Rute­nium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ru dan nomor atom 44

4 min read

Rutenium adalah

Rute­nium

Rute­nium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ru dan nomor atom 44.

Fisik Rutenium

Rutenium adalah logam berwarna putih, keras dan memiliki modifikasi empat Kristal. Tidak mudah kusam pada suhu kamar, tapi teroksidasi  dengan menghasilkan ledakan. Mudah bereaksi dengan senyawa halogen, basa dan lain-lain. Rutenium dapat dilapisi dengan metode elektro deposisi  atau dengan metode dekomposisi suhu.

Logam ini merupakan pengeras platina dan paladium yang paling efektif dan membentuk alloy dengan platina atau paladium; untuk menghasilkan sifat hambatan listrik yang luar biasa. Alloy rutenium-molibdenum dilaporkan bersifat superkonduktif pada suhu 10.6K.

Ketahanan korosi pada titanium dapat diperbaiki seratus kali lipat dengan penambahan 0.1% rutenium. Rutenium juga merupakan katalis yang serba guna. Asam sulfida dapat dipecah oleh cahaya dengan menggunakan suspensi partikel CdS yang diisi dengan rutenium oksida.

Diduga dapat diterapkan untuk menghilangkan H2S pada pemurnian oli dan proses industri yang lainnya.

Setidaknya, ada delapan bilangan oksidasi yang ditemukan, tapi di antara delapan bilangan tersebut, hanya bilangan +2, +3, +4 yang umum ditemukan. Senyawa rutenium memiliki ciri-ciri yang menyerupai  senyawa kadmium.

Sifat Fisika

Titik lebur: 2607 K ​(2334 °C, ​4233 °F)
Titik didih: 4423 K ​(4150 °C, ​7502 °F)
Kepadatan mendekati s.k.: 12.45 g/cm3
saat cair, pada t.l.: 10.65 g/cm3
Kalor peleburan: 38.59 kJ/mol
Kalor penguapan: 591.6 kJ/mol
Kapasitas kalor molar: 24.06 J/(mol·K)

Sifat Atom

Bilangan oksidasi: 8, 7, 6, 4, 3, 2, 1,[1] -2 (mildly acidic oxide)
Elektronegativitas Skala Pauling: 2.2
Jari-jari atom empiris: 134 pm
Jari-jari kovalen: 146±7 pm

Penggunaan Rute­nium

Permintaan rutenium meningkat: penggunaan logam menemukan di industri elektronik (50%) dan industri kimia (40%), dengan jumlah yang lebih kecil yang digunakan dalam paduan. Dalam elektronik dulu digunakan terutama untuk kontak listrik tetapi kebanyakan sekarang masuk ke resistor chip. Dalam industri kimia digunakan dalam anoda untuk produksi klorin dalam sel elektrokimia.

Logam ini digunakan sebagai pengeras untuk paladium dan platinum dan ditambahkan dalam jumlah kecil meningkatkan ketahanan korosi titaniumin. Hal ini digunakan dalam paduan kontak listrik dan filamen, dalam perhiasan, di ujung pena, dan pivot instrumen. Hal ini juga digunakan dalam paduan dengan kobalt, molibdenum, nikel, tungsten, dan logam lainnya. Senyawa rutenium digunakan untuk keramik warna dan kaca.

Senyawa Rute­nium

  • Haemoglobin C2952H4664N812O832S8Fe4

Tubuh manusia berisi kurang lebih 4 gram besi 70%-nya berisi hemoglobin, sel darah merah. Kebanyakan disimpan dalam bentuk ferratin. Fungsi hemoglobin yaitu mengangkut oksigen dari paru-paru dan menyebarkan ke anggota badan, seperti otot, yang akan di lepaskan dalam bentuk oksigen.

  • Besi (II) Sulfat (FeSO4.H2O)

Dalam hortikultura digunakan sebagai pembunuh lumut, yang secara sering dikenal sebagai sulfat besi.

  • Besi (III) Klorida (FeCl3)

Bersifat sangat beracun. Besi (III) Klorida digunakan sebagai katalisator untuk reaksi ethylene dengan khlor, membentuk ethylene dichloride (1,2-Dichloroethane), bahan kimia yang penting, yang digunakan pada industri untuk produksi klorida vinil, monomer untuk membuat PVC.

  • Besi (III) Oksida Fe2O3

Digunakan sebagai pelapis disket. Juga digunakan sebagai alas bedak, ferri-oksid dikenal sebagai kosmetik (pe-merah pipi), dan semir.

