fbpx

Sejarah Kerajaan Mataram (1588–1681) di Jogja

Kerajaan Mataram

Kerajaan Mataram adalah kerajaan Jawa Hindu-Budha yang berkembang antara abad ke-8 dan ke-10. Terletak di Jawa Tengah dan kemudian di Jawa Timur. Didirikan oleh Raja Sanjaya, kerajaan itu diperintah oleh dinasti Syailendra. Mataram merupakan kerajaan berbasis agraris/pertanian dan relatif lemah secara maritim.

Pada awal abad ke-19, ditemukannya banyak sekali reruntuhan-reruntuhan besar seperti Candi Borobudur, Candi Sewu dan Candi Prambanan. Yang mendominasi lanskap Kedu dan Dataran Kewu di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Hal ini telah menarik perhatian beberapa sejarawan dan sarjana di kolonial Hindia Belanda. Ini telah mendorong studi arkeologi untuk mengungkap sejarah peradaban kuno ini.

Tidak ada catatan tertulis yang lengkap yang dimana menuliskan kerajaan Mataram bertahan di Jawa kecuali di beberapa prasasti yang ditulis di atas batu atau pelat tembaga. Prasasti ini paling sering dituliskan akta politik dan agama dari para penguasa-penguasa jaman dulu.

Kerajaan Mataram pada masa keemasannya pernah menyatukan tanah Jawa dan sekitarnya, termasuk Madura. Negeri ini pernah memerangi VOC di Batavia untuk mencegah semakin berkuasanya firma dagang itu, namun ironisnya malah harus menerima bantuan VOC pada masa-masa akhir menjelang keruntuhannya.

 

Pembentukan Sima

Tema yang paling umum yang disebutkan dalam prasasti adalah pembentukan Sima (tanah budidaya padi pajak diakui melalui dekrit kerajaan) dan kadang-kadang beberapa bagian atau seluruh pajak yang dikumpulkan dari tanah Sima ini ditunjuk untuk mendanai pembangunan dan pemeliharaan bangunan keagamaan.

  • Kerajaan Mataram (Jogja) abad 16 Masehi (Kerajaan Islam)
  • Raja pertama: Suto Wijoyo (Panemabahan Senopati)
  • Raja terkenal: Sultan Agung

 

Kebangkitan Kerajaan Mataram

Kerajaan Mataram bangkit pada abad ke-16 di Jawa dan bertahan selama periode kolonial awal hingga abad ke-18. Pertama, perdagangan Portugis dan kemudian Belanda mendominasi selama periode ini. Perusahaan Hindia Timur Belanda melemah dan pada akhirnya mengambil alih Kerajaan Mataram dengan membaginya menjadi negara-negara bawahan sekitar tahun 1750. Kemudian di bawah kendali pemerintah kolonial Belanda.

Di Kerajaan Mataram, petani diperintah oleh bangsawan atau bangsawan darat yang setia kepada raja. Raja membagikan tanah kepada beberapa anggota keluarga. Kota-kota pelabuhan diperintah oleh para pangeran meskipun perdagangan di sana didominasi orang-orang Cina, Melayu, dan India. Pola ini bertahan melalui periode kolonial.

Selain kaum tani ada dua klausul utama: priyayi, keturunan bangsawan administrasi pra-kolonial, yang bertugas sebagai birokrat; dan kelas bangsawan yang bisa melacak leluhur mereka untuk penguasa Kerajaan Mataram.

 

Terpecahnya Kerajaan Mataram

Kurang stabilnya pemerintahan Amangkurat I

Pengganti Amangkurat II berturut-turut adalah Amangkurat III (1703-1708), Pakubuwana I (1704-1719), Amangkurat IV (1719-1726), Pakubuwana II (1726-1749). VOC tidak menyukai Amangkurat III karena menentang VOC sehingga VOC mengangkat Pakubuwana I (Puger) sebagai raja. Akibatnya Mataram memiliki dua raja dan ini menyebabkan perpecahan internal. Amangkurat III memberontak dan menjadi “king in exile” hingga tertangkap di Batavia lalu dibuang ke Ceylon (Sri Lanka).

Kekacauan politik baru dapat diselesaikan pada masa Pakubuwana III

Setelah pembagian wilayah Mataram menjadi dua yaitu Kesultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta tanggal 13 Februari 1755. Pembagian wilayah ini tertuang dalam Perjanjian Giyanti (nama diambil dari lokasi penandatanganan, di sebelah timur kota Karanganyar, Jawa Tengah). Berakhirlah era Mataram sebagai satu kesatuan politik dan wilayah. Walaupun demikian sebagian masyarakat Jawa beranggapan bahwa Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta adalah “ahli waris” dari Kesultanan Mataram.

 

Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

 

Sumber: Global BritanicaFacts and Details

                       
Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

 


By | 2018-06-25T00:39:20+00:00 Juni 8th, 2015|Geografi & Sejarah|2 Comments

2 Comments

  1. paket wisata dieng 29/06/2018 at 2:19 pm - Reply

    Makasih buat info nya

    • Pinter Pandai 29/06/2018 at 4:35 pm - Reply

      Sama-sama

Leave A Comment