Film yang dilarang tayang atau harus berganti judul di Indonesia (banned) | Apa saja judulnya?

3 min read

film yang dilarang tayang di indonesia

Daftar film yang dilarang tayang di Indonesia

Banyak film yang dilarang tayang di Indonesia, dan banyak yang kena cekal sejak masa Demokrasi Terpimpin, hingga Orde Reformasi dan alasan-alasannya.

Dari alasan politik, agama, hingga seksualitas atau kekerasan vulgar hingga penyebab sebuah film dilarang berjalan di suatu negara, tidak terkecuali di Indonesia. Berikut film yang dilarang tayang di indonesia karena berbagai alasan:

film yang dilarang tayang di indonesia
Film yang dilarang tayang atau harus berganti judul di Indonesia (banned) – Apa saja judulnya? Ilustrasi dan sumber foto: Wikimedia Commons
  • Badan sensor Indonesia telah melarang film “True Lies” setelah beberapa pemimpin Muslim mengatakan itu menghina Islam. Film yang dilarang tayang di indonesia yang berjudul True Lies, telah diputar di penuh selama dua minggu di bioskop-bioskop Indonesia, akan ditarik dari bioskop, oleh Soekanto, direktur eksekutif Dewan Sensor Film, mengatakan. Dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger, “True Lies” bercerita tentang perjuangan agen Amerika melawan kelompok teroris Timur Tengah yang disebut Crimson Jihad. Jihad, sebuah kata Arab yang berarti war perang suci, ″ sering digunakan di negara-negara Islam untuk menggambarkan perang salib. Penggunaan dalam film itu telah menyinggung beberapa pemimpin Muslim di sini.
  • Merdeka 17805 (2001), film Jepang tentang andil Tentara Kekaisaran Jepang dalam proses kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Meskipun sukses secara finansial di Jepang, film karya sutradara Yukio Fuji ini memancing kontroversial, filmnya menggambarkan pendudukan Jepang di Indonesia sebagai pengamanan terhadap Barat, dan bahwa Jepang memainkan peran utama dalam membebaskan Indonesia.
  • Buruan Cium Gue (2005), diprotes oleh Abdullah Gymnastiar dan Majelis Ulama Indonesia karena dianggap mengusik perasaan susila masyarakat.
  • The Black Road (2005)
    Sebuah film dokumenter tentang pertempuran di provinsi Aceh untuk mendapatkan kemerdekaan dari Indonesia. Film ini diambil seluruhnya di Aceh selama empat tahun oleh jurnalis Amerika, William Nessen dan diproduksi untuk SBS Australia. Selama proses penembakan, ia dipenjara selama 40 hari, dituduh melakukan spionase dan menghadapi hukuman mati. Dia kemudian dideportasi ke Singapura dan dilarang memasuki Indonesia, larangan yang telah diperbarui sejak 2004. Film ini dilarang oleh Badan Sensor Film Indonesia dari pemutaran. Film ini diputar di festival film di seluruh dunia dan memenangkan beberapa hadiah bergengsi.
  • Pocong (2006), Lembaga Sensor Film melarang film ini beredar karena dianggap sadis, menimbulkan luka lama, membawa unsur suku, agama, ras dan budaya serta pemerkosaan yang brutal.
  • Long Road to Heaven (2007) Dilarang di pulau Bali, karena politisi lokal khawatir bahwa film tersebut, yang tentang pemboman Bali tahun 2002, mungkin mempromosikan kebencian dan intoleransi.
  • Suster Keramas (2009), diprotes oleh Majelis Ulama Indonesia karena dianggap mengusik perasaan susila masyarakat.
  • Balibo (2009), film Australia yang berdasarkan peristiwa Balibo Five.
    Dilarang karena mengkritik pemerintah Indonesia. Film Australia ini didasarkan pada kisah Balibo Five, sekelompok wartawan yang terbunuh selama invasi Indonesia tahun 1975 ke Timor Timur.
  • The Act of Killing (2012)
    Menyulut kontroversi bukan hanya karena mengungkap rahasia kelam peristiwa G 30 S PKI, juga karena proses pengambilan gambar tanpa izin. The Act of Killing merupakan salah satu film yang dilarang tayang di Indonesia
  • 2014 Noah Banned because of its depiction of the prophets.
    2014 Noah di banned karena penggambaran para nabi.
  • The Look of Silence (2014)
    Sekuel pembunuhan tidak kalah kontroversial, di mana banyak pemutaran dibatalkan karena potensi kerusuhan karena beberapa organisasi keagamaan melakukan pengepungan. Namun, seperti pendahulunya, The Look of Silence mendapatkan nominasi Oscar untuk “Best Documentary”.
  • 2015 Fifty Shades of Grey di banned karena konten seksualnya; Namun, Johan Tjasmadi, anggota Lembaga Sensor Film (Indonesia Sensor Censorship Board), mengatakan bahwa film itu tidak pernah terdaftar di dewan. Elemen seks yang kental membuat adaptasi novel ini dari judul yang sama gagal dimainkan di Indonesia.

Kritik Film Ticket to Paradise | Kontroversi


Bacaan Lainnya

Sumber bacaan: AP News, Steemit, Wikidot, Los Angeles Times, The New York Times,

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *