fbpx

Rumus Energi Mekanik, Jenis, Potensial, Kinetik, Pegas, Relativistik (Fisika) – Beserta Contoh Soal dan Jawaban

Energi

Dalam fisika, energi adalah properti fisika dari suatu objek, dapat berpindah melalui interaksi fundamental, yang dapat diubah bentuknyanamun tak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Joule adalah satuan SI untuk energi, diambil dari jumlah yang diberikan pada suatu objek (melalui kerja mekanik) dengan memindahkannya sejauh 1 meter dengan gaya 1 newton. Temukan rumus energi dibawah ini.

Kerja dan panas adalah 2 contoh proses atau mekanisme yang dapat memindahkan sejumlah energi. Hukum kedua termodinamika membatasi jumlah kerja yang didapat melalui proses pemanasan-beberapa diantaranya akan hilang sebagai panas terbuang.

Jumlah maksimum yang dapat digunakan untuk kerja disebut energi tersedia. Sistem seperti mesin dan benda hidup membutuhkan energi tersedia, tidak hanya sembarang energi. Energi mekanik dan bentuk-bentuk energi lainnya dapat berpindah langsung ke bentuk energi panas tanpa batasan tertentu.

 


 

Rumus Energi Mekanik

Energi mekanik adalah jumlah dari energi potensial dan energi kinetik.

{\displaystyle E_{m}=E_{p}+E_{k}}

Energi potensial

Energi potensial adalah energi yang dimiliki suatu benda karena memiliki ketinggian tertentu dari tanah. Energi potensial ada karena adanya gravitasi bumi. Dapat dirumuskan sebagai:

{\displaystyle E_{p}=m\times g\times h}

Keterangan:

  • Ep: Energi potensial (J)
  • m: massa benda (kg)
  • g: percepatan gravitasi (m/s2)
  • h: tinggi benda dari permukaan tanah (meter)

 

Energi kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena geraknya. Energi kinetik dipengaruhi oleh massa benda dan kecepatannya.

{\displaystyle E_{k}={\frac {1}{2}}\times m\times v^{2}}

Keterangan:

  • Ek: Energi kinetik (J)
  • m : massa benda (kg)
  • v : kecepatan benda (m/s)

 

Energi kinetik pegas

{\displaystyle E_{k}={\frac {1}{2}}\times k\times x^{2}}

Keterangan:

  • Ek: Energi kinetik pegas (J)
  • k : konstanta pegas (N/m²)
  • x : perpanjangan pegas (m)

 

Energi kinetik relativistik

{\displaystyle E_{k}=(\gamma -1)E_{0}=(\gamma -1)m_{0}c^{2}}

 


 

Energi Mekanika Klasik

Dalam mekanika klasik, energi yang properti yang berguna secara konsep dan matematis. Beberapa perumusan mekanika telah dikembangkan menggunakan energi sebagai konsep utama.

Kerja, sebuah bentuk energi, adalah gaya dikali jarak.

{\displaystyle W=\int _{C}\mathbf {F} \cdot \mathrm {d} \mathbf {s} }

Disini dikatakan bahwa kerja ({\displaystyle W}) sama dengan integral garis dari gaya F sepanjang lintasan C; untuk lebih detailnya lihat pada artikel kerja mekanik. Kerja dan energi adalah tergantung kerangka.

Total energi dalam sistem terkadang disebut Hamiltonian, diambil dari nama William Rowan Hamilton. Persamaan gerak klasik dapat ditulis dalam bentuk Hamiltonian, meski untuk sistem yang sangat kompleks dan abstrak. Persamaan klasik ini memiliki analogi langsungnya dalam mekanika kuantum nonrelativistik.

Konsep lain berkaitan dengan energi disebut sebagai Lagrangian, diambil dari nama Joseph-Louis Lagrange. Formulasi ini sama pentingnya dengan Hamiltonian, dan keduanya dapat digunakan untuk menurunkan atau diturunkan dari persamaan gerak. Konsep ini ditemukan dalam konteks mekanika klasik, namun berguna secara umum untuk fisika modern. Konsep Lagrangian didefinisikan sebagai energi kinetik minus energi potensial. Umumnya, konsep Lagrange secara matematis lebih mudah digunakan daripada Hamiltonian untuk sistem non-konservatif (seperti sistem dengan gaya gesek).

 


 

Rumus Persamaan Energi

Jarak pengereman teoritis dapat ditemukan dengan menentukan pekerjaan yang diperlukan untuk menghilangkan energi kinetik kendaraan.

Rumus energi kinetik E diberikan oleh rumus:

E={\frac {1}{2}}mv^{{2}},
yang di mana m adalah massa kendaraan dan v adalah kecepatan pada awal pengereman.

 

Pekerjaan W dilakukan dengan pengereman diberikan oleh:

W=\mu mgd,
di mana μ adalah koefisien gesekan antara permukaan jalan dan ban, g adalah gravitasi Bumi, dan d adalah jarak yang ditempuh.

Jarak pengereman (yang biasanya diukur sebagai panjang skid) diberikan kecepatan mengemudi awal v kemudian ditemukan dengan menempatkan W = E, dari mana ia mengikutinya

d={\frac {v^{{2}}}{2\mu g}}.
Kecepatan maksimum yang diberikan jarak pengereman yang tersedia d diberikan oleh:

v={\sqrt {2\mu gd}}.

 

Rumus Energi

 

Jenis-Jenis Energi

1. Rumus energi kinetik

Energi kinetik adalah bagian energi yang berhubungan dengan gerakan suatu benda.

{\displaystyle E_{k}=\int \mathbf {v} \cdot \mathrm {d} \mathbf {p} }

Persamaan di atas menyatakan bahwa energi kinetik ({\displaystyle E_{k}}) sama dengan integral dari perkalian dot kecepatan ({\displaystyle \mathbf {v} }) sebuah benda dan momentum benda mendekati nol ({\displaystyle \mathbf {p} }).

 

2. Energi potensial

Berlawanan dengan energi kinetik, yang adalah energi dari sebuah sistem dikarenakan gerakannya, atau gerakan internal dari partikelnya, energi potensial dari sebuah sistem adalah energi yang dihubungkan dengan konfigurasi ruang dari komponen-komponennya dan interaksi mereka satu sama lain. Jumlah partikel yang mengeluarkan gaya satu sama lain secara otomatis membentuk sebuah sistem dengan energi potensial. Gaya-gaya tersebut, contohnya, dapat timbul dari interaksi elektrostatik (lihat hukum Coulomb) atau gravitasi.

 

3. Energi dalam

Energi internal adalah energi kinetik dihubungkan dengan gerakan molekul-molekul, dan energi potensial yang dihubungkan dengan getaran rotasi dan energi listrik dari atom-atom di dalam molekul. Energi internal seperti energi adalah sebuah fungsi keadaan yang dapat dihitung dalam sebuah sistem.

 


 

Rumus Termodinamika Entropi

Termodinamika adalah fisika energi, panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika berhubungan dekat dengan mekanika statistik di mana hubungan termodinamika berasal. Temukan Rumus Termodinamika Entropi… Klik disini untuk membaca lebih lanjut tentang Rumus Termodinamika Entropi beserta contoh soal dan jawaban.

 


 

Contoh Soal dan Jawaban dari Energi

1. Energi Kinetik: Sepeda motor sport bermassa 200 kg bergerak dengan kecepatan 10 m/s. Energi kinetik sepeda motor tersebut sama dengan…

A. 1.000 J
B. 5.000 J
C. 8.000 J
D. 10.000 J

Pembahasan:
Dik: m = 200 kg, v = 10 m/s
Dit: Ek = …

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh benda karena kelajuan atau kecepatannya. Besar energi kinetik yang dimiliki oleh sebuah benda berbanding lurus dengan hasil kali massa dan kuadrat kecepatannya.
Ek = ½ m.v2

Keterangan:
m = massa benda (kg)
v = kelajuan benda (m/s)

Energi kinetik sepeda motor:
⇒ Ek = ½ m.v2
⇒ Ek = ½ (200) (10)2
⇒ Ek = 100 (100)
⇒ Ek = 10.000 J
Jawaban: D

 

2. Sebuah benda bermassa 4 kg memiliki energi kinetik 200 J ketika bergerak dilintasan lurus. Jika gesekan antara permukaan lintasan dan benda diabaikan, perkirakan kecepatan benda tersebut!

Jawaban:
Dik: Ek = 200 J; m = 4 kg
Dit: v = …..?

Penyelesaian:

  • Ek = 1/2 m.v2
  • Rumus Menghitung kecepatan
  • Menghitung kecepatan
  • v = 10 m/s

 

3. Sebuah benda dikatakan memiliki energi kinetik sebesar 200 J karena benda tersebut bergerak dengan kecepatan 36 km/jam. Perkirakan besar massa benda tersebut!

