Motif Ekonomi: Pengertian, Jenis, Tujuan, dan Contoh
Motif ekonomi adalah alasan yang mendorong seseorang melakukan tindakan ekonomi. Dorongan ini menjelaskan mengapa seseorang memilih bekerja, membeli, menjual, menabung, atau menggunakan barang dan jasa tertentu.
Secara umum, dorongan dalam kegiatan ekonomi terbagi menjadi dua jenis, yaitu motif intrinsik dan motif ekstrinsik. Keduanya memengaruhi keputusan sehari-hari, baik pada tingkat individu, keluarga, maupun perusahaan.
Daftar Isi
Pengertian Motif Ekonomi
Motif ekonomi adalah dorongan yang membuat seseorang melakukan tindakan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dorongan tersebut dapat muncul dari dalam diri sendiri atau dari pengaruh luar.
Dalam ilmu ekonomi, manusia menghadapi kebutuhan yang banyak, sedangkan alat pemuas kebutuhan jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, setiap orang perlu memilih tindakan yang paling bermanfaat, paling efisien, dan paling sesuai dengan kebutuhannya.
Karena itu, konsep ini berhubungan erat dengan tindakan ekonomi dan prinsip ekonomi. Seseorang biasanya bertindak dengan mempertimbangkan manfaat, biaya, hasil, dan tujuan yang ingin dicapai.
Jenis Motif Ekonomi
Secara umum, dorongan ekonomi terbagi menjadi dua jenis utama berikut.
1. Motif Intrinsik
Motif intrinsik adalah dorongan untuk melakukan tindakan ekonomi atas kemauan sendiri. Motif ini lahir dari kesadaran pribadi, kebutuhan pribadi, atau tujuan pribadi tanpa paksaan dari orang lain.
2. Motif Ekstrinsik
Motif ekstrinsik adalah dorongan untuk melakukan tindakan ekonomi karena pengaruh dari luar, misalnya aturan, nasihat, lingkungan sosial, kebiasaan, atau tuntutan tertentu.
| Jenis | Pengertian | Sumber Dorongan | Contoh |
|---|---|---|---|
| Intrinsik | Berasal dari dalam diri sendiri | Kebutuhan, keinginan, kesadaran pribadi | Belajar giat agar mendapat nilai baik |
| Ekstrinsik | Berasal dari dorongan luar | Aturan, lingkungan, pengaruh orang lain | Memakai sepatu hitam karena aturan sekolah |
Tujuan Motif Ekonomi
Tujuan akhir dari dorongan ekonomi adalah mencapai kemakmuran. Namun, dalam praktiknya, seseorang melakukan tindakan ekonomi karena beberapa tujuan yang lebih spesifik.
- Untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup.
- Untuk memperoleh laba atau keuntungan.
- Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
- Untuk mendapatkan penghargaan dari masyarakat.
- Untuk membantu orang lain melalui tindakan yang bersifat sosial.
- Untuk memperoleh kedudukan, pengaruh, atau kekuasaan dalam masyarakat.
- Untuk mengembangkan usaha, pembaruan, atau inovasi.
Jadi, tujuan tindakan ekonomi bukan hanya mencari uang, tetapi juga memenuhi kebutuhan, memperbaiki kualitas hidup, dan mencapai kesejahteraan.
Hubungan Motif, Tindakan, dan Prinsip Ekonomi
Kebutuhan setiap orang berbeda-beda dan tidak ada batasnya. Setelah satu kebutuhan terpenuhi, biasanya muncul kebutuhan lain. Sebaliknya, alat pemuas kebutuhan jumlahnya terbatas. Karena itu, manusia perlu bertindak secara rasional.
Tindakan ekonomi adalah perbuatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tindakan ini didorong oleh alasan ekonomi tertentu dan dijalankan berdasarkan prinsip ekonomi, yaitu memperoleh hasil sebesar-besarnya dengan pengorbanan tertentu yang seefisien mungkin.
Dengan demikian, dorongan ekonomi menjelaskan mengapa seseorang bertindak, sedangkan prinsip ekonomi menjelaskan bagaimana seseorang bertindak.
Baca juga:
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh Motif Intrinsik
Berikut beberapa contoh dorongan yang berasal dari kesadaran diri sendiri.
- Diana belajar giat untuk mendapatkan nilai yang bagus.
- Toni haus, lalu ia membeli air minum.
- Kaki nenek sakit, lalu ia memakai tongkat agar jalannya lebih stabil.
- Seseorang menabung karena ingin memiliki dana darurat.
- Seorang pedagang bekerja lebih rajin karena ingin meningkatkan penghasilan keluarga.
Contoh Motif Ekstrinsik
Berikut beberapa contoh dorongan yang muncul karena pengaruh dari luar.
- Melani ingin tampil cantik dengan tren baju terkini.
- Siswa memakai sepatu hitam karena aturan sekolah.
- Seseorang membeli hadiah karena ingin mendapat penilaian baik dari lingkungan sosial.
- Produsen memberi diskon karena ingin menarik lebih banyak pembeli.
- Seorang pegawai mengikuti pelatihan karena ada tuntutan dari perusahaan.
Manfaat Memahami Dorongan Ekonomi
Memahami alasan dalam kegiatan ekonomi penting karena membantu kita melihat penyebab di balik keputusan sehari-hari. Selain itu, pemahaman ini juga bermanfaat untuk:
- membedakan kebutuhan dan keinginan,
- mengambil keputusan yang lebih rasional,
- mengatur pengeluaran dengan lebih bijak,
- memahami perilaku konsumen dan produsen,
- meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Karena itu, topik ini sering dikaitkan dengan pembahasan lain seperti inflasi, deflasi, sistem ekonomi, dan akuntansi.
Baca juga:
- Pengertian Inflasi Contoh, Indikator, Pengelompokan, Cara Mengatasi & Menghitung
- Pengertian Deflasi Contoh, Jenis, Penyebab, Pengaruh, Cara Mengatasi
- Rumus Laporan Keuangan: Modal, Laba Rugi, Neraca (Financial statement) dalam Akuntansi
- Akuntansi: Definisi, Pengertian, Siklus Akuntansi Laporan Keuangan Perusahaan Jasa dan Dagang
- Istilah Akuntansi Inggris-Indonesia
FAQ Motif Ekonomi
Apa yang dimaksud dengan motif ekonomi?
Motif ekonomi adalah alasan atau dorongan yang membuat seseorang melakukan tindakan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan tertentu.
Apa saja jenis motif ekonomi?
Jenisnya ada dua, yaitu motif intrinsik dan motif ekstrinsik.
Apa perbedaan motif intrinsik dan ekstrinsik?
Motif intrinsik berasal dari dalam diri sendiri, sedangkan motif ekstrinsik berasal dari pengaruh luar, seperti aturan, lingkungan, atau dorongan orang lain.
Apa tujuan dari dorongan ekonomi?
Tujuannya adalah mencapai kemakmuran, memenuhi kebutuhan hidup, memperoleh keuntungan, mendapatkan penghargaan, dan meningkatkan kesejahteraan.
Apa contoh dalam kehidupan sehari-hari?
Contohnya antara lain belajar giat untuk mendapat nilai baik, membeli air saat haus, menabung untuk masa depan, atau memakai perlengkapan tertentu karena aturan sekolah atau pekerjaan.
Kesimpulan
Motif ekonomi adalah dorongan yang membuat seseorang bertindak untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan hidup. Dorongan ini dibagi menjadi dua, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Selain itu, konsep ini juga berhubungan erat dengan tindakan ekonomi dan prinsip ekonomi.
Jadi, jika seseorang ingin bertindak secara efisien, rasional, dan bermanfaat, ia perlu memahami alasan di balik setiap keputusan ekonomi. Dengan begitu, pilihan yang diambil akan lebih tepat dan lebih menguntungkan.
Bacaan Lainnya
- Sistem Ekonomi – Penjelasan, Ciri, Kelebihan, Kekurangan dan Contoh
- Pengertian Inflasi Contoh, Indikator, Pengelompokan, Cara Mengatasi & Menghitung
- Pengertian Deflasi Contoh, Jenis, Penyebab, Pengaruh, Cara Mengatasi
- Motif ekonomi terbagi dalam 2 aspek: Intrinsik & Ekstrensik
- Ekonomi Merupakan Salah Satu Ilmu Sosial
- Bank Indonesia dulu disebut De Javasche Bank
- Uang Rupiah Negara Indonesia & Sejarah Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD
- Rumus Laporan Keuangan: Modal, Laba Rugi, Neraca (Financial statement) dalam Akuntansi
- Akuntansi: Definisi, Pengertian, Siklus Akuntansi Laporan Keuangan Perusahaan Jasa dan Dagang
- Istilah Akuntansi Inggris-Indonesia
Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai
Respons “ohh begitu ya…” akan sering terdengar jika Anda memasang applikasi kita!
Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!
