Dapatkah Anda menyebutkan 5 negara komunis yang tersisa di dunia?

Dapatkah Anda menyebutkan 5 negara komunis yang tersisa di dunia?

 

Saat ini, hanya ada 5 negara komunis yang tersisa di dunia.

Pada masa pemerintahan Uni Soviet, negara-negara komunis dapat ditemukan di Eropa Timur, Asia dan Afrika. Negara komunis di abad ke-20 termasuk Afghanistan, Albania, Angola, Benin, Bulgaria, Kamboja, Kongo, Cekoslowakia, Jerman Timur, Ethiopia, Hungaria, Mongolia, Mozambik, Polandia, Rumania, Somalia, Yaman Selatan, Uni Soviet dan Yugoslavia.

 

Daftar Lima Negara Komunis Yang Tersisa di Dunia

 

1. Cina (Republik Rakyat Tiongkok)

 

Ibu kota: Beijing.

Mao Zedong menguasai China pada tahun 1949 dan memproklamirkan China sebagai Republik Rakyat Cina, sebuah negara komunis. Cina tetap konsisten komunis sejak 1949 meskipun reformasi ekonomi telah berlangsung selama beberapa tahun. Cina disebut “Cina Merah” karena kontrol partai komunis atas negara tersebut. Cina memang memiliki partai politik selain Partai Komunis China (Communist Party of China disingkat CPC) dan pemilihan terbuka diadakan secara lokal di seluruh negeri.

Konon, CPC memiliki kendali atas semua partai politik dan sering kali ada sedikit oposisi terhadap partai komunis yang berkuasa. Seiring negara Cina telah membuka ke seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir, disparitas kekayaan yang dihasilkan telah mengalahkan beberapa prinsip komunisme dan pada tahun 2004 konstitusi negara tersebut diubah untuk mengenali hak milik pribadi.

Tiongkok juga menjadi anggota berbagai macam organisasi lain seperti WTO, APEC, BRICS, Shanghai Cooperation Organization, BCIM dan G-20. Tiongkok adalah kekuatan besar di Asia, dan menjadi superpower yang potensial menurut beberapa pengamat.


2. Kuba (Republik Kuba)

 

Ibu kota: Havana

Kuba secara resmi disebut Republik Kuba adalah negara berdaulat yang terdiri dari pulau Kuba dan Isla de la Juventud serta beberapa kepulauan kecil.

Sebuah revolusi pada tahun 1959 menyebabkan pengambilalihan pemerintah Kuba oleh Fidel Castro. Pada 1961, Kuba menjadi negara yang sepenuhnya komunis dan memiliki hubungan dekat dengan Uni Soviet. Pada saat yang sama, Amerika Serikat memberlakukan larangan perdagangan dengan Kuba. Ketika Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, Kuba dipaksa untuk menemukan sumber baru untuk subsidi perdagangan dan keuangan dengan negara-negara seperti China, Bolivia dan Venezuela.

 

Pada tahun 2008, Fidel Castro mengundurkan diri dan saudaranya, Raul Castro, menjadi Presiden. Selama masa jabatan kedua Presiden A.S. Barack Obama, hubungan antara Kuba dan AS mulai mencair saat pelonggaran pembatasan perjalanan dan perdagangan mulai berjalan.


3. Laos (Republik Demokratik Rakyat Laos)

 

Ibu kota: Vientiane.

Laos, secara resmi Republik Demokratik Rakyat Laos, menjadi negara komunis pada tahun 1975 setelah sebuah revolusi yang didukung oleh Vietnam dan Uni Soviet.

Sebelum saat itu, negara Laos telah menjadi monarki. Pemerintahan negara sebagian besar dijalankan oleh jenderal-jenderal militer yang mendukung sistem satu partai yang didasarkan pada cita-cita Marxis, walaupun sistem politik negara tersebut sangat korup dan sering gagal memenuhi cita-cita tersebut.


4. Korea Utara (Republik Rakyat Demokratik Korea)

 

Ibu kota: Pyongyang.

Korea, yang ditangkap oleh Jepang pada Perang Dunia II, terbelah setelah perang memasuki wilayah utara dan selatan Soviet. Meski dipimpin oleh Uni Soviet yang dimulai pada tahun 1945, Korea Utara tidak menjadi negara komunis sampai tahun 1948.

Perhatikan bahwa sementara sebagian besar dunia “Barat” mengidentifikasi Korea Utara sebagai komunis, pemerintah Korea Utara saat ini tidak melakukannya. Pada tahun 2009, konstitusi negara diubah untuk menghapus semua penyebutan cita-cita Marxis dan Leninis yang menjadi fondasi komunisme, dan kata “komunisme” juga dihapus.


5. Vietnam (Republik Sosialis Vietnam)

 

Ibu kota: Hanoi.

Vietnam dipartisi pada konferensi 1954 yang mengikuti Perang Indocina Pertama. Sementara partisi itu seharusnya bersifat sementara, Vietnam Utara menjadi komunis dan didukung oleh Uni Soviet sementara Vietnam Selatan demokratis dan didukung oleh Amerika Serikat.

Setelah dua dekade perang, dua bagian Vietnam disatukan dan pada tahun 1976, Vietnam sebagai negara kesatuan menjadi negara komunis. Vietnam, seperti negara komunis lainnya, telah bergerak menuju ekonomi pasar dalam beberapa dekade terakhir yang telah melihat beberapa cita-cita sosialisnya digantikan oleh kapitalisme.


Negara Dengan Partai Komunis

 

Beberapa negara dengan banyak partai politik memiliki pemimpin partai komunis, namun negara-negara ini tidak dianggap benar-benar komunis karena adanya partai politik lainnya, dan karena partai komunis tidak secara khusus diberdayakan oleh konstitusi. Nepal, Guyana, dan Moldova semuanya telah memerintah partai komunis dalam beberapa tahun terakhir.


Negara Sosialis

 

Sementara dunia hanya memiliki lima (atau empat jika Anda tidak menghitung Korea Utara) negara-negara komunis, negara-negara sosialis relatif umum. Ini adalah negara-negara yang konstitusinya mencakup pernyataan tentang perlindungan dan peraturan kelas pekerja. Negara-negara sosialis saat ini termasuk Portugal, Sri Lanka, India, Guinea-Bissau, Tanzania dan beberapa lainnya.


Negara komunis yang tersisa di dunia

 

Bacaan Lainnya

 

 

Sumber bacaan: ThougtCoPublic Radio International

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

 

loading…


By | 2017-06-16T01:05:09+00:00 Juni 16th, 2017|Geografi & Sejarah|0 Comments

Leave A Comment