Jawaban:
Dik: Ek = 200 Jv = 36 km/jam = 10 m/s
Dit: m = …?

Penyelesaian:

  • Ek = 1/2 m.v2
  • m = 2Ek/v2
  • m = 2 (200)/102
  • m = 4 kg

 

4. Usaha untuk Memindahkan Benda: Andi mendorong sebuah balok bermassa 10 kg melalui bidang miring licin yang panjangnya 5 meter. Jika gaya dorong yang diberikan Andi adalah 80 N, maka besar usaha yang dilakukan Andi untuk memindahkan balok tersebut ke puncak bidang miring adalah…

A. 500 J
B. 400 J
C. 300 J
D. 200 J

Pembahasan:
Dik:F = 80 N, m = 10 kg, s = 5 m
Dit: W = …. ?

Usaha adalah energi yang dibutuhkan untuk memindahkan suatu benda. Besar usaha berbanding lurus dengan hasil kali gaya dengan perpindahan benda.
W = F . s

Keterangan:
W = usaha yang dilakukan (J)
F = gaya yang sejajar dengan perpindahan (N)
s = pepindahan benda (m).

Dalam kasus ini kebetulan gaya dorong sudah sejajar dengan perpindahan dan besar perpindahan juga sudah diketahui. Dengan demikian, usaha yang dilakukan Andi adalah:
⇒ W = F . s
⇒ W = 80 . 5
⇒ W = 400 J
Jawaban: B

 

5. Usaha Total: Tiga buah gaya masing-masing 10 N, 30 N, dan 40 N bekerja pada sebuah benda. Gaya pertama menarik benda ke kiri, gaya kedua menarik benda ke kanan, gaya ketiga mendorong benda ke kiri. Jika benda berpindah sejauh 0,5 meter, maka usaha yang dilakukan oleh ketiga gaya tersebut adalah…

A. 10 J
B. 15 J
C. 20 J
D. 30 J

Pembahasan:
Dik: F1 = 10 N, F2 = 30 N, F3 = 40 N, s = 0,5 m
Dit: W = … ?

Untuk menentukan usaha yang dilakukan oleh resultan ketiga gaya tersebut, maka kita harus memperhatikan arah gayanya. Dari soal diketahui bahwa F1 dan F3 serah yaitu sama-sama ke kiri sedangkan F2 ke kanan.

Resultan gayanya:
⇒ ∑F = (F1 + F3) – F2
⇒ ∑F = (10 + 40) – 30
⇒ ∑F = 20 N

Usaha yang dilakukan oleh ketiga gaya tersebut:
⇒ W = ∑F .
⇒ W = 20 . 0,5
⇒ W = 10 J
Jawaban: A

 

6. Energi Potensial: Sebuah benda bermassa 8 kg berada pada ketinggian 5 meter di atas permukaan tanah. Jika percepatan gravitasi 9,8 N/kg, maka energi potensial benda tersebut adalah…

A. 392 J
B. 354 J
C. 260 J
D. 240 J

Pembahasan :
Dik: m = 8 kg, h = 5 m, g = 9,8 N/kg
Dit: Ep =… ?

Energi potensial adalah energi yang tersimpan dan dimiliki oleh benda karena posisinya. Besar energi potensial yang dimiliki oleh sebuah benda berbanding lurus dengan hasil kali massa, gravitasi, dan ketinggiannya.
Ep = m.g.h

Keterangan:
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (N/kg atau m/s2)
h = ketinggian benda (m).

Energi potensial benda:
⇒ Ep = m.g.h
⇒ Ep = 8 (9,8) (5)
⇒ Ep = 392 J
Jawaban: A

 

7. Sebuah benda massanya 2 kg jatuh bebas dari puncak gedung bertingkat yang tingginya 100 m. Apabila gesekan dengan udara diabaikan dan g = 10 m s–2 maka usaha yg dilakukan oleh gaya berat sampai pada ketinggian 20 m dari tanah adalah…

A. 200 joule
B. 400 joule
C. 600 joule
D. 1.600 joule
E. 2.400 joule

Pembahasanc & jawaban:
Usaha, perubahan energi potensial gravitasi:
W = mgΔ h
W = 2 x 10 x (100 − 20)
W = 1600 J
Jawaban: D 1600 J

 

8. Energi Kinetik Benda pada Ketinggian Tertentu: Budi menjatuhkan sebuah batu bermassa 2 kg dari ketinggian 20 meter sehingga batu bergerak jatuh bebas. Jika percepatan gravitasi 10  m/s2, maka energi kinetik batu setelah berpindah sejauh 5 meter dari posisi awalnya adalah…

A. 100 J
B. 80 J
C. 60 J
D. 50 J
E. 40 J

Petunjuk penyelesaian:
Pada gerak jatuh bebas, kecepatan awal benda adalah nol. Jika kecepatan awal benda adalah 20 meter, maka setelah berpindah sejauh 5 meter, ketinggian benda menjadi 15 meter. Ingat pada gerak jatuh bebas, perpindahan tidak sama dengan ketinggian.

Untuk menentukan energi kinetik benda pada ketinggin tertentu, maka kita harus mencari kecepatan benda pada ketinggian tersebut. Berdasarkan konsep gerak jatuh bebas, kecepatan benda pada ketinggian tertentu dapat dihitung dengan rumus:
⇒ Vt2 = 2.g.h

Keterangan :
Vt = kecepatan setelah t detik (m/s)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h = ketinggian benda (m).

Berdasarkan soal:
Dik : m = 2 kg, ho = 20 m, h = 5 m, h’ = ho – h = 20 – 5 = 15 m
Dit : Ek = ….?

Cara pertama:
Kecepatan batu setelah berpindah 5 meter:
⇒ Vt2 = 2.g.h
⇒ Vt2 = 2 (10) (5)
⇒ Vt2 = 100

Energi kinetik batu pada ketinggian 15 meter:
⇒ Ek = ½ m.Vt2
⇒ Ek = ½ 2. (100)
⇒ Ek = 100 J

Cara kedua:
Dengan menggunakan hukum kekekalan energi mekanik:
⇒ Em1 = Em2
⇒ Ep1 + Ek1 = Ep2 + Ek2
⇒ m.g.h + ½ m.v12 = m.g.h’ + Ek
⇒ 2 (10) (20) + 0 = 2 (10) (15) + Ek
⇒ 400 = 300 + Ek
⇒ Ek = 400 – 300
⇒ Ek = 100 J

Jawaban: A

 

9. Energi Kinetik Benda Setelah t Detik: Sebuah benda bermassa 2 kg mula-mula diam diberi gaya sehingga mengalami percepatan konstan sebesar 4 m/s². Energi kinetik benda pada detik ke-5 adalah…

A. 500 J
B. 400 J
C. 300 J
D. 250 J
E. 200 J

Petunjuk penyelesaian:
Pada soal disebutkan bahwa benda mula-mula diam. Itu artinya kecepatan awal benda sama dengan nol. Sesuai dengan konsep GLBB, kecepatan benda setelah t detik dapat dihitung dengan rumus berikut:
⇒ Vt = Vo + at

Keterangan:
Vt = kecepatan setelah t detik (m/s)
Vo = kecepatan awal benda (m/s)
a = percepatan benda (m/s²)
t = waktu (s).

Berdasarkan soal:
Dik : m = 2 kg, Vo = 0, a = 4 m/s², t = 5 s
Dit : Ek = …?

Kecepatan benda pada detik kelima:
⇒ Vt = Vo + at
⇒ Vt = 0 + 4(5)
⇒ Vt = 20 m/s<

Energi kinetik benda pada detik kelima:
⇒ Ek = ½ m. Vt2
⇒ Ek = ½ (2). (20)2
⇒ Ek = 400 J
Jawaban : B

 

10. Sebuah benda berbentuk silinder berongga ( I = mR2 ) dengan jari-jari R. Benda bergerak menggelinding tanpa tergelincir mendaki bidang miring kasar yang mempunyai sudut elevasi a dengan sin a = 0,8 , Jika percepatan gravitasi g = 10 m/s dan kecepatan awal benda itu 8 m/s, panjang lintasan bidang miring yang ditempuh benda sebelum berhenti adalah… m 

Jawaban:
Mg sin a s = v2
10. 0,8 . s = 82
8s = 64
S = 64/8 = 8 meter

 

11. Berapakah besar usaha yang dilakukan pada sebuah benda oleh gaya yang menahanya ketika benda diturunkan sepanjang jarak vertical h ? Berapa banyak usaha yang dilakukan gaya berat ( gaya gravitasi ) padanya dalam proses yang sama ?

