fbpx

Akuntansi FIFO dan LIFO – Beserta Contoh Soal dan Jawaban

Akuntansi FIFO dan LIFO

Metode akuntansi FIFO dan LIFO merupakan sarana pengelolaan persediaan dan masalah keuangan perusahaan yang berkaitan dengan persediaan barang yang dihasilkan, suku cadang, bahan baku, komponen atau saham feed.

FIFO singkatan dari First in first out atau dalam bahasa Indonesia, Pertama masuk pertama keluar yang berarti bahwa persediaan yang pertama kali masuk itulah yang pertama kali dicatat sebagai barang yang dijual.

LIFO singkatan dari Last in first out atau dalam bahasa Indonesia, Terakhir masuk pertama keluar yang berarti bahwa persediaan yang terakhir masuk adalah barang yang pertama kali dicatat sebagai barang yang dijual. Sejak sekitar tahun 1970-an, perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat memilih untuk menggunakan sistem LIFO untuk mengurangi pajak pada saat terjadi inflasi.

Perbedaan antara biaya inventarisasi yang dihitung berdasarkan metode FIFO dan metode LIFO disebut cadangan LIFO. Cadangan ini pada dasarnya adalah jumlah yang kena pajak penghasilan suatu entitas yang telah ditangguhkan dengan menggunakan metode LIFO.

 

Harga Pokok Penjualan Metode FIFO

Perhitungan Harga Pokok Penjualan (COGS) Metode FIFO

FIFO yang merupakan akronim dari First In First Out, adalah barang dagang yang masuk lebih dulu, itulah yang harus dijual lebih dulu.

Contoh Soal FIFO:

Masih dengan contoh soal yang sama dengan sebelumnya, pada Harga Pokok Penjualan metode rata rata (average method):

UD Maju Jaya yang merupakan sebuah toko yang berdagang menjual beras pada tanggal 1 April mempunyai persediaan sejumlah 1 kwintal (100 kg) beras senilai Rp 300.000.

Tampak beberapa transaksi yang terlihat pada buku catatan UD Maju Jaya seperti berikut:

Date Transaksi Qty Unit Price Jumlah
01-Apr Penjualan 40 4.500 180.000
10-Apr Pembelian 30 3.100 93.000
10-Apr Penjualan 65 4.650 302.000
20-Apr Pembelian 25 3.200 80.000
30-Apr Pembelian 40 3.250 130.000
30-Apr Penjualan 25 4.875 121.875

Berikut adalah rangkumannya

Qty Jumlah
Total Pembelian 95 303.000
Total Penjualan 130 604.000

       * Agar lebih mudah total penjualan yang 603.875 kita bulatkan menjadi 604.000

Transaksi pada 1 April:
Karena persediaan barang pada tanggal 1 April 2015 hanya bersaldo awal 100 kg
Maka 40 kg dijual menggunakan unit cost
Saldo Awal = Rp 300.000 / 100
= Rp 3.000
Total COGS 1 April = Rp  3.000 x 40 kg
= Rp 120.000
Persediaan Akhir = Rp 300.000 – 120.000
= Rp 180.000
Transaksi 10 April:
  1. Pembelian barang dagang 30 kg senilai Rp 3.100 per kg, total pembelian : Rp 93.000
  2. Terjual barang dagang 65 kg.
Unit cost yang mana yang digunakan?
Karena pada 01 April telah terjual 40 kg, sisa barang dagang yang sebelumnya menggunakan unit price hanya sisa 60 kg, dan tidak cukup untuk menutupi transaksi penjualan yang sebanyak 65 kg, jadi:
  • 60 kg barang dagang menggunakan unit price Rp 3.000
  • 5 kg barang dagang mempergunakan unit price Rp 3.100
Total COGS 10 April 2015:
60 x Rp 3.000 = Rp180.000
5 x Rp 3.100 = Rp  15.000 (+)
Total COGS Rp195.500

Apabila dibuatkan tabel, maka akan tampak seperti ini:

