Roma, Surat Paulus kepada Jemaat di Roma (Epistle to the Romans) Pasal 1-16

39 min read

Roma (Epistle to the Romans) Pasal 1-16

Dalam surat ini terkesan bahwa tugas Paulus di kawasan Timur kekaisaran Romawi, antara lain untuk mengumpulkan dana bagi jemaat di Yerusalem, telah selesai. Tampaknya surat ini merupakan surat terakhir Paulus yang ditulisnya di daerah Yunani.

Surat Paulus ini sudah pasti ditujukan kepada jemaat di Roma. Jemaat Roma pada saat itu sedang mendapat banyak tekanan baik dari orang Yahudi maupun orang-orang Roma sendiri dan selain itu di dalam tubuh jemaat Roma sendiri sedang terjadi konflik.

Oleh karena itu Paulus mengirimkan surat ini untuk menasihati jemaat di Roma, bagaimana seharusnya bersikap terhadap keadaan mereka dan bagaimana sikap mereka kepada pemerintah. Paulus menulis surat ini untuk menjelaskan pengertiannya tentang agama Kristen dan tuntutan-tuntutannya yang praktis untuk kehidupan orang-orang Kristen.

Pasal 1 (Total ayat 32)
1) Dari Paulus, hamba Kristus Yesus. Allah telah memanggil aku menjadi seorang rasul. Aku dipilih untuk memberitakan Kabar Baik Allah kepada semua orang.

2) Allah telah berjanji tentang Kabar Baik itu sejak dahulu melalui para nabi dan janji itu tertulis dalam Kitab Suci.

3) Kabar Baik itu menceritakan tentang Anak Allah, Yesus Kristus, Tuhan kita. Sebagai manusia, Yesus lahir dari keturunan Daud.

4) Tetapi melalui Roh Kudus, Ia telah dinyatakan sebagai Anak Allah. Ia dibuktikan sebagai Anak Allah dengan kuasa besar melalui kebangkitan dari kematian.

5) Melalui Kristus, aku menerima pekerjaan khusus dari Allah menjadi rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada Allah. Dan aku melakukan pekerjaan itu untuk Kristus.

6) Kamu orang di Roma juga dipanggil untuk menjadi milik Kristus.

7) Aku menulis surat ini untuk kamu orang di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil menjadi orang-orang kudus-Nya. Semoga Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus memberikan berkat dan damai sejahtera kepadamu.

8) [Ucapan Syukur] Pertama-tama aku mau bersyukur kepada Allahku melalui Yesus Kristus, oleh karena kamu semua. Aku bersyukur kepada Allah sebab di mana-mana di dunia ini orang membicarakan imanmu.

9) Setiap kali aku berdoa, aku selalu mengingat kamu. Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku, adalah saksiku untuk itu. Aku melayani Allah dengan cara memberitakan Kabar Baik tentang Anak-Nya.

10) Aku berdoa supaya aku mendapat kesempatan mengunjungi kamu. Jika Allah menghendakinya, pasti itu dapat terlaksana.

11) Aku ingin bertemu dengan kamu untuk memberikan berkat rohani yang membuat kamu menjadi kuat.

12) Maksudku, bila aku bersama kamu, kita dapat saling mendorong dengan iman yang ada pada kita. Imanmu akan menolong aku dan imanku akan menolong kamu.

13) Saudara-saudara, aku mau supaya kamu tahu, bahwa aku telah berkali-kali merencanakan untuk mengunjungi kamu, tetapi aku belum diizinkan menemui kamu. Aku ingin datang menolong kamu supaya kamu dapat bertumbuh secara rohani. Aku mau menolong kamu seperti yang kulakukan kepada orang lain yang bukan Yahudi.

14) Aku harus melayani semua orang, baik orang Yunani maupun yang bukan Yunani, orang bijaksana maupun yang kurang bijaksana.

15) Sebab itulah, aku mau memberitakan Kabar Baik juga kepadamu di Roma.

16) Aku tidak malu terhadap Kabar Baik. Kabar Baik adalah kuasa Allah yang digunakan untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya. Pertama-tama menyelamatkan orang Yahudi, kemudian orang yang bukan Yahudi.

17) Kabar Baik menunjukkan cara Allah membenarkan orang di hadapan-Nya. Cara Allah menjadikan orang benar di hadapan-Nya yang dimulai dan diakhiri dengan iman. Seperti yang dikatakan Kitab Suci, “Orang yang benar di hadapan Allah oleh iman akan hidup selama-lamanya.”

18) [Semua Orang Bersalah] Kemarahan Allah dinyatakan dari surga. Allah marah atas semua perbuatan manusia yang jahat dan salah. Mereka mempunyai kebenaran, tetapi dengan hidupnya yang jahat, mereka menyembunyikan kebenaran itu.

19) Hal itu membuat Allah marah karena telah ditunjukkan kepada mereka siapa Dia. Ya, Allah telah menjelaskannya kepada mereka.

20) Ada beberapa hal tentang Allah yang tidak dapat dilihat manusia, yaitu kuasa yang kekal dan keilahian-Nya, tetapi sejak awal penciptaan dunia ini, hal itu dapat dimengerti oleh manusia dengan mudah, karena dengan jelas dinyatakan dalam karya-karya Allah. Jadi, orang tidak punya alasan lagi atas yang buruk yang dilakukannya.

21) Mereka mengenal Allah, tetapi mereka tidak memuliakan-Nya selaku Allah dan tidak bersyukur kepada-Nya. Pikirannya menjadi sia-sia. Pikirannya yang bodoh penuh dengan kegelapan.

22) Orang berkata bahwa mereka bijaksana, mereka telah menjadi bodoh.

23) Mereka menukar kemuliaan Allah yang kekal. Mereka menukar kemuliaan itu untuk menyembah patung-patung yang dibuat seperti manusia. Mereka menukar kemuliaan Allah dengan benda yang tampaknya seperti burung, binatang, dan ular.

24) Mereka penuh dengan dosa. Mereka hanya mau melakukan yang jahat. Oleh sebab itu, Allah meninggalkan mereka dan membiarkannya pergi ke jalan yang penuh dosa dengan menggunakan tubuh mereka satu sama lain secara salah.

25) Mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta. Mereka menyembah dan melayani benda-benda yang diciptakannya. Mereka seharusnya menyembah penciptanya, yaitu Allah, yang layak dipuji selamanya. Amin.

26) Karena mereka melakukan hal itu, maka Allah meninggalkannya dan membiarkannya melakukan semua hal yang memalukan, yang mau dilakukannya. Perempuan tidak lagi melakukan persetubuhan yang wajar dengan laki-laki. Mereka mulai melakukan persetubuhan dengan sesama perempuan.

27) Demikian pula dengan laki-laki, mereka tidak bersetubuh dengan perempuan. Laki-laki mulai mengingini sesama laki-laki sepanjang waktu. Mereka melakukan hal yang memalukan dengan laki-laki lain. Dalam tubuhnya, mereka patut menerima hukuman untuk yang salah, yang dilakukannya sebagai upahnya.

28) Mereka tidak menganggap suatu hal yang penting untuk memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah. Maka Allah meninggalkan mereka dan membiarkan manusia itu memiliki pikiran yang sia-sia. Manusia melakukan yang seharusnya tidak dilakukannya.

29) Mereka penuh dengan setiap jenis dosa, kejahatan, kepentingan diri sendiri, dan kebencian; penuh dengan iri hati, pembunuhan, perselisihan, penipuan, dan pikiran-pikiran jahat terhadap sesamanya. Mereka mengumpat

30) dan saling mengatakan hal yang jahat, membenci Allah, kasar, dan sombong. Mereka menemukan cara-cara untuk melakukan yang jahat. Mereka tidak taat kepada orang tuanya.

31) Mereka bodoh, tidak memenuhi janji, dan tidak menunjukkan kebaikan dan belas kasih kepada orang lain.

32) Mereka mengetahui hukum Allah yang mengatakan bahwa orang yang hidup seperti itu harus mati, tetapi mereka terus melakukan yang salah. Dan mereka juga memuji orang yang melakukan yang jahat. Dan mereka mengatakan bahwa orang yang melakukan itu, melakukan yang benar.

Pasal 2 (Total ayat 29)
1) [Biarkan Allah Menghakimi Orang] Jika engkau menganggap, bahwa engkau dapat menghakimi orang lain, engkau salah. Engkau juga bersalah akibat dosa. Engkau menghakimi orang, tetapi engkau juga melakukan kejahatan seperti mereka. Jadi, pada saat engkau menghakimi orang, engkau juga menghakimi diri sendiri.

2) Allah menghakimi mereka yang melakukan kesalahan. Dan kita tahu penghakiman Allah benar.

3) Engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang melakukan kejahatan, sedangkan engkau sendiri melakukannya, apakah engkau menganggap, bahwa engkau dapat melarikan diri dari penghakiman Allah?

4) Allah sangat baik dan sabar. Allah telah menunggumu untuk bertobat, tetapi engkau tidak peduli terhadap semua kebaikan-Nya. Mungkin engkau tidak mengerti bahwa Allah sangat baik terhadap engkau, supaya engkau mau bertobat.

5) Namun, engkau orang yang keras kepala dan tidak mau bertobat. Engkau sedang membuat hukumanmu sendiri menjadi semakin besar. Engkau akan mendapat hukuman pada hari Allah menyatakan kemarahan-Nya. Pada hari itu semua orang akan melihat penghakiman Allah yang adil.

6) Allah akan membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya.

7) Beberapa orang hidup demi kemuliaan Allah, demi kehormatan, dan demi hidup yang tidak dapat binasa. Mereka hidup demi hal itu dengan selalu tekun berbuat baik. Allah akan memberikan hidup kekal kepadanya.

8) Tetapi beberapa orang yang lain hidup mencari kepentingannya sendiri dan menolak kebenaran. Mereka mengikuti kekejaman. Allah akan marah dan menghukum mereka.

9) Allah akan memberikan kesulitan dan penderitaan kepada setiap orang yang jahat — pertama-tama kepada orang Yahudi dan juga kepada orang yang bukan Yahudi.

10) Allah akan menganugerahkan kemuliaan, kehormatan, dan damai sejahtera kepada setiap orang yang melakukan yang baik — pertama-tama kepada orang Yahudi dan juga kepada orang yang bukan Yahudi.

11) Allah menghakimi semua orang dengan tidak membeda-bedakannya.

12) Mereka yang mempunyai hukum Taurat dan yang tidak mengenal hukum Taurat sama saja jika berdosa. Mereka yang tidak mempunyai hukum Taurat dan berdosa akan binasa. Demikian juga dengan mereka yang mengerti hukum Taurat dan berdosa, akan dihukum oleh hukum Taurat.

13) Mendengarkan hukum Taurat tidak berarti orang menjadi benar di hadapan Allah. Hukum Taurat itu menjadikan orang benar di hadapan Allah jika hukum Taurat ditaatinya.

14) Orang yang bukan Yahudi tidak memiliki hukum Taurat. Jika mereka melakukan yang diperintahkan hukum Taurat secara naluri dengan tidak mengetahui hukum Taurat yang sesungguhnya, mereka membuat peraturan atas dirinya sendiri. Hal itu dibenarkan walaupun mereka tidak mempunyai hukum Taurat yang tertulis.

15) Mereka menunjukkan bahwa dalam hatinya ada tertulis tuntutan hukum Taurat. Kadang-kadang hati nuraninya mengatakan bahwa mereka melakukan hal yang salah, dan itu membuatnya merasa bersalah. Kadang-kadang hati nuraninya mengatakan bahwa mereka melakukan hal yang benar, dan itu membuatnya merasa tidak bersalah.

16) Semua hal itu akan terjadi pada hari itu, bila Allah menghakimi yang tersembunyi dalam manusia. Kabar Baik yang kuberitakan kepada orang mengatakan bahwa Allah akan menghakimi manusia melalui Kristus Yesus.

17) [Orang Yahudi dan Hukum Taurat] Bagaimana dengan engkau? Engkau berkata bahwa engkau orang Yahudi. Engkau percaya kepada hukum Taurat dan dengan bangga mengatakan bahwa engkau dekat dengan Allah.

18) Engkau tahu yang dikehendaki Allah untuk kaulakukan. Dan engkau tahu yang penting sebab engkau telah mempelajari hukum Taurat.

19) Engkau yakin bahwa engkaulah penuntun bagi orang yang tidak tahu jalan yang benar. Engkau yakin bahwa engkaulah terang yang menyinari orang yang di dalam kegelapan.

20) Engkau yakin dapat menunjukkan kebenaran kepada orang yang kurang bijaksana. Dan engkau yakin bahwa engkaulah guru bagi orang yang masih perlu belajar. Engkau memiliki hukum Taurat dan mengira mengetahui kebenaran itu.

21) Engkau mengajar orang lain. Mengapa engkau tidak mengajar dirimu sendiri? Engkau mengatakan orang untuk tidak mencuri, tetapi engkau sendiri mencuri.

22) Engkau berkata orang tidak boleh berzina, tetapi engkau sendiri berdosa karena hal itu. Engkau membenci penyembahan berhala, tetapi engkau mencuri dari rumah berhala.

23) Engkau bangga atas hukum Allah, tetapi engkau mempermalukan Allah dengan cara melanggar hukum Taurat.

24) Ada tertulis dalam Kitab Suci, “Orang yang bukan Yahudi mengatakan yang tidak baik terhadap Allah karena engkau.”

25) Jika engkau mematuhi hukum Taurat, sunatmu ada gunanya. Jika engkau melanggar hukum Taurat, hal itu sama seperti engkau tidak pernah disunat.

26) Orang yang bukan Yahudi tidak disunat, tetapi jika mereka taat pada tuntutan hukum Taurat, hal itu sama seperti mereka telah disunat.

27) Kamu orang Yahudi memiliki hukum Taurat yang tertulis dan kamu disunat, tetapi kamu melanggar hukum Taurat. Jadi, orang yang tidak disunat, tetapi mematuhi hukum Taurat menunjukkan, bahwa kamu bersalah.

28) Orang Yahudi yang sebenarnya bukanlah hanya sebab dia Yahudi secara lahiriah. Sunat yang sesungguhnya bukan hanya di bagian luar tubuh.

29) Orang dapat disebut Yahudi sejati jika ia sungguh-sungguh Yahudi di dalam hatinya. Sunat sesungguhnya ada di dalam hati. Itu dilakukan oleh Roh bukan melalui hukum yang tertulis. Dan orang yang disunat dalam hati oleh Roh mendapat pujian dari Allah, bukan dari manusia.

Pasal 3 (Total ayat 31)
1) Jadi, apakah orang Yahudi mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki orang lain? Apakah ada sesuatu hal yang istimewa dengan sunat?

2) Ya, orang Yahudi mempunyai banyak hal yang istimewa. Hal yang paling penting ialah: Allah mempercayakan ajaran-Nya kepada orang Yahudi.

3) Ada beberapa orang Yahudi yang tidak setia kepada Allah, tetapi apakah hal itu akan menghentikan Allah setia terhadap janji-Nya?

4) Tidak. Allah akan tetap mengatakan kebenaran, walaupun setiap orang berdusta. Seperti Kitab Suci mengatakan, “Engkau akan terbukti benar dalam semua firman-Mu, dan Engkau akan menang, jika Engkau dihakimi.”

5) Ketika kita bersalah, hal itu akan semakin membuktikan, bahwa Allah benar. Jadi, apakah kita boleh mengatakan, bahwa Allah salah pada saat Dia menghukum kita? Aku berkata selaku manusia.

6) Tidak. Jika Allah tidak dapat menghukum kita, Allah tidak dapat menghakimi dunia ini.

7) Orang mungkin mengatakan, “Jika aku berdusta, itu akan memuliakan Allah, sebab kebohonganku menunjukkan kebenaran Allah. Jadi, mengapa aku dihakimi sebagai orang berdosa?”

8) Sama dengan mengatakan, “Kita harus melakukan yang jahat supaya yang baik datang.” Banyak orang mengecam kami bahwa kami mengajarkan hal seperti itu. Orang yang berkata demikian sudah sepantasnya menerima hukuman.

9) [Semua Orang Berdosa] Apakah kita orang Yahudi lebih baik daripada orang lain? Tidak. Kami sudah mengatakan bahwa orang Yahudi dan yang bukan Yahudi sama. Mereka semua berdosa.

10) Seperti Kitab Suci mengatakan, “Tidak ada orang yang tidak berdosa, seorang pun tidak ada.

11) Tidak ada orang yang mengerti. Tidak ada orang yang sungguh mau bersama Allah.

12) Semua orang sudah berbalik dan semua orang tidak berguna. Tidak ada orang yang berbuat baik. Tidak ada.”

13) “Mulut orang seperti kubur yang terbuka; mereka menggunakan lidahnya berdusta.” “Yang dikatakan mereka seperti racun ular;”

14) “mulut mereka penuh kutukan dan kepahitan.”

15) “Mereka selalu bersedia menyakiti dan membunuh;

16) ke mana saja mereka pergi, mereka membuat kehancuran dan kesedihan.

17) Mereka tidak mengenal jalan damai.”

18) “Mereka tidak takut atau tidak hormat terhadap Allah.”

19) Yang dikatakan hukum Taurat adalah untuk manusia yang dikuasai hukum Taurat. Hal itu yang menyebabkan orang Yahudi berhenti meminta maaf dan membawa semua orang di dunia ini kepada penghakiman Allah,

20) karena tidak seorang pun yang dapat benar di hadapan Allah dengan mematuhi hukum Taurat. Hukum Taurat hanya menunjukkan dosa-dosa kita kepada kita.

21) [Allah Membenarkan Manusia] Tetapi Allah mempunyai jalan untuk membenarkan manusia, bukan dengan hukum Taurat. Dan sekarang Allah sudah menunjukkan jalan yang baru. Hukum Taurat dan para nabi telah mengatakan jalan baru itu kepada kita.

22) Allah membuat manusia benar melalui iman mereka kepada Yesus Kristus. Allah melakukan itu untuk semua orang yang percaya kepada Kristus karena semua orang sama.

23) Semua orang telah berdosa dan tidak cukup baik untuk kemuliaan Allah.

24) Manusia dibenarkan di hadapan Allah hanya karena anugerah-Nya. Itu adalah pemberian secara cuma-cuma. Manusia menjadi benar di hadapan Allah dengan membuatnya bebas dari dosa oleh Yesus Kristus.

25) Allah telah memberikan Yesus sebagai jalan untuk mengampuni dosa manusia melalui iman. Allah mengampuni orang melalui kematian Yesus. Allah telah memberikan Yesus untuk menunjukkan bahwa Ia selalu melakukan yang benar dan patut. Di masa lalu Allah tetap sabar dan tidak membinasakan manusia karena dosa-dosanya.

26) Allah telah memberikan Yesus untuk menunjukkan hari itu, bahwa Allah melakukan yang benar. Allah melakukan itu sehingga Ia dapat menghakimi dengan adil dan membenarkan orang yang mempunyai iman kepada Yesus.

27) Jadi, apakah kita punya alasan untuk bermegah diri? Tidak. Mengapa tidak? Melalui iman hal bermegah diri dihentikan, bukan dengan jalan menaati hukum Taurat,

28) sebab orang dibenarkan di hadapan Allah melalui iman, bukan dengan yang dilakukannya dengan menuruti hukum Taurat. Itulah yang kita percayai.

29) Allah bukan hanya Allah orang Yahudi, tetapi juga Allah orang yang bukan Yahudi.

30) Hanya ada satu Allah. Ia yang akan membenarkan orang Yahudi di hadapan-Nya melalui imannya. Dan Dia juga membenarkan orang yang bukan Yahudi di hadapan-Nya melalui imannya.

31) Apakah kami membinasakan hukum Taurat dengan mengikuti jalan iman? Tidak. Iman menyebabkan kami menjalankan yang sebenarnya dikehendaki hukum Taurat.

Pasal 4 (Total ayat 25)
1) [Teladan Abraham] Jadi, apakah yang dapat kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur kita? Apa yang telah dipelajarinya tentang iman?

2) Jika Abraham menjadi benar di hadapan Allah karena yang telah diperbuatnya, ia mempunyai alasan untuk bermegah, tetapi Abraham tidak bermegah di hadapan Allah.

3) Kitab Suci mengatakan, “Abraham percaya kepada Allah dan Dia menerimanya. Hal itu yang membuat Abraham benar di hadapan Allah.”

4) Jika orang bekerja, upahnya diberikan bukan sebagai hadiah, bahkan sebagai upah yang sepantasnya.

5) Tetapi orang tidak dapat melakukan apa pun, yang membuatnya benar di hadapan Allah. Ia harus percaya kepada Allah. Kemudian Allah menerima imannya dan hal itu yang membuatnya benar di hadapan Allah. Bahkan Allahlah satu-satunya yang dapat membuat orang jahat menjadi benar di hadapan-Nya.

6) Daud mengatakan hal yang sama. Daud mengatakan bahwa betapa bahagianya orang bila Allah tidak melihat yang telah dilakukannya, tetapi menerimanya sebagai orang yang baik:

7) “Betapa bahagianya orang bila kesalahannya diampuni, dan bila dosa-dosanya ditutupi.

8) Dan bila Tuhan menerimanya seperti orang yang tidak berdosa, betapa bahagianya orang itu.”

9) Apakah kebahagiaan itu hanya untuk orang yang bersunat? Atau juga untuk orang yang tidak bersunat? Kami sudah mengatakan bahwa Allah menerima iman Abraham, dan iman membuatnya benar di hadapan Allah.

10) Bagaimana hal itu bisa terjadi? Apakah Allah menerima Abraham sebelum atau sesudah ia disunat? Allah menerimanya sebelum disunat.

11) Abraham disunat untuk menunjukkan bahwa Allah menerimanya. Hal itu membuktikan bahwa ia benar di hadapan Allah melalui imannya sebelum ia disunat. Jadi, Abraham adalah bapa semua orang yang percaya, walaupun belum disunat. Mereka semua percaya dan diterima seperti orang yang benar di hadapan Allah.

12) Dan Abraham juga bapa dari orang yang sudah disunat, tetapi bukan sunat itu yang menjadikan Abraham bapa bagi mereka. Ia adalah bapa mereka jika hidup mereka sesuai dengan iman yang dimiliki bapa kita Abraham sebelum dia disunat.

13) [Janji Allah Diterima Melalui Iman] Abraham dan keturunannya menerima janji bahwa mereka akan memiliki seluruh bumi, tetapi bukan karena Abraham taat pada hukum Taurat, sehingga ia menerima janji itu. Abraham menerima janji itu karena ia benar di hadapan Allah melalui imannya.

14) Jika manusia dapat menerima yang dijanjikan Allah hanya karena taat pada hukum Taurat, iman menjadi sia-sia. Dan janji Allah kepada Abraham juga sia-sia

15) sebab hukum Taurat hanya dapat menyebabkan kemarahan Allah, tetapi jika tidak ada hukum Taurat, tidak ada yang tidak dipatuhi.

16) Jadi, manusia menerima janji Allah, karena mempunyai iman. Hal itu terjadi supaya janji itu merupakan suatu hadiah cuma-cuma. Jika janji itu hadiah cuma-cuma, semua keturunan Abraham dapat menerimanya. Janji itu bukan hanya untuk orang yang hidup di bawah hukum Musa. Janji itu juga untuk semua orang yang hidup berdasarkan iman seperti Abraham. Abraham adalah bapa kita.

17) Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Aku telah menjadikan engkau bapa dari banyak bangsa.” Itu benar di hadapan Allah. Abraham percaya kepada Allah, yaitu Allah yang memberi hidup kepada orang mati dan menjadikan sesuatu yang belum pernah ada.

18) Pada waktu itu tidak ada pengharapan bagi Abraham untuk mempunyai anak, tetapi Abraham percaya kepada Allah dan terus berpengharapan. Hal itulah yang membuatnya menjadi bapa bagi banyak bangsa. Seperti yang dikatakan Allah kepadanya, “Engkau akan mempunyai banyak keturunan.”

19) Saat itu Abraham berumur hampir 100 tahun sehingga ia sudah terlalu tua untuk mempunyai anak. Lagi pula, Sarah tidak bisa lagi mempunyai anak, tetapi imannya kepada Allah tidak menjadi lemah.

20) Abraham tidak pernah ragu bahwa Allah dapat melakukan yang telah dijanjikan-Nya. Abraham tidak pernah berhenti untuk percaya. Ia semakin bertumbuh dalam imannya dan dia memberikan pujian bagi Allah.

21) Abraham merasa penuh keyakinan bahwa Allah mampu melakukan yang telah dijanjikan-Nya.

22) Jadi, “Allah menerima iman Abraham. Hal itulah yang membuat Abraham benar di hadapan Allah.”

23) Kata-kata, “Allah menerima iman Abraham” tidak hanya ditulis untuk Abraham.

24) Kata-kata itu juga ditulis untuk kita. Allah juga akan menerima kita karena kita percaya. Kita percaya kepada Allah yang membangkitkan Yesus, Tuhan kita dari kematian.

25) Yesus telah diserahkan untuk mati karena dosa kita dan telah dibangkitkan dari kematian untuk membuat kita benar di hadapan Allah.

Pasal 5 (Total ayat 21)
1) [Berdamai dengan Allah] Kita telah benar di hadapan Allah karena iman kita. Jadi, kita berdamai dengan Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus.

2) Melalui iman kita, Kristus telah membawa kita kepada berkat anugerah Allah, yang kita nikmati sekarang. Dan kita sangat bersukacita karena kita mempunyai pengharapan untuk menikmati kemuliaan Allah.

3) Kita juga bersukacita karena penderitaan yang kita alami. Mengapa kita bersukacita karena penderitaan itu? Karena kita tahu bahwa penderitaan itu membuat kita menjadi lebih sabar.

4) Kesabaran itu membuat kita tahan uji. Dan tahan uji memberi pengharapan kepada kita.

5) Dan pengharapan tidak pernah mengecewakan kita karena Allah telah mencurahkan kasih-Nya untuk mengisi hati kita. Allah memberikan kasih-Nya kepada kita melalui Roh Kudus. Roh Kudus adalah hadiah Allah bagi kita.

6) Kristus mati untuk kita ketika kita masih lemah. Dahulu kita hidup melawan Allah, tetapi pada saat yang tepat, Kristus telah mati untuk kita.

7) Sangat sedikit orang yang rela mati untuk menyelamatkan hidup orang lain, walaupun orang lain itu seorang yang baik. Jika orang itu sangat baik, mungkin ada yang mau mati untuknya.

8) Tetapi Kristus mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Dengan jalan itu Allah telah menunjukkan bahwa Ia sangat mengasihi kita.

9) Kita telah dijadikan benar di hadapan Allah oleh kematian Kristus. Jadi, kita pasti diselamatkan dari kemarahan Allah melalui Kristus.

10) Maksudku, ketika kita masih menjadi musuh Allah, Allah telah menjadikan kita sahabat-Nya melalui kematian Anak-Nya. Sekarang kita adalah sahabat Allah, pastilah Allah akan menyelamatkan kita melalui hidup Anak-Nya.

11) Dan kita bukan hanya diselamatkan, tetapi kita juga sangat bersukacita sekarang. Kita bersukacita dalam Tuhan melalui Tuhan kita, Yesus Kristus, karena Dia kita menjadi sahabat Allah sekarang.

12) [Adam dan Kristus] Dosa masuk ke dunia karena perbuatan satu orang, dan bersama dosa datang kematian. Jadi, itulah sebabnya semua orang harus mati, sebab semua orang telah berdosa.

13) Dosa sudah ada di dunia sebelum hukum Taurat ada, tetapi jika tidak ada hukum Taurat, Allah tidak memperhitungkan dosa itu.

14) Sejak Adam sampai Musa, semua orang harus mati. Adam mati karena dosa, yaitu tidak menaati perintah Allah, tetapi orang yang berdosa bukan seperti cara Adam, juga harus mati. Adam dapat diperbandingkan dengan Kristus yang akan datang kemudian.

15) Dan anugerah Allah tidak sama seperti dosa Adam. Banyak orang mati karena dosa orang yang satu itu, tetapi anugerah Allah yang diterima manusia jauh lebih besar. Banyak orang menerima anugerah Allah sebab anugerah satu orang, yaitu Yesus Kristus.

16) Setelah Adam berdosa satu kali, ia dihukum, tetapi anugerah dari Allah berbeda. Anugerah Allah datang setelah banyak dosa, itulah yang mengakibatkan orang benar di hadapan Allah.

17) Satu orang telah berdosa, kematian menguasai semua orang karena orang yang satu itu, tetapi sekarang beberapa orang menerima anugerah Allah dengan berkelimpahan dan pemberian-Nya yang besar, yang membenarkan mereka di hadapan Allah. Maka pastilah mereka akan menerima hidup yang benar dan berkuasa melalui satu orang, yaitu Yesus Kristus.

18) Jadi, dosa satu orang membawa kebinasaan kepada semua orang, tetapi dengan cara yang sama, satu hal yang baik yang dilakukan Kristus membuat semua orang benar di hadapan Allah. Dan hal itu membawa hidup yang benar bagi semua orang.

19) Satu orang tidak taat pada Allah dan banyak orang menjadi berdosa, tetapi dengan cara yang sama, karena ketaatan satu Orang, banyak orang akan menjadi benar di hadapan Allah.

20) Hukum Taurat datang, pelanggaran orang semakin banyak, tetapi ketika orang semakin berdosa, Allah semakin melimpahkan anugerah-Nya.

21) Dosa pernah memakai kematian untuk menguasai kita, tetapi Allah telah memberikan lebih banyak anugerah-Nya kepada manusia, sehingga anugerah itu dapat menguasai dengan membuat manusia benar di hadapan-Nya. Itulah yang membawa hidup yang kekal melalui Yesus Kristus, Tuhan kita.

Pasal 6 (Total ayat 23)
1) [Mati karena Dosa, tetapi Hidup dalam Kristus] Jadi, apakah kita berpikir untuk terus berdosa, supaya Allah semakin banyak memberikan anugerah kepada kita?

2) Tidak. Kita telah mati terhadap diri kita yang lama, yang berdosa, bagaimana kita dapat terus hidup dalam dosa?

3) Apakah kamu lupa bahwa kita semua menjadi bagian dari Kristus Yesus ketika kita dibaptis? Kita mengambil bagian dalam kematian-Nya pada baptisan itu.

4) Jadi, pada waktu kita dibaptis, kita dikuburkan bersama Kristus dan mati bersama Dia. Kita dikuburkan bersama Kristus supaya kita bisa dibangkitkan dan hidup dengan hidup yang baru. Hal itu terjadi seperti Kristus yang dibangkitkan dari kematian-Nya oleh kuasa Bapa yang luar biasa.

5) Kristus mati, dan kita dipersatukan dengan Kristus juga oleh kematian. Maka kita pun akan dipersatukan dengan Dia oleh kebangkitan dari kematian seperti Kristus telah bangkit dari kematian.

6) Kita tahu bahwa hidup kita yang lama sudah mati bersama Kristus di kayu salib. Itu harus terjadi supaya diri kita yang berdosa tidak mempunyai kuasa lagi atas kita. Jadi, kita tidak diperhamba oleh dosa lagi.

7) Setiap orang yang sudah mati, akan bebas dari kuasa dosa.

8) Jika kita telah mati bersama Kristus, kita tahu, bahwa kita akan hidup bersama dengan Dia.

9) Kristus telah bangkit dari kematian. Dan kita tahu Ia tidak akan pernah mati lagi. Kematian tidak mempunyai kuasa lagi atas Dia.

10) Ketika Kristus mati, Ia mati satu kali untuk mengalahkan kuasa dosa. Dan itu cukup untuk selamanya. Sekarang Dia mempunyai hidup baru, dan hidup baru-Nya adalah bersama dengan Allah.

11) Demikian juga dengan kamu; kamu sendiri harus melihat bahwa kamu sudah mati terhadap dosa dan melihat dirimu sendiri sudah hidup untuk Allah melalui Kristus Yesus.

12) Jangan membiarkan dosa mengatur hidupmu di dunia ini supaya kamu tidak lagi menaati keinginan dirimu yang berdosa.

13) Jangan menawarkan bagian-bagian tubuhmu kepada dosa untuk melakukan yang jahat, tetapi kamu harus memberikan dirimu untuk Allah, sebagai orang yang telah mati dan sekarang hidup. Persembahkanlah bagian-bagian tubuhmu kepada Allah sebagai alat untuk melakukan yang baik.

14) Dosa tidak akan menguasai kamu sebab kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Sekarang kamu hidup di bawah anugerah Allah.

15) [Hamba Kebaikan] Jadi, apa yang harus kita lakukan? Bolehkah kita berdosa sebab kita hidup di bawah anugerah dan bukan di bawah hukum Taurat? Tidak.

16) Kamu pasti tahu ketika kamu memberikan dirimu untuk mematuhi seseorang, kamu sungguh-sungguh menjadi hambanya. Orang yang engkau taati itulah tuanmu. Kamu dapat mengikut dosa, atau patuh kepada Allah. Dosa menyebabkan kematian rohani, tetapi patuh pada Allah membuat kamu dibenarkan di hadapan-Nya.

17) Dahulu kamu adalah hamba dosa karena dosa menguasai hidupmu. Tetapi syukur kepada Allah, sebab dengan segenap hati, kamu taat kepada semua yang diajarkan kepadamu.

18) Kamu sudah dibebaskan dari dosa dan sekarang kamu hamba kebaikan.

19) Aku mengajarkan itu dengan menggunakan contoh yang diketahui orang. Aku mengajarkannya dengan cara itu sebab bagimu hal itu sukar dimengerti. Dahulu kamu memberikan anggota tubuhmu menjadi hamba dosa dan kejahatan dan kamu hanya hidup untuk kejahatan. Dengan cara yang sama, sekarang kamu harus memberikan dirimu menjadi hamba kebaikan, kamu hidup hanya untuk Allah.

20) Dahulu kamu hamba dosa, dan kebaikan tidak menguasai hidupmu.

21) Kamu telah melakukan yang jahat, sekarang kamu merasa malu akan hal itu. Apakah hal itu menolong kamu? Tidak. Semuanya itu hanya menyebabkan kematian,

22) tetapi sekarang kamu sudah bebas dari dosa. Sekarang kamu hamba Allah yang membuat kamu hanya hidup untuk Allah. Dan kamu akan hidup selama-lamanya.

