitu Rp860.664.

Rumus menghitung angsuran bunga

Angsuran bunga = saldo pinjaman bulan sebelumnya x suku bunga x (30/360)

Menghitung angsuran pokok juga bisa kita hitung dengan mengurangi total angsuran dengan bunga dengan angsuran bunga. Saldo pinjaman atau jumlah sebelumnya yang sebenarnya kita pinjam bisa dihitung dengan mengurangi jumlah saldo pinjaman bulan sebelumnya dengan angsuran pokok.

Dari data contoh sebelumnya, maka angsuran bunga adalah:

Rp10 juta x 6% x (30/360) = Rp50 ribu.

Menghitung angsuran pokok
Menghitung angsuran pokok menerapkan rumus berikut ini.

Angsuran pokok = total angsuran – angsuran bunga
Berdasarkan data contoh di atas, maka angsuran pokok yang bisa dihitung yaitu: Rp860.664 – Rp50.000 = Rp810.664.

Rumus menghitung saldo pinjaman

Saldo pinjaman = saldo pinjaman bulan sebelumnya – angsuran pokok

Berdasarkan data contoh di atas, maka saldo pinjamannya adalah:

Saldo pinjaman = Rp10.000.000 – Rp860.664 = Rp9.189.336.

Penghitungan amortisasi pinjaman untuk keseluruhan

Untuk menghitung bulan ke-dua hingga bulan terakhir (sesuai contoh sebelumnya hingga bulan kedua belas), maka kita bisa menggunakan spreadsheet yang sudah disiapkan pada poin penghitungan amortisasi pinjaman bulan pertama.

Dengan menggunakan Microsoft Excel, Anda bisa melihat saldo pinjaman yang semakin berkurang setiap bulannya. Seiring waktu, angsuran pokok semakin bertambah, sedangkan angsuran bunga semakin berkurang.

Adapun hasil analisis amortisasi pada akhir masa pinjaman pembayaran angsuran bunganya akan menurun hingga mendekati angka nol. Sementara jumlah saldo pinjaman pada akhir masa pinjaman adalah Rp0.

Dengan hitungan amortisasi ini, baik pebisnis ataupun karyawan bisa menerapkannya. Misalnya saja kita memiliki utang dan jatuh tempo dalam setahun seperti contoh di atas. Nantinya, kita bisa mengatur keuangan agar tidak telat membayar utang tersebut.

Contoh soal cara Menghitung bunga pinjaman amortisasi

Seiring berjalannya waktu dan Anda semakin dekat dengan tanggal pembayaran pinjaman Anda, bagaimanapun, tabel berubah. Menjelang akhir pinjaman Anda, pemberi pinjaman menerapkan sebagian besar pembayaran bulanan Anda ke saldo pokok Anda dan dikurangi ke biaya bunga. Berikut cara menghitungnya:

Bagilah suku bunga Anda dengan jumlah pembayaran yang akan Anda lakukan tahun itu. Jika Anda memiliki tingkat bunga 6 persen dan Anda melakukan pembayaran bulanan, Anda akan membagi 0,06 dengan 12 untuk mendapatkan 0,005.

Kalikan jumlah itu dengan sisa saldo pinjaman Anda untuk mengetahui berapa banyak Anda akan membayar bunga bulan itu. Jika Anda memiliki saldo pinjaman $ 5.000, bunga bulan pertama Anda adalah $ 25.
Kurangi bunga itu dari pembayaran bulanan tetap Anda untuk melihat berapa banyak pokok yang akan Anda bayarkan di bulan pertama. Jika pemberi pinjaman Anda memberi tahu Anda bahwa pembayaran bulanan tetap Anda adalah $ 430,33, Anda akan membayar $ 405,33 untuk pembayaran pokok bulan pertama. Jumlah itu akan dikurangi dari saldo terutang Anda.

Untuk bulan berikutnya, ulangi proses tersebut dengan sisa saldo pinjaman baru Anda, dan terus ulangi untuk setiap bulan berikutnya.
Berikut adalah contoh bagaimana pinjaman pribadi $ 5.000, satu tahun dengan amortisasi suku bunga tetap 6%:

Tanggal pembayaran Pembayaran  Nilai Pokok Awal Bunga Total Interest Paid Remaining Balance
11/2020 $430.33 $405.33 $25.00 $25.00 $4,594.67
12/2020 $430.33 $407.36 $22.97 $47.97 $4,187.31
1/2021 $430.33 $409.40 $20.94 $68.91 $3,777.91
2/2021 $430.33 $411.44 $18.89 $87.80 $3,366.47
3/2021 $430.33 $413.50 $16.83 $104.63 $2,952.97
4/2021 $430.33 $415.57 $14.76 $119.40 $2,537.40
5/2021 $430.33 $417.57 $12.69 $132.08 $2,119.76
6/2021 $430.33 $419.73 $10.60 $142.68 $1,700.03
7/2021 $430.33 $421.83 $8.50 $151.18 $1,278.19
8/2021 $430.33 $423.94 $6.39 $157.57 $854.25
9/2021 $430.33 $426.06 $4.27 $161.84 $428.19
10/2021 $430.33 $428.19 $2.14 $163.99 $0

Cara Menghitung Bunga Pinjaman - Bunga Sederhana, Amortisasi, Flate Rate, Efektif dan Anuitas - Rumus, Contoh Soal, Jawaban
Cara Menghitung Bunga Pinjaman – Bunga Sederhana, Amortisasi, Flate Rate, Efektif dan Anuitas – Rumus, Contoh Soal, Jawaban. Ilustrasi dan sumber foto: Pxfuel

Cara Menghitung Bunga Pinjaman (kredit) dengan Angsuran

Cara Menghitung Bunga Kredit dengan Angsuran

Perhitungan bunga kredit yang digunakan bank akan menentukan besar kecilnya angsuran pokok dan bunga yang harus dibayar Debitur atas kredit yang diterima dari bank.

Bila anda ingin mengambil kredit, pastikan cara penghitungan kreditnya. Walaupun suku bunganya sama, namun cara penghitungannya berbeda akan mengakibatkan jumlah angsuran per bulan berbeda.

Pemahaman mengenai cara menghitung bunga kredit akan membantu Debitur dalam membuat keputusan untuk mengambil kredit yang paling menguntungkan sesuai dengan kemampuan keuangannya.

3 Cara Menghitung Bunga Pinjaman Kredit Dengan: Bunga Flate Rate, Efektif dan Anuitas

Beberapa cara menghitung bunga kredit yang biasanya digunakan oleh bank antara lain:

1. Bunga Flat Rate

Perhitungan bunga didasarkan pada plafond kredit dan besarnya bunga yang dibebankan dialokasikan secara proporsional sesuai dengan jangka waktu kredit. Dengan cara ini, jumlah pembayaran pokok dan bunga kredit setiap bulan sama besarnya.

Rumus Bunga Flat Rate

Bunga Flat Rate = Bunga : (persentase bunga x plafon kredit) : jangka waktu pembayaran.

Contoh:
Bank A memberikan kredit sebesar Rp6.000.000,- selama 6 bulan kepada
debitur C dengan tingkat bunga 12% per tahun flat rate.
Total Bunga = Pl x i x n
Bunga per Bulan = Pl x (i/12)
Pl = plafond kredit, i = suku bunga per tahun, n = jangka waktu kredit (tahun)

Tabel Angsuran Debitur C – Flat Rate

Bln Saldo Anggaran pokok Angsuran Bunga Jumlah Angsuran
1 6.000.000 1.000.000 60.000 1.060.000
2 5.000.000 1.000.000 60.000 1.060.000
3 4.000.000 1.000.000 60.000 1.060.000
4 3.000.000 1.000.000 60.000 1.060.000
5 2.000.000 1.000.000 60.000 1.060.000
6 1.000.000 1.000.000 60.000 1.060.000
Jumlah 6.000.000 360.000 6.360.000
2. Bunga Efektif (Sliding Rate)

Perhitungan bunga dilakukan setiap akhir periode pembayaran angsuran. Pada perhitungan ini, bunga kredit dihitung dari saldo akhir setiap bulannya (baki debet) sehingga bunga yang dibayar debitur setiap bulannya semakin menurun.

Dengan demikian, jumlah angsuran yang dibayar debitur setiap bulannya akan semakin mengecil.

Rumus Bunga Efektif (Sliding Rate)

Bunga Efektif = Saldo pokok pinjaman (SP) x i (suku bunga tiap tahun) : 12 (jumlah bulan dalam satu tahun).

Bunga Efektif Berbeda dengan bunga flat, penghitungan bunga efektif membuat Anda membayar jumlah yang berbeda setiap bulan.

Contoh soal Bunga Efektif (Sliding Rate)

Contohnya, Anda mengajukan plafon kredit sebesar Rp 360 juta dengan bunga 10% tiap tahun untuk tenor lima tahun. Besaran pokok pinjaman Rp 360.000.000 x 10 persen : 12 = Rp 3.000.000.

Angsuran bulan 1

Besaran bunga: Rp 360.000.000 x 10 persen : 12 = Rp 3.000.000 Angsuran pokok: Rp 360.000.000 : 60 = Rp 6.000.000
Total angsuran bulan 1: Rp 6.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp 9.000.000 –

Angsuran bulan 2

SP: Rp 360.000.000 – Rp 6.000.000 = Rp 354.000.000 Besaran bunga: Rp 354.000.000 x 10 persen : 12 = Rp 2.950.000
Total angsuran bulan 2:

Rp 6.000.000 + Rp 2.950.000 = Rp 8.950.000 Contoh penghitungan bunga pinjaman tersebut memperlihatkan bahwa angsuran yang harus Anda bayar setiap bulan berbeda-beda dan jumlahnya semakin kecil.

Contoh soal Bunga Efektif (Sliding Rate) dengan table

Bank A memberikan kredit sebesar Rp6.000.000,- selama 6 bulan kepada
debitur C dengan tingkat bunga 12% per tahun sliding rate.
Bunga per bulan = SA x (i/12)
SA = saldo akhir periode, i = suku bunga per tahun
Tabel Angsuran Debitur C – Sliding Rate

Bln Saldo Angsuran Pokok Angsuran Bunga Jumlah Angsuran
1 6.000.000 1.000.000 60.000 1.060.000
2 5.000.000 1.000.000 50.000 1.050.000
3 4.000.000 1.000.000 40.000 1.040.000
4 3.000.000 1.000.000 30.000 1.030.000
5 2.000.000 1.000.000 20.000 1.020.000
6 1.000.000 1.000.000 10.000 1.010.000
Jumlah 6.000.000 1.000.000 210.000 6.210.000
3. Bunga Anuitas

Jumlah angsuran bulanan yang dibayar debitur tidak berubah selama jangka waktu kredit. Namun demikian komposisi besarnya angsuran pokok maupun angsuran bunga setiap bulannya akan berubah dimana angsuran bunga akan semakin mengecil sedangkan angsuran pokok akan semakin membesar.

Rumus Bunga Anuitas

Total angsuran per bulan = P x (i/12) : (1-(1+(i/12)-t). P = total pinjaman/plafon, i = suku bunga per tahun, t = tenor/jangka waktu pembayaran.

