Rumus Akuntansi – Rumus Dasar, Metode, Penyusutan, HPP, Perusahaan Dagang / Jasa

4 min read

Rumus akuntansi

Rumus Akuntansi (Dasar)

Asset Perusahaan = Liabilities Kewajiban Perusahaan + Ekuitas Perusahaan
Asset Perusahaan = Utang + Modal Usaha + Pendapatan Usaha – Biaya Usaha
Asset Perusahaan + Biaya Usaha = Utang + Modal Usaha + Pendapatan Usaha

Keterangan:
A: Asset Perusahaan U: Utang Perusahaan B: Biaya Usaha
L: Kewajiban Perusahaan (liabilities) M: Modal Usaha
E: Ekuitas Perusahaan
P: Pendapatan Usaha

Harta = Utang + Modal + Laba
Harta = Utang + Modal + (Pendapatan – Beban)
Harta = Utang + Modal + Pendapatan – Beban
Harta + Beban = Utang + Modal + Pendapatan

Harta (assets):
Merupakan sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan yang akan memberikan nilai ekonomis pada masa yang akan datang.

rumus dasar akuntansi adalah HARTA = HUTANG + MODAL

RUMUS DALAM AKUNTANSI DAGANG:
Penjualan Bersih = Penjualan – Potongan Penjualan – Retur Penjualan
Pembelian Bersih = Pembelian + Beban Angkut Pembelian – Potongan Pembelian – Retur Pembelian
Harga Pokok Penjualan = Pembelian Bersih + Persediaan Awal – Persediaan Akhir
Laba Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan
Laba Usaha = Laba Kotor – Beban Usaha
Laba Bersih = Laba Usaha + Pendapatan Luar Usaha – Beban Luar Usaha
Laba Bersih setelah Pajak = Laba Bersih – Pajak


Rumus akuntansi


Rumus Penyusutan

A. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)

Besar penyusutan tiap tahun dapat dihitung dgn rumus:

Besar Penyusutan = Harga Perolehan-Nilai Sisa

Umur Ekonomis

B. Metode Saldo Menurun Ganda (Double Declining Method)

Langkah2 Perhitungan:

1. Tentukan Tarif penyusutan

Tarif = 2 x (100%/UE)

2. Besar Penyusutan = Tarif x Nilai Buku

Nilai Buku = Harga Perolehan – Akumulasi Penyusutan

C. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of the years Digits Method)

Langkah-langkah perhitungan:

1. Tentukan jumlah angka tahun (JAT)

JAT = nx ((n+1)/2)

2. Tentukan besar penyusutan

Besar Penyusutan = AT x (HP-NS)

JAT

AT= Angka tahun / umur ekonomis
JAT = Jumlah angka Tahun
HP = Harga perolehan
NS = Nilai sisa/ residu

D. Metode Unit Produksi (Unit of Production Method)

Tentukan besar penyusutan = produksi nyata x (HP-NS) / kapasitas produksi


Perhitungan HPP: Harga Pokok Penjualan Usaha Dagang

Perhitungan COGS atau HPP usaha dagang ini rumusnya sederhana:

  • Harga Pokok Penjualan = Inventory Cost + Biaya Overhead

  • Inventory Cost = Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir

  • Pembelian = Pembelian + Ongkos Angkut – Potongan Harga – Pengembalian (return)


Rumus Akuntansi Perusahaan Dagang

HPP (Harga Pokok Penjualan)

HPP = Persediaan barang dagang awal + Pembelian bersih – Persediaan barang dagang akhir

Rinciannya —> persediaan barang dagang awal + pembelian + biaya angkut – retur pembelian – persediaan barang dagang akhir – potongan pembelian

Pembelian Bersih
pembelian + biaya angkut – retur pembelian – potongan pembelian

Persediaan Barang Dagang
HPP – barang yang tersedia untuk dijual

Barang yang Tersedia Untuk Dijual
persediaan barang dagang awal + pembelian + biaya angkut – retur pembelian

Laba Kotor
penjuala bersih – HPP

Laba Bersih
laba kotor – beban beban + pendapatan bunga

Modal Akhir
modal akhir + laba – prive

Penjuala Bersih
penjuala – potongan penjualan – retur penjualan

Laba Bersih Sebelum Pajak
penjualan bersih – laba kotor

Laba Bersih Setelah Pajak
Laba Bersih – Pajak

Syarat/termin dalam jual beli

FOB Shipping Point= barang diserahkan di tempat penjual, ongkos angkut ditanggung pembeli.
FOB Destination Point= barang diserahkan di tempat pembeli, ongkos angkut ditanggung penjual.
2/10,n/30,1% = 2% diskon dalam 10 hari, paling lambar dilunasi 30 hari, lebih dari itu denda 1%.
EOM = End Of Month = pembayaran dilunasi paling lambar akhir bulan.

Rumus akuntansi

Rumus Perusahaan Jasa

Persamaan Dasar Akuntansi: Harta = Utang + Modal

Laba Perusahaan Jasa: Laba = Pendapatan – Beban

Konsep Modal: Modal Akhir = Modal Awal + Laba – Prive

Perubahan Modal = Modal Akhir – Modal Awal

Siklus akuntansi jasa: Transaksi – Jurnal Umum – Buku Besar – Neraca Saldo – Jurnal Penyesuaian – Neraca Lajur – Laporan Keuangan – Jurnal Penutup – Neraca Saldo Penutup – Jurnal Pembalik


Pendapatan bersih

Pendapatan bersih = Pendapatan – Beban

Di sini, pendapatan mencakup semua yang berasal dari penjualan Anda, tetapi juga sumber uang lain untuk perusahaan Anda. Sebaliknya, pengeluaran sesuai dengan biaya yang terkait dengan penjualan Anda. Mengurangi yang pertama dengan yang terakhir memberi Anda pendapatan bersih, yang sebenarnya akan Anda peroleh.

Tingkat margin pada biaya variabel

Tingkat margin biaya variabel = (Harga jual – Biaya variabel unit) / Harga jual

Ini rumus yang sedikit lebih kompleks. Tingkat margin biaya variabel diperlukan untuk menghitung titik impas. Ini diperoleh dengan membagi selisih antara harga jual dan biaya satuan variabel (biaya yang Anda keluarkan untuk membuat atau menjalankan produk / jasa ini) dengan harga jual (cukup normal untuk mencari dua kali lipat harga jual dalam rumus akuntansi ini).

Titik impas (break even point)

Titik impas = Biaya tetap / Tingkat margin pada biaya variabel

Kami pertama-tama mengambil biaya tetap bisnis Anda, yaitu biaya berulang yang dapat Anda prediksi dengan mudah, yang dibagi dengan tingkat margin pada biaya variabel, yang dihitung di atas. Dengan penghitungan ini, kami mendapatkan nilai ambang yang sesuai dengan jumlah produk atau layanan yang dijual dari mana Anda mulai menghasilkan uang.

Baca juga ? Break Even Point (Titik Impas atau Balik Modal) | Rumus, Contoh Soal dan Jawaban

Margin keuntungan

Margin laba = Pendapatan / Penjualan bersih

Penghasilan bersih, seperti dibahas di atas, adalah jumlah uang yang tersisa setelah semua pengeluaran Anda ditarik. Anda membagi jumlah itu dengan jumlah total penjualan yang Anda lakukan untuk mendapatkan margin keuntungan. Semakin tinggi margin keuntungan, semakin sehat bisnis Anda!

Rasio hutang

Rasio hutang = Total kewajiban / Total ekuitas

Di sini, total kewajiban adalah segala sesuatu yang harus Anda bayar, mulai dari tagihan hingga pembayaran pinjaman. Ekuitas total adalah segala sesuatu yang menjadi milik pemilik bisnis Anda, yaitu uang yang diinvestasikan di dalam kotak. Dengan membagi yang pertama dengan yang kedua, kita mendapatkan rasio hutang: semakin banyak pembiayaan bisnis Anda berasal dari sumber eksternal, semakin tinggi tingkat ini.

Baca juga ? Rasio Utang Terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio) | Rumus, Soal dan Jawaban


Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal (ekuitas) adalah merupakan salah satu dari laporan keuangan yang harus dibuat oleh perusahaan yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode yang bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang dianut.

Rumus, jika saldo Laba:
Modal Akhir= Modal Awal + (Labar bersih – Prive)

Rumus, jika saldo Rugi:
Modal Akhir = Modal Awal – (Rugi bersih + Prive)


EBITDA

EBITDA adalah singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization dan merupakan metrik yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja operasi perusahaan. Ini dapat dilihat sebagai wakil arus kas dari seluruh operasi perusahaan.

Rumus EBITDA

EBITDA dihitung dari isi laporan laba rugi dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

EBITDA = Laba bersih + bunga + pajak + depresiasi + amortisasi


Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Anggaran Tak Bersisa (Zero Base Budgeting) | Definisi, fitur…

Anggaran Tak Bersisa Setiap tindakan yang diambil oleh perusahaan berasal dari proses tertentu: perencanaan. Perencanaan yang dinyatakan dalam bentuk investasi dan tujuan keuangan adalah...
PinterPandai
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *