Makro dan Mikro Ekonomi – Penjelasan, Perbedaan, Persamaan dan Contohnya

6 min read

Makro dan mikro ekonomi - Mikro ekonomi Model permintaan dan penawaran

Perbedaan Makro dan Mikro Ekonomi

Berikut adalah penjelasan tentang perbedaan makro dan mikro ekonomi:

Pengertian Ekonomi Makro: ilmu yang mempelajari fenomena ekonomi secara luas, termasuk inflasi, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi.

Pengertian Ekonomi Mikro: ilmu yang mempelajari bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan dan berinteraksi di pasar.

Makro dan Mikro ekonomi Model permintaan dan penawaran
Makro dan Mikro Ekonomi – Model permintaan dan penawaran menjelaskan bagaimana harga beragam sebagai hasil dari keseimbangan antara ketersediaan produk pada tiap harga (penawaran) dengan kebijakan distribusi dan keinginan dari mereka dengan kekuatan pembelian pada tiap harga (permintaan). Grafik ini memperlihatkan sebuah pergeseran ke kanan dalam permintaan dari D1 ke D2 bersama dengan peningkatan harga dan jumlah yang diperlukan untuk mencapai sebuah titik keseimbangan (equibilirium) dalam kurva penawaran (S).

Secara umum hubungan antar variabel imu ekonomi terdiri dari 4 tipe yaitu:

1. Hubungan perilaku, merupakan gamabaran hubungan satu variabel ataubeberapa variabel.Contoh : bentuk formal hubngan antar jumlah konsusmsi dan faktor-faktor yangmempengaruhinya adalah pendapatan (Y) maka dapat ditulis C = a + cY

2. Hubungan identitas, yang merupakan hubungan defesional yang tepat samaantara satu variabel dengan satu atau beberapa variabel lainContoh : GDP = C + I + G + ( X – M )

3. Hubungan teknologi, menggambarkan hubungan antara variabel yangdisebabkan oleh sifat fisik dari variabel tersebut.

Contoh : reaksi biaya total karena merupakan jumlah output yang diproduksi.

4. Hubungan kelembagaan, yaitu hubungan yang terjadi karena pengaruhtindakan suatu lembaga.


Ekonomi Makro

Ekonomi makro atau makroekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan.

Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyakarakat, perusahaan dan pasar.

Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

Pentingnya makro ekonomi

Untuk menjaga stabilitas di tingkat harga umum dan menyelesaikan masalah utama ekonomi seperti inflasi, deflasi, reflation, pengangguran dan kemiskinan secara keseluruhan.

Model operasi ekonomi makro

  • Permintaan agregat-Penawaran agregat.
    Model AD-AS telah menjadi model panduan standar untuk menjelaskan ekonomi makro. Model ini menunjukkan indeks harga dan indeks keluaran aktual di titik temu pada permintaan agregat dan penawaran agregat. Kurva permintaan agregat yang melandai ke bawah menandakan bahwa banyak keluaran yang diminta pada tingkat harga yang lebih rendah.
  • IS-LM.
    Model IS-LM memunculkan titik ekubilibrium tentang suku bunga dan pengeluaran diberikan oleh ekulibrium di dalam pasar barang dan uang. Pasar barang diwakilkan oleh ekuilibrium antara investasi dan tabungan (IS), dan pasar uang diwakilkan oleh penawaran uang dan preferensi likuiditas.

Ekonomi Makro kelebihan dan kekurangan

  • Kelebihan:
    Ini sangat membantu dalam menentukan neraca pembayaran bersama dengan penyebab defisit dan surplus.
    Itu membuat keputusan mengenai kebijakan ekonomi dan fiskal dan memecahkan masalah keuangan publik.
  • Kekurangan:
    Analisisnya mengatakan bahwa agregat bersifat homogen, tetapi tidak demikian karena kadang-kadang mereka heterogen.
    Ini hanya mencakup variabel agregat yang menghindari kesejahteraan individu.

Contoh permasalahan ekonomi makro


Ekonomi Mikro

Ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang dan jasa yang diperjual-belikan.

Ekonomi mikro membahas tentang alokasi dan efisiensi sumber daya pasar.

Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.

Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).

Pentingnya ekonomi mikro

Bermanfaat dalam menentukan harga suatu produk bersama dengan harga faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal, pengusaha, dll.) dalam perekonomian.

Dalam ekonomi mikro, manfaat yang dimiliki yakni agar dapat menentukan besarnya harga dari sebuah produk.

Sedangkan dalam ekonomi makro, fungsi dan manfaat dititikberatkan kepada stabilitas agar penyelesaian masalah ekonomi dapat dilakukan.

Contoh model operasi ekonomi mikro

Diasumsikan bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Dalam asumsi ini, ada empat kategori di mana keuntungan perusahaan akan dipertimbangkan:

  • Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika average total cost lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas keluaran dikali dengan perbedaan antara average total cost dan harga.
  • Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan normal ketika keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika average total cost setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.
    Jika harga adalah di antara average total cost dan average variable cost pada keluaran maksimalisasi keuntungan, maka perusahaan tersebut dalam kondisi kerugian minimal. Perusahaan ini harusnya masih meneruskan produksi, karena kerugiannya akan makin membesar jika berhenti produksi. Dengan produksi terus menerus, perusahaan bisa menaikkan biaya variabel dan akhirnya biaya tetap, tetapi dengan menghentikan semuanya akan mengakibatkan kehilangan semua biaya tetapnya.
  • Jika harga di bawah average variable cost pada maksimalisasi keuntungan, perusahaan harus melakukan penghentian. Kerugian diminimalisir dengan tidak memproduksi sama sekali, karena produksi tidak akan menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan untuk membiayai semua biaya tetap dan bagian dari biaya variabel. Dengan tidak berproduksi, kerugian perusahaan hanya pada biaya tetap. Dengan kehilangan biaya tetapnya, perusahaan menemui tantangan. Akan keluar dari pasar seutuhnya atau tetap bersaing dengan risiko kerugian menyeluruh.

Ekonomi Mikro kelebihan dan kekurangan

  • Kelebihan:
    Ini membantu dalam penentuan harga suatu produk tertentu dan juga harga berbagai faktor produksi, yaitu tanah, tenaga kerja, modal, organisasi dan wirausahawan.
    Ini didasarkan pada ekonomi perusahaan bebas, yang berarti perusahaan itu independen untuk mengambil keputusan.
  • Kekurangan:
    Asumsi pekerjaan penuh benar-benar tidak realistis.
    Ia hanya menganalisis sebagian kecil dari ekonomi sementara bagian yang lebih besar tidak tersentuh.

Contoh permasalahan ekonomi makro

  • Monopoli
  • Harga bahan bakar naik
  • Masalah distribusi
  • Meningkatnya permintaan beras akibat gagal panen

Perbedaan utama antara makro dan mikro ekonomi

  • Segmen kecil ekonomi vs keseluruhan ekonomi agregat.
  • Mikroekonomi bekerja berdasarkan prinsip bahwa pasar akan segera menciptakan ekuilibrium. Dalam ekonomi makro, ekonomi mungkin berada dalam keadaan ketidakseimbangan (boom atau resesi) untuk periode yang lebih lama.
  • Ada sedikit perdebatan tentang prinsip-prinsip dasar ekonomi mikro. Ekonomi makro lebih kontroversial. Ada berbagai sekolah ekonomi makro yang menawarkan penjelasan berbeda (mis. Keynesian, Monetaris, Austria, siklus Bisnis Nyata e.t.c).
  • Ekonomi makro lebih menekankan pada data empiris dan mencoba untuk menjelaskannya. Ekonomi mikro cenderung bekerja dari teori pertama.
  • Dalam aplikasi bisnis: Diterapkan pada masalah operasional atau internal dan makro ekonomi terhadap lingkungan makro dan masalah eksternal.

Persamaan antara makro dan mikro ekonomi

Ketika ekonomi mikro berfokus pada alokasi sumber daya yang terbatas di antara individu, ekonomi makro memeriksa bahwa bagaimana distribusi sumber daya yang terbatas harus dilakukan di antara banyak orang, sehingga akan memanfaatkan sebaik mungkin sumber daya yang langka.

Sebagai studi ekonomi mikro tentang unit individu, pada saat yang sama, studi ekonomi makro tentang variabel agregat. Dengan cara ini, kita dapat mengatakan bahwa mereka saling bergantung.


Perbedaan dalam Fokus Mikroekonomi dan Makroekonomi

Fokus Mikroekonomi:
1. Mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya.
2. Mencapai kepuasan yang paling maksimum.

Fokus Makroekonomi:
1. Bagaimana segi permintaan dan penawaran menentukan kegiatan
perekonomian.
2. Masalah utama yang dihadapi perekonomian.
3. Peranan kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah.


Kesimpulan makro dan mikro ekonomi

Makro dan mikro ekonomi tidak saling bertentangan, pada kenyataannya, mereka saling melengkapi. Karena setiap koin memiliki 2 aspek – mikro dan makroekonomi juga merupakan 2 aspek dari koin yang sama, di mana kekurangan seseorang adalah yang lain dan dengan cara ini mereka menutupi seluruh ekonomi.

Satu-satunya hal penting yang membuat mereka berbeda adalah area aplikasi.


Contoh ekonomi mikro

Permintaan dan penawaran
Monopoli pasar/perdagangan
Perilaku konsumen
Perilaku produsen
Pembangunan infrastruktur
Pasar
Penetapan harga terendah
Penetapan harga tertinggi
Penerimaan.
Biaya


Contoh ekonomi makro


Contoh-Contoh Ekonomi Mikro di Indonesia

Proses terjadinya perekonomian mikro bisa terlihat saat produsen dan konsumen melakukan kegiatan ekonomi. Berikut ini merupakan contoh-contoh perekonomian mikro yang ada di Indonesia.

1. Permintaan

Contoh ekonomi mikro yang pertama adalah permintaan. Permintaan merupakan jumlah barang dan jasa yang diminta dan mampu dibeli oleh konsumen dalam tingkat harga dan pada waktu tertentu. Ketika ada permintaan, apalagi ketika harga barang dan jasa semakin tinggi, maka semakin turun jumlah permintaan terhadap barang dan jasa tersebut.

Sebaliknya, ketika harga barang dan jasa semakin rendah, maka semakin tinggi permintaan konsumen terhadap barang dan jasa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pelaku yang melakukan permintaan terhadap barang dan jasa merupakan konsumen.

2. Penawaran

Contoh selanjutnya adalah penawaran. Penawaran dapat didefinisikan sebagai jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk dijual atau ditawarkan kepada pihak produsen atau penjual dengan berbagai tingkat harga dan pada waktu-waktu tertentu. Dan dalam penawaran, pelaku yang melakukan penawaran adalah produsen.

Dalam teori penawaran yang berlaku adalah semakin tinggi harga, maka semakin naik pula jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah suatu harga, semakin turun pula jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.

3. Perilaku konsumen dan produsen

Perilaku konsumen dan produsen menjadi contoh selanjutnya dalam ekonomi mikro. Definisi perilaku konsumen dan produsen adalah segala aktivitas dan proses yang dilalui oleh seseorang dalam pemilihan, pencarian, pembelian, pengevaluasian, dan penggunaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya.

4. Harga

Harga menjadi contoh perekonomian mikro yang terjadi di Indonesia. Harga biasanya berhubungan dengan suatu nilai barang dan dirupakan dengan uang. Menurut Kotler, harga adalah salah satu unsur bauran dalam pemasaran yang menghasilkan keuntungan.

Harga juga berfungsi sebagai alat ukur nilai suatu barang dan jasa. Ketika harga ditentukan, kondisi perekonomian, kurva permintaan, dan biaya menjadi faktor yang memengaruhi terjadinya perubahan harga. Untuk mengetahui lebih jelas tentang pentingnya penentuan harga, Anda bisa membacanya melalui link ini.

5. Biaya dalam

Contoh ekonomi mikro di Indonesia adalah biaya. Biaya lebih didefinisikan sebagai pengorbanan yang dilakukan perusahaan atau seseorang agar dapat memperoleh lebih banyak manfaat dari berbagai aktivitas yang dilakukan. Biaya juga dapat memengaruhi terjadinya perubahan harga, misalnya biaya bahan baku yang tinggi berakibat pada naiknya harga produk.

Dalam ekonomi, biaya juga sering disebut cost karena biaya ini yang akan dikeluarkan dengan tujuan agar output produksi yang dihasilkan dapat tercapai sesuai dengan target.

6. Pasar

Pasar merupakan contoh ekonomi mikro yang ada di Indonesia. Pasar sendiri merupakan tempat atau wadah di mana penjual dan pembeli bertemu dan melakukan transaksi jual beli. Namun, pengertian mengenai pasar tidak harus berkaitan dengan bentuk fisik karena pasar tidak memiliki letak geografis dan bisa dilakukan secara daring.


Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “ohh begitu ya…” akan sering terdengar jika Anda memasang applikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber: Consultant4CompaniesCleverlySmartEconomic HelpsBrown ConsultancyWall Street Mojo

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *