fbpx

Kondensasi atau Pengembunan

Kondensasi atau Pengembunan

Adalah perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat, seperti gas (atau uap) menjadi cairan.
Prinsip Kondensasi: Jika gas polutan yang panas berkontak dengan media pendingin (air atau udara), maka terjadi transfer panas dari gas panas ke medium pendingin, temperatur uap gas akan turun, maka energi kinetik molekul gas akan berkurang sehingga molekul-molekul gas akan bergerak saling berdekatan (Gaya van der Waals) yang akan menyebabkan gas terkondensasi menjadi liquid.

 

Bagaimana kondensasi atau penguapan terjadi?

Kondensasi terjadi ketika uap didinginkan menjadi cairan, tetapi dapat juga terjadi bila sebuah uap dikompresi (yaitu, tekanan ditingkatkan) menjadi cairan, atau mengalami kombinasi dari pendinginan dan kompresi. Cairan yang telah terkondensasi dari uap disebut kondensat.

 

Sebuah alat yang digunakan untuk mengkondensasi uap menjadi cairan disebut kondenser

Kondenser umumnya adalah sebuah pendingin atau penukar panas yang digunakan untuk berbagai tujuan, memiliki rancangan yang bervariasi, dan banyak ukurannya dari yang dapat digenggam sampai yang sangat besar.

Kondensasi uap menjadi cairan adalah lawan dari penguapan (evaporasi) dan merupakan proses eksothermik (melepas panas). Air yang terlihat di luar gelas air yang dingin di hari yang panas adalah kondensasi.

 

Kondensasi air

Uap air di udara yang terkondensasi secara alami pada permukaan yang dingin dinamakan embun. Uap air hanya akan terkondensasi pada suatu permukaan ketika permukaan tersebut lebih dingin dari titik embunnya, atau uap air telah mencapai kesetimbangan di udara, seperti kelembapan jenuh. Titik embun udara adalah temperatur yang harus dicapai agar mulai terjadi kondensasi di udara.

Molekul air mengambil sebagian panas dari udara. Akibatnya, temperatur atmosfer akan sedikit turun. Di atmosfer, kondensasi uap airlah yang menyebabkan terjadinya awan. Molekul kecil air dalam jumlah banyak akan menjadi butiran air karena pengaruh suhu, dan dapat turun ke bumi menjadi hujan. Inilah yang disebut siklus air.

Pengendapan atau sublimasi juga merupakan salah satu bentuk kondensasi. Pengendapan adalah pembentukan langsung es dari uap air, contohnya salju.

 

Dari Ke
Padat Cair Gas Plasma
Padat N/A Mencair Menyublim
Cair Membeku N/A Menguap
Gas Mengkristal Mengembun N/A Ionisasi
Plasma Rekombinasi/Deionisasi N/A

 

 

Kondensasi pengembunan

Kondensasi cair pada ujung bunga-bunga, yang disebut sebagai hidrometeorik. Sumber foto: Wikimedia Commons

 

Apa yang dimaksud dengan proses kondensasi?

Kondensasi atau pengembunan adalah perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat, seperti gas (atau uap) menjadi cairan. Kondensasi uap menjadi cairan adalah lawan dari penguapan (evaporasi) dan merupakan proses eksothermik (melepas panas).

 

Apa yang dimaksud dengan titik kondensasi?

Titik kondensasi adalah ,Proses di mana uap air atau gas lain mengalami perubahan menjadi cairan disebut kondensasi. Suhu di mana kondensasi uap air terjadi disebut titik embun. Titik embun bervariasi tergantung pada suhu udara dan kelembaban.

 

3 Cara untuk menurunkan tekanan uap parsial

Kondisi aktual dimana molekul gas akan terkondensasi tergantung kepada sifat fisik dan kimia dari molekul gas tersebut mencapai (sama dengan) tekanan uapnya. Ada tiga cara untuk menurunkan tekanan uap parsial gas yaitu:

  1. Dengan cara meningkat tekanan gas sehingga tekanan parsial gas tersebut mencapai tekanan uap gas.

  2. Gas didinginkan sampai tekanan parsial gas tersebut mencapai tekanan uapnya.

  3. Gabungan kedua cara di atas, yaitu dengan cara meningkatkan tekanan gas dan mendinginkannya.

 

Bagaimana kondensasi diukur?

Psikrometrik

Psikrometrik (Psychrometric) adalah bidang yang mempelajari tentang bagaimana menentukan sifat-sifat fisis dan termodinamika suatu gas yang didalamnya terdapat campuran antara gas-uap. Sebagai contoh adalah menentukan sifat-sifat dari campuran udara dan uap air. Adapun sifat-sifat tersebut anatara lain: Dry Bulb Temperature, Wet Bulb Temperature,  Dew Point, Relative Humidity, Humidity Ratio, Enthalpy, Volume Spesific.