FIFO METHOD
Date/Acc 01-Apr 10-Apr 10-Apr 20-Apr 30-Apr Total
Opening Balance Qty 100 60 30 25 50
Rp 300.000 180.000 93.000 77.500 157.500
Purchase Qty 30 25 40 95
U/Prx 3.100 3.200 3.250
Rp 93.000 80.000 130.000 303.000
Sold (COGS) Qty 40 60 5 25 130
U/Prx 3.000 3.000 3.100 3.100
Rp 120.000 180.000 15.500 77.500 393.000
Closing Balance Qty 60 30 25 50 65 65
Rp 180.000 93.000 77.500 157.500 210.000 210.000
Summary
Opening Balance 100 300.000
Purchase 95 303.000
Sold (COGS) 130 393.000
Closing Balance 65 210.000
Notes:
Coba perhatikan summary-nya, Bila hendak diuji, silahkan pergunakan rumus COGS seperti yang telah dilakukan pada postingan sebelumnya pada metode Average Method.

Akuntansi FIFO dan LIFO

 

Harga Pokok Penjualan Metode LIFO dan Kajian Perpajakan

Harga Pokok Penjualan Metode LIFO 

LIFO, yang berakronim Last In First Out, adalah barang yang terakhir masuk, akan dijual paling awal (lebih dahulu). aneh? bisa dibilang iya, karena dengan metode ini akan membuat HPP akan menjadi tidak realistis. Coba dipikirkan, biaya yang dibebankan mempergunakan cost dari pembelian yang terakhir dan tidak memperhitungkan bahwa ada kemungkinan barang dagang yang dijual bercampur antara persediaan barang yang menggunakan harga yang lama dengan persediaan barang baru dengan harga yang berbeda (harga baru). di Amerika, metode LIFO ini tidak dianjurkan untuk diimplementasikan dan dianggap sebuah praktek yang ilegal, pun bila ada yang menggunakan metode LIFO akan diawasi dengan sangat ketat oleh pemerintah disana.
Mari kita coba untuk menghitung Harga Pokok Penjualan atau HPP dengan metode LIFO ini.
UD Maju Jaya yang merupakan sebuah toko yang berdagang menjual beras pada tanggal 1 April mempunyai persediaan sejumlah 1 kwintal (100 kg) beras senilai Rp 300.000. tampak beberapa transaksi yang terlihad pada buku catatan UD Maju Jaya seperti berikut:
Date Transaksi Kuantitas Unit Price Jumlah
01-Apr
Penjualan
40 4.500 180.000
10-Apr
pembelian
30 3.100 93.000
10-Apr
Penjualan
66 4.650 302.000
20-Apr
pembelian
25 3.200 80.000
30-Apr
pembelian
40 3.250 130.000
30-Apr
Penjualan
25 4.875 121.875

Berikut adalah rangkumannya:

Rangkuman
Total Pembelian 95 303.000
Total Penjualan 130 604.000
Transaksi pada 1 April:
Kita bisa mengetahui hasilkan akan sama dengan metode metode sebelumnya, jadi kita lewati sajaTransaksi per 10 April 2015:
Opening Balance (saldo awal) 60 kg dengan unit cost Rp 3.000
Purchase (pembelian) 30 kg dengan harga Rp 3.100 per kg, jadi total pembelian sebesar Rp 93.000
yang berhasil dijual sebanyak 65 kg, unit cost mana yang digunakan?

dengan konsep LIFO, maka :
30 kg x Rp 3.100 = Rp   93.000
35 kg x Rp 3.000 = Rp 105.000
                               ————— (+)
       Total COGS =  Rp 198.000
dan bila dibuatkan tabel, akan nampak seperti dibawah ini:
LIFO METHOD
Date/Acc 01-Apr 10-Apr 10-Apr 20-Apr 30-Apr Total
Opening Balance Qty 100 60 60 25 50 50
Rp 300.000 180.000 180.000 77.500 155.000 155.000
Purchase Qty 30 25 40 95
U/Prx 3.100 3.200 3.250
Rp 93.000 80.000 130.000 303.000
Sold (COGS) Qty 40 30 35 25 130
U/Prx 3.000 3.100 3.000 3.200
Rp 120.000 93.000 105.000 80.000 398.000
Closing Balance Qty 60 60 50 50 65 65
Rp 180.000 180.000 155.000 157.500 205.000 205.000
Summary :
Opening Balance 100 300.000
Purchase 95 303.000
Sold (COGS) 130 398.000
Closing Balance 65 205.000

Notes: Jangan Lupa perhatikan summary-nya juga.

