fbpx

Plastik – Jenis, Sejarah, Proses Manufaktur plastik, Sifat Polimer Konduktif

Plastik

Plastik adalah bahan yang terdiri dari berbagai macam senyawa organik sintetis atau semi sintetis yang mudah dibentuk dan bisa dibentuk menjadi benda padat. Jenis plastik dapat dikategorisasikan dengan banyak cara tapi paling umum dengan melihat tulang-belakang polimernya (vinyl{chloride}, polyethylene, acrylic, silicone, urethane, dll.)

Istilah plastik mencakup produk polimerisasi (proses bereaksi molekul monomer bersama dalam reaksi kimia untuk membentuk tiga dimensi jaringan atau rantai polimer) sintetik atau semi-sintetik. Mereka terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi.

 

Garis Waktu Sejarah Plastik

  • Pada tahun 1839 Eduard Simon, seorang apoteker Jerman, menemukan polystyrene.

  • 1844 Thomas Hancock mematenkan vulkanisasi karet di Inggris segera diikuti oleh Charles Goodyear di Amerika Serikat.

  • 1856 Parkesine, anggota pertama kelas senyawa Seluloid dan dianggap sebagai plastik buatan manusia pertama yang dipatenkan oleh Alexander Parkes.

  • 1869 John Wesley Hyatt menemukan sebuah metode untuk menyederhanakan produksi seluloid, membuat produksi industri menjadi mungkin.

  • 1872 PVC sengaja disintesis pada tahun 1872 oleh ahli kimia Jerman Eugen Baumann.

  • 1889 Eastman Kodak berhasil mengajukan paten untuk film seluloid

  • 1890-an Caesin, plastik yang berasal dari protein susu yang dikembangkan oleh Wilhelm Krische dan Adolph Spitteler.

  • 1890-an Auguste Trillat menemukan cara untuk insolubilize kasein dengan cara merendam dalam formaldehida, menghasilkan bahan yang dipasarkan sebagai galalith.

  • 1894 Catatan fonograf cakram dikembangkan dan segera menjadi standar industri.

  • 1898 Polyethylene pertama kali disintesis oleh ahli kimia Jerman Hans von Pechmann saat menyelidiki diazometana.

 

Jenis Plastik

Plastik dapat digolongkan berdasarkan:

  • Sifat fisikanya

    • Termoplastik. Merupakan jenis plastik yang bisa didaur-ulang/dicetak lagi dengan proses pemanasan ulang. Contoh: polietilen (PE), polistiren (PS), ABS, polikarbonat (PC)

    • Termoset. Merupakan jenis plastik yang tidak bisa didaur-ulang/dicetak lagi. Pemanasan ulang akan menyebabkan kerusakan molekul-molekulnya. Contoh: resin epoksi, bakelit, resin melamin, urea-formaldehida.

  • Kinerja dan penggunaanya

    • Plastik komoditas

      • sifat mekanik tidak terlalu bagus

      • tidak tahan panas

      • Contohnya: PE, PS, ABS, PMMA, SAN

      • Aplikasi: barang-barang elektronik, pembungkus makanan, botol minuman

    • Plastik teknik

      • Tahan panas, temperatur operasi di atas 100 °C

      • Sifat mekanik bagus

      • Contohnya: PA, POM, PC, PBT

      • Aplikasi: komponen otomotif dan elektronik

    • Plastik teknik khusus

      • Temperatur operasi di atas 150 °C

      • Sifat mekanik sangat bagus (kekuatan tarik di atas 500 Kgf/cm²)

      • Contohnya: PSF, PES, PAI, PAR

      • Aplikasi: komponen pesawat

  • Berdasarkan jumlah rantai karbonnya

    • 1 ~ 4 Gas (LPG, LNG)

    • 5 ~ 11 Cair (bensin)

    • 9 ~ 16 Cairan dengan viskositas (pengukuran dari ketahanan fluida) rendah

    • 16 ~ 25 Cairan dengan viskositas tinggi (oli, gemuk)

    • 25 ~ 30 Padat (parafin, lilin)

    • 1000 ~ 3000 Plastik (polistiren (sebuah polimer dengan monomer stirena, sebuah hidrokarbon cair yang dibuat secara komersial dari minyak bumi), polietilen, dll)

  • Berdasarkan sumbernya

    • Polimer alami : kayu, kulit binatang, kapas, karet alam, rambut

    • Polimer sintetis:

      • Tidak terdapat secara alami: nylon, poliester, polipropilen, polistiren

      • Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis

      • Polimer alami yang dimodifikasi: seluloid, cellophane (bahan dasarnya dari selulosa tetapi telah mengalami modifikasi secara radikal sehingga kehilangan sifat-sifat kimia dan fisika asalnya)

 

Bijih plastik

Pellet atau bijih plastik yang siap diproses lebih lanjut (injection molding, ekstrusi, dll).