Contoh:
Bank A memberikan kredit sebesar Rp6.000.000,- selama 6 bulan kepada
debitur C dengan tingkat bunga 12% per tahun anuitas.
Jumlah angsuran yang harus dibayar debitur C setiap bulannya adalah:
Angsuran Bulanan = Pl x (i/12) x {1/[1-(1/(1+i/12)m]}

Pl = Plafond Kredit
i = suku bunga per tahun
m = jumlah periode pembayaran
Tabel Angsuran Debitur C – Anuitas

Bln Saldo Angsuran Pokok Angsuran Bunga Jumlah Angsuran
1 6.000.000 975.290 60.000 1.035.290
2 5.024.710 985.043 50.247 1.035.290
3 4.039.667 994.893 40.397 1.035.290
4 3.044.774 1.004.842 30.448 1.035.290
5 2.039.932 1.014.891. 20.399 1.035.290
6 1.025.041 1.025.040 10.250 1.035.290
Jumlah 6.000.000 211.740 6.211.740

Dari ketiga contoh cara menghitung bunga kredit diatas, terlihat bahwa besarnya bunga kredit yang harus dibayar debitur akan berbeda-beda walaupun suku bunga yang digunakan sama (12%). Dengan demikian, penggunaan perhitungan bunga akan mempengaruhi besar kecilnya angsuran bunga yang harus dibayar debitur atas kredit yang diberikan bank.

Apakah Suku Bunga Kredit dapat berubah?

Suku bunga kredit dapat berubah setiap saat selama jangka waktu kredit apabila bank menetapkan suku bunga mengambang (floating). Namun demikian, bank dapat menetapkan suku bunga yang bersifat tetap (fixed) selama jangka waktu kredit atau pada jangka waktu tertentu (jangka waktu yang diperjanjikan).

1. Suku Bunga Tetap (Fixed)

Pada suku bunga yang bersifat tetap, besarnya bunga yang harus dibayar Debitur selama jangka waktu yang diperjanjikan tidak akan berubah. Dengan demikian apabila pada saat perjanjian kredit telah ditetapkan suku bunga sebesar 12%, maka selama jangka waktu yang diperjanjikan suku bunga yang berlaku tetap 12%.

Baca juga: Bunga Akrual (Accrued Interest) – Rumus, Contoh Soal, Jawaban

2. Suku Bunga Mengambang (Floating Rate)

Pada suku bunga yang bersifat mengambang, besarnya bunga yang harus dibayar Debitur dapat berubah sesuai dengan tingkat suku bunga yangditetapkan oleh bank. Dengan demikian apabila suku bunga yang disepakati pada awal perjanjian adalah sebesar 12%, maka selama jangka waktu kredit suku bunga dapat turun menjadi 10% atau bahkan naik menjadi 15%.

Keuntungan dan Kerugian Perhitungan Suku Bunga

Baik penetapan suku bunga secara tetap maupun secara mengambang dapat membawa keuntungan maupun kerugian bagi Debitur.

Keuntungan
Suku bunga tetap:

Kepastian besarnya bunga yang dibayar
Tidak ada perubahan suku bunga walaupun suku bunga pasar mengalami kenaikan

Suku bunga mengambang:

Pada saat terjadi penurunan suku bunga pasar maka tingkat suku bunga kredit ikut turun.

Keuntungan suku bunga tetap bagi Debitur adalah adanya kepastian besarnya suku bunga yang harus dibayar setiap periodenya. Selain itu, apabila suku bunga pasar mengalami kenaikan maka debitur diuntungkan karena adanya selisih suku bunga tersebut. Sementara itu keuntungan suku bunga floating bagi Debitur dapat terjadi apabila suku bunga pasar mengalami penurunan sehingga besarnya bunga yang harus dibayar Debitur pada periode tersebut pun menjadi lebih rendah daripada periode sebelumnya.

Kerugian
Suku bunga tetap:

Apabila suku bunga pasar berada dibawah suku bunga tetap maka suku bunga kredit menjadi lebih mahal

Suku bunga mengambang:

Apabila suku bunga pasar mengalami kenaikan maka suku bunga kredit akan ikut naik

Apa yang harus Diperhatikan Debitur?

Untuk menghindari kesalahpahaman dikemudian hari dalam pemenuhan kewajiban pembayaran pokok dan bunga kredit dari bank, sebaiknya Debitur mencari informasi dan meminta penjelasan terlebih dahulu mengenai hal-hal berikut dari bank sebelum menandatangani perjanjian kredit:

  • Cara perhitungan bunga (Flat, sliding, atau anuitas)
  • Penetapan bunga (Fixed atau floating)
  • Tabel angsuran yang harus dipenuhi Debitur
  • Biaya-biaya yang timbul (provisi, komisi, notaris, penalti, asuransi, dsb)
  • Membaca dan memahami isi Perjanjian Kredit

Contoh Soal dan Jawaban Cara Menghitung Bunga Pinjaman

1. Contoh cara menghitung bunga pinjaman dengan Bunga Anuitas. Jika plafon KPR Anda sebesar Rp 120 juta (P) dengan tenor 10 tahun (t) dan suku bunga 11% per tahun (i). Hitung: total angsuran per bulan yang harus Anda bayar dan besar angsuran pokok tiap bulan!

Jawaban:

Gunakan rumus cara menghitung bunga pinjaman “Bunga Anuitas”:

Rumus menghitungnya adalah total angsuran per bulan = P x (i/12) : (1-(1+(i/12)-t). P = total pinjaman/plafon, i = suku bunga per tahun, t = tenor/jangka waktu pembayaran.

