fbpx

DNA deoxyribonucleic acid – Pengertian, Sifat-Sifat, Fungsi – Tubuh Manusia Mengandung DNA Sejumlah Miliaran Kilometer

Di Tubuh Manusia Mengandung DNA Sejumlah Miliaran Kilometer

Apakah benar bahwa di tubuh manusia mengandung DNA sejumlah miliaran kilometer? Jika kita membuka rantai gulungan DNA deoxyribonucleic acid yang berada di tubuh Anda dan memaparkan dari ujung ke ujung, kita bisa berputar dunia sekitar 5 juta kali.

Setiap manusia memiliki antara 50 000 dan 100 000 000 000 000 (100 000 milyar) sel non-bakteri dan masing-masing dari sel-sel ini, memiliki panjang sekitar 2 meter dari DNA (deoxyribonucleic acid).

 

DNA Dengan Perhitungan Matematika

Perhitungan matematika yang cukup sederhana! perimeter (batas luas lingkaran) Bumi di khatulistiwa adalah 40 000 km, jadi kita bisa membuktikan bahwa:

(0,002 x 1014) / 40 000 = 5 000 000

 

Apakah DNA deoxyribonucleic acid?

Adalah sejenis biomolekul yang menyimpan dan menyandi instruksi-instruksi genetika setiap organisme dan banyak jenis virus. Lebih dikenal dengan singkatan DNA (bahasa Inggris: DeoxyriboNucleic Acid) atau bahasa Indonesia Asam DeoksiriboNukleat.

 

Fungsi penggunaan DNA dalam teknologi

1. DNA deoxyribonucleic acid dalam forensik

Ilmuwan forensik dapat menggunakan DNA yang terletak dalam darah, sperma, kulit, liur atau rambut yang tersisa di tempat kejadian kejahatan untuk mengidentifikasi kemungkinan tersangka, sebuah proses yang disebut fingerprinting genetika atau pemrofilan DNA (DNA profiling). Dalam pemrofilan DNA panjang relatif dari bagian DNA yang berulang seperti short tandem repeats dan minisatelit, dibandingkan. Pemrofilan DNA dikembangkan pada 1984 oleh genetikawan Inggris Alec Jeffreys dari Universitas Leicester, dan pertama kali digunakan untuk mendakwa Colin Pitchfork pada 1988 dalam kasus pembunuhan Enderby di Leicestershire, Inggris.

Banyak yurisdiksi membutuhkan terdakwa dari kejahatan tertentu untuk menyediakan sebuah contoh DNA untuk dimasukkan ke dalam database komputer. Hal ini telah membantu investigator menyelesaikan kasus lama di mana pelanggar tidak diketahui dan hanya contoh DNA yang diperoleh dari tempat kejadian (terutama dalam kasus perkosaan antar orang tak dikenal). Metode ini adalah salah satu teknik paling tepercaya untuk mengidentifikasi seorang pelaku kejahatan, tetapi tidak selalu sempurna, misalnya bila tidak ada DNA yang dapat diperoleh, atau bila tempat kejadian terkontaminasi oleh DNA dari banyak orang.

2. DNA dalam komputasi

DNA deoxyribonucleic acid memainkan peran penting dalam ilmu komputer, baik sebagai masalah riset dan sebagai sebuah cara komputasi.

Riset dalam algoritme pencarian string, yang menemukan kejadian dari urutan huruf di dalam urutan huruf yang lebih besar, dimotivasi sebagian oleh riset DNA, dimana algoritme ini digunakan untuk mencari urutan tertentu dari nukleotida dalam sebuah urutan yang besar. Dalam aplikasi lainnya seperti editor text, bahkan algoritme sederhana untuk masalah ini biasanya mencukupi, tetapi urutan DNA menyebabkan algoritme-algoritme ini untuk menunjukkan sifat kasus-mendekati-terburuk dikarenakan jumlah kecil dari karakter yang berbeda.

Teori database juga telah dipengaruhi oleh riset DNA, yang memiliki masalah khusus untuk menaruh dan memanipulasi urutan DNA. Database yang dikhususkan untuk riset DNA disebut database genomik, dam harus menangani sejumlah tantangan teknis yang unik yang dihubungkan dengan operasi pembandingan kira-kira, pembandingan urutan, mencari pola yang berulang, dan pencarian homologi.

 

Fungsi lainnya DNA adalah

  • Sebagai pembawa informasi genetik DNA.

  • Memiliki peran dalam menduplikasi diri dan dalam pewarisan sifat.

  • Sebagai ekspresi informasi genetik.

  • Pengarah sintesis RNA pada sebuah proses kimia atau transkripsi.

  • Kode untuk pengaktifan protein dan penonaktifan gen.

  • Membuat protein.

 

Apakah replikasi DNA?

Replikasi merupakan proses pelipatgandaan DNA deoxyribonucleic acid. Proses replikasi ini diperlukan ketika sel akan membelah diri. Pada setiap sel, kecuali sel gamet, pembelahan diri harus disertai dengan replikasi DNA supaya semua sel turunan memiliki informasi genetik yang sama.

Apapun molekul yang membawa informasi genetik harus mampu mengkopi dirinya dalam cara yang hampir bebas dari kesalahan. DNA terbuat dari empat basa, disingkat A, C, G dan T. DNA adalah molekul untai ganda, di mana A dalam satu untai selalu cocok dengan T dalam untai lain, dan C selalu cocok dengan G.

Sifat-sifat DNA deoxyribonucleic acid

Struktur kimia DNA; ikatan hidrogen ditunjukkan oleh garis putus-putus

  • DNA merupakan sebuah polimer yang terdiri dari satuan-satuan berulang yang disebut nukleotida. Stiap nukleotida terdiri dari 3 komponen utama, yakni gugus fosfat, gula deoksiribosa, dan basa nitrogen (nukleobasa)[6]. Pada DNA, nukleobasa yang ditemukan adalah Adenina (A), Guanina (G), Sitosina (C) dan Timina (T). Nukleobasa yang terhubung dengan sebuah gugus gula disebut sebagai nukleosida, dan nukleosida yang terhubung dengan satu atau lebih gugus fosfat disebut sebagai nukleotida. Polimer yang terdiri dari nukleotida yang saling terhubung menjadi satu rantai disebut sebagai polinukleotida. Sehingga DNA termasuk pula ke dalam polinukleotida.

  • Rantai punggung unting DNA terdiri dari gugus fosfat dan gula yang berselang-seling. Gula pada DNA adalah gula pentosa (berkarbon lima), yaitu 2-deoksiribosa. Dua gugus gula terhubung dengan fosfat melalui ikatan fosfodiester antara atom karbon ketiga pada cincin satu gula dan atom karbon kelima pada gula lainnya. Ikatan yang tidak simetris ini membuat DNA memiliki arah atau orientasi tertentu. Pada struktur heliks ganda, orientasi rantai nukleotida pada satu unting berlawanan dengan orientasi nukleotida unting lainnya. Hal ini disebut sebagai antiparalel. Kedua ujung asimetris DNA disebut sebagai 5′ (lima prima) dan 3′ (tiga prima). Ujung 5′ memiliki gugus fosfat terminus, sedangkan ujung 3′ memiliki gugus hidroksi terminus. Salah satu perbedaan utama DNA dan RNA adalah gula penyusunnya, yakni gula 2-deoksiribosa pada DNA digantikan gula ribosa pada RNA.

  • Dalam organisme hidup, DNA biasanya ditemukan dalam bentuk berpasangan dan terikat kuat. Dua unting DNA saling berpilin membentuk heliks ganda. Heliks ganda ini distabilisasi oleh dua gaya utama: ikatan hidrogen antar nukleotida dan interaksi tumpukan antar nukleobasa aromatik. Dalam lingkungan sel yang berair, ikatan π konjugasi antar basa nukleotida tersusun tegak lurus terhadap sumbu pilinan DNA. Hal ini meminimalisasi interaksi dengan cangkang solvasi dan sehingganya menurunkan energi bebas Gibbs.

  • Struktur DNA semua jenis spesies terdiri dari dua rantai heliks yang berpilin dengan jarak antar putaran heliks 34 Å (3,4 nanometer) dan jari-jari 10 Å (1.0 nanometer). Menurut kajian lainnya, ketika diukur menggunakan larutan tertentu, rantai DNA memiliki lebar 22-26 Å (2,2-2,6 nanometer) sedangkan satu satuan nukleotida memiliki panjang 33 Å (0,33 nm). Meskipun satuan nukleotida ini sangatlah kecil, polimer DNA dapat memiliki jutaan nukleotida yang terangkai seperti rantai. Misalnya, kromosom 1 yang merupakan kromosom terbesar pada manusia mengandung sekitar 220 juta pasangan basa.

Bacaan Menarik Seputar DNA, Darah, Sel Dan Kanker

Pasang iklan gratis di toko pinter

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

Bacaan Lainnya

    

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Reference


Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2019-08-21T14:58:18+07:00 Februari 6th, 2018|IPA, Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment