Mengapa Bumerang Australia Bisa Kembali?

Bumerang

Ini adalah senjata lempar khas suku Aborigin dari Australia yang digunakan untuk berburu, biasanya terbuat dari kayu.

Sebuah bumerang kayu yang bisa kembali

Sebuah bumerang kayu yang bisa kembali

Bumerang Kembali? Kenapa Bisa Ya?

Cara melempar bumerang juga membantunya bergerak dalam lingkaran besar. Bumerang harus dipegang secara vertikal sisi lengkungnya menghadap ke pelempar. Apabila sipelempar mahir, maka bumerang juga mampu berputar sekitar 10 kali perdetik dan bergerak maju dengan kecepatan sekitar 95 km/jam.

Senjata bumerang ini di desain yang sejak dulu diciptakan mampu membelokkan aliran udara ke atas dan menciptakan efek gaya angkat ke atas (Hukum Bernoulli).

Sebabnya adalah, udara di atas bumerang ternyata lebih cepat dari aliran udara yang ada di bawah. Teori ini lah yang rupanya mampu membuat bumerang mengudara lebih lama.


Hukum Bernoulli

Prinsip Bernoulli adalah sebuah istilah di dalam mekanika fluida; cabang dari ilmu fisika yang mempelajari tentang zat fluida (cair, gas & plasma) yang menyatakan bahwa pada suatu aliran fluida, peningkatan pada kecepatan fluida akan menimbulkan penurunan tekanan pada aliran tersebut.


Asal Nama Bumerang

Asal-muasal Bumerang dari istilah “bou-mar-rang” yang dicetuskan pertama kali di tahun 1822 yang diadopsi dari bahasa Dharuk oleh orang Turuwul (suku Aborigin yang tinggal di selatan Sydney) yang berasal dari sungai George dekat Port Jackson, New South Wales Australia, ada nama lain selain Bumerang ini misalnya di Pulau North Stradbroke orang Geonpul menyebutnya sebagai “Barragun” dan di Pulau Fraser orang Butchulla menyebutnya dengan “Barcan”. Tetapi pada intinya sebutan-sebutan itu mempunyai fungsi yang sama.  Gerakan Bumerang merupakan kombinasi dari translasi dan putaran rotasi yang mirip baling-baling helicopter.

Bumerang pada umumnya mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, ada yang berbentuk melengkung dan yang lain mempunyai kait atau kapak pipih pada salah satu ujungnya. Sebagian besar bumerang tersebut hanya digunakan untuk berburu dan berperang karena dirancang hanya sekali lempar dalam sekali perjalanan.

Adapun jenis bumerang yang bila dilempar dan bisa balik lagi adalah jenis bumerang memiliki bentuk khas seperti kait dan memiliki panjang sekitar 30-75 sentimeter dan berbentuk seperti kurva. Sayap bumerang sedikit memutar untuk menghasilkan aeorodinamis agar bisa terbang balik. Bentuk aerofoilnya mendatar pada permukaan bawahnya, sedangkan pada bagian atasnya melengkung, sehingga membantu dalam efek terbangnya.


Penggunaan Modern Bumerang

Bumerang sport modern

Bumerang sport modern

Saat ini, bumerang banyak digunakan sebagai bagian dari olahraga. Ada berbagai jenis kontes lemparan, termasuk keakuratan pengembalian, putaran aussie, tangkapan trik, waktu maksimal tinggi, tangkapan cepat dan daya tahan. Bumerang sport modern (sering disebut sebagai ‘boom’ atau ‘rang’), terbuat dari kayu lapis, kayu keras, plastik atau komposit dan hadir dalam berbagai bentuk dan warna. Kebanyakan boomerang untuk olahraga biasanya memiliki berat kurang dari 100 gram, dengan bumerang MTA (bumerang yang digunakan untuk acara ketinggian dan maksimum waktu) sering di bawah 25 gram.

Pada tahun 2008, astronot Jepang, Takao Doi memverifikasi bahwa bumerang juga berfungsi dalam gravitasi nol seperti pada Bumi. Dia mengulangi eksperimen yang sama dengan Astronot Jerman Ulf Meerbold di atas kapal Spacelab pada tahun 1992 dan Astronot Perancis Jean-François Clervoy di atas kapal MIR pada tahun 1997 untuk melakukan keduanya.


Cara Membuat Bumerang

Secara tradisional bumerang dibikin oleh pria dengan pembentukannya dengan cermat yang terbuat dari akar atau cabang pohon pilihan dengan mempunyai bentuk dan serat yang sesuai, kenapa berserat? Karena meminimalisir terjadinya patah saat menyentuh tanah. Akar atau cabang dipotong-potong dari pohon atau semak biasanya jenis Gigdea, Mulga, Mangrove atau Cemara yang kemudian diukir lebih lanjut kedalam bentukannya. Bisa juga dipanaskan atau dibuat menjadi lembab agar kayunya menjadi lebih kenyal kemudian dibengkokkan dan terakhir dibentuk sebelum dihaluskan, dipoles, diamplas kemudian dihiasi sesuai selera.

Ornament-ornament yang terdapat pada bumerang diukir sedemikian rupa. Biasanya gambar-gambar pada bumerang hiasan kekhasan suku, yang merupakan sebagai bukti identitas mereka. Dan pada saat upacara adat tertentu, bumerang sering ditampilkan sebagai pembuka upacara adat tersebut.


Cara Melempar Bumerang

Sebuah bumerang kembali ke tempat asalnya

Sebuah bumerang kembali ke tempat asalnya

Melempar bumerang-balik membutuhkan keterampilan dan latihan yang terus-menerus. Tempat untuk latihan melempar bumerang ini setidaknya dibutuhkan ruang yang terbuka setidaknya 50 meter ke segala penjuru, sebagian besar bumerang akan kembali ke  awal titik pelemparan atau ke tempat yang sama jika terdapat hembusan angin yang memadai.

Untuk pelempar dengan menggunakan tangan kanan, maka si pelempar berdiri mengadap angin, jika melempar dari arah kanan dan tangkapan pada sisi kirinya. Bumerang bekerja dengan baik jika dilemparkan sekitar 50° dari hembusan angin dan 10° di atas tanah.  Ini berarti bumerang dilempar setinggi mata kita ke arah puncak pepohonan.

Pelemparan bumerang harus vertical dengan beberapa putaran, jangan biarkan bumerang dilepaskan begitu saja, gunakan pelemparan saat servis pada tenis. Biarkan bumerang bergerak dengan sendirinya setelah dilepaskan dari pegangan kita, daripada membiarkanya terlepas. Memang membutuhkan latihan dan praktek secara langsung dalam pelemparan bumerang ini.


Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan sering terdengar jika Anda memasang applikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: New World Encyclopedia

    

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

 


By | 2018-05-05T08:42:52+07:00 Januari 2nd, 2017|Geografi & Sejarah|0 Comments

Leave A Comment