Jurnal Akuntansi | Apa Entri Jurnal Akuntansi?

Jurnal Akuntansi

Untuk menjaga akun, perlu dibuat jurnal akuntansi, dengan jurnal umum yang merupakan pendukung hukum akun yang legal dalam akuntansi. Sebagian besar perusahaan untuk alasan praktis menggunakan beberapa jurnal akuntansi (disebut jurnal pembantu) yang kemudian dipusatkan di jurnal umum (disebut jurnal sentralisasi): jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal bank, jurnal kas…

Komposisi jurnal akuntansi

Jurnal akuntansi harus menyertakan informasi berikut:

  • tanggal transaksi dicatat,
  • akun dipindahkan oleh entri akuntansi,
  • deskripsi entri akuntansi,
  • jumlah transaksi yang dicatat.

Jurnal akuntansi: debit dan kredit

Kolom-kolom yang disediakan untuk pemasukan jumlah ada dua nomor:
kolom debit,
dan kolom kredit.

Dua artikel terpisah membahas konsep ini:
Debit dalam akuntansi
Kredit dalam akuntansi

Transaksi yang tercatat di jurnal akuntansi harus seimbang: DEBIT = KREDIT

Baca juga 👉 Aturan Debit dan Kredit Dalam Akuntansi pembukuan pemasukan berganda (double-entry) | Contoh, Soal dan Jawaban

Jurnal akuntansi utama

Biasanya, bisnis menggunakan jurnal akuntansi berikut: jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal kas, dan jurnal transaksi lain-lain.

1. Jurnal pembelian

Jurnal pembelian berisi semua entri pembelian untuk barang atau bahan mentah dan biaya overhead perusahaan (sewa, iklan, pemeliharaan, leasing, biaya, telepon, dll).

Kadang-kadang overhead bahkan diposting ke jurnal tertentu (misalnya jurnal overhead).

Entri akuntansi dalam jurnal pembelian biasanya terlihat seperti ini:

akun pemasok (akun PCG class 401) dimana jumlah hutang termasuk pajak untuk kredit dimasukkan,
akun biaya (akun PCG kelas 60, 61 dan 62) di mana jumlah tidak termasuk pajak dari pembelian yang dilakukan atau overhead yang didebit dimasukkan,
dan akun PPN yang dapat dikurangkan (akun PCG class 4456) di mana jumlah debit PPN dimasukkan.

2. Jurnal penjualan

Semua faktur penjualan yang dikeluarkan oleh perusahaan dimasukkan dalam jurnal ini.

Akun yang digunakan dalam log ini sebagian besar adalah:
akun pelanggan (akun PCG kelas 411) di mana jumlah piutang termasuk pajak dimasukkan,
akun produk (akun PCG kelas 70) di mana jumlah tidak termasuk pajak penjualan atau penyediaan layanan kredit dimasukkan,
dan akun yang dikumpulkan PPN (akun PCG kelas 4457) di mana jumlah PPN yang dikumpulkan dikreditkan.

3. Jurnal uang tunai

Jurnal kas digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan bank dan kemungkinan kas yang dimiliki oleh perusahaan.

Akun yang digunakan dalam jurnal-jurnal ini pada dasarnya adalah akun neraca: pembayaran hutang dan penagihan piutang, dengan akun kas sebagai gantinya:
ini adalah akun kelas 512 untuk bank,
dan kelas 53 menyumbang caisses.

4. Jurnal operasi lainnya

Berbagai macam jurnal operasi, disingkat jurnal OD, digunakan untuk mencatat semua transaksi yang tidak sesuai dengan 3 jenis jurnal sebelumnya (pembelian, penjualan dan tunai). Jadi, khususnya:
penggajian, PPN, amortisasi aset tetap, provisi, entri neraca …

Dimungkinkan juga untuk membagi berbagai transaksi menjadi beberapa jurnal: jurnal PPN, jurnal penggajian, jurnal biaya penyusutan, dll.

Contoh

Contoh 1 – Meminjam entri jurnal uang

Perusahaan ABC meminjam $ 300.000 dari bank

Akun yang terpengaruh adalah uang tunai (aset) dan hutang pinjaman bank (kewajiban)
Kas meningkat karena perusahaan memperoleh kas dari bank, dan hutang pinjaman bank meningkat karena perusahaan meningkatkan kewajibannya untuk membayar kembali bank di kemudian hari.
Jumlah yang dimaksud adalah $ 300.000
A = L + SE, A dinaikkan 300.000, dan L juga dinaikkan 300.000, menjaga persamaan akuntansi tetap utuh.

Oleh karena itu, entri jurnal akan terlihat seperti ini:

DEBIT Cash 300.000

Hutang Pinjaman KREDIT Bank 300.000

Contoh 2 – Entri jurnal pembelian peralatan

Membeli peralatan seharga $ 650.000 secara tunai.

Peralatan DEBIT 650.000

KREDIT Tunai 650.000

Contoh 3 – Membeli entri jurnal inventaris

Membeli persediaan seharga $ 90.000 untuk $ 10.000 secara tunai dan sisa $ 80.000 di akun.

Persediaan DEBIT 90.000

KREDIT Tunai 10.000

Hutang KREDIT 80.000

Contoh 4 – Memperoleh entri jurnal tanah

Membeli tanah seharga $ 50.000 dan bangunan seharga $ 400.000. Membayar $ 100.000 tunai dan menandatangani wesel bayar untuk saldo.

DEBIT Tanah 50.000

Bangunan DEBIT 400.000

KREDIT Tunai 100.000

KREDIT Note terutang 350.000

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

By | 2021-02-21T18:21:13+07:00 Februari 20th, 2021|Akuntansi|0 Comments

Leave A Comment