Total angsuran per bulan yang harus Anda bayar adalah Rp 120.000.000 x (11%/12) : (1-(1+(1/12) 10 ) = Rp 1.653.000

Besar angsuran bunga setiap bulan: Angsuran bunga bulan 1: Rp 120.000.000 x 11% : 12 = Rp 1.100.000 Angsuran bunga bulan 2: Rp 119.446.999 x 11% : 12 = Rp 1.094.930 Angsuran bunga bulan 3: Rp 118.888.930 x 11% : 12 = Rp 1.089.815

Besar angsuran pokok tiap bulan: Angsuran pokok bulan 1: Rp 1.653.000 – Rp 1.100.000 = Rp 553.000 Angsuran pokok bulan 2: Rp 1.653.000 – Rp 1.094.930 = Rp 558.069 Angsuran pokok bulan 3: Rp 1.653.000 – Rp 1.089.815 = Rp 563.184

2. Contoh soal cara menghitung Bunga Flat. Jika Anda mengajukan plafon kredit sebesar Rp 120 juta kepada bank dengan bunga 10% dalam jangka waktu 1 tahun. Hitung besar cicilan pokok setiap bulan!

Besar cicilan pokok setiap bulan: Rp 120.000.000 : 12 = Rp 10.000.000. Sementara bunga: (10 persen x Rp 120.000.000) : 12 bulan = Rp 1.000.000. Jadi, angsuran yang harus Anda bayar setiap bulan: Rp 10.000.000 + Rp 1.000.000 = Rp 11.000.000.

Jawaban:

Bunga flat dihitung hanya berdasarkan plafon kredit dan persentase besaran bunga. Oleh karena itu, setiap bulannya Anda membayar pinjaman dalam jumlah yang sama. Rumus menghitungnya adalah bunga: (persentase bunga x plafon kredit) : jangka waktu pembayaran.

3. Contoh soal cara menghitung Bunga Flat. Jessica mengajukan plafon kredit sebesar Rp 120 000 000 kepada bank BCA. Berapa besar dana yang harus dibayar Jessica setiap bulannya dalam satu tahun jika bunganya sebesar 10%?

Jawaban:

Diketahui
Jumlah pinjaman: 120.000.000
Bunga: 10%
Jangka waktu: 12 bulan
Besar cicilan pokok setiap bulan: Rp120.000.000 : 12 = Rp10.000.000

Gunakan rumus:
Bunga : (persentase bunga x plafon kredit) : jangka waktu pembayaran

Bunga: (10% x Rp120.000.000): 12 bulan
Bunga: Rp1.000.000

Angsuran yang harus dibayar setiap bulan: Rp10.000.000 + Rp1.000.000 = Rp11.000.000

Dengan penghitungan tersebut, Jessica harus membayar sejumlah Rp 11 000 000 setiap bulannya untuk melunasi utang dalam waktu satu tahun.

Penghitungan bunga pinjaman yang flat, membuat Jessica membayar jumlah yang sama setiap bulannya.

4. Contoh soal cara menghitung bunga dengan bunga efektif. Jessica meminjam dana sebesar Rp360 000 000 ke bank BCA. Jika BCA menetapkan suku bunga sebesar 10% setiap tahun. Berapakah besar dana yang harus dibayar Jessica setiap bulannya jika jangka waktu kredit selama 5 tahun?

Jawaban:

Diketahui:
Pokok pinjaman: Rp360.000.000
i: 10%
Jangka waktu: 5 tahun atau 60 bulan

Gunakan Rumus Penghitungan Bunga Efektif:
Besaran bunga: SP x i : 12

SP: Saldo pokok pinjaman dari bulan sebelumnya atau sisa pokok utang
i: Suku bunga setiap tahunnya
12: Jumlah bulan dalam satu tahun

– Angsuran bulan 1

Besaran bunga: Rp360.000.000 x 10% : 12
Besaran bunga: Rp3.000.000

Angsuran pokok: Rp360.000.000 : 60
Angsuran pokok: Rp6.000.000

Total angsuran bulan 1: Rp6.000.000 + Rp3.000.000
Total angsuran bulan 1: Rp9.000.000

– Angsuran bulan 2

SP: Rp360.000.000 – Rp6.000.000
SP: Rp354.000.000

Besaran bunga: Rp354.000.000 x 10% : 12
Besaran bunga: Rp2.950.000

Total angsuran bulan 2: Rp6.000.000 + Rp2.950.000
Total angsuran bulan 2: Rp8.950.000

Contoh penghitungan bunga pinjaman tersebut memperlihatkan bahwa angsuran yang harus dibayar Jessica setiap bulan ke bank berbeda-beda dan jumlahnya semakin kecil.

5. Contoh soal cara menghitung bunga pinjaman dengan “Bunga Anuitas”. Jessica meminjam dana ke bank BCA sebesar Rp 120 000 000 dengan jangka waktu pembayaran selama 10 tahun. Jika suku bunga adalah 11% per tahun, berapa besar angsuran yang harus dibayar Jessica setiap bulan?

