fbpx

10 Ciri Orang Yang Berbohong – Anda Tahu Bahwa Seseorang Berbohong Saat Anda Melihat Ini…

10 Ciri Orang Yang Berbohong – Anda Tahu Bahwa Seseorang Berbohong Saat Anda Melihat Ini…

Kenapa Orang Dapat Berbohong?

Apakah ini naluri evolusioner? Respon psikologis? Atau mungkin orang-orang hanya tidak mau mengakui bahwa mereka telah “menipu” janji mereka sendiri tentang resolusi “Tahun Baru”; contohnya: resolusi mau diet akan tetapi mereka selalu menikmati makanan KFC. Apa pun itu, manusia telah berbohong dan berbohong dan berbohong… selama berabad-abad.

Hampir setiap orang, pada suatu saat pasti pernah berbohong kepada orang tua, guru, teman, pacar, dll. Sebenarnya, beberapa orang hampir sepanjang waktu berbohong. Psikolog menyebut orang-orang ini kompulsif atau pendusta psikopat.

Jawaban kenapa kita dapat berbohong adalah sesusatu yang dapat dialami pada seseorang yang takut, terkena manipulasi dan bisa juga berbohong karena kehormatan.

 

Apakah Anda Tahu Bagaimana Seseorang Berbohong Kepada Anda?

Cara mendeteksi kebehohongan tidak teralu mudah, karena kebohongan telah membuat kekecewaan, kemarahan dan lain sebagainya. Ketika diri kita merasa ada yang tidak beres, kita sering berpikir bahwa seseorang telah membohongi kita. Tapi biasanya kita masih dalam keadaan ragu-ragu, kemudian kita dapat mencari cari cara tentang mengetahui orang berbohong, seperti:

1. Pergeseran mata (bawah sadar)

Iya benar, orang yang matanya bergeser sedikit, menandakan dia sedang bohong!

Ini adalah klise seperti yang telah diparodikan dalam setiap film kartun yang dapat Anda pikirkan – contohnya The Simpsons. Namun, klise tersebut, ada banyak alasan untuk menggunakan teknik ‘shifty eyes‘ untuk menilai apakah seseorang berbohong kepada Anda. Banyak analisis dan penelitian tentang bagaimana manusia berbohong; sebagai spesies telah menemukan bukti bahwa orang merasa sulit untuk melakukan kontak mata dengan orang-orang yang mereka bohongi, mungkin sebagai sebuah regresi dalam taktik untuk bertahan hidup.

Kita secara tidak sadar merasa “salah” jika kita sedang berbohong – oleh karena itu mengapa Anda dapat menemukannya sangat sulit untuk melihat lawan bicara Anda dengan tatapan mata; Mungkin karena Anda merasa mereka bisa “merasakan” saat seseorang berbohong?

Menghadapi atau berbicara dengan seseorang dari “mata ke mata” yang menuju tepat ke wajah mereka, bisa menjadi tugas yang sangat menakutkan dan sulit untuk beberapa orang. Ingatlah hal ini, saat Anda mencoba menginterogasi seseorang, bagaimanapun juga, ini adalah salah satu ciri orang yang berbohong dan salah satu cara yang terbaik untuk mendeteksi!

 

2. Telapak tangan berkeringat

Telapak tangan yang berkeringat biasanya disebabkan oleh perubahan tingkat metabolisme tubuh, yang pada saatnya disebabkan oleh detak jantung seseorang mulai meningkat. Anggap saja seperti ini; Saat Anda berlari, jantung Anda berdetak lebih cepat daripada saat Anda berjalan. Berkeringat adalah salah satu hal yang berguna untuk mendinginkan tubuh Anda.

