fbpx

Kopi Luwak Terlangka Dan Termahal Di Dunia

Panen Kopi Luwak

Kopi luwak dipanen dalam kotoran binatang, luwak (musang kelapa), yang karena sistem transit pencernaan hingga pelepasan tertentu akan memberi rasa karamel yang unik! Harganya bisa mencapai puluhan juta Rupiah per kilo. Kopi ini kebanyakan diproduksi di kepulauan Indonesia, Sumatra, Jawa, Bali, Filipina dan Timor.

Secara harfiah, kopi ini berarti jenis kopi yang ada berkat kotoran hewan hutan ini.


Kopi Luwak


Produksi Yang Sedikit Menyebabkan Harga Mahal

Produksi dunia hanya memiliki kurang lebih 450 kilo per tahun, maka harga selangitnya.
Hanya Luwak dan pencernaannya yang bisa menghasilkan Kopi Luwak: pakan ternak pada biji kopi, yang melewati sistem pencernaannya mengalami modifikasi karena adanya enzim dan jus. Yang menguraikan protein tertentu, memberi mereka rasa yang tak ada bandingannya.

Ada perbedaan pada biji kopi yang berasal dari luwak liar dan luwak peternakan. Karena jika luwak di dalam kandang, tentu ia tak bisa memilih biji kopi terbaik untuk dimakan. Selain itu, luwak yang stres dan sakit tidak bisa menghasilkan enzim dan mikroba sehat di perut mereka dengan level yang sama ketika mereka sehat. Akibatnya, kualitas rasa yang khas dari kopi ini pun berkurang.


Anda harus memperhatikan saat membeli Kopi Luwak!

Hal yang penting pada saat Anda membeli kopi ini. Potensi penjualan kopi yang tinggi, yang memikat banyak pelaku bisnis untuk melirik pasar dengan metode jahat:

  • Kopi luwak yang palsu

    Sekitar 70% kopi luwak atau kopi luwak tersedia di kedai kopi dan internet TIDAK 100% kopi luwak murni dan terkadang tidak mengandung kopi asli. Karena kopi ini diproduksi dalam skala kecil, penjualan grosir atau massal biji kopi ini hampir tidak mungkin.

  • Kopi Luwak yang kejam / luwak dikurung

    Kopi luwak alami, yang tidak berbahaya bagi hewan, ditemukan di lahan perkebunan dan pada akhirnya dikumpulkan untuk dipanggang. Sayangnya, petani kopi mahal ini terlalu tinggi memenuhi permintaan akan kopi dan mulai memanen kopi secara tidak wajar. Petani berhenti mengkhawatirkan budidaya alami produk tersebut dan agaknya hanya untuk mencari cara bagaimana untuk menghasilkan keuntungan tertinggi.

    Jawabannya? Petani mengumpulkan dan menyimpan jumlah musang yang banyak dan mulai memberi makan biji kopi secara melimpah. Harga yang sangat mahal di pasaran, mengubah petani kopi luwak menjadi kopi luwak sebagai “perbudakan” dari industri. Ratusan hewan dapat dikurung bersama, yang di mana mereka berkelahi atau menggerogoti anggota tubuh mereka sendiri karena tekanan mental. Banyak petani tidak berpendidikan tentang bagaimana merawat hewan mereka dan bertahan karena banyak yang menderita penyakit dan kematian.


Sejarah Penemuan Kopi Luwak

awal abad ke-18, Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di koloninya di Hindia Belanda terutama di pulau Jawa dan Sumatera. Salah satunya adalah perkebunan kopi arabika dengan bibit yang didatangkan dari Yaman. Pada era “Tanam Paksa” atau Cultuurstelsel (1830—1870), Belanda melarang pekerja perkebunan pribumi memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi, akan tetapi penduduk lokal ingin mencoba minuman kopi yang terkenal itu. Kemudian pekerja perkebunan akhirnya menemukan bahwa ada sejenis musang yang gemar memakan buah kopi, tetapi hanya daging buahnya yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih utuh dan tidak tercerna.

Biji kopi dalam kotoran luwak ini kemudian dipunguti, dicuci, disangrai, ditumbuk, kemudian diseduh dengan air panas, maka terciptalah kopi luwak. Kabar mengenai kenikmatan kopi aromatik ini akhirnya tercium oleh warga Belanda pemilik perkebunan, maka kemudian kopi ini menjadi kegemaran orang kaya Belanda. Karena kelangkaannya serta proses pembuatannya yang tidak lazim, kopi luwak pun adalah kopi yang mahal sejak zaman kolonial.


Bacaan Lainnya


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “oooh begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

 

Sumber bacaan: The New York TimesHome Grounds

 

    

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

 


By | 2018-04-30T00:18:22+00:00 Oktober 25th, 2017|Geografi & Sejarah|0 Comments

Leave A Comment