Jawaban:

Gunakan Rumus Menghitung Bunga Anuitas
Total angsuran per bulan = P x (i/12) : (1-(1+(i/12)-t)

P: Total pinjaman
i: Suku bunga per tahun
t: Jangka waktu pembayaran dalam tahun

P= 120.000.000
i= 11%
t= 10

Total angsuran per bulan
– Rp120.000.000 x (11%/12) : (1-(1+(1/12)10) = Rp1.653.000

Besar angsuran bunga setiap bulan
Angsuran bunga bulan 1: Rp120.000.000 x 11% : 12 = Rp1.100.000
Angsuran bunga bulan 2: Rp119.446.999 x 11% : 12 = Rp 1.094.930
Angsuran bunga bulan 3: Rp118.888.930 x 11% : 12 = Rp1.089.815

Besar angsuran pokok tiap bulan:

Angsuran pokok bulan 1: Rp1.653.000 – Rp1.100.000 = Rp553.000
Angsuran pokok bulan 2: Rp1.653.000 – Rp1.094.930 = Rp558.069
Angsuran pokok bulan 3: Rp1.653.000 – Rp1.089.815 = Rp563.184

6. Contoh soal cara menghitung bunga pinjaman dengan perhitungan Bunga anuitas. Jumlah Pinjaman: Rp 5.000.000.000. Lama Pinjaman: 120 bulan (10 tahun). Bunga per Tahun: 14.6 % / tahun (1.22 % / bulan). Hitung bunga anuitas, cari angsuran yang harus Anda bayar dan buatlah table angsuran pembayarannya!

Jawaban:

Angsuran per bulan Anda: Rp 79.447.105,31.

Berikut table angsurannya:

Bulan Angsuran Bunga Angsuran Pokok Total Angsuran Sisa pinjaman
0 0 0 0 Rp 5.000.000.000,00
1 Rp 60.833.333,33 Rp 18.613.771,98 Rp 79.447.105,31 Rp 4.981.386.228,02
2 Rp 60.606.865,77 Rp 18.840.239,54 Rp 79.447.105,31 Rp 4.962.545.988,48
3 Rp 60.377.642,86 Rp 19.069.462,45 Rp 79.447.105,31 Rp 4.943.476.526,03
4 Rp 60.145.631,07 Rp 19.301.474,25 Rp 79.447.105,31 Rp 4.924.175.051,78
5 Rp 59.910.796,46 Rp 19.536.308,85 Rp 79.447.105,31 Rp 4.904.638.742,93
6 Rp 59.673.104,71 Rp 19.774.000,61 Rp 79.447.105,31 Rp 4.884.864.742,32
7 Rp 59.432.521,03 Rp 20.014.584,28 Rp 79.447.105,31 Rp 4.864.850.158,04
8 Rp 59.189.010,26 Rp 20.258.095,06 Rp 79.447.105,31 Rp 4.844.592.062,98
9 Rp 58.942.536,77 Rp 20.504.568,55 Rp 79.447.105,31 Rp 4.824.087.494,44
10 Rp 58.693.064,52 Rp 20.754.040,80 Rp 79.447.105,31 Rp 4.803.333.453,64
11 Rp 58.440.557,02 Rp 21.006.548,29 Rp 79.447.105,31 Rp 4.782.326.905,35
12 Rp 58.184.977,35 Rp 21.262.127,96 Rp 79.447.105,31 Rp 4.761.064.777,38
13 Rp 57.926.288,12 Rp 21.520.817,19 Rp 79.447.105,31 Rp 4.739.543.960,19
14 Rp 57.664.451,52 Rp 21.782.653,80 Rp 79.447.105,31 Rp 4.717.761.306,40
15 Rp 57.399.429,23 Rp 22.047.676,09 Rp 79.447.105,31 Rp 4.695.713.630,31
16 Rp 57.131.182,50 Rp 22.315.922,81 Rp 79.447.105,31 Rp 4.673.397.707,50
17 Rp 56.859.672,11 Rp 22.587.433,21 Rp 79.447.105,31 Rp 4.650.810.274,29
18 Rp 56.584.858,34 Rp 22.862.246,98 Rp 79.447.105,31 Rp 4.627.948.027,32
19 Rp 56.306.701,00 Rp 23.140.404,31 Rp 79.447.105,31 Rp 4.604.807.623,00
20 Rp 56.025.159,41 Rp 23.421.945,90 Rp 79.447.105,31 Rp 4.581.385.677,10
21 Rp 55.740.192,40 Rp 23.706.912,91 Rp 79.447.105,31 Rp 4.557.678.764,19
22 Rp 55.451.758,30 Rp 23.995.347,02 Rp 79.447.105,31 Rp 4.533.683.417,18
23 Rp 55.159.814,91 Rp 24.287.290,40 Rp 79.447.105,31 Rp 4.509.396.126,78
24 Rp 54.864.319,54 Rp 24.582.785,77 Rp 79.447.105,31 Rp 4.484.813.341,00
25 Rp 54.565.228,98 Rp 24.881.876,33 Rp 79.447.105,31 Rp 4.459.931.464,67
26 Rp 54.262.499,49 Rp 25.184.605,83 Rp 79.447.105,31 Rp 4.434.746.858,85
27 Rp 53.956.086,78 Rp 25.491.018,53 Rp 79.447.105,31 Rp 4.409.255.840,32
28 Rp 53.645.946,06 Rp 25.801.159,26 Rp 79.447.105,31 Rp 4.383.454.681,06
29 Rp 53.332.031,95 Rp 26.115.073,36 Rp 79.447.105,31 Rp 4.357.339.607,70
30 Rp 53.014.298,56 Rp 26.432.806,75 Rp 79.447.105,31 Rp 4.330.906.800,95
31 Rp 52.692.699,41 Rp 26.754.405,90 Rp 79.447.105,31 Rp 4.304.152.395,05
32 Rp 52.367.187,47 Rp 27.079.917,84 Rp 79.447.105,31 Rp 4.277.072.477,21
33 Rp 52.037.715,14 Rp 27.409.390,17 Rp 79.447.105,31 Rp 4.249.663.087,03
34 Rp 51.704.234,23 Rp 27.742.871,09 Rp 79.447.105,31 Rp 4.221.920.215,94
35 Rp 51.366.695,96 Rp 28.080.409,35 Rp 79.447.105,31 Rp 4.193.839.806,59
36 Rp 51.025.050,98 Rp 28.422.054,33 Rp 79.447.105,31 Rp 4.165.417.752,26
37 Rp 50.679.249,32 Rp 28.767.855,99 Rp 79.447.105,31 Rp 4.136.649.896,26
38 Rp 50.329.240,40 Rp 29.117.864,91 Rp 79.447.105,31 Rp 4.107.532.031,36
39 Rp 49.974.973,05 Rp 29.472.132,27 Rp 79.447.105,31 Rp 4.078.059.899,09
40 Rp 49.616.395,44 Rp 29.830.709,87 Rp 79.447.105,31 Rp 4.048.229.189,22
41 Rp 49.253.455,14 Rp 30.193.650,18 Rp 79.447.105,31 Rp 4.018.035.539,04
42 Rp 48.886.099,06 Rp 30.561.006,25 Rp 79.447.105,31 Rp 3.987.474.532,78
43 Rp 48.514.273,48 Rp 30.932.831,83 Rp 79.447.105,31 Rp 3.956.541.700,95
44 Rp 48.137.924,03 Rp 31.309.181,28 Rp 79.447.105,31 Rp 3.925.232.519,67
45 Rp 47.756.995,66 Rp 31.690.109,66 Rp 79.447.105,31 Rp 3.893.542.410,01
46 Rp 47.371.432,66 Rp 32.075.672,66 Rp 79.447.105,31 Rp 3.861.466.737,35
47 Rp 46.981.178,64 Rp 32.465.926,68 Rp 79.447.105,31 Rp 3.829.000.810,68
48 Rp 46.586.176,53 Rp 32.860.928,78 Rp 79.447.105,31 Rp 3.796.139.881,89
49 Rp 46.186.368,56 Rp 33.260.736,75 Rp 79.447.105,31 Rp 3.762.879.145,14
50 Rp 45.781.696,27 Rp 33.665.409,05 Rp 79.447.105,31 Rp 3.729.213.736,10
51 Rp 45.372.100,46 Rp 34.075.004,86 Rp 79.447.105,31 Rp 3.695.138.731,24
52 Rp 44.957.521,23 Rp 34.489.584,08 Rp 79.447.105,31 Rp 3.660.649.147,15
53 Rp 44.537.897,96 Rp 34.909.207,36 Rp 79.447.105,31 Rp 3.625.739.939,80
54 Rp 44.113.169,27 Rp 35.333.936,05 Rp 79.447.105,31 Rp 3.590.406.003,75
55 Rp 43.683.273,05 Rp 35.763.832,27 Rp 79.447.105,31 Rp 3.554.642.171,48
56 Rp 43.248.146,42 Rp 36.198.958,89 Rp 79.447.105,31 Rp 3.518.443.212,59
57 Rp 42.807.725,75 Rp 36.639.379,56 Rp 79.447.105,31 Rp 3.481.803.833,03
58 Rp 42.361.946,64 Rp 37.085.158,68 Rp 79.447.105,31 Rp 3.444.718.674,35
59 Rp 41.910.743,87 Rp 37.536.361,44 Rp 79.447.105,31 Rp 3.407.182.312,91
60 Rp 41.454.051,47 Rp 37.993.053,84 Rp 79.447.105,31 Rp 3.369.189.259,07
61 Rp 40.991.802,65 Rp 38.455.302,66 Rp 79.447.105,31 Rp 3.330.733.956,41
62 Rp 40.523.929,80 Rp 38.923.175,51 Rp 79.447.105,31 Rp 3.291.810.780,90
63 Rp 40.050.364,50 Rp 39.396.740,81 Rp 79.447.105,31 Rp 3.252.414.040,09
64 Rp 39.571.037,49 Rp 39.876.067,83 Rp 79.447.105,31 Rp 3.212.537.972,26
65 Rp 39.085.878,66 Rp 40.361.226,65 Rp 79.447.105,31 Rp 3.172.176.745,61
66 Rp 38.594.817,07 Rp 40.852.288,24 Rp 79.447.105,31 Rp 3.131.324.457,37
67 Rp 38.097.780,90 Rp 41.349.324,42 Rp 79.447.105,31 Rp 3.089.975.132,96
68 Rp 37.594.697,45 Rp 41.852.407,86 Rp 79.447.105,31 Rp 3.048.122.725,09
69 Rp 37.085.493,16 Rp 42.361.612,16 Rp 79.447.105,31 Rp 3.005.761.112,93
70 Rp 36.570.093,54 Rp 42.877.011,77 Rp 79.447.105,31 Rp 2.962.884.101,16
71 Rp 36.048.423,23 Rp 43.398.682,08 Rp 79.447.105,31 Rp 2.919.485.419,08
72 Rp 35.520.405,93 Rp 43.926.699,38 Rp 79.447.105,31 Rp 2.875.558.719,70
73 Rp 34.985.964,42 Rp 44.461.140,89 Rp 79.447.105,31 Rp 2.831.097.578,81
74 Rp 34.445.020,54 Rp 45.002.084,77 Rp 79.447.105,31 Rp 2.786.095.494,04
75 Rp 33.897.495,18 Rp 45.549.610,14 Rp 79.447.105,31 Rp 2.740.545.883,90
76 Rp 33.343.308,25 Rp 46.103.797,06 Rp 79.447.105,31 Rp 2.694.442.086,84
77 Rp 32.782.378,72 Rp 46.664.726,59 Rp 79.447.105,31 Rp 2.647.777.360,25
78 Rp 32.214.624,55 Rp 47.232.480,76 Rp 79.447.105,31 Rp 2.600.544.879,49
79 Rp 31.639.962,70 Rp 47.807.142,61 Rp 79.447.105,31 Rp 2.552.737.736,88
80 Rp 31.058.309,13 Rp 48.388.796,18 Rp 79.447.105,31 Rp 2.504.348.940,69
81 Rp 30.469.578,78 Rp 48.977.526,53 Rp 79.447.105,31 Rp 2.455.371.414,16
82 Rp 29.873.685,54 Rp 49.573.419,77 Rp 79.447.105,31 Rp 2.405.797.994,39
83 Rp 29.270.542,27 Rp 50.176.563,05 Rp 79.447.105,31 Rp 2.355.621.431,34
84 Rp 28.660.060,75 Rp 50.787.044,57 Rp 79.447.105,31 Rp 2.304.834.386,77
85 Rp 28.042.151,71 Rp 51.404.953,61 Rp 79.447.105,31 Rp 2.253.429.433,16
86 Rp 27.416.724,77 Rp 52.030.380,54 Rp 79.447.105,31 Rp 2.201.399.052,62
87 Rp 26.783.688,47 Rp 52.663.416,84 Rp 79.447.105,31 Rp 2.148.735.635,78
88 Rp 26.142.950,24 Rp 53.304.155,08 Rp 79.447.105,31 Rp 2.095.431.480,70
89 Rp 25.494.416,35 Rp 53.952.688,96 Rp 79.447.105,31 Rp 2.041.478.791,74
90 Rp 24.837.991,97 Rp 54.609.113,35 Rp 79.447.105,31 Rp 1.986.869.678,39
91 Rp 24.173.581,09 Rp 55.273.524,23 Rp 79.447.105,31 Rp 1.931.596.154,17
92 Rp 23.501.086,54 Rp 55.946.018,77 Rp 79.447.105,31 Rp 1.875.650.135,40
93 Rp 22.820.409,98 Rp 56.626.695,33 Rp 79.447.105,31 Rp 1.819.023.440,06
94 Rp 22.131.451,85 Rp 57.315.653,46 Rp 79.447.105,31 Rp 1.761.707.786,60
95 Rp 21.434.111,40 Rp 58.012.993,91 Rp 79.447.105,31 Rp 1.703.694.792,69
96 Rp 20.728.286,64 Rp 58.718.818,67 Rp 79.447.105,31 Rp 1.644.975.974,03
97 Rp 20.013.874,35 Rp 59.433.230,96 Rp 79.447.105,31 Rp 1.585.542.743,06
98 Rp 19.290.770,04 Rp 60.156.335,27 Rp 79.447.105,31 Rp 1.525.386.407,79
99 Rp 18.558.867,96 Rp 60.888.237,35 Rp 79.447.105,31 Rp 1.464.498.170,44
100 Rp 17.818.061,07 Rp 61.629.044,24 Rp 79.447.105,31 Rp 1.402.869.126,20
101 Rp 17.068.241,04 Rp 62.378.864,28 Rp 79.447.105,31 Rp 1.340.490.261,92
102 Rp 16.309.298,19 Rp 63.137.807,13 Rp 79.447.105,31 Rp 1.277.352.454,79
103 Rp 15.541.121,53 Rp 63.905.983,78 Rp 79.447.105,31 Rp 1.213.446.471,01
104 Rp 14.763.598,73 Rp 64.683.506,58 Rp 79.447.105,31 Rp 1.148.762.964,43
105 Rp 13.976.616,07 Rp 65.470.489,25 Rp 79.447.105,31 Rp 1.083.292.475,19
106 Rp 13.180.058,45 Rp 66.267.046,87 Rp 79.447.105,31 Rp 1.017.025.428,32
107 Rp 12.373.809,38 Rp 67.073.295,94 Rp 79.447.105,31 Rp 949.952.132,39
108 Rp 11.557.750,94 Rp 67.889.354,37 Rp 79.447.105,31 Rp 882.062.778,02
109 Rp 10.731.763,80 Rp 68.715.341,51 Rp 79.447.105,31 Rp 813.347.436,50
110 Rp 9.895.727,14 Rp 69.551.378,17 Rp 79.447.105,31 Rp 743.796.058,33
111 Rp 9.049.518,71 Rp 70.397.586,60 Rp 79.447.105,31 Rp 673.398.471,73
112 Rp 8.193.014,74 Rp 71.254.090,57 Rp 79.447.105,31 Rp 602.144.381,16
113 Rp 7.326.089,97 Rp 72.121.015,34 Rp 79.447.105,31 Rp 530.023.365,81
114 Rp 6.448.617,62 Rp 72.998.487,70 Rp 79.447.105,31 Rp 457.024.878,12
115 Rp 5.560.469,35 Rp 73.886.635,96 Rp 79.447.105,31 Rp 383.138.242,15
116 Rp 4.661.515,28 Rp 74.785.590,03 Rp 79.447.105,31 Rp 308.352.652,12
117 Rp 3.751.623,93 Rp 75.695.481,38 Rp 79.447.105,31 Rp 232.657.170,74
118 Rp 2.830.662,24 Rp 76.616.443,07 Rp 79.447.105,31 Rp 156.040.727,67
119 Rp 1.898.495,52 Rp 77.548.609,79 Rp 79.447.105,31 Rp 78.492.117,88
120 Rp 954.987,43 Rp 78.492.117,88 Rp 79.447.105,31 Rp 0,00
Total Rp 4.533.652.637,59 Rp 5.000.000.000,00 Rp 9.533.652.637,59

