fbpx

8 Gerakan Fase Bulan

Siklus Bulan

Bulan bergerak mengelilingi Bumi setiap 27,3 hari, tetapi 29,5 hari bulan baru ke bulan baru. Selama mengelilingi Bumi, ia diterangi dari berbagai sudut oleh Matahari. Fase bulan adalah bentuk bulan yang selalu berubah-ubah jika dilihat dari Bumi.

Bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Ia mendapatkan cahaya dari pantulan sinar matahari. Bagian terang Bulan sedang mengalami siang hari.

Tahukah Anda?
Negara-negara di dekat khatulistiwa (seperti di Indonesia, Ekuador, Brazil, dll.) melihat bulan sabit berbentuk seperti senyuman? 🙂

 

Delapan Fase Bulan

Fase diberi nama dari berapa kondisi banyak bulan yang bisa kita lihat. Jumlah sinar yang terlihat meningkat atau menurun setiap hari, tergantung dari perputaran bulan terhadap Bumi. Untuk diingat: bulan berputar terhadap Bumi dan Bumi perputar terhadap Matahari.

Fase bulan selalu berubah ubah dan memiliki bentuk serta cahaya yang berbeda-beda, termasuk perubahan dari bulan baru untuk menjadi bulan baru lagi yaitu 29,5 hari. Berikut adalah fase-fase bulan:

 

1. Bulan Baru (New Moon)

Moon phase 0.svg
Moon phase 0.svg

(kiri: terlihat dari belahan Bumi utara, kanan: terlihat dari belahan Bumi selatan)

Pada fase “Bulan baru,” Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, sehingga sisi Bulan yang menghadap ke Bumi tidak terlihat karena tidak menerima sinar Matahari langsung. Pada fase “Bulan baru,” Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, sehingga sisi Bulan yang menghadap ke Bumi tidak terlihat karena tidak menerima sinar Matahari langsung.

2. Sabit Muda (Waxing Crescent)

Moon phase 1.svg
Moon phase 7.png

(kiri: terlihat dari belahan Bumi utara, kanan: terlihat dari belahan Bumi selatan)

Selama fase ini, kurang dari setengah bulan yang menyala dan sebagai fase berlangsung, bagian yang menyala secara bertahap akan lebih besar.

 

3. Kuartal Pertama (First Quarter)

Moon phase 2.png
Moon phase 6.png

(kiri: terlihat dari belahan Bumi utara, kanan: terlihat dari belahan Bumi selatan)

Sepekan setelah Bulan baru, letak Bulan akan berpindah 90 derajat lebih jauh dari Matahari di langit, membuatnya nampak diterangi setengah atau sebagian saja, sebuah fase yang kita kenal sebagai “kuartal pertama”. Kenapa disebut sebagai kuartal pertama? karena Bulan telah melakukan perjalanan sekitar seperempat jalan mengelilingi Bumi sejak fase bulan baru.

 

4. Membesar (Waxing Gibbous)

Moon phase 3.png
Moon phase 5.png

(kiri: terlihat dari belahan Bumi utara, kanan: terlihat dari belahan Bumi selatan)

Awal fase ini ditandai saat bulan adalah setengah ukuran. Sebagai fase berlangsung, bagian yang datar akan lebih besar. Prinsipnya, fase waxing merupakan fase perluasan penyinaran atau pembesaran.

 

5. Bulam Purnama (Full Moon)

Moon phase 4.png
Moon phase 4.png

(kiri: terlihat dari belahan Bumi utara, kanan: terlihat dari belahan Bumi selatan)

Sisi bulan yang menghadap bumi cahaya dari matahari benar-benar, maka seluruh bulan terlihat. Hal ini terjadi ketika bulan berada di sisi berlawanan dari Bumi.

Bulan purnama terjadi saat posisi bulan berlawanan dengan bumi. Tapi, bulan, Bumi dan matahari masih berada dalam satu garis. Bulan purnama biasanya terjadi di antara hari ke-14 dan 15 dalam kalender lunar.

Posisi tersebut membuat seluruh permukaan bulan yang mendapatkan sinar matahari bisa kamu lihat dari bumi. Sementara bagian belakang bulan menjadi sisi gelapnya.

Sering dinantikan banyak orang, karena bulan purnama merupakan penampakan bulan terindah dari keseluruhan.


6. Mengecil (Waning Gibbous)

Moon phase 5.png
Moon phase 3.png

(kiri: terlihat dari belahan Bumi utara, kanan: terlihat dari belahan Bumi selatan)

Selama fase ini, bagian dari bulan yang terlihat dari Bumi secara bertahap menjadi lebih kecil. Bulan akan mengalami proses ini setelah fase puncak yakni bulan purnama. Secara bertahap, bulan akan berproses menjadi kecil. Pada intinya, fase waning merupakan fase pengurangan atau pengecilan sinar matahari.


7. Kuartal Terakhir (Last Quarter)

Moon phase 6.svg
Moon phase 2.svg

(kiri: terlihat dari belahan Bumi utara, kanan: terlihat dari belahan Bumi selatan)

Fase ini pun bulan terlihat setengahnya. Anda hanya akan melihat bulan separuhnya saja dari bumi.


8. Sabit Tua (Waning Crescent)

Moon phase 7.png
Moon phase 1.svg

(kiri: terlihat dari belahan Bumi utara, kanan: terlihat dari belahan Bumi selatan)

Kembali menjadi bentuk sabit setelah mengalami fase kuartal. Dari bumi, Anda akan melihat kurang dari setengah bulan saja yang terlihat terang.


Gerakan Fase Bulan Yang Terlihat Dari Belahan Bumi Utara

Phases of the moon as seen in the Northern Hemisphere

Belahan Utara terdiri dari, benua Eropa, Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibia, sebagian besar wilayah benua Asia (kecuali Timor Leste dan Indonesia yang tepat berada di garis khatulistiwa), 2/3 wilayah benua Afrika yang tepat di atas “tanduk” (horn of Africa) dan 1/10 dari wilayah Amerika Selatan, yaitu yang berada di sebelah utara muara sungai Amazon.


Gerakan Fase Bulan Yang Terlihat Dari Belahan Bumi Selatan

Belahan selatan adalah setengah permukan Bumi yang terletak di selatan garis khatulistiwa. Belahan Bumi selatan terdiri dari benua Antartika, Australia, sebagian Amerika Selatan, sebagian Afrika dan Asia serta empat samudera yaitu Samudera Atlantik, Samudera Hindia, Samudera Pasifik dan Samudera Selatan.


Mengapa Fase Berbeda Di Setiap Belahan Bumi?

Bulan mengorbit di dekat khatulistiwa Bumi. Di belahan Bumi utara, kita berdiri di sisi berlawanan dunia dari negara-negara di belahan Bumi selatan, kita “terbalik” satu sama lain! Oleh karena itu kita melihat Bulan dari sudut pandang yang sama sekali berbeda satu sama lainnya.


Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

 

Sumber bacaan: Primary Homework Help, Wikipedia (Inggris)Moon PhasesMoon ConnectionNASA

 

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

 


By | 2018-04-30T00:50:47+00:00 Agustus 2nd, 2017|IPA|0 Comments

Leave A Comment