 

Proses Manufaktur Plastik

  • Injection molding

Bijih plastik (pellet) yang dilelehkan oleh sekrup di dalam tabung yang berpemanas diinjeksikan ke dalam cetakan.

  • Ekstrusi

Bijih plastik (pellet) yang dilelehkan oleh sekrup di dalam tabung yang berpemanas secara kontinyu ditekan melalui sebuah orifice sehingga menghasilkan penampang yang kontinyu.

  • Thermoforming

Lembaran plastik yang dipanaskan ditekan ke dalam suatu cetakan.

  • Blow molding

Biji plastik (pellet) yang dilelehkan oleh sekrup di dalam tabung yang berpemanas secara kontinyu diekstrusi membentuk pipa (parison) kemudian ditiup di dalam cetakan

 

Sifat Polimer Konduktif

Polimer semikonduktif dan konduktif adalah polimer terkonjugasi yang menunjukkan perubahan ikatan tunggal dan ganda antara atom-atom karbon pada rantai utama polimer. Ikatan ganda diperoleh dari karbon yang memiliki empat elektron valensi, namun pada molekul terkonjugasi hanya memiliki tiga (kadang-kadang dua) atom lain.

Elektron yang tersisa membentuk ikatan π, elektron yang terdelokalisasi pada seluruh molekul. Suatu zat dapat bersifat polimer konduktif jika mempunyai ikatan rangkap yang terkonjugasi. Contoh dari polimer terkonjugasi adalah plastik tradisonal (polyethylen), sedangkan polimer konduktif antara lain : polyacetilen, polpyrol, polytiopen, polyaniline dan lain lain. Indonesia merupakan salah satu penghasil biji plastik untuk jenis Polypropylene atau PP dan High Density PolyEthylene atau HDPE.

 

Ethene polymerization.png

Polyethylene-repeat-2D-flat.png

Pembuatan Polyacetilen

Polimer konduktif dapat dibuat dari polyacetilen. Polyacetilen merupakan polimer terkonjugasi sederhana yang mempunyai dua bentuk: yaitu bentuk cis dan transpolyacetilen.

Sedangkan pembuatan polyacetilen dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu

  • 1. cara pemanasan.
  • 2. cara dopping.

Polyacetilen bentuk trans dibuat dengan kondisi temperatur yang berbeda. Katalis Ti(O-n-C4H9)4-(C2H5)3Al.

Temperatur (oC)  % trans
150 100
100 92,5
50 67,6
18 40,7
0 21,4
-18 4,6
-78 1,9

Temperatur yang menunjukan proses isomerisasi irreversibel dengan bentuk cis terjadi pada temperatur yang lebih tinggi pada 145 oC menghasilkan bentuk trans. Bentuk cis secara termodinamika kurang stabil dibandingkan dengan bentuk trans. Pada temperatur tinggi, dan secara spontan isomer cis dapat berubah menjadi trans.

Konduktifitas polyacetilen dapat ditingkatkan dengan proses halogenasi. Struktur polyacetilen dapat mengalami resonansi sehingga konduktifitasnya menjadi lebih besar. Adanya resonansi pada poliasetilen menyebabkan material dapat menghantarkan arus listrik.

Bila klorin ditambahkan pada film, ternyata tidak menghasilkan spektrum garis, tetapi reaksi adisi klorin menghasilkan spektrum polyacetilen yang jelas. Sekarang dikenal doping-induced pita IR yang disusun dari 3 pita yaitu pada 1397, 1288 dan 888 cm−1, absorbsi kuat jelas dibanding undoped polymer.

 

Bacaan Lainnya

 

 

Pasang iklan gratis di toko pinter

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

 

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ohh begitu ya…” akan sering terdengar jika Anda memasang applikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

 

Sumber bacaan: WikipediaWikipedia (Inggris)

                    

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-11-07T11:54:47+07:00 Juli 27th, 2015|IPA|1 Comment

One Comment

  1. Tony 30/08/2019 at 5:19 pm - Reply

    bagus, manambah pengetahuan tentang plastik. ternyata plastik sudah ada sejak dulu yaa, bahkan plastik masih terus berkembang

Leave A Comment