23) Bila manusia berdosa, mereka mendapat upah dosa, yaitu kematian, tetapi Allah memberikan pemberian cuma-cuma kepada kita, yaitu hidup kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Pasal 7 (Total ayat 25)
1) [Contoh dari Pernikahan] Saudara-saudara, kamu semua mengerti hukum Musa. Kamu pasti mengerti hukum itu menguasai seseorang selama ia masih hidup.

2) Seorang perempuan harus tetap dalam status menikah dengan suaminya selama suaminya masih hidup. Jika suaminya meninggal, ia bebas dari hukum pernikahan.

3) Jika perempuan itu menikah dengan laki-laki lain sementara suaminya masih hidup, hukum mengatakan bahwa ia berzina. J suaminya meninggal, ia bebas dari hukum pernikahan. Jadi, jika perempuan itu menikah dengan laki-laki lain setelah suaminya meninggal, ia tidak berzina.

4) Saudara-saudaraku, demikian juga, dirimu yang lama sudah mati dan kamu bebas dari hukum Musa melalui tubuh Kristus, dan sekarang kamu milik orang lain. Kamu menjadi milik Kristus yang telah dibangkitkan dari kematian. Kita adalah milik Kristus, dengan demikian kita dapat dipakai dalam pelayanan terhadap Allah.

5) Dahulu kita dikuasai oleh diri kita yang berdosa. Hukum Taurat membuat kita melakukan yang penuh dosa. Dan sesuatu yang penuh dosa, yang kita telah lakukan itu menguasai tubuh kita, sehingga semua yang telah kita lakukan, membawa kematian kepada kita.

6) Dahulu hukum itu mengikat kita seperti tawanan, tetapi diri kita yang lama telah mati dan kita dibebaskan dari hukum Taurat itu. Jadi, sekarang kita melayani Allah dengan cara yang baru, bukan dengan cara yang lama, dengan peraturan-peraturan yang tertulis. Sekarang kita melayani Allah dengan cara yang baru bersama Roh.

7) [Perlawanan Kita terhadap Dosa] Kamu mungkin mengira aku berkata bahwa hukum Taurat adalah dosa. Itu tidak benar, tetapi jika hukum Taurat tidak mengajarkan arti dosa, aku tidak pernah mengerti artinya. Umpamanya jika hukum Taurat tidak mengatakan, “Kamu tidak boleh menginginkan milik orang lain,” aku tidak mengetahuinya, bahwa itu salah.

8) Dan dosa menemukan cara menggunakan peraturan itu dan membuat aku menginginkan semua yang tidak baik. Jadi, dosa datang kepadaku karena peraturan itu, tetapi tanpa hukum Taurat, dosa tidak mempunyai kuasa.

9) Dahulu sebelum aku mengenal hukum Taurat, aku hidup bukan dengan hukum Taurat. Ketika peraturan itu datang padaku, dosa mulai hidup.

10) Dan aku mati karena dosa. Hukum Taurat sebenarnya dimaksudkan untuk membawa hidup, tetapi untukku malah membawa kematian.

11) Dosa menggunakan peraturan itu untuk menipu dan membuat aku mati.

12) Hukum Taurat itu suci dan peraturannya suci, benar, dan baik.

13) Apakah itu berarti sesuatu yang baik membawa kematian untukku? Tidak, tetapi dosa menggunakan sesuatu yang baik, untuk membawa kematian bagiku. Hal itu terjadi supaya aku dapat melihat bagaimana tampaknya dosa itu sebenarnya. Hal itu terjadi untuk menunjukkan bahwa dosa adalah sesuatu yang sangat buruk. Dan peraturan digunakan untuk menyatakan hal itu.

14) [Peperangan Dalam Manusia] Kita tahu bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku tidak rohani. Dosa memerintah aku seolah-olah aku hambanya.

15) Aku tidak mengerti yang kulakukan. Aku tidak melakukan yang baik yang ingin kulakukan. Dan aku melakukan yang tidak baik yang aku benci melakukannya.

16) Dan jika aku tidak mau melakukan hal-hal yang aku lakukan, hal itu berarti aku setuju, bahwa hukum Taurat itu baik.

17) Tetapi sesungguhnya, bukan aku yang melakukan yang jahat, melainkan dosa yang hidup di dalam aku yang melakukannya.

18) Aku tahu tidak ada hal yang baik yang hidup dalam aku selaku manusia duniawi. Aku mau melakukan yang baik, tetapi aku tidak melakukannya.

19) Aku tidak melakukan yang baik yang ingin kulakukan. Aku melakukan yang jahat yang tidak ingin kulakukan.

20) Jadi, jika aku melakukan yang tidak kukehendaki, sesungguhnya itu bukan aku yang melakukannya. Dosa yang hidup di dalam aku yang melakukannya.

21) Aku sudah mempelajari kebenaran ini: Ketika aku mau melakukan hal yang baik, kejahatan ada bersamaku.

22) Dalam hatiku, aku senang dengan hukum Allah.

23) Tetapi aku melihat hukum lain yang bekerja dalam diriku. Hukum itu berperang melawan hukum yang ada dalam pikiranku. Hukum lain yang bekerja dalam diriku adalah hukum dosa, dan hukum itu membuat aku menjadi tawanannya.

24) Sungguh mengerikan. Siapa yang akan menyelamatkan aku dari tubuh yang membawa kematian itu?

25) Allah yang akan menyelamatkan aku, dan aku berterima kasih kepada-Nya melalui Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi, dalam pikiranku aku adalah hamba hukum Allah, tetapi dalam diriku yang berdosa ini, aku hamba hukum dosa.

Pasal 8 (Total ayat 39)
1) [Hidup oleh Roh] Maka sekarang orang yang ada dalam Kristus Yesus tidak lagi dihukum.

2) Mengapa tidak? Sebab dalam Kristus Yesus hukum Roh yang membawa hidup telah memerdekakan kamu dari hukum yang membawa dosa dan kematian.

3) Hukum Taurat tidak lagi mempunyai kuasa karena hukum Taurat telah menjadi lemah oleh diri kita yang berdosa, tetapi Allah telah melakukan yang tidak dapat dilakukan hukum Taurat. Allah telah mengutus Anak-Nya sendiri ke dunia ini dalam daging, sama seperti daging yang dipakai untuk dosa. Allah telah mengutus Anak-Nya menjadi kurban persembahan untuk menebus dosa. Dengan demikian, Allah memakai hidup manusia untuk menghukum dosa.

4) Allah melakukan hal yang demikian supaya kita dapat melakukan seperti tuntutan hukum Taurat. Sekarang kita tidak hidup menurut diri kita yang berdosa, melainkan menurut Roh.

5) Mereka yang hidup menurut diri mereka yang berdosa, pikiran mereka hanya memikirkan tentang yang dikehendaki diri mereka yang berdosa, tetapi orang yang hidup menurut Roh, memikirkan yang dikehendaki Roh untuk dilakukannya.

6) Sebab jika pikiran orang dikuasai oleh keinginan duniawi, akibatnya adalah kematian rohani. Dan jika pikiran orang dikuasai oleh Roh, hasilnya adalah hidup dan damai sejahtera.

7) Sebab jika pikiran seseorang dikuasai oleh dirinya yang berdosa, ia melawan Allah. Ia tidak tunduk kepada hukum Allah. Memang ia tidak mungkin dapat mematuhi hukum Allah.

8) Siapa yang hidup menurut dirinya yang berdosa, tidak mungkin berkenan pada Allah.

9) Jika Roh Allah sungguh-sungguh tinggal di dalam kamu, kamu tidak lagi dikuasai oleh dirimu yang berdosa, melainkan oleh Roh. Jika ada orang yang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.

10) Tubuhmu tetap akan mati karena dosa, tetapi jika Kristus di dalam kamu, Roh memberikan hidup kepadamu, sebab Kristus telah membenarkan kamu di hadapan Allah.

11) Allah telah membangkitkan Kristus dari kematian. Jika Roh Allah tinggal di dalam kamu, Ia juga memberikan hidup kepada tubuhmu yang fana itu. Allah adalah satu-satunya yang membangkitkan Kristus dari kematian, yang akan memberikan hidup kepada tubuhmu yang fana dengan perantaraan Roh-Nya yang tinggal di dalam kamu.

12) Jadi, Saudara-saudara, kita seharusnya tidak dikuasai oleh keinginan diri kita yang berdosa. Kita seharusnya tidak hidup sesuai dengan keinginan diri kita.

13) Sebab, jika kamu memakai hidupmu sesuai dengan yang salah yang dikehendaki oleh dirimu yang berdosa, kamu akan mati secara rohani, tetapi jika kamu berhenti mengerjakan yang salah yang kamu lakukan melalui tubuhmu, kamu akan hidup.

14) Anak-anak Allah yang benar adalah orang yang membiarkan Roh Allah memimpinnya.

15) Sebab Roh yang kamu terima tidak membuat kamu menjadi hamba, supaya kamu takut lagi, tetapi Roh yang kamu terima, menjadikan kamu anak-anak Allah. Di dalam Roh itu kita berseru, “Abba, ya Bapa.”

16) Roh itu bersaksi bersama roh kita bahwa kita anak-anak Allah.

17) Dan jika kita anak-anak Allah, kita juga ahli waris, ahli waris Allah, yang mewarisi bersama Kristus. Jika kita menderita bersama Kristus, kita juga akan dipermuliakan bersama Dia.

18) [Kita akan Menerima Kemuliaan] Sebab aku menganggap, bahwa penderitaan kita sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

19) Sebab semua ciptaan Allah sangat rindu menunggu saatnya Allah menyatakan anak-anak-Nya.

20) Segala sesuatu yang diciptakan Allah telah diubah menjadi seperti yang sia-sia. Ciptaan tidak mau mengubahnya, tetapi Allah telah memutuskan untuk mengubahnya, dengan pengharapan:

21) bahwa semua makhluk akan dibebaskan dari kebinasaan supaya mendapat kemerdekaan dan kemuliaan, yaitu milik anak-anak Allah.

22) Sebab kita tahu, bahwa semua makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama menderita sampai sekarang seperti perempuan merasa sakit bersalin.

23) Dan bukan hanya dunia ini, tetapi kita juga mengeluh dalam hati kita. Kita mempunyai Roh sebagai bagian pertama dari janji Allah. Jadi, kita menantikan Allah menyelesaikan pengangkatan kita menjadi anak-Nya sendiri. Maksudku ialah kita menantikan tubuh kita dibebaskan.

24) Kita telah diselamatkan dan kita mempunyai pengharapan itu. Jika kita dapat melihat yang kita tunggu-tunggu, itu bukan lagi pengharapan yang sebenarnya. Orang tidak lagi mengharapkan sesuatu yang telah dimilikinya.

25) Tetapi kita mengharapkan yang belum kita miliki, dan menantikannya dengan sabar.

26) Roh juga menolong kita dalam kelemahan kita. Kita tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa, tetapi Roh sendiri yang berbicara kepada Allah untuk kita. Roh menyampaikan permohonan bagi kita. Roh berbicara kepada Allah dengan perasaan yang sangat dalam sehingga tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.

27) Dan Allah tahu yang ada di dalam hati manusia. Allah juga tahu yang dimaksudkan Roh sebab Roh berbicara kepada Allah untuk umat-Nya sesuai dengan yang dikehendaki Allah.

28) Kita tahu bahwa Allah bekerja dalam segala hal untuk kebaikan orang yang mengasihi-Nya. Merekalah yang sudah dipilih-Nya sesuai dengan rencana-Nya.

29) Allah telah memilihnya sejak semula dan telah memutuskan supaya mereka menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya, sehingga Yesus menjadi Anak sulung di antara banyak saudara-saudara seiman.

30) Allah telah menentukannya menjadi sama seperti Anak-Nya. Ia juga telah memanggilnya dan mereka yang sudah dipanggil-Nya, juga dibenarkan di hadapan-Nya. Dan Allah memberikan kemuliaan-Nya kepada mereka yang sudah benar di hadapan-Nya.

31) [Kasih Tuhan dalam Kristus Yesus] Jadi, apa yang harus kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah bersama dengan kita, tidak ada yang dapat mengalahkan kita.

32) Allah akan melakukan semuanya untuk kita. Bahkan Allah telah membiarkan Anak-Nya menderita untuk kita dan memberikan-Nya untuk kita. Jadi, bersama Yesus pasti Allah akan memberikan semuanya kepada kita.

33) Siapa yang dapat menyalahkan orang yang telah dipilih Allah? Tidak ada. Allah sendiri yang membuat orang-orang-Nya dibenarkan di hadapan-Nya.

34) Siapa yang akan menghakiminya? Tidak ada. Kristus Yesus yang telah mati untuk kita, tetapi itu belum semuanya. Bahkan Dia juga telah bangkit dan sekarang duduk di tempat yang paling terhormat di surga, memohon bagi kita.

35) Adakah yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus? Tidak ada. Dapatkah penindasan atau kesengsaraan, penganiayaan, kelaparan, atau ketelanjangan, bahaya atau pedang memisahkan kita dari kasih Kristus? Tidak.

36) Dalam Kitab Suci tertulis, “Demi Engkau kami berada dalam bahaya maut sepanjang masa. Orang menganggap kami hanya seharga domba-domba sembelihan.”

37) Tetapi dalam semua hal itu, kita menerima kemenangan penuh melalui Allah yang sudah menyatakan kasih-Nya kepada kita.

38) Sebab aku yakin, bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah, — baik kematian maupun hidup, malaikat maupun roh-roh yang memerintah, semua yang terjadi sekarang maupun yang akan datang,

39) kuasa-kuasa, sesuatu yang di atas kita maupun yang di bawah kita, atau sesuatu yang terdapat dalam dunia ini, — tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang kita temukan dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Pasal 9 (Total ayat 33)
1) [Allah dan Orang Yahudi] Aku ada dalam Kristus dan aku mengatakan kebenaran. Aku tidak berdusta. Perasaanku dikuasai oleh Roh Kudus. Semua perasaanku mengatakan aku tidak berdusta.

2) Aku sangat berduka dan selalu sedih karena orang Yahudi.

3) Mereka adalah saudara laki-laki dan saudara perempuanku di bumi ini. Aku ingin menolongnya. Aku rela walaupun aku harus dikutuk dan dipisahkan dari Kristus, asalkan hal itu dapat menolongnya.

4) Mereka adalah bangsa Israel. Orang Yahudi itu anak-anak pilihan Allah. Mereka memiliki kemuliaan Allah dan Perjanjian yang dibuat oleh Allah dengan umat-Nya. Allah memberikan hukum Taurat, Bait peribadatan, dan janji-Nya kepada mereka.

5) Mereka adalah keturunan nenek moyang kita. Dan mereka adalah keluarga Kristus secara jasmani di bumi ini, tetapi Kristus adalah Allah atas segala sesuatu. Pujilah Dia selama-lamanya. Amin.

6) Aku tidak bermaksud mengatakan bahwa Allah telah gagal menepati janji-Nya kepada orang Yahudi, tetapi hanya sedikit orang Israel yang sungguh-sungguh umat Allah.

7) Dan hanya sedikit dari keturunan Abraham yang sungguh-sungguh anak Abraham. Allah berkata kepada Abraham, “Hanya Ishaklah anakmu yang sah.”

8) Hal itu berarti bahwa tidak semua keturunan Abraham anak Allah yang sesungguhnya. Anak-anak Abraham yang sesungguhnya adalah orang yang menjadi anak-anak Allah karena janji yang telah dibuat Allah kepada Abraham.

9) Allah berjanji kepada Abraham, “Aku akan kembali pada waktu seperti ini tahun depan dan Sarah akan mempunyai anak.”

10) Lebih jauh lagi, Ribka juga mempunyai anak laki-laki. Semua anaknya berasal dari satu bapa, yaitu Ishak, bapa kita.

11) Sebelum anak-anak itu lahir, Allah telah memberitahukan kepada Ribka, “Anak yang sulung akan melayani adiknya.” Itu telah dikatakan sebelum anak-anak itu melakukan sesuatu yang baik atau yang buruk. Allah mengatakan itu sebelum mereka lahir. Dengan demikian, anak yang dipilih Allah, dipilih-Nya hanya karena rencana-Nya,

12) (9:11)

13) seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Aku telah mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.”

14) Apa yang dapat kita katakan? Apakah Allah bertindak tidak adil? Kita tidak dapat mengatakan demikian.

15) Allah berkata kepada Musa, “Aku akan menunjukkan belas kasihan-Ku kepada orang yang akan Kuberikan rahmat. Aku akan menunjukkan belas kasihan-Ku kepada orang yang Aku ingini.”

16) Jadi, hal itu tidak bergantung pada kemauan atau usaha seseorang untuk menerimanya, tetapi bergantung pada kebaikan Allah.

17) Dalam Kitab Suci dikatakan bahwa Allah berkata kepada Firaun, “Aku menjadikan engkau raja dengan maksud: supaya Aku dapat menunjukkan kuasa-Ku dengan perantaraanmu, supaya nama-Ku diumumkan ke seluruh dunia.”

18) Jadi, Allah mau menunjukkan belas kasihan kepada orang yang kepada-Nya Ia mau menunjukkan belas kasihan. Dan Dia mengeraskan hati orang yang dikehendaki-Nya demikian.

19) Mungkin kamu akan bertanya kepadaku, “Kalau Allah mengatur semua perbuatan kita, mengapa Ia masih menyalahkan kita atas dosa-dosa kita?”

20) Jangan berkata demikian. Kamu hanyalah manusia. Dan manusia tidak mempunyai hak untuk bertanya kepada Allah. Sebuah bejana tanah liat tidak dapat bertanya kepada orang yang membuatnya. Bejana itu tidak mengatakan, “Mengapa engkau membentuk aku seperti ini?”

21) Pembuat bejana berhak membuat bentuk yang dikehendakinya. Ia dapat menggunakan tanah liat yang sama untuk membuat bentuk yang beraneka ragam. Ia dapat membuat bejana khusus atau bejana untuk keperluan sehari-hari.

22) Hal itu sama seperti yang telah dibuat Allah. Allah mau menunjukkan amarah-Nya dan membiarkan orang melihat kuasa-Nya, tetapi Allah sabar kepada orang yang sedang dimarahi-Nya — yaitu orang yang siap untuk dibinasakan.

23) Allah menunggu dengan sabar supaya Ia dapat menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya. Ia mau memberikan kemuliaan-Nya kepada setiap orang yang menerima belas kasihan-Nya. Dan Dia telah menyiapkannya untuk menerima kemuliaan-Nya.

24) Kita adalah milik-Nya. Kita adalah orang yang dipilih-Nya. Ia memanggil kita dari antara orang Yahudi dan yang bukan Yahudi.

25) Sebagaimana tertulis dalam kitab Hosea, “Orang yang bukan milik-Ku, akan Kukatakan mereka milik-Ku. Dan orang yang tidak Aku kasihi, akan Kukatakan mereka Kukasihi.”

26) “Dan pada tempat yang sama Allah mengatakan, ‘Kamu bukan umat-Ku,’ dan di tempat itu pula mereka akan disebut anak Allah yang hidup.”

27) Dan Yesaya menangisi Israel, “Meskipun orang Israel sebanyak butir-butir pasir di pantai, tetapi hanya sedikit yang akan selamat.

28) Ya, Allah akan segera menyelesaikan penghakiman atas orang di bumi.”

29) Seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya, “Tuhan mempunyai semua kuasa. Tuhan menyelamatkan sebagian dari umat-Nya untuk kita. Jika hal itu tidak dilakukan-Nya, mungkin sekarang kita telah sama seperti Sodom dan kita telah menjadi seperti Gomora.”

30) Jadi, apa yang hendak kita katakan? Kesimpulannya sebagai berikut: Orang yang bukan Yahudi tidak berusaha membenarkan dirinya di hadapan Allah, tetapi mereka telah dibenarkan di hadapan Allah. Mereka dibenarkan di hadapan Allah karena imannya.

31) Orang Israel berusaha menaati hukum Taurat untuk membuat dirinya benar di hadapan Allah, tetapi mereka tidak berhasil,

32) sebab mereka berusaha membenarkan dirinya di hadapan Allah dengan perbuatannya. Mereka tidak percaya kepada Allah untuk membuat mereka benar. Mereka jatuh karena batu yang membuat orang jatuh.

33) Kitab Suci menuliskan tentang hal itu, “Lihatlah, Aku meletakkan batu di Sion, yang akan membuat orang tersandung. Batu itu akan membuat orang jatuh. Tetapi orang yang percaya pada Batu itu, tidak akan kecewa.”

Pasal 10 (Total ayat 21)
1) Saudara-saudara, hal yang paling kukehendaki ialah supaya semua orang Yahudi selamat. Aku berdoa kepada Allah untuk hal itu.

2) Kesaksianku atas orang Yahudi: Mereka sungguh-sungguh berusaha mengikut Allah, tetapi mereka tidak mengerti cara yang benar.

3) Mereka tidak mengerti cara Allah membenarkan orang di hadapan-Nya. Dan mereka berusaha membenarkan diri sendiri dengan caranya sendiri. Jadi, mereka tidak menerima cara Allah membenarkan orang.

4) Kristus mengakhiri hukum Taurat sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya akan dibenarkan di hadapan Allah.

5) Musa menulis cara untuk benar di hadapan Allah, yaitu dengan mematuhi hukum Taurat. Allah mengatakan, “Setiap orang yang mau mendapat hidup dengan mengikuti hukum Taurat, harus melakukan yang dikatakan oleh hukum itu.”

6) Tetapi yang tertulis dalam Kitab Suci tentang dibenarkan di hadapan Allah karena iman, yaitu, “Jangan berkata di dalam hatimu, ‘Siapa yang akan masuk surga?’” Maksudnya untuk mendapatkan Kristus dan membawa-Nya turun ke bumi.

7) “Dan jangan juga mengatakan, ‘Siapa yang akan masuk neraka?’” Maksudnya untuk mendapatkan Kristus dan membangkitkan-Nya dari kematian.

8) Itulah yang tertulis dalam Kitab Suci, “Firman Allah sangat dekat padamu, yaitu di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman yang kami beritakan.

9) Jika kamu mengaku dengan mulutmu, “Yesus adalah Tuhan” dan percaya dengan hatimu bahwa Allah membangkitkan Yesus dari kematian, kamu akan diselamatkan.

10) Sebab kita percaya dengan hati, kita dibenarkan di hadapan Allah dan kita mengaku dengan mulut, bahwa kita percaya kepada-Nya, kita diselamatkan.

11) Dalam Kitab Suci tertulis, “Siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan kecewa.”

12) Maksudnya tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dengan orang yang bukan Yahudi. Tuhan adalah milik semua orang. Ia memberi dengan berlimpah-limpah kepada orang yang minta tolong kepada-Nya.

13) Sebab, “Setiap orang yang minta tolong kepada Tuhan akan diselamatkan.”

14) Tetapi bagaimana mereka dapat minta tolong kepada Tuhan, jika mereka belum percaya kepada-Nya? Dan bagaimana mereka dapat mempercayai-Nya jika mereka belum mendengar tentang Dia? Dan bagaimana mereka dapat mendengar tentang Dia jika tidak ada orang yang memberitakan tentang Dia?