  • Besi(II)

Besi(II) klorida anhidrat, FeCl2, dapat dibuat dengan mengalirkan gas HCl kering pada logam besi panas. Karena gas H2 yang dihasilkan bersifat reduktor, maka oksidasi lanjut Fe(II) menjadi besi(III) dapat dicegah (Sugiyarto dan Suyanti, 2010) :

Fe (s) + 2 HCl (g) à FeCl2 (s) + H2 (g)

  • Kehadiran nitrogen monoksida, NO, dapat menggantikan posisi salah satu molekul air dalam ion heksaaquabesi(II) menjadi ion pentaaquanitrobesi(II) yang berwarna coklat tua dan sering muncul sebagai “cincin coklat” pada uji ion nitrat dalam tabung uji (Sugiyarto dan Suyanti, 2010):

NO (aq) + [Fe(H2O)6]2+ (aq)   à       [Fe(H2O)5(NO)]2+ (aq) + H2O (l)

cincin coklat

  • Penambahan ion hidroksida ke dalam larutan ion besi(II) pada awalnya menghasilkan endapan gelatin hijau besi(II) hidroksida. Tetapi, hadirnya oksidator misalnya dari udara, mengakibatkan terjadi perubahan warna menjadi kuning-coklat dari besi(III) oksida terhidrat menurut persamaan reaksi:

Fe2+ (aq) + 2 OH (aq) à Fe(OH)2 (s)

  • Sama seperti ion besi(III) yang dapat diidentifikasi dengan ion heksasianoferat(II), [Fe(CN)6]4-, ion besi(II) juga dapat dideteksi dengan ion heksasianoferat(III), [Fe(CN)6]3-, dengan menghasilkan produk yang sama dengan biru Prusian (yang pada mulanya disebut biru Turnbull ketika diduga merupakan produk berbeda):

3 Fe2+ (aq) + 4 [Fe(CN)6]3- (aq) à Fe4[Fe(CN)6]3 (s) + 6 CN (aq)

  • Harga potensial oksidasi besi(II) menjadi besi(III) sangat bergantung pada ligannya. Sebagai contoh, ion heksasianoferat(II), [Fe(CN)6]4-, jauh lebih mudah teroksidasi daripada ion heksaaquabesi(II), [Fe(H2O)6]2+:

[Fe(CN)6]4- (aq) à [Fe(CN)6]3- (aq) + e                      E° = -0,36V

[Fe(H2O)6]2+ (aq) à [Fe(H2O)6]3+ (aq) + e                 E° = -0,77V

Rutenium
Rutenium setengah bar.

Sejarah Rute­nium

Berasal dari bahasa latin “ferrum” yang artinya iron (besi). Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari dari yang bermanfaat sampai dengan yang merusakkan. Pertama kali, besi digunakan oleh bangsa Sumeria dan Mesir, sekitar tahun 4000 SM, benda kecil, seperti mata lembing dan perhiasan, yang didapati dari meteor.

Sekitar 3000 SM hingga 2000 SM, semakin banyak objek besi yang dikerjakan dihasilkan di Mesopotamia, Anatolia, dan Mesir. Pada zaman tersebut kemungkinan kegunaannya untuk upacara tertentu, dan besi merupakan logam yang mahal, lebih mahal berbanding emas.

Di negara China besi yang pertama kali digunakan adalah besi meteor, dengan bukti arkeologi mengenai  besi tempa yang muncul di barat laut, di daerah Xinjiang, pada abad ke-8 SM.

Efek pada Kesehatan

Senyawa rutenium relatif jarang diproduksi oleh kebanyakan orang. Semua senyawa rutenium harus dianggap sangat beracun dan karsinogenik. Senyawa rutenium menodai kulit dengan sangat kuat. Tampaknya rutenium yang tertelan sangat tertahan di tulang. Rutenium oksida, RuO4, sangat beracun dan mudah menguap, dan harus dihindari.

Rutenium 106 adalah salah satu radionuklida yang terlibat dalam pengujian atmosfer senjata nuklir, yang dimulai pada tahun 1945 dengan tes AS dan berakhir pada tahun 1980 dengan tes Cina. Ini adalah salah satu radionuklida dengan waktu paruh panjang yang telah dan akan terus menghasilkan peningkatan risiko kanker selama beberapa dekade dan abad yang akan datang.

Efek pada lingkungan

Tidak ada efek negatif pada lingkungan.


Tabel Periodik Kimia – Lengkap Dengan Daftar Unsur Kimia Berdasarkan Nama, Warna Dan Jenis

Tabel periodik adalah tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel. Unsur-unsur tersebut disusun berdasarkan nomor atom (jumlah proton dalam inti atom), konfigurasi elektron dan keberulangan sifat kimia. Klik disini untuk membaca tabel periodik yang komplit.

Tabel periodik unsur kimia

Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: WikipediaLenntech

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *