Hotel Majapahit | Hotel Oranje Yang Bersejarah di Surabaya

Sejarah Hotel Majapahit | Hotel Oranje | Hotel Yamato | Hotel Merdeka | Hotel LMS

Hotel Majapahit adalah sebuah hotel bersejarah di Surabaya, ibu kota provinsi Jawa Timur, Indonesia. Diresmikan pada tahun 1910 dengan nama “Hotel Oranje” oleh Martin Sarkies, dari keluarga terkenal pengusaha hotel Armenia Sarkies, kepada siapa kita berutang pembangunan banyak hotel mewah di Asia Tenggara. Sarkies adalah keluarga pendiri Hotel Raffles di Singapura, Hotel Strand di Birma, hotel The Eastern & Oriental Hotel di Penang.

Selama pendudukan Jepang di Hindia Belanda, hotel ini berganti nama menjadi “Yamato” setelah tempat kelahiran bersejarah Jepang. Tercatat dalam sejarah Indonesia dengan kejadian di “Hotel Yamato”, ketika pada bulan November 1945 para patriot muda Indonesia merobek bagian biru dari bendera Belanda yang dikibarkan, hanya menyisakan yang merah dan putih yang merupakan bendera Indonesia. Peristiwa ini, tanpa sebab, disusul dengan Pertempuran Surabaya.

Menyusul kejadian ini, hotel tersebut berganti nama menjadi Hotel Merdeka.

Baca juga: Sejarah Kerajaan Majapahit (1293-1500) | Dari Awal Sampai Jatuhnya

Pada tahun 1946, Sarkies bersaudara kembali mengelola hotel dan menamainya Hotel L. M. S. untuk Lucas Martin Sarkies. Pada tahun 1969, Mantrust Holdings Co. membeli hotel tersebut dan menamainya Hotel Majapahit, setelah kerajaan bersejarah Majapahit. Hotel ini dipugar pada tahun 1994 oleh Harry Susilo, seorang pengusaha Cina lokal terkemuka, dengan biaya $ 51 juta. Dibuka kembali pada tanggal 19 Januari 1996 sebagai Hotel Mandarin Oriental Majapahit Surabaya yang dikelola oleh Mandarin Oriental Hotel Group. Itu dibeli oleh Grup CCM pada tahun 2006 dan berganti nama menjadi Hôtel Majapahit.

Pada tahun 2014, hotel Majapahit secara resmi diakui sebagai monumen warisan budaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selama pendudukan Jepang di Hindia Belanda, hotel ini berganti nama menjadi “Yamato” setelah nama lama Jepang. Tercatat dalam sejarah Indonesia dengan peristiwa “Hotel Yamato”, ketika pada bulan November 1945, para patriot muda Indonesia merobek bagian biru bendera Belanda yang dikibarkan oleh hotel tersebut, sehingga hanya tersisa warna merah dan putih yang berarti Indonesia. bendera. Kejadian ini, tanpa sebab, akan disusul dengan Pertempuran Surabaya.

Kamar di Hotel Majapahit

Semua kamar memiliki AC, TV kabel, fasilitas membuat teh dan kopi, brankas, dan meja tulis. Beberapa juga memiliki area tempat duduk.

Kamar di Hotel Majapahit

Kamar di Hotel Majapahit. Sumber foto: PinterPandai

Lokasi

Terletak di jantung kota Surabaya, 3 menit berjalan kaki dari Tunjungan Square, Hotel Majapahit Surabaya MGallery menawarkan kamar-kamar dengan kamar mandi marmer dan berlapis emas. Dikelilingi oleh taman lanskap, hotel bintang 5 ini memiliki spa dan klub kesehatan dengan kolam renang outdoor. Wi-Fi gratis tersedia di semua area.

Alamat: Jl. Tunjungan No.65
Surabaya – Jawa Timur 60275
Telepon: +62 31 5454333

Restoran

Anda dapat menikmati masakan Eurasia di Indigo Restaurant, sedangkan Sarkies Seafood Restaurant menyajikan masakan Cina. Toko Deli menyiapkan berbagai macam kue dan kue kering. Untuk kenyamanan Anda, tersedia layanan antar-jemput gratis ke Pusat Perbelanjaan Grand City.

Restoran Sarkies dengan banyak hidangan pilihan (Indonesia, Asia, atau Barat) berada tepat di samping gedung

Restoran Sarkies dengan banyak hidangan pilihan (Indonesia, Asia, atau Barat) berada tepat di samping gedung. Sumber foto: PinterPandai

Spa dan Kolam Renang

Spa di Hotel Majapahit Surabaya MGallery menawarkan berbagai perawatan kesehatan dan kecantikan untuk merilekskan tubuh, pikiran dan jiwa Anda. Klub kesehatan memiliki gym dan lapangan tenis.

Kolam renang Majapahit Surabaya

Kolam renang Majapahit Surabaya. Sumber foto: PinterPandai

Monumen Kapal Selam hanya berjarak 12 menit jalan kaki. Bandara Internasional Juanda berjarak sekitar 30 menit berkendara.

Sumber bacaan: Cleverly Smart

Sumber foto: PinterPandai

By | 2021-07-12T21:34:49+07:00 Juli 3rd, 2021|Geografi & Sejarah|0 Comments

Leave A Comment