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing sitat-sifat tersebut:

Dry Bulb temperature (DBT)

Yaitu suhu yang ditunjukkan dengan thermometer bulb biasa dengan bulb dalam keadaan kering. Satuan untuk suhu ini bias dalam celcius, Kelvin, fahrenheit. Seperti yang diketahui bahwa thermometer menggunakan prinsip pemuaian zat cair dalam thermometer. Jika kita ingin mengukur suhu udara dengan thermometer biasa maka terjadi perpindahan kalor dari udara ke bulb thermometer. Karena mendapatkan   kalor maka zat cair (misalkan: air raksa) yang ada di dalam thermometer mengalami pemuaian sehingga tinggi air raksa tersebut naik. Kenaikan ketinggian cairan ini yang di konversika dengan satuan suhu (celcius, Fahrenheit, dll).

Wet Bulb Temperature (WBT)

Yaitu suhu bola basah. Sesuai dengan namanya “wet bulb”, suhu ini diukur dengan menggunakan thermometer yang bulbnya (bagian bawah thermometer) dilapisi dengan kain yang telah basah kemudian dialiri udara yang ingin diukur suhunya.

Perpindahan kalor terjadi dari udara ke kain basah tersebut. Kalor dari udara akan digunakan untuk menguapkan air pada kain basah tersebut, setelah itu baru digunakan untuk memuaikan cairan yang ada dalam thermometer.

Untuk menjelaskan apa itu wet bulb temperature, dapat kita gambarkan jika ada suatu kolam dengan panjang tak hingga diatasnya ditutup. Kemudian udara dialirka melalui permukaan air. Dengan adanya perpindahan kalor dari udara ke permukaan air maka terjadilah penguapan. Udara menjadi jenuh diujung kolam air tersebut. Suhu disinilah yang dinamakan Wet Bulb temperature.

Dew Point

Yaitu suhu dimana udara telah mencapai saturasi (jenuh). Jika udara tersebut mengalami pelepasan kalor sedikit saja, maka uap air dalam udara akan mengembun.

Humidity Ratio (w)

Yaitu ukuran massa uap air yang ada dalam satu satuan udara kering (Satuan International: gram/kg).

Relative Humidity (RH), Perbandingan antara fraksi mol uap dengan fraksi mol udara basah pada suhu dan tekanan yang sama (satuannya biasanya dalam persen (%)).

Volume Spesifik (v)

Yaitu besarnya volume udara dalam satu satuan massa. (SI: m3/kg)

Enthalpy (h)

Yaitu banyaknya kalor (energy) yang ada dalam udara setiap satu satuan massa. Enthalpy ini merupakan jumlah total energi yang ada dalam udara terebut, baik dari udara maupun uap air yang terkandung didalamnya.

KARTA PSIKROMETRIK (PSYCHROMETRIC CHART)

Karta psikrometrik merupakan sebuah diagram yang didalamnya terdapar sifat-sifat dari udara. Dengan sebuah karta psikrometrik dapat diketahui sifat-sifat udara dengan mengetahui setidaknya 2 sifat udara yang lainnya. Sebagai contoh: disebuah ruangan kita ukur suhu WBT dan DBT dengan sling, dengan mengetauhui dua suhu tersebut maka kita dapat menentukan sifat-sifat lainnya (RH,volume spesifik, humidity ratio, enthalpy). Sifat-sifat udara lainnya itu dapat ditentuka dengan cara mencari titik perpotongan garis dua besaran yang telah diketahui. Di titik tersebut dapat dilihat sifat-sifat lainnya.

 

Contoh kondensasi

Kondensasi dalam atmosfer Bumi

Saat uap air naik melalui atmosfer, itu mengalami pendinginan. Suhu dingin menyebabkan molekul untuk memendek kembali ke bentuk cair. Molekul-molekul ini, meskipun sangat kecil, datang bersama untuk membentuk awan

Karena semakin banyak molekul kental bergabung menjadi awan, akhirnya molekul tersebut menjadi terlalu berat untuk tetap bertahan bersama-sama. Ketika tetesan menjadi cukup besar, mereka jatuh ke tanah sebagai hujan.

Kondensasi dalam kehidupan sehari-hari

Banyak seperti penguapan, kondensasi juga terjadi di kehidupan sehari-hari. Ketika Anda berjalan di luar pada hari yang dingin, Anda bisa melihat napas Anda ketika Anda menghembuskan napas. Udara meninggalkan paru-paru Anda jauh lebih hangat daripada suhu udara luar, menyebabkan uap air mengembun menjadi kabut kecil. Kondensasi juga terlihat ketika Anda mandi air panas uap air melapisi cermin di kamar mandi. Saat udara memanas itu terjadi kontak dengan cermin yang lebih sejuk dan kondensasi terjadi di permukaan cermin.

 

Apa yang dimaksud dengan proses evaporasi?

Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. Penjelasan lebih lanjut tentang evaporasi, klik disini.

 

 

Bacaan Lainnya

 

Pasang iklan gratis di toko pinter

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

 

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Study

                     

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-09-05T14:47:48+07:00 September 5th, 2018|IPA|0 Comments

Leave A Comment