Kesimpulan Akuntansi FIFO dan LIFO

Dengan mempergunakan tiap masing masing metode, baik metode rata-rata, metode FIFO, metode LIFO pada postingan sebelumnya, dengan soal yang sama, hasilnya:
Summary-nya seperti berikut, mari kita coba perhatikan pada summary-nya masing masing:
Summary Average Method FIFO Method LIFO Method
Qty Value Qty Value Qty Value
Opening Balance 100 300.000 100 300.000 100 300.000
Purchase 96 303.000 96 303.000 96 303.000
Sold (COGS) 130 396.565 130 393.000 130 398.000
Closing Balance 65 206.435 65 210.000 65 205.000
Opening Balance (Saldo Awal) tetap sama:
Qty = 100 kg – Rp 300.000
Purchase (Pembelian) tetap sama:
Qty = 95 kg – Rp 303.000
Kuantitas HPP sama yakni 135 kg, tetapi value (nilainya) berbeda:
Average : 396.565
FIFO : 393.000
LIFO : 398.000
Closing Balance (Saldo Akhir) Qty sama, yakni 65 kg namun nilainya berbeda-beda:
Average : 206.435
FIFO : 210.000
LIFO : 205.000

Kajian Perpajakan

Akuntansi Perpajakan bisa memainkan HPP, Harga Pokok Penjualan (COGS) bersifat sangat vital pengaruhnya dalam besaran perhitungan pajak. nilai besar kecilnya PPh yang akan di tanggung nantinya sangat dipengaruhii oleh besaran HPP.

Dengan angka penjualan yang sama, makin besar harga HPP nya, maka laba yang diperoleh semakin kecil, dan sudah barang tentu pajak yang harus ditanggung akan makin kecil juga.

Berikut beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan:

  • Freight, elemen pembentuk HPP, pengakuan biaya ini harus sesuai
  • Discount dan Retur Pembelian:

Discount atau potongan harga haruslah dihitung dengan semestinya, apabila lupa dalam menghitung potongan harga, maka akibatnya pembebanan HPP akan jadi lebih tinggi dari yang semestinya. HPP yang lebih tinggi akan mengakibatkan pajak yang dibayarkan tentu lebih rendah, dan apabila ditjend pajak tidak mengetahui hal ini, ya bersukurlah, namun apabila ketahuan,makan hal ini menjadi koreksi ketika pemeriksaan.

 

Metode dalam Penentuan Harga Pokok Penjualan dan Penilaian Persediaan

Apabila diperhatikan dari kesimpulan tadi, bisa dilihat dengan jelas bahwa metode LIFO adalah metode yang menghasilkan HPP yang paling tinggi, ini karena harga pembelian trendnya kan akan terus meningkat. perlu diingat, dalam konsep LIFO, biaya unit yang digunakan sebagai dasar perhitungan HPP merupakan harga pembelian yang palint terkini (most recent). kita semua juga tahu, dinegara ini tingkat inflasi terus cenderung menigkat dari waktu ke waktu. jarang sekali ada kejadian sebuah harga mengalami penurunan. dengan demikian, metode LIFO adalah metode yang akan memghasilkan PPh yang paling kecil.!

HPP yang paling tinggi berikutnya ialah Metode Rata Rata (Average Method), hampir mendekati metode LIFO, hanya saja, nilai yang diambil adalah nilai tengahnya.

 

Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: The Balance Small BusinessIncCFA Institute

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-06-07T15:39:30+00:00 Februari 18th, 2018|Matematika|0 Comments

Leave A Comment