fbpx

Tingkat Gelar Kebangsawanan Eropa – Dari Teratas (Raja) sampai Terbawah (Knight)

Gelar-Gelar Kebangsawanan

Di Eropa pada abad pertengahan dan sebelumnya, sebuah kekaisaran atau kerajaan biasanya tidak memiliki pemerintahan terpusat. Beberapa daerah dan wilayah dalam sebuah monarki besar (kekaisaran atau kerajaan) biasanya dikelola dan dipimpin oleh bangsawan yang memiliki kekuasaan otonomi, mirip dengan sistem republik federal yang memberikan kewenangan pada tiap pemimpin daerah untuk mengelola daerahnya sendiri tanpa campur tangan yang terlalu banyak dari pusat. Tingkat gelar kebangsawanan Eropa berbeda-beda.

Perbedaan gelar kebangsawanan Eropa, juga berdampak pada besarnya jumlah kekuasaan yang mereka pegang. Peringkat dan gelar tersebut biasanya dianugerahkan oleh kaisar atau raja yang menjadi pemimpin para bangsawan tersebut, yang pada banyak kasus kemudian gelar tersebut dapat diwariskan kepada keturunan mereka.

Setiap daerah di Eropa memiliki tingkatan kebangsawanan masing-masing yang memiliki beberapa perbedaan antara satu negara dengan negara lainnya. Beberapa gelar di suatu negara terkadang tidak memiliki padanannya di negara dan bahasa lain, meski masih dalam satu lingkup benua Eropa. Namun begitu, beberapa tingkatan yang umum diketahui di benua Eropa adalah: emperor (kaisar), king (raja), duke (adipati), marquesscount atau earlviscount dan baron.

 

Tingkat Gelar Kebangsawanan Eropa

Ratu Alexandra dari Denmark (kanan) mengenakan Tiara Kokoshnik Rusia, dengan putrinya Putri Louise (kiri) mengenakan Tiara Fife dan ibunya Ibu Suri Louise (tengah), semuanya mengenakan Tiara. Sumber foto: Wikipedia

 

Tingkatan Gelar Kebangsawanan Eropa

1. Emperor (Empress) = Kaisar

Emperor adalah tingkat kebangsawanan dan penguasa monarki tertinggi dalam tingkatan kebangsawanan Eropa. Gelar ini berasal dari bahasa Prancis kuno empereor, berasal dari bahasa Latin imperator) yang awalnya bermakna “komandan” pada Republik Romawi. Dalam bahasa Indonesia, gelar yang dapat disepadankan dengan emperor adalah kaisar dan maharaja. Dalam penggunaannya, kaisar lebih bersifat umum, sedangkan maharaja lebih berkonotasi pada kaisar Hindu. Wilayah kekuasaan emperor disebut empire yang dapat disejajarkan dengan “kekaisaran” atau “kemaharajaan” dalam bahasa Indonesia.

Bentuk wanita dari gelar kebangsawanan Eropa ini adalah empress dan dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni empress regnant yang merupakan seorang wanita yang memerintah empire atas namanya sendiri atau empress consort yang merupakan istri dari emperor. Dalam bahasa Indonesia, gelar yang dapat disejajarkan dengan empress secara umum adalah maharani. Sedangkan khusus mengindikasikan empress consort, cukup menggunakan “permaisuri kaisar” atau “permaisuri maharaja”.

Beberapa gelar non-Eropa yang dapat disejajarkan dengan emperor dan empress adalah:

  • PadisyahBadisyahBadsyah (پادشاه‎‎). Digunakan oleh Kekaisaran Utsmani sejak abad lima belas dan Kekaisaran Mughal.
  • Nəgusä Nägäst. Gelar untuk Kaisar Ethiopia. Bentuk wanita dari gelar ini adalah nəgəstä nägäst.
  • Huángdì (皇帝). Gelar untuk Kaisar Tiongkok. Digunakan sejak tahun 221 SM. Digunakan oleh pria dan wanita.
  • Tennō (天皇). Gelar untuk Kaisar Jepang. Digunakan oleh pria dan wanita.
  • Samrāṭ atau Chakravartin. Gelar untuk kaisar di anak benua India.
  • Khagan. Gelar untuk Kaisar Mongolia.
  • Sultan dapat disejajarkan dengan emperor maupun king.

 

2. King (Queen) = Raja, Ratu

King berasal dari bahasa Jerman kuningaz, yang bermakna “putra bangsa.” Gelar yang sepadan dalam bahasa Indonesia untuk king adalah raja dan wilayah kekuasaan king disebut kingdom, dapat disejajarkan dengan “kerajaan” dalam bahasa Indonesia. Kedudukan king (raja) secara umum berada di bawah emperor (kaisar atau maharaja), sedang king yang berdaulat lebih tinggi daripada king yang menjadi bawahan pemimpin lain.

Bentuk wanita dari king adalah queenQueen berasal dari bahasa Jerman kwoeniz atau kwenon yang bermakna “istri.” Queen sendiri dapat digunakan sebagai gelar bagi seorang wanita yang memimpin kerajaan (queen regnant) atau sebatas istri dari king (queen consort). Dalam bahasa Indonesia, gelar yang sepadan dengan queen secara umum, baik dalam konteksnya sebagai penguasa atau sebatas istri penguasa, adalah ratu. Sedangkan permaisuri, atau lebih spesifiknya, permaisuri raja, hanya dapat disejajarkan dengan queen dalam konteksnya sebagai istri penguasa (queen consort).

Beberapa gelar non-Eropa yang dapat disejajarkan dengan king dan queen adalah:

  • Syah (شاه‎‎). Raja Persia.
  • Khan. Gelar yang awalnya untuk pemimpin Mongolia.
  • 王 (pinyin: wáng, Korea: (hangeul: 왕) wang, romaji: ō). Gelar untuk raja di Asia Timur. Di Jepang, gelar ini juga ditujukan pangeran yang merupakan kerabat jauh kaisar. Di Korea, wang dapat juga digunakan untuk ratu (wanita yang memimpin kerajaan), meskipun terkadang juga digunakan istilah yeowang (여왕). Di Jepang, bentuk wanita dari ō adalah joō (女王) yang digunakan untuk merujuk pada ratu yang memimpin kerajaan, sedangkan istilah untuk permaisuri raja adalah ōhi (王妃).
  • Malik (ملك‎‎). Gelar untuk raja dalam bahasa Arab. Bentuk wanitanya adalah malikah (ملكة‎‎).
  • Firaun. Gelar untuk pemimpin Mesir kuno. Digunakan oleh pria dan wanita.
  • Sultan dapat disejajarkan dengan emperor maupun king.

High King

High King adalah gelar yang digunakan oleh king yang memiliki senioritas di atas king lain, tanpa menyandang gelar emperor. Gelar lain yang setara dengan hing kingadalah king of kings atau raja diraja.

 

3. Duke (Duchess) = Adipati

Duke adalah salah satu gelar kebangsawanan Eropa yang kedudukannya di bawah king. Gelar ini diturunkan dari bahasa Latin dux atau pemimpin, gelar yang disandang untuk pemimpin militer Republik Romawi. Penganugerahan gelar duke seringnya sangat terbatas pada keluarga kerajaan atau pada mereka yang dipandang memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan layak di mata keluarga kerajaan. Gelar di Indonesia yang dapat disepadankan dengan duke adalah bhre (gelar untuk keluarga istana yang memimpin provinsi dalam Kerajaan Majapahit) dan adipati.

Bentuk wanita dari gelar ini adalah duchess yang dapat mengindikasikan seorang wanita yang menyandang gelar tersebut atas namanya sendiri, atau hanya sebatas istri dari dukeDuchess dapat diterjemahkan menjadi istri adipati atau adipati wanita jika dia menyandang gelar tersebut atas namanya sendiri, bukan karena pernikahan. Walaupun demikian, Ratu Elizabeth II menyandang gelar Duke of Normandy di Kepulauan Channel dan Duke of Lancaster di Lancashire, dan bukan duchess.

Wilayah kekuasaan duke atau duchess disebut duchy. Status duchy dapat berupa negara berdaulat ataupun wilayah bagian dari sebuah kerajaan (kingdom) atau kekaisaran (empire). Di masa modern, banyak orang yang menyandang gelar duke atau duchess hanya sebatas gelar kehormatan dan kebangsawanan semata tanpa wilayah kekuasaan. Duchy dapat disepadanakan dengan kadipaten di Indonesia. Contoh kadipaten di Indonesia yang masih bertahan adalah Mangkunegaran dan Paku Alaman.

Grand Duke (Adipati)

Seiring berjalannya waktu, pamor duke semakin menurun pada Abad Pertengahan lantaran gelar ini kerap diberikan kepada penguasa feudal dengan wilayah kekuasaan yang sempit, menjadikan kemudian dibentuklah sebuah gelar baru, yakni grand duke. Gelar ini dapat diterjemahkan sebagai adipati agung dalam bahasa Indonesia.

Di Eropa Barat, gelar ini pertama kali disandang penguasa wilayah Tuscana yang berada di semenanjung Italia. Grand duke menunjukkan penguasa monarki yang memiliki peran penting dalam bidang politik, militer, ataupun ekonomi, tetapi tidak cukup besar untuk dipandang sebagai kerajaan. Bentuk wanita dari gelar ini adalah grand duchess dan wilayah kekuasaannya disebut grand duchy. Di masa sekarang, satu-satunya negara berdaulat yang berbentuk grand duchy adalah Luksemburg.

Archduke

Dalam gelar kebangsawanan Eropa, Archduke (wanita: archduchess) adalah gelar yang digunakan sejak 1358 oleh penguasa dari wangsa Habsburg yang memerintah Austria. Dalam konteks ini, gelar ini diterjemahkan menjadi adipati agung dalam bahasa Indonesia sebagaimana grand duke, meskipun keduanya adalah gelar yang berbeda. Di dalam Kekaisaran Romawi Suci, gelar ini berada di bawah emperor dan king dan di atas grand duke (diperdebatkan) dan duke. Wilayah kekuasaan archduke disebut archduchy.

Kemudian semenjak abad keenam belas, gelar archduke dan archduchess disandang oleh semua anggota Dinasti Habsburg tanpa disertai wilayah kekuasaan. Dalam konteks ini, pengertian gelar ini bergeser menjadi pangeran dan putri dalam bahasa Indonesia, dan bukannya adipati agung sebagaimana awal mula penggunaannya.

 

3. Prince (Princess) = Pangeran, Tuan Putri

Prince adalah salah satu gelar kebangsawanan Eropa dalam bahasa Inggris dan disepadankan dengan “pangeran” dalam bahasa Indonesia. Bentuk wanita dari gelar ini adalah princess yang disepadankan dengan “putri” dalam bahasa Indonesia.

Meskipun sering diidentikan dengan gelar untuk keturunan raja atau kaisar, prince sebenarnya juga merupakan gelar untuk kepala monarki yang tingkatannya di bawah raja. Hanya saja, bahasa Inggris menggunakan gelar yang sama untuk dua kedudukan yang berbeda tersebut, begitu juga dalam rumpun bahasa Roman yang lain. Hal ini berbeda dengan bahasa Belanda, Skandinavia, dan rumpun bahasa Slavia yang memiliki dua gelar berbeda untuk ini. Seperti dalam bahasa Jerman, pangeran yang menjadi pemimpin monarki disebut fürst (bentuk wanitanya fürstin), sedangkan pangeran yang merupakan keturunan penguasa monarki (kaisar, raja, atau fürst) disebut prinz (prinzessin untuk wanita). Baik fürst maupun prinz, keduanya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai prince.

Sebuah wilayah yang dipimpin seorang prince (fürst) disebut principality (fürstentum dalam bahasa Jerman) atau “kepangeranan” dalam bahasa Indonesia. Negara berdaulat yang berbentuk principality saat ini adalah Andorra, Liechtenstein, dan Monako. Di Eropa tengah, kedudukan fürst berada di bawah duke.

 

4. Marquess (Marchioness)

Marquess adalah gelar kebangsawanan Eropa yang berada di bawah duke dan di atas earl atau count. Pelafalan Prancis untuk gelar ini, marquis, kerap digunakan dalam bahasa Inggris. Wanita yang berada pada tingkatan ini, baik atas namanya sendiri maupun sebagai istri dari marquess, menyandang gelar marchioness di Britania Raya dan Irlandia atau marquise di tempat lain di Eropa. Di masa lalu, perbedaan antara marquess dan count adalah tanah kepemimpinan marquess, disebut march atau mark, berada di tanah perbatasan negara, sedangkan biasanya count tidak. Hal ini menjadikan seorang marquess dipercaya untuk melindungi negara dari potensi serangan negara tetangga, menjadikan kedudukannya berada di atas count.

 

5. Count (Countess)

Count (pria) atau countess (wanita) adalah gelar kebangsawanan Eropa yang memiliki bermacam-macam status. Kata ini diturunkan dari bahasa Prancis comte, dari bahasa Latin comes, yang bermakna sekutu, dan kemudian bermakna “sekutu kaisar” atau “duta kaisar.”

Di Kekaisaran Romawi Barat, count adalah pemimpin angkatan bersenjata tanpa peringkat yang spesifik. Sedangkan di Kekaisaran Romawi Timur pada abad ketujuh, count merujuk peringkat seorang pemimpin dari dua ratus orang. Pada masa Kekaisaran Karoling, count dapat diserupakan dengan gubernur yang memimpin sebuah provinsi atau wilayah lain yang lebih kecil. Wilayah kekuasaan count disebut county. Sistem peerage Inggris Raya tidak menggunakan gelar ini, tetapi menggunakan gelar earl.

 

6. Earl

Earl adalah gelar kebangsawanan. Di sistem peerage Inggris Raya, gelar ini berada di bawah marquess dan kedudukannya disamakan dengan count. Gelar ini berasal dari bahasa Inggris kuno, mirip bahasa Skandinavia jarl yang bermakna “kepala suku” yang memerintah sebuah wilayah atas nama raja. Tidak ada bentuk wanita dari kata earl, sehingga gelar countess menjadi padanan wanitanya, yang merujuk pada wanita yang berada di peringkat ini atas namanya sendiri, atau istri dari earl.

Awalnya earl berperan sebagai gubernur kerajaan. Berbeda dengan dukeearl tidak memerintah atas namanya sendiri. Di masa Inggris kuno, earl memiliki kewenangan terhadap wilayah mereka dan hak untuk pengadilan pada mahkamah provinsi sebagai duta raja. Mereka juga dapat menarik denda dan pajak. Pada masa perang, earl diberi amanah memimpin pasukan raja. Beberapa shire (istilah lama untuk sebuah bagian dalam satu wilayah dalam Inggris Raya) bersatu dan membentuk wilayah kesatuan yang lebih besar yang disebut earldom yang dikepalai seorang earl.

 

7. Viscount (Viscountess)

Viscount adalah gelar kebangsawanan Eropa yang memiliki beberapa macam status, tetapi secara historis berada pada peringkat menengah bawah. Di banyak negara, viscount awalnya bukan merupakan gelar turun-temurun hingga beberapa waktu belakangan dan memegang posisi tata usaha dan kehakiman. Bentuk wanita dari gelar ini adalah viscountess.

Kata viscount berasal dari bahasa Latin vice “wakil” dan comes “sekutu kaisar”. Pada masa Kekaisaran Karoling, raja mengutus count sebagai administrator sebuah provinsi dan wilayah yang lebih kecil sebagai gubernur dan komandan angkatan bersenjata, sedangkan viscount ditugaskan sebagai wakil count dalam mengurus provinsi, dan sering bertanggung jawab atas masalah kehakiman. Raja secara ketat menjaga agar jabatan count dan viscount tidak menjadi gelar turun-temurun, untuk menjaga kewenangan mereka dan menekan kemungkinan pemberontakan.

 

8. Baron (Baroness)

Baron adalah gelar kehormatan yang kerap dapat diwariskan. Bentuk wanita dari gelar ini adalah baroness. Dalam sistem peerage (sistem hukum yang terdiri dari gelar turun-temurun di berbagai negara, terdiri dari beberapa tingkatan bangsawan) di Inggris Raya, baron berada di tingkat paling rendah dan di bawah viscount.

 

9. Baronet (Baronetess)

Baronet adalah gelar kehormatan turun-temurun yang tidak termasuk ke dalam peerageBaronet tidak dipandang sebagai kelas bangsawan, atau termasuk bangsawan rendah. Bentuk wanitanya adalah baronetess.

 

10. Knight atau Sir

Knight adalah gelar kehormatan yang dianugerahkan oleh pemimpin monarki atau pemimpin politik lain kepada mereka yang telah berjasa terhadap monarki atau negara, biasanya dalam bidang ketentaraan.

Istilah dalam bahasa Indonesia yang hampir serupa dengan knight adalah ksatria. Pada abad pertengahan, knight dianggap sebagai kelas bangsawan rendah. Gelar dame digunakan sebagai padanan resmi dari knight untuk wanita diperkenalkan sejak tahun 1917 oleh Ordo Kekaisaran Britania.

 

Tingkat Gelar Kebangsawanan Eropa

Ratu Victoria pada penobatannya – abad ke-19. Sumber foto: Wikimedia

 

Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “ohh begitu ya…” akan sering terdengar jika Anda memasang applikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: AvictorianNobility Royalty

                      

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-06-26T03:11:45+00:00 Mei 30th, 2018|Geografi & Sejarah|0 Comments

Leave A Comment