15) Dan bagaimana orang dapat memberitakan tentang Dia kepada mereka, kalau orang itu tidak diutus? Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Betapa indahnya langkah orang yang datang memberitakan Kabar Baik.”

16) Namun, tidak semua orang taat pada Kabar Baik. Nabi Yesaya mengatakan, “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?”

17) Jadi, iman timbul dari mendengarkan firman. Dan firman itu bisa didengar karena ada orang yang memberitakan tentang Kristus.

18) Tetapi aku mengatakan, “Apakah orang itu tidak mendengar firman itu?” Tentu saja, mereka mendengarnya — seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Suara mereka telah diperdengarkan ke seluruh dunia. Perkataan mereka sampai ke mana-mana di dunia ini.”

19) Aku bertanya lagi: Apakah orang Israel tidak mengerti? Ya, mereka mengerti. Pertama Allah telah berkata melalui Musa, “Aku akan memakai orang dari bangsa yang tidak terkenal untuk membuat kamu cemburu. Aku akan memakai bangsa yang tidak mengerti apa-apa untuk membuat kamu marah.”

20) Kemudian Yesaya dengan berani berkata atas nama Allah, “Orang yang tidak mencari Aku akan menemukan Aku. Aku menyatakan diri-Ku kepada orang yang tidak menanyakan Aku.”

21) Allah berkata tentang orang Israel, “Aku telah menunggunya sepanjang hari, tetapi mereka tidak mau taat, bahkan mereka menolak Aku.”

Pasal 11 (Total ayat 36)
1) [Allah Tidak Melupakan Umat-Nya] Maka aku bertanya, “Apakah Allah telah menolak umat-Nya?” Tidak, karena aku juga orang Israel, keturunan Abraham, dari suku Benyamin.

2) Allah telah memilih bangsa Israel sebelum mereka dilahirkan. Dan Allah tidak menolaknya. Kamu telah tahu yang ditulis Kitab Suci tentang Elia. Ia berdoa kepada Allah untuk melawan bangsa Israel. Elia mengatakan,

3) “Tuhan, mereka telah membunuh nabi-nabi-Mu dan menghancurkan mezbah-Mu. Hanya aku nabi yang masih hidup. Dan mereka berusaha juga membunuhku.”

4) Tetapi apa jawab Allah kepada Elia? Allah mengatakan, “Aku telah memelihara 7.000 orang untuk-Ku dan mereka tidak menyembah Baal.”

5) Demikian juga saat ini, masih ada sejumlah kecil orang dari hasil pilihan Allah karena anugerah-Nya.

6) Dan jika Allah memilih orang karena anugerah-Nya, itu bukanlah hasil perbuatannya yang membuatnya menjadi milik Allah. Jika mereka bisa menjadi orang pilihan Allah, karena yang dilakukannya, pemberian Allah itu bukanlah pemberian yang sesungguhnya.

7) Jadi, inilah yang terjadi: Orang Israel berusaha dibenarkan di hadapan Allah, tetapi mereka tidak berhasil. Orang yang dipilih Allah akan dibenarkan di hadapan-Nya. Orang yang lain mengeraskan hatinya dan menolak mendengarkan Allah.

8) Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Allah membuat orang tertidur.” “Allah menutup mata mereka sehingga mereka tidak dapat melihat; dan Allah menutup telinganya, sehingga mereka tidak dapat mendengar. Dan itu berlaku sampai sekarang.”

9) Dan Daud mengatakan, “Biarkanlah mereka tertangkap dan terjerat dalam pestanya sendiri. Biarkan mereka jatuh dan dihukum.

10) Biarkan mata mereka tertutup supaya tidak dapat melihat. Dan biarkan mereka selalu berada dalam kesulitan.”

11) Maka aku bertanya: Ketika bangsa Yahudi jatuh, apakah hal itu membinasakannya? Tidak, tetapi kesalahan mereka membawa keselamatan bagi bangsa yang bukan Yahudi. Hal itu terjadi membuat orang Yahudi merasa iri.

12) Kesalahan bangsa Yahudi membawa berkat yang luar biasa bagi dunia. Kekalahan orang Yahudi membawa berkat bagi bangsa yang bukan Yahudi. Apabila cukup banyak orang Yahudi yang kembali kepada Allah, pastilah dunia ini akan semakin banyak menerima berkat.

13) Sekarang aku berbicara kepadamu orang yang bukan Yahudi. Aku adalah rasul untuk bangsa yang bukan Yahudi. Jadi, aku akan melakukan yang terbaik yang dapat kulakukan selama aku mempunyai jabatan itu.

14) Aku berharap bahwa aku dapat membuat bangsaku sendiri cemburu. Dengan cara itu, mungkin aku dapat menolong beberapa dari mereka untuk diselamatkan.

15) Allah berpaling dari bangsa Yahudi. Ketika itu terjadi, Allah berteman dengan bangsa lain di dunia. Jadi, pada saat Allah menerima bangsa Yahudi, pastilah hal itu seperti membawa hidup bagi orang sesudah kematian.

16) Jika potongan roti pertama dipersembahkan kepada Allah, seluruh potongan roti suci. Jika akar pohon suci, seluruh cabang pohon juga suci.

17) Hal itu sama seperti ranting-ranting pohon zaitun yang patah, dan cabang dari pohon zaitun liar dicangkokkan pada pohon yang pertama. Kamu bangsa yang bukan Yahudi adalah seperti ranting yang liar, dan sekarang mendapat kekuatan dan hidup dari pohon yang pertama.

18) Jadi, jangan bermegah dengan ranting yang patah. Kamu tidak punya dasar untuk bermegah karena kamu tidak memberi hidup kepada akar, tetapi akarlah yang memberimu hidup.

19) Kamu pasti akan mengatakan, “Ranting-ranting sudah patah aku dapat menggabungkan diri dengan pohon itu.”

20) Benar demikian, tetapi ranting-ranting itu patah, karena mereka tidak percaya. Dan kamu lanjutkan menjadi bagian dari pohon itu hanya karena kamu percaya. Jangan bermegah, tetapi takutlah.

21) Jika Allah tidak mengizinkan batang pohon itu tetap tegak, Ia tidak akan membiarkan kamu tinggal, jika kamu tidak percaya.

22) Kamu sudah melihat bahwa Allah sangat baik, tetapi juga sangat tegas. Allah menghukum orang yang tidak mengikut Dia lagi, tetapi Ia baik kepadamu, jika kamu tetap bergantung pada kebaikan-Nya. Jika kamu tidak mau mengikut Dia, kamu akan dipotong dari pohon itu.

23) Jika orang Yahudi mau percaya kepada Allah lagi, mereka mau diterima-Nya kembali. Allah sanggup meletakkannya kembali ke tempatnya semula.

24) Bukanlah hal yang biasa jika ranting liar menjadi bagian dari pohon yang baik. Kamu bangsa yang bukan Yahudi sama seperti ranting yang dipotong dari pohon zaitun liar. Kemudian kamu dicangkokkan pada pohon zaitun yang baik. Bangsa Yahudi sama seperti ranting yang tumbuh di pohon yang baik. Jadi, pastilah dia dengan mudah dicangkokkan pada pohon asalnya lagi.

25) Aku mau supaya kamu mengerti rahasia kebenaran itu, Saudara-saudaraku, kebenaran itu akan menolongmu untuk mengerti bahwa kamu tidak tahu apa-apa. Kebenaran itu adalah: sebagian orang Israel telah dibuat keras kepala, tetapi hal itu akan berubah, bila cukup jumlah orang yang bukan Yahudi datang kepada Allah.

26) Dengan cara itu, semua orang Israel akan diselamatkan. Hal itu tertulis dalam Kitab Suci, “Juruselamat akan datang dari Sion. Ia akan mengusir semua yang jahat dari keluarga Yakub.

27) Dan Aku akan membuat perjanjian itu dengan mereka, apabila Aku membuang dosa-dosanya.”

28) Orang Yahudi tidak mau menerima Kabar Baik sehingga mereka menjadi musuh Allah. Hal itu terjadi untuk menolong kamu orang yang bukan Yahudi, tetapi orang Yahudi tetap menjadi umat pilihan Allah, yang sangat dikasihi-Nya. Ia mengasihinya karena janji-Nya kepada nenek moyangnya.

29) Ia tidak pernah mengubah rencana-Nya terhadap orang yang dipanggil-Nya dan pemberian yang diberikan kepada mereka. Dan Allah tidak pernah membatalkan panggilan-Nya atas mereka.

30) Kamu pernah tidak mau taat pada Allah, tetapi sekarang kamu sudah menerima belas kasihan, sebab orang Yahudi tidak mau taat.

31) Dan sekarang orang Yahudi tidak mau taat sebab Allah menunjukkan belas kasihan-Nya kepadamu, tetapi hal itu terjadi, supaya mereka juga dapat menerima belas kasihan dari Allah.

32) Semua orang tidak mau taat pada Allah. Ia mengumpulkan semua orang yang tidak taat menjadi satu sehingga Ia dapat menunjukkan belas kasihan-Nya kepada mereka.

33) [Pujian bagi Allah] Ya, kekayaan Allah sangat besar. Kebijaksanaan dan pengetahuan-Nya tidak pernah habis. Tidak ada orang yang dapat menjelaskan keputusan yang dibuat Allah. Tidak ada orang yang dapat mengerti jalan-Nya.

34) Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Siapa yang mengerti pikiran Tuhan? Siapa yang dapat menasihati Allah?”

35) “Siapa yang pernah memberi sesuatu kepada Allah? Allah tidak pernah berutang kepada siapa pun.”

36) Ya, Allah yang menjadikan segala sesuatu. Dan segala-galanya berlangsung melalui Allah dan untuk Allah. Bagi Allahlah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Pasal 12 (Total ayat 21)
1) [Berikanlah Hidupmu kepada Allah] Jadi, Saudara-saudara, aku mohon supaya kamu melakukan sesuatu. Allah telah banyak menunjukkan kemurahan-Nya. Jadi, persembahkanlah hidupmu sebagai persembahan yang hidup. Persembahanmu hanyalah untuk Allah dan akan menyenangkan-Nya. Persembahan dirimu sendiri merupakan cara rohani bagimu untuk beribadat kepada Allah.

2) Jangan mengubah dirimu menjadi seperti orang di dunia ini, tetapi biarlah Allah mengubah bagian dalam dirimu dengan cara berpikir yang baru. Jadi, kamu akan mampu memutuskan dan menerima yang dikehendaki Allah bagimu. Kamu akan dapat mengerti yang baik, dan yang menyenangkan bagi-Nya, dan yang sempurna.

3) Allah telah memberiku anugerah yang istimewa. Oleh sebab itu, aku akan menyampaikan sesuatu kepadamu semuanya. Jangan menganggap bahwa kamu lebih baik daripada dirimu yang sebenarnya. Kamu harus menilai dirimu sendiri sebagaimana adanya. Lakukanlah itu berdasarkan iman yang telah diberikan Allah kepadamu.

4) Setiap orang mempunyai satu tubuh, dan tubuh mempunyai banyak anggota. Setiap bagian tidak mengerjakan hal yang sama.

5) Demikian juga kita terdiri dari banyak orang, tetapi dalam Kristus, kita satu tubuh. Kita bagian dari tubuh itu. Dan setiap bagian tubuh adalah milik semua bagian yang lain.

6) Kita masing-masing mempunyai karunia yang berbeda. Setiap karunia diberikan karena kemurahan Allah kepada kita. Jika ada orang yang mempunyai karunia untuk bernubuat, hendaklah ia memakainya dengan iman yang ada padanya.

7) Jika ada orang yang mempunyai karunia untuk melayani, hendaklah ia melayani. Jika ada orang yang mempunyai karunia untuk mengajar, hendaklah ia mengajar.

