fbpx

Peta NASA Menunjukkan Seperti Apa Antartika Tanpa Es

Benua Antartika

Benua ini berukuran 14 juta km², namun Anda tidak akan pernah melihatnya seperti itu dalam hidup Anda. Apakah Anda dapat membayangkan Antartika tanpa es?

 

Antartika

Ini adalah bagian yang berbatu Antartika, menyingkirkan balok es kurang lebih 26,5 juta km3.


Darimana Nama Antartika Diambil Dan Apa Artinya?

Nama Antartika adalah romanisasi kata majemuk dari bahasa Yunani ἀνταρκτική (antarktiké) atau ἀνταρκτικός (antarktikos) yang berarti “berlawanan dengan Arktik”, “berlawanan dengan utara”.

Selain itu nama antartika juga merujuk pada tempat lain seperti koloni Perancis; yang didirikan di Brasil pada abad ke-16 disebut “France Antarctique”.

Penggunaan secara resmi pertama penamaan “Antartika” sebagai nama benua pada tahun 1890 dikaitkan dengan kartografer dari Skotlandia, John George Bartholomew.


Peta NASA Menunjukkan Seperti Apa Antartika Tanpa Es

Benua Antartika adalah hamparan beku salju dan hujan es, namun sebuah peta baru dari NASA memperlihatkan seperti apa wilayahnya jika semua es itu hilang.

NASA merilis sebuah animasi yang mengungkapkan apa yang ada di balik lapisan es terbesar di planet ini. Ini berdasarkan data baru yang dikumpulkan oleh para ilmuwan di British Antartika Survey selama dua dekade terakhir; termasuk pembacaan ketinggian permukaan dan data ketebalan es yang diukur dengan radar penetrasi es.

Hasilnya adalah Bedmap2, peta benua yang diperbaharui menggunakan 15 juta pengukuran tambahan sejak tahun 2001. Hal ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang medan di bawah es. Termasuk fitur permukaan dan sub-es yang terlalu kecil untuk dilihat pada pengukuran sebelumnya.

 

Antartika

Peta topografi ini, yang disebut Bedmap2, disusun oleh British Antartics Survey dan menggabungkan jutaan pengukuran baru, termasuk kumpulan data penting dari satelit ICESat NASA dan misi udara yang disebut Operation IceBridge. (NASA Goddard Space Flight Center)


Peta Antartika Tanpa Es

“Sebelum kami memiliki gambaran umum tentang topografi, namun peta baru ini, dengan resolusi yang jauh lebih tinggi, menunjukkan bentang alam itu sendiri; pemandangan pegunungan, perbukitan dan dataran terjal yang kompleks, terbelah oleh lembah lembah dan ngarai dalam,” Peter Fretwell, dari British Antarctic Survey, mengatakan dalam sebuah rilis.

Penelitian ini baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal The Cryosphere.

Para peneliti menemukan bahwa kedalaman batuan dasar Antartika, titik terdalam dan ketebalan es lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.
Temuan ini akan memberi peneliti pemahaman yang lebih baik tentang lanskap dan lapisan es di benua tersebut serta pengaruhnya terhadap iklim dan samudera sekitarnya.

 


Iklim Di Antartika

Antartika adalah tempat terdingin di Bumi dengan suhu mencapai -85 dan -90 derajat Celsius di musim dingin dan 30 derajat lebih tinggi di musim panas. Bagian tengahnya dingin dan kering serta hanya mengalami sedikit curah hujan. Turunnya salju juga terjadi di bagian pesisir, dengan catatan tertinggi 48 inchi dalam 48 jam. Hampir seluruh benua ini diselimuti es setebal rata-rata 2,5 kilometer.

Tergantung pada lintangnya serta waktu malam atau siang yang konstan, membuat iklim yang biasa dialami manusia tidak terdapat di benua ini.


Flora Dan Fauna Antartika

Hewan yang umum dijumpai di wilayah ini adalah pinguin. Pinguin adalah jenis burung yang tidak bisa terbang, namun pinguin merupakan penyelam yang ulung. Hewan lainnya adalah singa laut, anjing laut dan ikan paus.

 

Populasi Di Antartika

Diperkirakan terdapat sekitar 1.000 orang tinggal di Antartika dalam satu waktu namun bergantung juga terhadap musim. Orang yang tinggal di Antartika biasanya menggunakan zona waktu negara asalnya. Walau tidak ada pemukim tetap, 29 negara yang menandatangani Traktat Antartika memiliki stasiun riset yang umumnya selalu digunakan sepanjang tahun.

Banyak yang menganggap bahwa manusia pertama yang dilahirkan di Antartika adalah Solveig Gunbjörg Jacobsen, tepatnya di Grytviken, pulau Georgia Selatan pada tanggal 8 Oktober 1913. Namun dikarenakan pulau ini tidak dianggap sebagai bagian dari benua Antartika, maka Emilio Marcos Palma (lahir 7 Januari 1978) sampai sekarang adalah orang pertama yang lahir di benua Antartika. Ia adalah seorang warganegara Argentina. Lalu pada tahun 1986 dan 1987 di stasiun Chili lahir pula seorang anak lelaki dan perempuan.


Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

    

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

 


By | 2018-04-30T00:29:56+07:00 September 21st, 2017|Geografi & Sejarah|0 Comments

Leave A Comment