fbpx

Kobalt adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Co dan nomor atom 27

Kobalt

Kobalt adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Co dan nomor atom 27.

Meskipun tingkat rata-rata kobalt dalam tanah adalah 8 ppm, terdapat daerah yang hanya memiliki 0,1 ppm dan tempat lain hingga sebanyak 70 ppm. Dalam lingkungan laut, kobalt dibutuhkan oleh ganggang biru-hijau (cyanobacteria) dan organisme pengikat nitrogen lainnya. Sebagian besar cadangan kobalt terdapat di inti bumi. Kobalt memiliki kelimpahan relatif rendah dalam kerak bumi dan di perairan.

 

Fisik Kobalt

Kobalt merupakan unsur feromagnetik, keras, getas, berkilau, dan berwarna perak-keputihan.

Seperti besi, kobalt bisa diubah menjadi magnet dengan sifat fisik mirip dengan besi dan nikel.

Unsur ini aktif secara kimia dan mampu membentuk banyak senyawa. Kobalt stabil di udara dan tidak terpengaruh oleh air, namun perlahan-lahan larut oleh asam encer.

 

Kobalt tidak ditemukan dalam bentuk unsur bebas dan umumnya ditemukan dalam bentuk bijih. Kobalt biasanya tidak ditambang sendiri melainkan sebagai produk sampingan penambangan nikel dan tembaga. Bijih utama kobalt meliputi cobaltite, erythrite, glaucodot dan skutterudite.

Produsen utama kobalt dunia adalah Republik Demokratik Kongo, Cina, Zambia, Rusia dan Australia.

 

Pengunaan Kobalt Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kobalt digunakan dalam berbagai paduan logam, pada media perekaman magnetik, sebagai katalis untuk minyak bumi dan industri kimia, serta sebagai agen pengering untuk cat dan tinta.

Kobalt biru merupakan bagian penting dari berbagai barang kerajinan seperti porselen, tembikar, kaca patri, ubin, dan perhiasan enamel.

Isotop radioaktif kobalt-60 digunakan dalam perawatan medis dan juga untuk meradiasi makanan sebagai proses pengawetan.

 

Kobalt

Kobalt, 27Co. Foto: Heinrich Pniok

 

Isotop Kobalt

59Co adalah satu-satunya isotop kobalt yang stabil dan satu-satunya isotop yang ada secara alami di Bumi. Ada 22 radioisotop yang telah dicirikan, yang paling stabil adalah 60Co dengan waktu paruh 5.2714 tahun, 57Co dengan waktu paruh 271,8 hari, 56Co dengan waktu paruh 77,27 hari, dan 58Co dengan masa paruh dari 70,86 hari

Semua isotop radioaktif yang tersisa memiliki waktu paruh yang lebih pendek dari 18 jam, dan sebagian besar lebih pendek dari 1 detik. Elemen ini juga memiliki 4 negara meta, yang semuanya memiliki waktu paruh lebih pendek dari 15 menit.

Isotop terstabil

Iso Kelimpahan Période MD Ed PD
MeV
56Co 77,27 j ε 4,566 56Fe
57Co 271,79 j ε 0,836 57Fe
58Co 70,86 j ε 2,307 58Fe
59Co 100 % satibil dengan 32 neutrons
60Co 5,27064 a β- 2,824 60Ni

Sejarah Kobalt

Senyawa kobalt telah digunakan selama berabad-abad untuk memberi warna biru ke kaca dan keramik. Kobalt telah terdeteksi di patung Mesir dan perhiasan Persia dari milenium ketiga SM, di reruntuhan Pompeii (dihancurkan pada tahun 79 M), dan di China berasal dari dinasti Tang (618-907 M) dan dinasti Ming (1368-1644).

Kobalt telah digunakan untuk mewarnai kaca sejak zaman perunggu. Penggalian kapal karam Uluburun menghasilkan ingot kaca biru yang dilemparkan pada abad ke-14 SM. Barang kaca biru dari Mesir diwarnai dengan tembaga, besi, atau kobalt. Kaca berwarna kobalt tertua berasal dari dinasti ke-18 di Mesir (1550-1292 SM). Sumber kobalt itu tidak diketahui.

Kata kobalt berasal dari kobalt Jerman, dari kobold yang berarti “goblin”, istilah takhayul yang digunakan untuk bijih kobalt oleh penambang. Upaya pertama untuk mencium bijih tembaga atau nikel itu gagal, hanya menghasilkan bubuk (oksida kobalt (II)). Karena bijih utama kobalt selalu mengandung arsen, peleburan bijih mengoksidasi arsenik menjadi oksida arsenik yang sangat beracun dan mudah menguap, menambah ketenaran bijih.

Ahli kimia Swedia Georg Brandt (1694-1768) dikreditkan untuk menemukan kobalt sekitar tahun 1735, menunjukkannya sebagai unsur yang sebelumnya tidak diketahui, berbeda dari bismut dan logam tradisional lainnya.

Brandt menyebutnya “semi-logam” baru. Dia menunjukkan bahwa senyawa logam kobalt adalah sumber warna biru di kaca, yang sebelumnya dikaitkan dengan bismut yang ditemukan dengan kobalt. Cobalt menjadi logam pertama yang ditemukan sejak periode pra-sejarah, di mana semua logam yang diketahui (besi, tembaga, perak, emas, seng, merkuri, timah, timbal dan bismut) tidak memiliki penemu yang tercatat.

 

Tabel Periodik Kimia – Lengkap Dengan Daftar Unsur Kimia Berdasarkan Nama, Warna Dan Jenis

Tabel periodik adalah tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel. Unsur-unsur tersebut disusun berdasarkan nomor atom (jumlah proton dalam inti atom), konfigurasi elektron dan keberulangan sifat kimia. Klik disini untuk membaca tabel periodik yang komplit.

 

Tabel periodik unsur kimia

 

Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

 

Sumber bacaan: WikipediaChem GuideLibretexts

                      

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-05-06T00:29:58+00:00 Mei 28th, 2016|IPA|0 Comments

Leave A Comment