8) Jika ada orang yang mempunyai karunia untuk menghibur, hendaklah ia menghibur. Jika ada orang yang mempunyai karunia untuk menolong orang lain, hendaklah ia menolong dengan murah hati. Jika ada orang yang mempunyai karunia untuk menjadi pemimpin, hendaklah ia memimpin dengan sebaik-baiknya. Jika ada orang yang mempunyai karunia untuk berbelaskasihan, hendaklah ia melakukannya dengan gembira.

9) Kasihmu harus murni, bencilah yang jahat, dan lakukan yang baik saja.

10) Hendaklah kamu saling mengasihi sebagaimana kamu merasa dekat satu sama lain seperti yang bersaudara. Hendaklah kamu mau menghormati saudaramu lebih daripada dirimu sendiri.

11) Jangan malas apabila kamu harus bekerja bagi Allah. Bangkitkan semangat rohanimu untuk melayani-Nya.

12) Bersukacitalah sebab kamu mempunyai pengharapan. Sabarlah jika kamu mempunyai penderitaan. Berdoalah senantiasa.

13) Bantulah umat Allah yang memerlukan pertolongan. Sambutlah tamu di rumahmu dengan senang hati.

14) Katakan yang baik saja kepada orang yang berbuat jahat kepadamu. Katakan yang baik kepada mereka dan jangan mengutuknya.

15) Bila ada orang lain bersukacita, hendaklah kamu bersukacita bersama dengan mereka. Dan jika ada orang yang sedih, hendaklah kamu bersedih bersama dengan mereka.

16) Hiduplah dalam damai sejahtera dengan orang lain. Jangan bangga atas diri sendiri. Bertemanlah dengan orang yang dianggap tidak penting bagi orang lain. Jangan sombong.

17) Jika ada orang yang bersalah kepadamu, jangan membalasnya. Berusahalah untuk melakukan yang dianggap orang baik.

18) Berusahalah sebaik-baiknya untuk hidup damai dengan semua orang.

19) Teman-teman yang kekasih, jangan kamu sendiri berusaha menghukum orang yang bersalah kepadamu. Tunggulah Allah yang akan menghukumnya dengan kemarahan-Nya. Ada tertulis, “Akulah satu-satunya yang menghukum, Aku akan membalasnya,” kata Tuhan.

20) Tetapi kamu seharusnya melakukan hal ini, “Jika musuhmu lapar, berilah dia makan; jika musuhmu haus, berilah dia minum. Dengan cara itu, kamu membuatnya malu.”

21) Jangan biarkan kejahatan mengalahkanmu. Kamu harus mengalahkan kejahatan dengan cara melakukan yang baik.

Pasal 13 (Total ayat 14)
1) [Taatilah Peraturan Pemerintah] Kamu semua harus taat pada pemerintah. Setiap orang yang memerintah, mendapat kuasa dari Allah untuk memerintah. Dan semua orang yang sekarang memerintah, mendapat kuasa dari Allah.

2) Jadi, orang yang menentang pemerintah, sesungguhnya ia menentang perintah Allah. Orang yang menentang pemerintah membuat dirinya sendiri dihukum.

3) Orang yang melakukan hal yang baik tidak perlu takut pada pemerintah. Apakah kamu mau dibebaskan dari rasa takut kepada pemerintah? Lakukanlah yang baik dan pemerintah akan memujimu.

4) Seorang penguasa adalah hamba Allah untuk menolongmu, tetapi jika kamu bersalah, kamu harus takut. Dia mempunyai kuasa untuk menghukum dan dia akan memakainya. Ia adalah hamba Allah untuk menghukum orang yang bersalah.

5) Jadi, kamu harus taat pada pemerintah. Kamu harus taat supaya jangan dihukum, bila tidak taat. Dan kamu juga harus taat sebab kamu tahu, bahwa hal itulah yang seharusnya dilakukan.

6) Itulah juga alasan mengapa kamu membayar pajak. Para penguasa bekerja untuk Allah dan memberikan seluruh waktunya untuk memerintah.

7) Berikan kepada semua orang yang kamu harus bayar. Jika kamu berutang atas pajak, bayarlah itu. Berikanlah cukai kepada yang berhak menerima cukai. Tunjukkan rasa takut kepada yang berhak menerima rasa takut. Tunjukkan rasa hormatmu kepada orang yang harus kamu hormati.

8) [Mengasihi Orang Lain adalah Hukum Utama] Jangan berutang kepada orang, tetapi kamu selalu berutang kasih kepada setiap orang. Orang yang mengasihi yang lain berarti menaati semua hukum Taurat.

9) Mengapa aku mengatakan hal itu? Sebab hukum Taurat mengatakan, “Jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini milik orang lain.” Semua perintah itu dan perintah-perintah yang lain, sesungguhnya hanya satu hukum, yaitu, “Kasihilah orang lain seperti mengasihi dirimu sendiri.”

10) Kasih tidak menyakiti orang lain. Jadi, mengasihi sama dengan menaati seluruh hukum Taurat.

11) Lakukanlah hal itu sebab waktu terus berjalan. Sekarang waktunya bagimu untuk bangun dari tidurmu. Penyelamatan kita sekarang sudah lebih dekat daripada waktu kita mula-mula percaya.

12) Malam sudah hampir lewat, dan siang segera tiba. Jadi, hendaklah kita berhenti melakukan yang berasal dari kegelapan. Hendaklah kita bersiap untuk melawan kejahatan dengan senjata yang berasal dari terang.

13) Hendaklah kita hidup benar seperti orang yang berada dalam terang. Janganlah kita berpesta pora, bermabuk-mabuk, melakukan percabulan atau dosa lain dengan tubuh kita. Jangan saling berselisih atau cemburu.

14) Tetapi jadilah seperti Tuhan Yesus Kristus, sehingga apabila orang melihat yang kamu lakukan, mereka akan melihat Kristus. Jangan pikirkan cara memuaskan dirimu yang berdosa dan yang jahat yang mau kamu lakukan.

Pasal 14 (Total ayat 23)
1) [Jangan Mengecam Orang Lain] Terimalah masuk ke kelompokmu orang yang masih ragu-ragu atas beberapa hal yang berhubungan dengan iman. Dan jangan berdebat dengan mereka tentang pendapatnya yang berbeda.

2) Ada orang yang yakin bahwa ia dapat makan semua jenis makanan, tetapi jika iman orang lain ragu-ragu, maka ia yakin, dia hanya dapat makan sayuran.

3) Orang yang tahu bahwa ia dapat memakan semua jenis makanan tidak boleh menganggap, bahwa ia lebih baik daripada orang yang hanya dapat makan sayuran. Dan orang yang hanya makan sayuran seharusnya tidak menganggap orang yang memakan semua jenis makanan itu salah. Allah telah menerima orang itu.

4) Kamu tidak dapat menghakimi hamba orang lain. Tuannya sendirilah yang menentukan apakah ia salah atau benar. Dan hamba Tuhan benar sebab Tuhan mampu membuatnya benar.

5) Ada orang yang yakin bahwa hari yang satu lebih penting daripada hari yang lain. Dan orang lain mungkin yakin bahwa setiap hari sama. Setiap orang harus yakin dengan keyakinannya sendiri dalam pikirannya.

6) Orang yang menganggap bahwa hari yang satu lebih penting daripada hari yang lain, dia melakukannya untuk Tuhan. Dan orang yang makan semua jenis makanan, juga melakukannya untuk Tuhan. Dia bersyukur kepada Allah untuk makanan itu. Dan orang yang tidak makan beberapa jenis makanan, dia juga melakukannya untuk Tuhan. Dan dia bersyukur kepada Allah.

7) Kita tidak hidup atau mati untuk diri kita sendiri.

8) Jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan. Dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi, hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

9) Sebab untuk itulah Kristus mati dan bangkit dari kematian, supaya Ia menjadi Tuhan atas orang yang telah mati dan yang masih hidup.

10) Jadi, mengapa kamu menghakimi saudaramu seiman? Atau mengapa kamu menganggap bahwa kamu lebih baik daripada saudaramu? Kita semua akan berdiri di hadapan Allah, dan Dia akan menghakimi kita.

11) Dalam Kitab Suci tertulis, “Semua orang akan menyembah di hadapan-Ku; semua orang akan mengaku bahwa Akulah Allah. Sesungguhnya Aku hidup, semua hal itu akan terjadi. Demikian firman Tuhan.”

12) Jadi, setiap orang dari kita harus mempertanggungjawabkan kepada Allah tentang yang dilakukannya.

13) [Jangan Membuat Orang Lain Berdosa] Jadi, kita harus berhenti untuk saling menghakimi. Kita harus memutuskan tidak melakukan yang menyebabkan saudara kita menjadi lemah atau berdosa.

14) Aku ada dalam Tuhan Yesus dan aku tahu bahwa tidak ada makanan yang terlarang. Jika ada orang yang yakin, bahwa ada sesuatu yang salah, hal itu adalah salah baginya.

15) Jika kamu merusak iman saudaramu karena makanan yang kamu makan, kamu tidak sungguh-sungguh melaksanakan kasih. Jangan membinasakan iman orang dengan makanan yang menurutnya salah. Kristus telah mati untuk mereka.

16) Jangan biarkan sesuatu yang kamu anggap baik menjadi sesuatu yang jahat menurut orang lain.

17) Dalam Kerajaan Allah makan dan minum tidak penting. Hal yang penting adalah: hidup benar di hadapan Allah, damai sejahtera, dan sukacita dalam Roh Kudus.

18) Setiap orang yang melayani Kristus dengan cara itu, akan berkenan bagi Allah. Dan mereka akan diterima orang lain.

19) Jadi, marilah kita berusaha dengan giat untuk melakukan yang mendatangkan damai sejahtera. Dan mari kita berusaha untuk melakukan yang menguatkan iman.

20) Jangan biarkan hal tentang makanan membinasakan pekerjaan Allah. Semua makanan halal, tetapi salah bagi orang yang makan sesuatu, yang membuat orang lain jatuh ke dalam dosa.

21) Lebih baik tidak makan daging atau minum anggur jika hal itu membuat saudaramu jatuh ke dalam dosa. Lebih baik tidak melakukan apa pun daripada membuat saudaramu berdosa.

22) Pendapatmu akan semua hal itu harus tetap dijaga secara rahasia antara kamu dan Allah. Betapa bahagianya orang jika ia dapat melakukan hal yang menurutnya benar dengan tidak merasa bersalah.

23) Jika ada orang yang makan sesuatu yang diyakininya tidak benar, ia membuat dirinya bersalah, sebab ia tidak percaya, bahwa hal itu benar. Dan jika ada orang yang melakukan sesuatu dengan tidak yakin, bahwa itu benar, itu adalah dosa.

Pasal 15 (Total ayat 33)
1) Kita yang tidak ragu-ragu atasnya, harus menolong orang dalam keragu-raguannya. Kita tidak boleh menyenangkan diri kita sendiri.

2) Setiap orang dari antara kita harus menyenangkan orang lain. Kita harus melakukan itu untuk menolongnya. Kita harus menolongnya untuk mempunyai iman yang lebih kuat.

3) Bahkan Kristus tidak hidup untuk kesenangan diri sendiri. Hal itu tertulis dalam Kitab Suci, “Semua orang yang merendahkan-Mu, juga merendahkan aku.”

4) Semua yang telah ditulis pada zaman dahulu, adalah untuk mengajar kita. Semua hal itu tertulis supaya kita mempunyai pengharapan. Pengharapan itu datang dari kesabaran dan kekuatan yang diberikan oleh Kitab Suci kepada kita.

5) Kesabaran dan kekuatan datang dari Allah. Dan aku berdoa supaya Allah menolong kamu semua hidup rukun, seperti yang dikehendaki Kristus Yesus.

6) Maka kamu semua akan dipersatukan. Dan kamu semua bersama-sama akan memuji Allah, Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.

7) Kristus telah menerima kamu. Maka kamu juga harus saling menerima untuk kemuliaan Allah.

8) Aku mengatakan kepadamu bahwa Kristus menjadi hamba orang bersunat untuk menunjukkan, bahwa yang dijanjikan Allah benar. Kristus melakukan itu untuk membuktikan bahwa Allah akan melakukan yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang orang Yahudi.

9) Kristus juga melakukan hal itu supaya orang yang bukan Yahudi dapat memuliakan Allah atas kemurahan yang diberikan-Nya kepada mereka. Hal itu tertulis dalam Kitab Suci, “Jadi, aku akan berterima kasih kepada-Mu di antara bangsa-bangsa; aku akan menyanyikan lagu pujian bagi nama-Mu.”

10) Dan juga tertulis, “Hai bangsa-bangsa, bersukacitalah bersama umat Allah.”

11) Dan lagi dikatakan, “Pujilah Tuhan hai kamu bangsa-bangsa; biarlah semua orang memuji Tuhan.”

12) Dan Yesaya mengatakan, “Seorang akan datang dari suku Isai. Ia datang untuk memerintah bangsa-bangsa; dan bangsa-bangsa akan mempunyai pengharapan sebab orang itu.”

13) Aku berdoa supaya Allah yang memberi pengharapan akan memenuhi kamu dengan sukacita dan damai sejahtera saat kamu percaya pada-Nya. Oleh sebab itu, kamu akan semakin mempunyai pengharapan, dan hal itu akan mengalir ke luar dengan kuasa Roh Kudus.

14) [Paulus Menceritakan Pekerjaannya] Saudara-saudaraku, aku yakin bahwa kamu telah penuh dengan kebaikan. Aku tahu bahwa kamu telah memiliki semua pengetahuan yang diperlukan dan kamu dapat saling mengajar.

15) Tetapi aku telah menulis kepadamu dengan terus-terang tentang beberapa hal yang aku mau, supaya kamu mengingatnya. Aku melakukan hal itu karena Allah telah memberikan anugerah yang luar biasa kepadaku,

16) yaitu menjadi pekerja bagi Kristus Yesus. Allah menjadikan aku pekerja untuk menolong orang yang bukan Yahudi. Aku melayani Allah dengan mengajarkan Kabar Baik-Nya. Aku melakukannya supaya orang yang bukan Yahudi dapat menjadi persembahan yang diterima Allah. Mereka sudah disucikan untuk Allah oleh Roh Kudus.

17) Jadi, aku bermegah dengan yang sudah kukerjakan untuk Allah dalam Kristus Yesus.

18) Aku tidak akan membicarakan yang kulakukan sendiri. Aku hanya akan membicarakan yang telah dilakukan Kristus melalui aku, dalam memimpin orang yang bukan Yahudi untuk mematuhi Allah melalui yang telah kukatakan dan kulakukan.

19) Dan mereka patuh pada Allah sebab kuasa dari mukjizat, dan hal-hal besar yang telah dilihatnya, dan kuasa Roh Allah. Aku sudah menceritakan Kabar Baik tentang Kristus kepada semua orang di semua tempat dari Yerusalem sampai Ilirikum. Dan aku telah menyelesaikan pekerjaanku.

20) Aku selalu mau menceritakan Kabar Baik di tempat-tempat orang yang belum pernah mendengar tentang Kristus. Aku melakukan hal itu sebab aku tidak mau membangun di atas dasar yang sudah dimulai orang lain.

21) Hal itu tertulis dalam Kitab Suci, “Orang yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat-Nya. Dan orang yang belum pernah mendengar berita tentang Dia, akan mengertinya.”

22) [Rencana Paulus Mengunjungi Roma] Itulah sebabnya, beberapa kali aku terhalang mengunjungi kamu.

23) Sekarang aku telah menyelesaikan pekerjaanku di daerah ini. Telah bertahun-tahun aku mau mengunjungi kamu.

24) Aku akan mengunjungi kamu bila aku pergi ke Spanyol. Ya, aku berharap dapat mengunjungi kamu dalam perjalananku ke Spanyol, dan aku akan tinggal dan menikmati waktu dengan kamu. Kemudian kamu dapat menolongku dalam meneruskan perjalananku.

25) Sekarang aku akan pergi ke Yerusalem untuk menolong umat Allah.

26) Beberapa umat Allah di Yerusalem sangat miskin. Dan orang percaya di Makedonia dan Akhaya mau menolongnya dengan mengumpulkan uang yang akan diberikan kepada mereka.

27) Orang percaya di Makedonia dan Akhaya sangat senang melakukan hal itu. Memang seharusnya mereka menolong orang percaya di Yerusalem. Mereka harus menolong karena mereka adalah orang yang bukan Yahudi yang ikut menikmati berkat orang Yahudi. Mereka merasa berutang terhadap orang Yahudi sehingga mereka menolongnya dengan materi.

28) Aku harus yakin bahwa orang miskin di Yerusalem menerima semua uang yang telah diberikan kepada mereka. Setelah aku menyelesaikan pekerjaan itu, aku akan menuju ke Spanyol. Dalam perjalananku ke Spanyol, aku akan singgah dan mengunjungi kamu.

29) Aku tahu bahwa bila aku mengunjungi kamu, aku akan membawa semua berkat Kristus bagimu.

30) Saudara-saudara, aku mohon pertolonganmu untuk pekerjaanku dengan berdoa kepada Allah untukku. Lakukanlah itu oleh karena Tuhan kita Yesus Kristus dan karena kasih yang diberikan Roh Kudus kepada kita.

31) Doakan supaya aku selamat dari orang yang tidak percaya di Yudea dan supaya bantuan yang kubawa itu ke Yerusalem akan berkenan bagi umat Allah di sana.

32) Kemudian jika Allah mengizinkan, aku akan datang kepadamu. Aku akan datang dengan sukacita, dan bersama kamu, aku akan mempunyai waktu untuk istirahat.

33) Semoga Allah memberikan damai sejahtera kepadamu semuanya. Amin.

Pasal 16 (Total ayat 27)
1) [Kata-kata Terakhir dari Paulus] Aku mau supaya kamu dapat mempercayai Febe, saudari kita seiman. Dia adalah pelayan khusus jemaat di Kengkrea.

2) Aku meminta kepadamu untuk menerimanya dalam Tuhan, seperti yang sepatutnya bagi umat Allah. Bantulah dia dalam semua kebutuhannya. Ia sendiri telah banyak menolong aku dan juga telah menolong banyak orang.

3) Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila. Mereka bekerja sama dengan aku dalam Kristus Yesus.

4) Mereka mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan hidupku. Aku sangat berterima kasih kepada mereka, dan jemaat-jemaat dari semua orang yang bukan Yahudi juga berterima kasih kepada mereka.

5) Sampaikan salam juga kepada jemaat yang berkumpul di rumah mereka. Sampaikan salam kepada temanku Epenetus yang terkasih. Dialah orang pertama di Asia yang menjadi pengikut Kristus.

6) Sampaikan salam kepada Maria. Ia telah bekerja keras untuk kamu.

7) Sampaikan salam kepada Andronikus dan Yunias. Mereka adalah keluargaku dan menemaniku di penjara. Mereka adalah pengikut Kristus sebelum aku. Mereka adalah orang penting yang diutus Kristus untuk melakukan pekerjaan-Nya. Mereka adalah orang percaya sebelum aku.

8) Sampaikan salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan.

9) Sampaikan salam kepada Urbanus, teman sekerjaku untuk Kristus. Juga sampaikan salam kepada temanku terkasih Stakhis.

10) Sampaikan salam kepada Apeles. Ia telah dicobai dan terbukti bahwa kasihnya murni kepada Kristus. Sampaikan salam kepada semua orang dalam keluarga Aristobulus.

11) Sampaikan salam kepada Herodion, keluargaku. Sampaikan salam kepada semua orang dalam keluarga Narkisus, yang ada dalam Tuhan.

12) Sampaikan salam kepada Trifena dan Trifosa. Perempuan-perempuan itu bekerja dengan giat untuk Tuhan. Sampaikan salam kepada temanku terkasih Persis. Ia juga telah bekerja keras untuk Tuhan.

13) Sampaikan salam kepada Rufus. Ia adalah orang yang sangat khusus bagi Tuhan. Sampaikan salam kepada ibunya. Ia adalah seperti ibuku sendiri.

14) Sampaikan salam kepada Asinkritus, Flegon, Hermes, Patrobas, Hermas dan saudara-saudara seiman yang ada bersama dengan mereka.

15) Sampaikan salam kepada Filologus dan Yulia, Nereus dan saudarinya, serta Olimpas, dan juga untuk semua umat Allah yang bersama dengan mereka.

16) Jika kamu bertemu, sampaikan salam dengan ciuman kudus. Semua jemaat Kristus menyampaikan salam kepadamu.

17) Saudara-saudara, aku menasihati kamu supaya hati-hati terhadap orang yang membuat perpecahan. Hati-hatilah dengan orang yang merusak iman orang lain. Mereka melawan kebenaran yang sudah kamu pelajari. Jauhilah mereka.

18) Orang semacam itu tidak melayani Kristus Tuhan kita. Mereka hanya melakukan hal yang menyenangkan dirinya sendiri. Mereka mengucapkan kata-kata yang indah hanya untuk membohongi orang yang tidak jahat.

19) Semua orang percaya telah mendengar bahwa kamu sangat patuh, jadi aku sangat bersukacita karena kamu, tetapi aku minta, supaya kamu bijaksana terhadap semua yang baik dan kamu tidak mengetahui apa pun yang jahat.

20) Allah sumber damai sejahtera akan segera menaklukkan setan dan memberi kuasa atasnya kepadamu. Semoga Yesus, Tuhan kita memberikan berkat kepadamu.

21) Timotius, temanku sekerja, menyampaikan salam kepadamu. Juga dari Lukius, Yason, dan Sosipater, keluargaku.

22) Aku Tertius, aku yang menulis semuanya ini, yang dikatakan Paulus. Aku menyampaikan salam kepadamu dalam Tuhan.

23) Gayus mengizinkan aku dan semua jemaat di sini menggunakan rumahnya. Ia juga menyampaikan salam kepadamu. Erastus dan saudara kita seiman Kwartus, menyampaikan salam kepadamu. Erastus adalah bendahara kota di sini.

24) [Semoga Tuhan kita Yesus Kristus memberikan berkat kepadamu dan menyertai kamu semuanya. Amin.]

25) Kemuliaan bagi Allah. Allahlah satu-satunya yang dapat membuat kamu kuat dalam imanmu. Allah dapat menggunakan Kabar Baik yang kuajarkan untuk membuat kamu kuat, yaitu Kabar Baik tentang Yesus Kristus yang kuceritakan kepada orang. Kabar Baik adalah rahasia kebenaran yang telah dinyatakan oleh Allah. Rahasia itu tersembunyi sejak semula.

26) Tetapi rahasia kebenaran itu sudah dinyatakan kepada kita, dan sudah dinyatakan kepada semua orang. Itu dilakukan melalui yang ditulis oleh nabi-nabi. Itulah yang diperintahkan Allah. Dan rahasia kebenaran sudah diperkenalkan kepada semua orang supaya mereka percaya dan taat pada Allah yang hidup selama-lamanya.

27) Kemuliaan sampai selama-lamanya hanya bagi Allah yang penuh hikmat melalui Yesus Kristus. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.