Jawaban:

Gaya menahan adalah mg, dimana m adalah massa dari benda . Arahnya ke atas sedangkan pergeseran ke bawah . Jadi usaha yang dilakukan adalah :

Fs cos ϴ = ( mg ) ( h ) ( cos 180° ) = -mgh

Gaya gravitasi yang bekerja pada benda adalah mg , tetapi arahnya ke bawah dengan arah yang sama dengan pergeseran . Usaha yang dilakukan pada benda oleh gaya gravitasi adalah :

Fs cos ϴ = ( mg ) ( h ) ( cos o° ) = mgh
12. Sebuah tangga panjang 3,0 m berat 200 N , pusat beratnya 120 cm dari ujung bawah. Pada ujungnya yang lain terdapat benda seberat 50 N. Tangga terletak ditanah. Berapakah usaha yang diperlukan untuk mengangkat tangga hingga berdiri tegak ?

Jawaban:
Usaha untuk melawan gaya berat ini terdiri dari dua bagian : Usaha untuk mengangkat pusat gravitasi ( = pusat massa tangga ) setinggi 120 cm dan usaha untuk mengangkat beban pada ujung tangga setinggi 3 m. Maka

Usaha = ( 200 N ) ( 1,20 m ) + ( 50 N ) ( 3 m ) = 390 J

 

13. Hitunglah usaha yang diperlukan agar pompa dapat memompakan 600 liter minyak ke dalam tangki setinggi 20 cm . Satu cc minyak massanya 0,82 gram . Satu liter adalah 1000 cm3.

Minyak yang dipindahkan, massanya:

( 600 liter ) x ( 100 cm3/liter ) x ( 0,82 g/cm3 ) = 492000 g = 492 Kg

 

14. Sebuah benda bermassa 2 kg jatuh sejauh 400 cm. A. Hitung usaha yang dilakukan gaya gravitasi pada benda itu. B Energi potensial gravitasi benda itu berkurang , berapa berkurangnya ?

Jawaban:
Bumi menarik benda dengan gaya mg, sedangkan perpindahan yang terjadi adalah 4 m dalam arah gaya. Maka usaha yang dilakukan gaya gravitasi adalah :

( mg ).( 4 m ) = ( 2 x 9,8 N ) ( 4 m ) = 78 J

Perubahan EPG benda itu adalah mghf – mgho, dengan ho dan hf adalah ketinggian semula dari terakhir benda itu dihitung terhadap sesuatu permukaan acuan. Maka :

Perubahan EPG = mghf – mgho = mg( hf – ho ) = (2).( 9,8 ).( -4 m ) = – 78 J

EPG yang hilang adalah 78 J
15. Sebuah benda 0,20 kg terletak diatas lantai licin . Pada benda itu bekerja gaya sebesar 1,50 N dalam arah datar. Setelah benda itu menempuh 30 Cm berapakah lajunya ?

Jawab :

Usaha yang dilakukan gaya pada benda itu menghasilkan penambahan energy kinetic dalam jumlah yang sama .

Usaha yang dilakukan = ( EK ) akhir – ( EK ) awal atau Fs cos 0° = ½ mvf 2 – 0

Setelah disubtitusi harga harga yang diketahui = ( 1,50 N ). ( 0,30 m ) = 1/2. ( 0,20 kg )v2f atau vf = 2.1 m/s

 

16. Muatan gandum akan dibongkar dari palka kapal dengan mesin elevator. Alat ini dapat mengangkat gandum setinggi 12 m sebanyak 2,0 kg setiap detik , untuk kemudian dijatuhkan dengan kecepatan 3,0 m/s . Mesin dengan HP berapakh sedikit-sedikitnya dapat mengerjakan ini ?

Jawaban:
Daya yang dihasilkan motor adalah

Daya = Perubahan EK + Perubahan EPG / Waktu yang diperlukan = ½ m(v 2f – v2o ) + mgh / t = m/t ( ½ ( 9)+ ( 9,8 m/s ) ( 12 m )

Massa yang diangkut/ dipindahkan per detik , m/t adalah 2 kg/s , Dengan menggunakan nilai ini, kita peroleh daya sama dengan 244 W atau 0,327 HP.

 

17. Sebuah kereta api 60000 kg ditarik gaya 3000 N diatas rel yang miringnya 1% ( untuk setiap jarak horizontal 100 m , kereta api akan mendaki sejauh 1 m ). Kereta api itu mengalami gesekan 4000 N kalau kecepatan mulanya 12 m/s, berapakah jarak s yang harus ditempuh kereta api sebelum kecepatanya tinggal 9 m/s ?

Jawaban:
Perubahan energy total kereta api disebabkan usaha oleh gaya gesekan dari alat penarik kereta api

Perubahan EK + Perubahan EPG = Wpenarik + W gesek
= ½ m ( v2f – v2o ) + mg( 0,01s ) = ( 3000 N ) (s) (1) + ( 4000 N )(s)( -1 )

Dari sini diperoleh s = 275 m

 

18. Sebuah mobil yang berjalan dengan kecepatan 15 m/s dihentikan dengan jarak 2,0 m ketika akan menabrak tumpukan sampah. Berapakah besar gaya rata-rata yang dihasilkan sabuk pengaman mobil kepada penumpang 90 kg ketika mobil dihentikan ?

Kita misalkan bahwa sabuk pengaman menghentikan penumpang dalam 2,0 m . Gaya F yang dihasilkan bekerja sepanjang jarak 2 m dan mengurangi energy kinetic ( tenaga gerak ) dari penumpang menjadi nol. Jadi ,

Perubahan dalam energy kinetic penumpang = usaha yang dilakukan oleh F
0 – ½ ( 90 kg ) ( 15 m/s ) = F ( 2,0 m ) ( -1 )

Di mana cos ϴ = -1 karena gaya yang menahan penumpang berlawanan arah dengan pergeseran , didapati F = 5,06 kN

19. Sebuah peluru ditembakan dengan kecepatan awal 20 m/s ke atas . berapa ketinggian yang dicapai kalau kecepatanya tinggal 8,0 m/s ? gesekan udara boleh diabaikan.

Perubahan KE + Perubahan EPG = 0
½ mv2f – ½ mv2o + ( mg ) ( hf – ho ) = 0

Kita ingin mencari hf-ho dengan mengerjakan sedikit secara aljabar , kita peroleh :
Hf – ho = – vf2 – vo2 / 2g = – ( 8 m/s )2 – ( 20 m/s )2 / 2.( 9,8 m/s ) = 17,1 m

 

20. Pegas digantungi beban bermassa 1 kg sehingga pegas mengalami pertambahan panjang 2 cm. Jika percepatan gravitasi 10 m/s2, tentukan (a) konstanta pegas (b) usaha yang dilakukan oleh pegas pada beban.

Pembahasan
Diketahui :
Massa (m) = 1 kg
Percepatan gravitasi (g) = 10 m/s2
Pertambahan panjang pegas (x) = 2 cm = 0,02 meter

Ditanya: konstanta pegas dan usaha yang dilakukan oleh gaya pegas.
Jawaban:
(a) Konstanta pegas
Rumus hukum Hooke:
F = k x.
Balik rumus ini untuk menghitung konstanta pegas :
k = F / x = w / x = m g / x
k = (1)(10) / 0,02 = 10 / 0,02
k = 500 Newton/meter
(b) Usaha yang dilakukan oleh gaya pegas
W = – ½ k x2
W = – ½ (500)(0,02)2
W = – (250)(0,0004)
W = -0,1 Joule
Usaha yang dilakukan oleh gaya pegas pada beban bernilai negatif karena arah gaya pegas berlawanan dengan dengan arah perpindahan beban.

 

21. Sebuah benda 0,50 kg bergeser di atas meja dengan kecepatan mula-mula 20 cm/s , dan setelah 70 cm benda berhenti. Berpakah gaya gesek yang dialaminya.

Jawaban:

Energi kinetic dari balok berkurang karena terjadi perlambatan oleh gaya gesekan. Berarti ;
Perubahan pada energy kinetic dari balok = usaha yang dilakukan pada balok oleh gaya gesekan

½ mv2f – ½ mv2o = fs cos ϴ

Berhubung gaya gesekan pada balok berlawanan arah dengan pergeseran , maka cos ϴ = -1. Dengan menggunakan vf = 0 , vo = 0,20 m/s dan s = 0,70 m , kita peroleh

0 – ½ ( 50 kg ).( 0,20 m/s ) = f ( 0,70 m ) ( -1 )

Dari mana f = 0,0143 N

 

Bacaan Lainnya

 

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

 

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Physics Classroom

                       

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2019-01-15T20:34:58+07:00 Mei 27th, 2018|IPA|0 Comments

Leave A Comment