Saat Anda berbohong, detak jantung Anda meningkat dan Anda mulai berkeringat dari telapak tangan Anda. Dengan teknologi alat detektor poligraf, Anda dapat mengetahui jika seseorang berbohong atau tidak. Tujuan dari alat pendeteksi kebohongan ini adalah untuk melihat apakah seseorang tersebut mengatakan hal yang sebenarnya atau berbohong dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu. Itu adalah mesin yang berguna untuk mengetahui, jika Anda ingin mencoba untuk mencari tahu dari sebuah kebenaran.

Tetapi jika Anda tidak dapat meminjam atau memilik poligraf, Anda dapat melihat telapak tangan meraka. Mungkin Anda tidak dapat melihat atau malu untuk meminta lawan bicara Anda, untuk melihat telapak tangannya? Perhatikan saja, apakah dia sering mengelap atau menyeka telapak tangannya pada baju atau celananya?

 

3. Terlalu banyak detail yang tidak perlu

Ternyata salah satu cara terbaik untuk memeriksa atau mengetahu apakah seseorang berbohong adalah benar-benar mendengarkan cerita mereka sampai habis dan mengetahui berapa banyak yang sebenarnya mereka katakan kepada Anda.

Sesuatu dalam perilaku manusia tampaknya memicu hal ini, menunjukkan bahwa manusia perlu menutupi jejak mereka dengan menciptakan alibi yang “kedap air” atau dengan membuat suatu cerita yang sangat masuk akal dan dapat dipercaya, sehingga korban kebohongan mereka tidak akan pernah mencurigai.

Mintalah orang tersebut untuk mengulangi lagi ceritanya. Jika Anda tidak terlalu yakin apakah seseorang berkata jujur atau tidak, mintalah ia untuk mengulangi cerita beberapa kali. Sangat sulit untuk merekam informasi yang tidak benar. Dalam proses pengulangan cerita “bohong” itu, pembohong akan mengatakan sesuatu yang tidak konsisten, sama sekali palsu atau meragukan.

 

4. Gerak-gerik fisik / tidak bisa diam

Oke, beberapa orang secara alami mahir dalam hal sandiwara atau cenderung memberi isyarat-isyarat pada saat mereka berbicara. Tidak apa-apa, beberapa orang harus menunjukkan apa yang mereka katakan dengan gerakan-gerakan kecil, seperti membuka telapak tangan, dll. Namun, melangkah lebih jauh dengan memberi isyarat secara gelisah, hal ini sebenarnya adalah indikator bahwa seseorang terlalu banyak berbohong sepanjang “pidato” mereka.

Salah satu indikator ketidakjujuran yang paling penting adalah perubahan perilaku,” kata Maureen O’Sullivan, PhD, seorang profesor psikologi di Universitas San Francisco. Penelitian telah menemukan bahwa seorang stereotip pembohong yang mudah tersinggung tidak dapat berhenti dengan “gerakan kecil itu”. Contoh gerak-gerik: tidak bisa diam atau memainkan hal-hal di sekelilingnya (penggaris, bolpen, dll), meremas jari-jari atau bagian tubuh lainnya.

Apa saja dan segala sesuatu dari menggunakan tangan mereka untuk menyampaikan setiap poin, untuk menekankan lebih banyak detail yang lebih kecil lagi dengan isyarat fisik dan rinciannya, bisa menjadi pratanda orang tersebut membual.

Jadi, jika Anda ingin mencoba untuk berbohong, gunakan gerakan-gerakan fisik yang jumlahnya tidak terlalu banyak atau mencolok. Mungkin Anda butuh sedikit lebih berkonstrasi, tetapi hal ini tidak berharga sama sekali, jika Anda “tertangkap basah” oleh bualan Anda sendiri.

 

5. Menjawab pertanyaan mudah dengan jawaban yang salah

Salah satu cara yang lebih proaktif dan lebih berbahaya untuk mencoba menemukan kebohongan adalah mencoba beberapa pertanyaan mudah. Dalam situasi ketika Anda mengetahui hal-hal tertentu, cobalah hantarkan pertanyaan seperti “Hmmmm, jalan pulang kerumah pasti padat dan merayap”, ketika Anda tahu pada jam tertentu tidak macet.

Metode yang diteliti melalui penelitian psikologis dan hal ini merupakan cara agar orang dapat secara sadar atau tidak sadar “memimpin” orang lain dalam percakapan. Namun, salah satu cara terbaik yang dapat membantu Anda menemukan kebenaran adalah dengan menggunakan pertanyaan mudah untuk mencoba menangkap tersangka pembohong dalam perangkap.

Jika mereka berbohong dan mengikuti kebohongan Anda, ini bisa menunjukkan bahwa mereka berusaha untuk setuju dengan Anda, daripada memberikan ceramah ulang tentang peristiwa yang akurat. Apakah itu berarti mereka berbohong yang tidak tertolongkan? Mungkin bisa jadi begitu…

Ormerod dan koleganya Coral Dando di University of Wolverhampton mengidentifikasi serangkaian prinsip percakapan yang dapat meningkatkan peluang Anda mendeteksi kebohongan:

  • Tanya pertanyaan terbuka. Ini akan membuat pembohong mengembangkan bualannya hingga dia terperangkap sendiri dengan kebohongannya.
  • Berikan elemen-elemen kejutan. Para penyelidik harus mencoba untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan kejutan yang tak mereka antisipasi dan kadang mungkin membingungkan, atau meminta mereka melaporkan kejadian di masa lalu. Teknik ini berguna untuk mempersulit mereka mempertahankan cerita-cerita palsunya.
  • Perhatikan detail-detail kecil yang bisa diverifikasi. Jika seorang penumpang mengatakan mereka berada di University of Oxford, tanyalah mereka tentang perjalanan mereka ke kantor. Jika Anda menemukan kontradiksi, jangan langsung dikonfrontasi. Sebaiknya biarkan pembohong itu melanjutkan cerita palsunya untuk membuatnya semakin percaya diri.
  • Perhatikan perubahan tingkat percaya diri. Perhatikan seksama bagaimana mereka mengubah gaya mereka ketika ditantang oleh pertanyaan-pertanyaan: pembohong mungkin hanya membual ketika mereka merasa berada di atas angin, tapi zona kenyamanan mereka terbatas dan mereka mungkin bungkam jika mereka merasa kehilangan kontrol.


6. Mengurangi penggunaan saya, saya dan saya

Ini bukan autobigrafi!

Studi tentang kebohongan dan cara manusia melakukannya telah menemukan bahwa, secara etimologis, ada satu hal utama yang terjadi ketika manusia mencoba untuk berbohong: pembohong tidak menggunakan kata saya, saya dan saya.

Pada dasarnya, mereka berhenti mengatakan “saya”, “saya”, “milik saya” dan “milik saya” ketika mereka berbohong. Alasan dibalik ini? Psikolog telah mengatakan, manusia berhenti menggunakan kata “saya” saat mereka berbohong untuk mencoba dan menjauhkan diri secara mental dari kebohongan yang mereka katakan pada diri mereka sendiri.

Manusia cenderung mencoba dan memikirkan diri mereka sendiri tentang orang baik. Jadi, kelihatannya untuk mengatasi kenyataan bahwa mereka berbohong, mereka lebih menggunakan “dia”, “dia” dan “dia”.

Ingatlah, Anda dapat berbohong kepada orang lain, tetapi Anda tidak dapat berbohong pada diri sendiri, kecuali Anda memiliki penyakit gangguan kepribadian.


7. Periksa posisi kepalanya

Oke, sekarang Anda berpindah kewilayah yang lebih spesialis, tapi jika Anda bisa memecahkan teka-teki ini, Anda akan menjadi sebuah mesin pendeteksi kebohongan yang benar. Salah satu cara terbaik untuk menemukan seseorang yang berbohong adalah dengan memeriksa posisi kepala mereka. Serius, perhatikan kepala mereka.

