fbpx

Diare atau Mencret Tanda, Gejala, Penyebab, Perawatan, Pengobatan, Pencegahan

Diare Adalah

Diare atau mencret adalah sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit 3 kali dalam 24 jam.

 

Fakta-Fakta Diare Atau Mencret

  • Penyakit diare merupakan penyebab utama kematian pada anak balita. Hal ini bisa dicegah dan dapat diobati.
  • Setiap tahun diare membunuh sekitar 525.000 anak balita.
  • Sebagian besar penyakit diare dapat dicegah melalui air minum yang aman dan sanitasi dan kebersihan yang memadai.
  • Secara global, ada hampir 1,7 miliar kasus penyakit diare pada anak setiap tahun.
  • Diare adalah penyebab utama malnutrisi pada anak balita.

 

3 Tipe Klinis Diare / Mencret

  • Berair akut – berlangsung beberapa jam atau hari, dan termasuk kolera.
  • Berdarah akut – juga disebut disentri.
  • Persisten – berlangsung kurang lebih 14 hari atau lebih. Diare persisten adalah diare akut dengan atau tanpa disertai darah. Jika terdapat dehidrasi sedang atau berat, diare persisten diklasifikasikan sebagai “berat”.

 

Apa Saja Ciri-Ciri dan Gejala Diare?

Gejala dan ciri diare adalah:

  • Feses lembek dan cair
  • Sakit perut
  • Kram perut
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Kehilangan nafsu makan
  • Haus terus menerus
  • Demam
  • Dehidrasi
  • Darah pada feses
  • Feses yang dihasilkan banyak
  • Terus menerus ke toilet


Penyebab Diare?

Berikut ini hal-hal yang dapat menjadi pemicu atau penyebab diare:

  • Intoleransi atau malabsorpsi (kelainan penyerapan zat nutrisi): karbohidrat (intoleransi laktosa), lemak, protein.
  • Alergi makanan.
  • Efek samping dari obat-obatan tertentu.
  • Infeksi bakteri, virus atau parasit.
  • Penyakit usus.
  • Immunodefisiensi (kekurangan zat immune sehingga tubuh sangat rentan/lemah terhadap kuman penyebab).
  • Psikologis: Rasa takut dan cemas yang berlebihan.
  • Parasit (Protozoa: E.Histolytica, G.Lamblia, Balantidium Coli. Dan Cacing: Askaris, Trikuris, Strongiloides. Juga Jamur: Candida).

 

Diare dapat juga berlangsung lebih lama tergantung penyebabnya, misalnya yang disebabkan oleh:

  • Bakteri campylobacter dan salmonella biasa berlangsung selama 2-7 hari.
  • Norovirus biasa berlangsung sekitar dua hari.
  • Rotavirus biasa berlangsung 3-8 hari.
  • Giardasis biasa berlangsung beberapa minggu.


Pencegahan dan Pengobatan Diare / Mencret

Langkah-langkah kunci untuk mencegah diare meliputi:

  • Akses terhadap air minum yang aman. Masak atau didihkan air jika perlu (terutama apabila air keran di tempat Anda tidak dapat langsung diminum). Beberapa negara maju, seperti: Singapura, Jepang, Australia, Beberapa negara di Eropa Barat & Amerika dan lain-lain, air keran dapat langsung diminum.
  • Penggunaan sanitasi yang lebih baik.
  • Mencuci tangan dengan sabun. Selalu cuci tangan sebelum makan atau menyiapkan makanan.
  • Pemberian ASI secara eksklusif untuk 6 bulan pertama kehidupan.
  • Kebersihan pribadi dan makanan yang baik.
  • Pendidikan kesehatan tentang bagaimana infeksi menyebar.
  • Vaksinasi rotavirus.

 

Jika anak Anda mengalami diare dan memiliki risiko dehidrasi, biasanya dokter akan menyarankan pemberian oralit. Anda bisa melihat petunjuk atau takaran pemberian oralit yang tertera pada kemasannya.

Ada beberapa jenis obat antidiare. Pada umumnya obat antidiare mampu mengurangi gejala, serta mempersingkat lamanya diare sebanyak  satu hari. Obat antidiare yang paling sering digunakan adalah loperamide. Obat ini terbukti efektif dan memilki efek samping yang sedikit. Loperamide (merek dagang: Imodium) mampu menjadikan kotoran Anda lebih padat dan mengurangi frekuensi buang air besar Anda. Jaga dosis yang dianjurkan oleh Dokter. Jangan minum obat antidiare jika sedang mengalami demam tinggi atau terdapat darah dan nanah pada tinja Anda. Segera periksakan diri ke dokter!

 

Pencegahan adalah hal yang paling baik. Jika Anda tidak mempunyai asuransi, Anda dapat ikut serta program pemerintahan dengan biaya iuaran yang cukup ringan. Info klik -> BPJS Kesehatan

 

Bagaimana dengan rakyat miskin? Tidak perlu khawatir, semua rakyat miskin atau PBI (Penerima Bantuan Iuran) ditanggung kesehatannya oleh pemerintah. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi rakyat miskin untuk memeriksakan penyakitnya ke fasilitas kesehatan. Kartu Indonesia Sehat (KIS) menjamin dan memastikan masyarakat kurang mampu untuk mendapat manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Info klik -> KIS (Kartu Indonesia Sehat)


Diare Mencret


Disenteri Adalah

Disenteri adalah diare yang disertai darah. Sebagian besar episode disebabkan oleh Shigella dan hampir semuanya memerlukan pengobatan antibiotik.

Diagnosis Disentri

Tanda untuk diagnosis disenteri adalah BAB cair, sering dan disertai dengan darah yang dapat dilihat dengan jelas.

Di rumah sakit diharuskan pemeriksaan feses untuk mengidentifikasi trofozoit amuba dan Giardia.

Shigellosis menimbulkan tanda radang akut meliputi:

  • Nyeri perut
  • Demam
  • Kejang
  • Letargis
  • Prolaps rektum

Di samping itu sebagai diare akut bisa juga menimbulkan dehidrasi, gangguan percernaan dan kekurangan zat gizi.

Pikirkan juga kemungkinan invaginasi dengan gejala dan tanda: dominan lendir dan darah, kesakitan dan gelisah, massa intra-abdominal dan muntah.


Tatalaksana Disentri

Anak dengan gizi buruk dan disenteri dan bayi muda (umur < 2 bulan) yang menderita disenteri harus dirawat di rumah sakit. Selain itu, anak yang menderita keracunan, letargis, mengalami perut kembung dan nyeri tekan atau kejang, mempunyai risiko tinggi terhadap sepsis dan harus dirawat di rumah sakit. Yang lainnya dapat dirawat di rumah akan tetapi harus mendapat persetujuan dari dokter!

Di tingkat pelayanan primer semua diare berdarah selama ini dianjurkan untuk diobati sebagai shigellosis dan diberi antibiotik kotrimoksazol. Jika dalam 2 hari tidak ada perbaikan, dianjurkan untuk kunjungan ulang untuk kemungkinan mengganti antibiotiknya

  • Penanganan dehidrasi dan pemberian makan sama dengan diare akut.
  • Yang paling baik adalah pengobatan yang didasarkan pada hasil pemeriksaan tinja rutin, apakah terdapat amuba vegetatif. Jika positif maka berikan metronidazol dengan dosis 50 mg/kg/BB dibagi tiga dosis selama 5 hari. Jika tidak ada amuba, maka dapat diberikan pengobatan untuk Shigella.
  • Beri pengobatan antibiotik oral (selama 5 hari), yang sensitif terhadap sebagian besar strain shigella. Contoh antibiotik yang sensitif terhadap strain shigella di Indonesia adalah siprofloxasin, sefiksim dan asam nalidiksat
  • Beri tablet zinc sebagaimana pada anak dengan diare cair tanpa dehidrasi.
  • Pada bayi muda (umur < 2 bulan), jika ada penyebab lain seperti invaginasi, rujuk anak ke spesialis bedah.

Tindak Lanjut Disentri

Anak yang datang untuk kunjungan ulang setelah 2 hari di rumah sakit, perlu dilihat tanda perbaikan seperti: tidak adanya demam, berkurangnya BAB, nafsu makan meningkat.

  • Jika tidak terjadi perbaikan setelah dua hari,
    • Ulangi periksa feses untuk melihat apakah ada amuba, giardia atau peningkatan jumlah lekosit lebih dari 10 per lapangan pandang untuk mendukung adanya diare bakteri invasif
    • Jika memungkinkan, lakukan kultur feses dan tes sensitivitas
    • Periksa apakah ada kondisi lain seperti alergi susu sapi, atau infeksi mikroba lain, termasuk resistensi terhadap antibiotik yang sudah dipakai.
    • Hentikan pemberian antibiotik pertama, dan
    • Beri antibiotik lini kedua yang diketahui efektif melawan shigella.
  • Jika kedua antibiotik, yang biasanya efektif melawan shigella, telah diberikan masing-masing selama 2 hari namun tidak menunjukkan adanya perbaikan klinis:
    • Telusuri dengan lebih mendalam ke standar pelayanan medis pediatri
    • Rawat anak jika terdapat kondisi lain yang memerlukan pengobatan di rumah sakit.


Perawatan Penunjang Disentri

Perawatan penunjang meliputi pencegahan atau penanganan dehidrasi dan meneruskan pemberian makan.

Jangan pernah memberi obat untuk menghilangkan gejala simtomatis dari nyeri pada perut dan anus atau untuk mengurangi frekuensi BAB, karena obat-obatan ini dapat menambah parah penyakit yang ada.

Penanganan Dehidrasi

Nilai anak untuk tanda dehidrasi dan beri cairan sesuai dengan Rencana Terapi A, B atau C, yang sesuai.

Tatalaksana Penanganan Gizi

Diet yang tepat sangat penting karena disenteri memberi efek samping pada status gizi. Namun demikian, pemberian makan seringkali sulit, karena anak biasanya tidak punya nafsu makan. Kembalinya nafsu makan anak merupakan suatu tanda perbaikan yang penting.

  • Pemberian ASI harus terus dilanjutkan selama anak sakit, lebih sering dari biasanya, jika memungkinkan, karena bayi mungkin
  • Anak-anak berumur 6 bulan atau lebih harus menerima makanan mereka yang biasa. Bujuk anak untuk makan dan biarkan anak untuk memilih makanan yang disukainya.

Komplikasi Disentri

Kekurangan Kalium, demam tinggi, prolaps rekti, kejang dan sindroma hemolitik-uremik dikelola sesuai standard pengelolaan yang berlaku.


Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

 

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Sumber bacaan: WHO (World Health Organization)Web MD

 

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

 


By | 2017-12-24T16:19:34+07:00 Agustus 13th, 2015|IPA, Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment