fbpx

Penduduk Asli Australia Disebut Suku Aborigin – Berikut Info Tentang Fisik Budaya, Seni dan Wisata

Suku Aborigin

Suku Aborigin adalah penduduk asli/awal benua Australia dan kepulauan disekitarnya, termasuk juga mencakup Tasmania & kepulauan selat Torres.

Kaum Aborigin di Australia diperkirakan tiba di sini dengan perahu dari Asia Tenggara pada saat Abad Es terakhir, yaitu setidaknya 50.000 tahun yang lampau.

Di masa penjelajahan dan bermukimnya bangsa Eropa, sekitar 1 juta orang Aborigin telah tinggal di benua ini sebagai pemburu dan pengumpul makanan. Mereka terbagi dalam 300 klan dan berbicara dalam 250 bahasa dan 700 dialek.  Setiap klan mempunyai hubungan spiritual dengan tanah tertentu, tapi juga berkelana jauh untuk berdagang, mencari air dan hasil bumi musiman, serta untuk mengadakan ritual dan pertemuan totemik.

Suku Aborigin terbagi atas banyak kelompok menurut wilayah yang mereka tinggali, diantaranya adalah:

  • Bama di wilayah Queensland.
  • Koori di wilayah New south Wales dan Victoria.
  • Murri di wilayah Queensland selatan.
  • Noongar di wilayah selatan bagian Australia barat.
  • Nunga di wilayah Australia selatan.
  • Anangu di wilayah dekat perbatasan Australia selatan dan barat.
  • Palawah yang tinggal di pulau Tasmania.

Komunitas Aborigin terbanyak ialah Aborigin Anangu yang memiliki populasi 32,5% dari seluruh orang Aborigin di Australia, namun jika dihitung keseluruhan dengan penduduk Australia suku Aborigin hanya berjumlah 517.000 jiwa dan jika di persentasi hanya 2,3%.

Fisik Aborigin

Bentuk fisik orang Aborigin-Australia mirip orang Papua, karena memang keturunan orang Papua yang menjelajah ke benua Australia, sikitar 40.000 tahun lalu. Di dalam perkembangannya, bentuk fisik mereka saat ini rata-rata lebih kecil & tubuh mereka lebih pendek dari pada orang Papua.

Rambut mereka juga keriting, namun sebagian warnanya sudah kemerah-merahan atau cokelat pucat, sedangkan warna kulit mereka gelap.

Budaya Aborigin

Pada awalnya, mereka hidup dari berburu & mencari ikan. Mereka berburu binatang liar seperti kanguru, dengan tombak, panah, & bumerang (senjata khas orang Aborigin).

Di daerah yang beriklim dingin, kulit kanguru ini digunakan sebagai bahan pakaian atau jaket. Ilmu bercocok tanam & beternak belum dikenal pada awalnya, karenanya kelompok anak suku aborigin tidak pernah berkelana jauh dari sumber-sumber air atau sungai.

Pengalaman Wisata Aborigin

Wilayah Utara Australia – Northern Territory

Anda akan memperoleh kesempatan untuk menjelajah dan meresapi budaya suku Aborigin di seantero Australia. Northern Territory sarat akan sejarah Aborigin:

  • Kunjungi Red Centre di Australia dan telusuri kaki Uluru bersama pemandu dari Anangu.
  • Jelajahi kesenian Aborigin di Alice Springs, dan pelajari kisah Dreamtime di galeri seni cadas Kakadu National Park yang terdaftar sebagai Warisan Dunia.
  • Ikuti salah satu rekomendasi rute mengemudi yang akan mendekatkan Anda dengan budaya Aborigin, termasuk:
    • Red Centre Way yang menuju beragam loka sakral seperti Uluru.
    • Kata Tjuta dan King’s Canyon, atau Savannah Way yang menyambangi lokasi seni cadas Aborigin di Queensland, Northern Territory, dan Western Australia. Anda dapat merencanakan perjalanan Anda dengan berfokus pada festival yang merayakan budaya dan kesenian juga.

