Hiu Berjalan – Hemiscyllium Halmahera – Spesies Yang Ditemukan Di Indonesia Timur

Hemiscyllium Halmahera

Hiu Berjalan atau Hemiscyllium Halmahera adalah hiu yang ditemukan di Indonesia dan yang tidak berbahaya bagi manusia. Mereka tidak berenang dengan cara tradisional, namun bergerak di dekat dasar laut dengan “merangkak” dengan dua siripnya. Spesies Indonesia lainnya menggunakan metode ini untuk bergerak.


Penemuan Hiu Berjalan

Ikan ini ditemukan oleh rombongan ilmuwan yang dipimpin oleh Dr. Gerald Allen. Ilmuwan-ilmuwan tersebut bekerja dalam naungan Conservation International.

Spesies ini pertama kali dilaporkan ketika ditemukan dua spesimen hiu ini di dekat Pulau Halmahera, Kepulauan Maluku. Spesies ini cukup mirip dengan Hemiscyllium galei yang ditemukan di Papua Barat. H. halmahera berjalan di dasar laut menggunakan sirip pektoral. Banyak bintik bewarna kegelapan menyelubungi kulit hiu H. halmahera.


Perilaku Unik Hemiscyllium Halmahera

Ikan hiu H. halmahera merayap di dasar laut dengan siripnya untuk bergerak. Mereka bergerak mencari makan berupa ikan kecil, krustasea (seperti kepiting dan udang) dan moluska (siput, kiton, kerang-kerangan, serta cumi-cumi dan kerabatnya) pada malam hari.

 

Hiu berjalan

Credit: © Conservation International / Mark Erdmann


Morfologi Ikan Hiu Berjalan

Ukuran H. halmahera relatif kecil, spesimen yang pernah tertangkap berukuran 70 cm. Hiu ini bergerak dengan “berjalan” di dasar laut menggunakan sirip pektoral dan sirip pelvis mereka.

Secara umum, warna kulit hewan tersebut adalah coklat dan kulit mereka juga dihiasi oleh bintik-bintik poligonal bewarna gelap. Bintik-bintik bewarna putih juga ditemukan dengan jumlah yang relatif sedikit (lebih kecil dari 10), pada jarak antara bintik poligonal bewarna gelap.

Pada hiu ini, ditemukan bintik hitam berukuran relatif besar pada daerah moncong, sepasang tanda gelap pada bagian ventral (bagian bawah) kepala, dan belang berbentuk huruf “U” pada bagian atas (dorsal).

Ditemukan juga tanda horizontal bewarna gelap berjumlah 7 hingga 8, di antara abdomen (perut) dan dasar sirip kaudal (caudal-fin base). Pada seekor H. halmahera, biasanya ditemukan 25 buah bintik hitam pada permukaan atas kepala.


Video Cuplikan Hiu Berjalan

Mark Erdmann dari Conservation International menangkap cuplikan hiu “berjalan” yang menakjubkan ini, yang dia dan sekelompok ilmuwan temukan di Indonesia.

H. halmahera pertama kali ditemukan di perairan Halmahera, salah satu pulau dari Kepulauan Maluku yang terletak di sebelah barat Papua Nugini. Ikan ini hidup pada perairan tropis


Bacaan Lainnya


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “oooh begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

 

Sumber bacaan: The GuardianSci NewsHuffington PostConservationLive Science

    

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

 


By | 2018-04-30T00:20:17+07:00 Oktober 19th, 2017|IPA|0 Comments

Leave A Comment