Ketika seseorang berbohong, mereka cenderung terus bergeser atau mengubah posisi kepala mereka. Sama saja saat Anda untuk mencoba menghindari pertanyaan “kenapa kamu sudah sebulan tidak menelpon orang tuamu?”, “mengapa kamu berada di tempat yang sepi?”

Berbohong menimbulkan perasaan bersalah di sebagian besar orang dan pembohong secara tidak sadar melakukan gerakan kepala dan bahu tersebut secara tidak langsung.


8. Ekspresi mikro dan bahasa tubuh

Banyak penelitian modern telah dilakukan terhadap “mikroexpressions”. Walaupun namanya agak asing. ekspresi mikro adalah ekspresi kecil, fraksi dari 1/4 detik gerakan “aneh”. Gerakan dapat menjadi seperti gerakan: alis, tangan menyentuh hidung, mata berkedip, suara bergetar dari rendah ke tinggi atau sebaliknya, gugup, pipi merah, menyentuh hidung…

Meneliti ekspresi mikro ini mungkin tampak sedikit lebih susah dan komplikasi, tapi itu terbukti berguna untuk salah satu cara mendeteksi kebohongan orang.


9. Mereka sering menutup mulut mereka

Salah satu cara paling terkenal untuk mengetahui seseorang yang Anda percayai untuk mengatakan bualan adalah apa yang mereka lakukan pada mulut mereka. Namun, ketika seseorang banyak menutup mulut mereka pada saat menceritakan sebuah cerita, ini bisa menjadi indikator besar bahwa mereka sedang berbohong.

Apakah benar banyak menutupi mulut berarti sebuah “kebohongan”? Psikolog telah menyarankan bahwa perilaku ini berasal dari keinginan bawah sadar untuk menutup informasi jika ternyata mengarah pada kebohongan yang ditemukan.

Lain kali perhatikan jika lawan pembicara sering menutupi mulut mereka, mulailah sedikit penyelidikan. Lagi pula, mereka mungkin hanya mencoba menutupi suatu kebohongan.


10. Percayalah pada insting / naluri Anda

Teknik pendeteksian ini adalah salah satu yang paling diremehkan, namun sangat berharga.

Percayalah pada insting / naluri Anda!

Okay, mungkin ini Anda anggap sebagai sedikit klise, tapi tetap saja, saat Anda mencoba mengeluarkan kata-kata dusta, terkadang Anda sudah tahu jawabannya. Naluri biologis berkembang dari generasi ke generasi. Manusia memiliki naluri untuk memahami, menganalisa dan mempertimbangkan ancaman terhadap diri mereka sendiri dan orang-orang yang mereka sayangi.


Kami telah memberi tahu bagaimana cara mendeteksi seseorang yang berbohong! kenapa tidak mencoba?

Tapi harus diingat bahasa tubuh adalah satu indikator, bukan fakta. Jangan menghakimi seseorang karena Anda membaca bahasa tubuhnya dan tanda-tanda ia sedang berbohong. Carilah selalu bukti kongkrit sebelum menarik kesimpulan akhir. Jangan menggiring pembohong ke dalam situasi “Aku akan bertindak bodoh jika aku tidak menganggap serius hal ini.”

Tanggalkan sikap merasa paling benar dan carilah fakta-fakta, motif dan konsekuensi yang lebih luas. Walaupun Anda memiliki hak untuk merasa terkhianati dan sakit hati jika seseorang telah berbohong, maka menginginkan seseorang untuk menjadi pembohong karena ia memiliki tanda-tanda yang sesuai dengan prasangka dapat menutupi keputusan Anda.


Bacaan Lainnya

 

Sumber bacaan: Harvard business ReviewForbesWorkplace Psychology, Fandom

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

 


By | 2018-04-30T01:09:00+07:00 Juli 10th, 2017|IPA, Lainnya|0 Comments

Leave A Comment