Peristirahatan Alam Bebas Banubanu

Banubanu adalah tempat peristirahatan alam bebas ramah lingkungan eksklusif di Bremer Island di Timur Laut Arnhem Land. Santai dan nikmati persembunyian pulau yang spektakuler dan masih alami ini.

Coba kemampuan Anda untuk memancing di tempat memancing ikan yang berlimpah dan memasak ikan tangkapan selagi segar untuk makan malam yang enak!

Pergi mengamati burung, melihat kura-kura, atau menyisir pantai untuk mencari harta karun tersembunyi di sepanjang garis pantai yang terpencil dan masih alami ini.

Pilihan akomodasi mencakup lima tenda ganda bersama, dua kamar mandi dan toilet bersama, atau dua kabin dengan setiap kabinnya memiliki kipas angin yang mendinginkan kamar ganda yang memiliki kamar mandi sendiri. Paket pulau termasuk semua makanan, biaya perizinan, dan akomodasi. Transfer dapat diatur sesuai permintaan. http://www.banubanu.com

Taman Nasional & Pusat Kebudayaan Brambuk (daerah Victoria, Melbourne)

Taman Nasional & Pusat Kebudayaan Brambuk menghidupkan kembali sejarah dan kebudayaan Grampians (Gariwerd). Selain terkenal secara internasional untuk wisata jalan-jalan, satwa liar berlimpah, air terjun, formasi batuan kasar, pemandangan spektakuler, dan menampilkan bunga liar musim semi yang menakjubkannya, tempat ini juga merupakan tempat yang kaya akan kisah Dreaming, situs suci, dan makanan ala hutan semaknya.

Tempat ini merupakan pusat Dreaming masyarakat Djab Wurrung dan Jardwadjali dan rumah bagi lebih dari 200 Situs Seni Cadas. Baca juga: Seni Cadas Aborigin Dari Australia

Bersantap di Bushtucker Café, melihat-lihat tampilan yang komprehensif, mempelajari tentang enam musim Gariwerd, dan ikut ambil bagian dalam berbagai kegiatan budaya. Brambuk Backpackers memiliki kamar asrama dan kamar pribadi yang tersedia untuk bermalam dengan nyaman. http://www.brambuk.com.au

Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta, Teritorial Utara

Kunjungi Uluru dan Anda akan mengetahui mengapa batu raksasa dan tanah sekitarnya ini mempunyai makna spiritual yang sangat besar bagi kaum Aborigin Anangu.

Menurut mitos penciptaan mereka, makhluk-makhluk nenek moyanglah yang membentuk Uluru, yang terletak di Red Centre Australia , berbentuk seperti jantung berukuran raksasa yang tampak muram.

Pemandu Aborigin Anda akan menceritakan kisah kuno ini sembari Anda berjalan mengelilingi dasar batu.  Hanya dalam jarak 32 kilometer terdapat sebuah tempat keramat lainnya – Kata Tjuta.  Hati siapa pun pasti terpesona oleh kubah-kubah bulat berwarna coklat kemerahan yang curam ini, dengan luas lebih dari 3.500 hektar.

Kimberley, Australia Barat

Dengan cakrawala yang luas dan ngarai-ngarai kuno, wilayah Kimberley adalah salah satu area alam bebas besar terakhir di dunia.  Di sini Anda akan menemukan gambar-gambar Wandjina yang dilukis di dalam gua dan lukisan Gwion Gwion yang misterius.  Pelajari legenda “kubah sarang lebah” berwarna oranye dan hitam dari Bungle Bungles, dan tinggallah di dalam komunitas Aborigin.

Daintree, Queensland

Dengan usia lebih dari 135 juta tahun, Hutan Hujan Daintree kami yang mempesona, rumah bagi suku Wujal Wujal, adalah hutan hujan tertua di dunia. Lintasi payung hijau raksasa ini dan temukan burung-burung yang unik dan margasatwa lainnya, yang banyak di antaranya tidak dapat ditemui di tempat lain di dunia.

Coorong, Australia Selatan

Menyatulah dengan alam saat Anda menaiki kayak di sepanjang laguna dan perairan di Coorong. Pemandu Ngarrindjeri Anda akan berkisah tentang makanan khas hutan semak, obat-obatan tradisional dan kehidupan burung lokal yang luar biasa. Saat malam tiba, Anda dapat mendengarkan cerita dan mencium aroma damper segar (roti pedalaman) yang sangat lezat saat dikeluarkan dari bara api unggun.

Gippsland, Victoria

Temukan sejarah Aborigin yang kaya di sepanjang pesisir Gippsland yang berbukit-bukit.  Jelajahi rimbunnya pepohonan pakis, pantai-pantai berpasir dan hutan eukaliptus di tanah keramat yang sekarang dikenal sebagai Taman Nasional Wilsons Promontory.

Ikutilah jejak rute perdagangan kaum Aborigin yang telah berusia 18.000 tahun.  Saksikan kaum Aborigin setempat membuat keranjang, tombak, perisai dan kano dengan cara tradisional di Bairnsdale.  Atau temukan tempat Dreamtime menyentuh ngarai, hutan hujan dan aliran air di Woolshed Creek.

Tur budaya Sydney, New South Wales

Tengoklah kehidupan penduduk asli Sydney dengan berlayar di pelabuhan atau mengikuti tur jalan kaki.  Anda dapat mempelajari nama-nama kaum Aborigin dan arti tempat-tempat penting di Sydney sembari berlayar di pelabuhan bersama pemandu Aborigin.

Kunjungi pahatan batu dan perkampungan kuno Aborigin, lalu mampir di Clark Island untuk mendapat sambutan tradisional kaum Aborigin.  Setelah turun dari perahu, Anda dapat mencicipi makanan ala hutan semak dan mempelajari penggunaan tetumbuhan oleh kaum Aborigin, di dalam tur jalan kaki melintasi Botanical Gardens yang rimbun di tepi pelabuhan Sydney.

Seni Aborigin

Pahatan batu Sydney

Adalah satu bentuk lukisan pada jaman purba Aborigin Australia yang terdiri dari gambar orang, hewan, atau simbol, di batu pasir di sekitar Sydney, New South Wales.

Ribuan pahatan seperti ini tersebar di wilayah Sydney, tetapi lokasi-lokasi tersebut tidak dipublikasikan untuk mencegah kerusakan akibat vandalisme & untuk memperoleh kekeramatan mereka, karena masih dianggap sebagai situs suci oleh Penduduk Asli Australia.

Seni Aborigin

Bumerang

Bumerang adalah senjata lempar khas suku Aborigin dari Australia yang digunakan untuk berburu. Senjata ini unik karena setelah dilempar jauh,dapat kembali lagi, senjata ini sering digunakan untuk berburu di hutan maupun padang savannah.
Bumerang biasanya terbuat dari potongan kayu. Tetapi menurut sejarah bumerang juga ada yang terbuat dari tulang.

Bumerang

Seni purba Kakadu

Keluarga Aborigin dahulu berkemah dalam gua batu di sekitar Ubirr di sebelah timur laut Kakadu, dan saat ini Anda dapat melihat lukisan ikan dan binatang yang mereka buru.  Barramundi, ikan berkumis, belanak, biawak, penyu, posum dan walabi berjajar di dinding belakang galeri utama dalam suatu untaian kisah kehidupan yang kaya.  Anda juga dapat melihat beberapa contoh seni sinar-X terbaik di dunia – di mana tulang dan organ tubuh binatang dapat dilihat dengan jelas seperti bagian tubuh luar mereka – di dalam galeri ini. Lukisan lain mencatat hubungan dengan ‘orang kulit putih pertama’ di kawasan ini, yang diduga merupakan para pemburu banteng awal di tahun 1880-an.  Satu orang menaruh tangannya di saku celana, sementara orang yang lain berkacak pinggang dan ‘sedang memerintah orang Aborigin’.

Nourlangie,
Kakadu National Park, NT

Menurut mitos Dreamtime, roh Mimi merupakan leluhur pertama yang melukis di batu.  Mereka meneruskan pengetahuan mereka kepada sejumlah orang Aborigin, sementara yang lain belajar dengan meniru kesenian Mimi.  Terkadang roh leluhur memasuki dinding batu sebagai lukisan, yang membuatnya menjadi tempat dreaming keramat.

Dengan kedatangan orang Eropa dan perubahan gaya hidup orang Aborigin, sebagian besar tradisi seni cadas telah diganti dengan melukis pada kulit kayu, kertas dan kanvas.  Seni cadas Kakadu terbaru dilukis pada tahun 1986 dan aktivitas terakhir sebelumnya adalah karya Najombolmi pada tahun 1960-an.

Saat ini Anda dapat menjelajahi harta karun budaya yang luas ini bersama pemandu orang Aborigin setempat.  Di antara hutan hujan Kakadu yang lebat terdapat sejarah pemukiman manusia yang sangat hebat.

Lukisan Namarrgarn Sisters – roh licik yang tinggal di bintang dan dapat membuat orang sakit dengan seutas tali

Mt Borradaile,
Kakadu National Park, NT

Tidak jauh dari galeri ini, Anda akan menemukan lukisan Namarrgarn Sisters – roh licik yang tinggal di bintang dan dapat membuat orang sakit dengan seutas tali.  Di situs lain di area ini, Anda dapat melihat lukisan Rainbow Serpent yang telah berusia lebih dari 23.000 tahun.  ‘Nyonya Bos’ yang berkuasa namun diam ini dikenal sebagai Garranga’rrelito bagi suku Gagudju setempat.

Di Nourlangie Rock, sebuah formasi luar di Arnhem Land Escarpment, Anda dapat melihat retakan yang dibuat oleh para leluhur Dreamtime dalam bentuk walabi batu bertelinga pendek.  Retakan ini masih dapat dilihat hingga hari ini, dan walabi batu sering kali terlihat di sana saat fajar dan petang hari.  Di Anbangang Gallery tak jauh dari sini, Anda dapat melihat lukisan Manusia Petir, leluhur Dreamtime yang masih mengatur badai petir dahsyat yang terjadi di setiap musim hujan.  Di dekatnya terdapat Nanguluwu, di mana seniman terkenal Najombolmi melukis figur roh Dreamtime Mimi yang melempar tombak, pada tahun 1960-an.  Anda juga dapat melihat lukisan yang menggambarkan kedatangan orang Eropa – termasuk salah satu dari kapal layar dua tiang dengan rantai jangkar dan sampan di belakangnya.

Datangnya Inggris di Australia

Inggris datang dan membawa para narapidana!

Sejumlah penjelajah Eropa berlayar di pantai Australia, yang dulu disebut sebagai New Holland, di abad ke-17.  Tetapi, baru di tahun 1770 Kapten James Cook memetakan pantai timur dan menyatakannya sebagai milik Inggris. Wilayah baru ini digunakan sebagai koloni terhukum. Pada tanggal 26 Januari 1788, armada pertama 11 kapal yang membawa 1.500 orang (setengahnya merupakan narapidana) tiba di Pelabuhan Sydney. Sampai pengangkutan terhukum ini berakhir di tahun 1868, 160.000 pria dan wanita telah datang ke Australia sebagai narapidana.

Para pemukim bebas mulai berdatangan sejak awal tahun 1790-an, namun di sisi lain kehidupan para tahanan sangatlah berat

Jumlah pria 5 kali lipat jumlah wanita dan kaum wanita selalu hidup dalam keadaan terancam eksploitasi seksual. Para laki-laki yang kembali melanggar hukum dicambuk dengan brutal dan kejahatan kecil seperti mencuri dapat terkena hukuman gantung.  Kaum Aborigin yang tergusur oleh pemukiman baru ini lebih menderita lagi. Kehilangan tanah serta sakit dan kematian akibat penyakit yang dibawa orang asing ini mengganggu praktik dan gaya hidup tradisional mereka.

Sumber: Australia

Bacaan Lainnya

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber: Australia


                                     

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

By | 2019-03-06T16:35:51+00:00 Mei 31st, 2015|Geografi & Sejarah, Ilmu Pengetahuan|0 Comments

Leave A Comment