Vitamin K

2 min read

Vitamin K

Vitamin K adalah sekelompok vitamin yang dibutuhkan tubuh untuk pembekuan darah, membantu penyembuhan luka.

Ada juga beberapa bukti vitamin ini juga dapat membantu menjaga kesehatan tulang. Vitamin ini dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan mencegah mineralisasi, di mana mineral menumpuk di arteri. Ini memungkinkan jantung memompa darah dengan bebas ke seluruh tubuh. Asupan vitamin K yang cukup juga terbukti menurunkan risiko stroke.

Sumber vitamin K yang baik

Vitamin ini ditemukan di:

Sayuran seperti bayam, asparagus, kedelai dan brokoli
Minyak sayur
Sereal gandum
Telur
Ayam
Daging sapi
Babi
Yogurt
Salmon
Telur
Stroberi
Hati sapi
Jumlah kecil juga dapat ditemukan dalam daging dan produk susu.
Kacang hazel
Anggur
Tomat
Minyak zaitun
Timun Jepang
Mangga
Buah pir
Kentang panggang
Ubi

Tanda-tanda Kekurangan

Kekurangan vitamin ini pada orang dewasa jarang terjadi, tetapi dapat terjadi pada orang yang mengonsumsi obat yang memblokir metabolisme vitamin K seperti antibiotik, atau pada orang dengan kondisi yang menyebabkan malabsorpsi makanan dan nutrisi. Kekurangan juga mungkin terjadi pada bayi baru lahir karena vitamin ini tidak melewati plasenta, dan ASI mengandung jumlah yang rendah. Jumlah protein pembekuan darah yang terbatas saat lahir meningkatkan risiko perdarahan pada bayi jika tidak diberi suplemen vitamin ini. Berikut ini adalah tanda-tanda defisiensi yang paling umum.

Waktu yang lebih lama untuk pembekuan darah atau waktu protrombin yang lebih lama (seperti yang diukur di ruang praktik dokter)

Berdarah
Pendarahan
Osteopenia atau osteoporosis (osteopenia keropos tulang tidak separah pada osteoporosis. Itu berarti seseorang dengan osteopenia lebih mungkin mengalami patah tulang daripada seseorang dengan kepadatan tulang normal tetapi lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami patah tulang dibandingkan seseorang dengan osteoporosis.)

Jenis bentuk vitamin K

K1: Phylloquinone sebagian besar ditemukan dalam sayuran berdaun hijau, minyak nabati dan produk susu.
K2: Menaquinone disintesis oleh flora usus.
K3: Menadione adalah sintetis, bentuk larut dalam air yang tidak lagi digunakan secara medis karena kemampuannya menghasilkan anemia hemolitik (penyakit kurang darah akibat penghancuran sel darah merah lebih cepat dibandingkan pembentukannya).

Berapa banyak vitamin K yang saya butuhkan?

Orang dewasa membutuhkan sekitar 1 mikrogram vitamin K sehari untuk setiap kilogram berat badan mereka.

Misalnya, seseorang dengan berat 65kg membutuhkan 65 mikrogram vitamin K sehari, sedangkan orang dengan berat 75kg membutuhkan 75 mikrogram sehari.

Mikrogram 1.000 kali lebih kecil dari satu miligram (mg). Kata mikrogram terkadang ditulis dengan simbol Yunani μ diikuti dengan huruf g (μg).

Anda harus bisa mendapatkan semua vitamin ini yang Anda butuhkan dengan makan makanan yang bervariasi dan seimbang.

Setiap vitamin K yang tidak dibutuhkan tubuh Anda segera disimpan di hati untuk digunakan di masa mendatang, jadi Anda tidak membutuhkannya dalam makanan Anda setiap hari.

Apa yang terjadi jika saya mengonsumsi terlalu banyak vitamin K?

Tidak ada cukup bukti untuk mengetahui apa efek dari mengonsumsi suplemen vitamin ini dengan dosis tinggi setiap hari.

Jika Anda mengonsumsi suplemen vitamin ini, jangan mengonsumsi terlalu banyak karena dapat berbahaya. Efek keracunan vitamin ini dapat mencakup penyakit kuning (jaundice) pada bayi baru lahir, anemia hemolitik (penyakit kurang darah) dan hiperbilirubinemia (peningkatan kadar serum bilirubin dalam darah sehingga melebihi nilai normal). Toksisitas juga menghalangi efek antikoagulan oral.

Apa resiko mengkonsumsi vitamin K?

Efek samping vitamin K oral pada dosis yang dianjurkan jarang terjadi.

Interaksi. Banyak obat yang dapat mengganggu efek vitamin ini. Di antaranya adalah antasida, pengencer darah, antibiotik, aspirin dan obat kanker, kejang, kolesterol tinggi, dan kondisi lainnya.

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.