7. Contoh soal cara menghitung bunga pinjaman dengan perhitungan Bunga EFEKTIF. Jumlah Pinjaman: Rp 5.000.000.000. Lama Pinjaman: 120 bulan (10 tahun). Bunga per Tahun: 14.6 % / tahun (1.22 % / bulan). Hitung bunga efektif, cari angsuran yang harus Anda bayar dan buatlah table angsuran pembayarannya!

Jawaban:

8. Contoh soal cara menghitung bunga pinjaman dengan perhitungan Bunga Tetap (flat rate). Jumlah Pinjaman: Rp 5.000.000.000. Lama Pinjaman: 120 bulan (10 tahun). Bunga per Tahun: 14.6 % / tahun (1.22 % / bulan). Lakukan simulasi pinjaman anda dengan perhitungan bunga flat, cari angsuran yang harus Anda bayar dan buatlah table angsuran pembayarannya!

Jawaban:

Simulasi Kredit Bunga Tetap

Angsuran Anda

Angsuran Pokok per Bulan: Rp 41.666.666,67
Angsuran Bunga per Bulan: Rp 60.833.333,33
________________ (+)
Total Angsuran per Bulan: Rp 102.500.000,00

9. Contoh soal cara menghitung bunga pijaman dengan BUNGA FLOATING (bunga mengambang). Jumlah Pinjaman: Rp 5.000.000.000. Lama Pinjaman: 120 bulan (10 tahun).Bunga per tahun:
Bunga tahun ke-1 : 7.1%
Bunga tahun ke-2 : 8.2%
Bunga tahun ke-3 : 9.3%
Bunga tahun ke-4 : 10.4%
Bunga tahun ke-5 : 11.5%
Bunga tahun ke-6 : 14.6%
Bunga tahun ke-7 : 14.6%
Bunga tahun ke-8 : 14.6%
Bunga tahun ke-9 : 14.6%
Bunga tahun ke-10 : 14.6%
Lakukan simulasi pinjaman anda dengan kredit bunga anuitas – floating
, cari angsuran yang harus Anda bayar dan buatlah table angsuran pembayarannya!

Jawaban:

10. Contoh soal Perbandingan Bunga Flat & Efektif & Anuitas. Simulasi kredit untuk tiga perhitungan bunga sekaligus. Jumlah Pinjaman: Rp 5.000.000.000. Lama Pinjaman: 120 bulan (10 tahun). Bunga per Tahun: 14.6 % / tahun (1.22 % / bulan). Lakukan simulasi pinjaman anda dengan perhitungan Bunga Flat & Efektif & Anuitas, cari pembayaran angsuran, total bunga dan total pembayaran angsuran!

Jawaban:

11. Konversi atau ubah perhitungan bunga pinjaman dari Efektif ke FLAT dan ANUITAS. Jumlah Pinjaman: Rp 5.000.000.000. Lama Pinjaman: 120 bulan (10 tahun). Bunga per Tahun: 14.6 % / tahun (1.22 % / bulan). Ubah perhitungan bunga pinjaman dari Efektif ke FLAT dan ANUITAS untuk: total bunga, total pembayaran angsuran dan suku bunga per tahun!

Jawaban:

Mengubah suku bunga kredit dari suatu perhitungan satu ke rumus bunga lainnya sebagai berikut:

Penghitungan dengan bunga flat akan menimbulkan kesan bahwa suku bunga rendah bila dibandingkan dengan perhitungan bunga efektif.

12. Konversi atau ubah perhitungan bunga pinjaman dari Flat ke EFEKTIF dan ANUITAS. Jumlah Pinjaman: Rp 5.000.000.000. Lama Pinjaman: 120 bulan (10 tahun). Bunga per Tahun: 14.6 % / tahun (1.22 % / bulan). Ubah perhitungan bunga pinjaman dari Flat ke EFEKTIF dan ANUITAS untuk: total bunga, total pembayaran angsuran dan suku bunga per tahun!

Jawaban:

Mengubah suku bunga kredit dari suatu perhitungan satu ke rumus bunga lainnya sebagai berikut:

Bunga Flat Bunga Efektif Bunga Anuitas
Suku Bunga per Tahun 14.6% ± 28.96% ± 26.02%
Penghitungan dengan bunga flat akan menimbulkan kesan bahwa suku bunga rendah bila dibandingkan dengan perhitungan bunga efektif.

13. Konversi atau ubah perhitungan bunga pinjaman dari Anuitas ke FLAT dan EFEKTIF. Jumlah Pinjaman: Rp 5.000.000.000. Lama Pinjaman: 120 bulan (10 tahun). Bunga per Tahun: 14.6 % / tahun (1.22 % / bulan). Ubah perhitungan bunga pinjaman dari Anuitas ke FLAT dan EFEKTIF untuk: total bunga, total pembayaran angsuran dan suku bunga per tahun!

Jawaban:

Mengubah suku bunga kredit dari suatu perhitungan satu ke rumus bunga lainnya, sebagai berikut:

Penghitungan dengan bunga flat akan menimbulkan kesan bahwa suku bunga rendah bila dibandingkan dengan perhitungan bunga efektif.


Rumus Leasing | Cara hitung harga sewa leasing dan contohnya


Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Bank Rate, Mozo

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Anggaran Tak Bersisa (Zero Base Budgeting) | Definisi, fitur…

Anggaran Tak Bersisa Setiap tindakan yang diambil oleh perusahaan berasal dari proses tertentu: perencanaan. Perencanaan yang dinyatakan dalam bentuk investasi dan tujuan keuangan adalah...
PinterPandai
3 min read

2 Replies to “Cara Menghitung Bunga Pinjaman | Bunga Sederhana, Amortisasi, Flate…”

  1. Keren bang sharingnya. Jadi tambah ngerti nih tentang perhitungan bunga. toppp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *