Oximeter | Berapa Tingkat Oksigen Normal Anda?

2 min read

Oximeter

Oximeter

Oximeter atau oksimetri nadi adalah perangkat tes yang digunakan untuk mengukur tingkat oksigen (saturasi oksigen) dalam darah. Ini adalah tes untuk pengukuran yang mudah dan tidak menyakitkan tentang seberapa baik oksigen dikirim ke bagian tubuh Anda yang paling jauh dari jantung Anda, seperti lengan dan kaki.

Alat berbentuk klip yang disebut probe ditempatkan di bagian tubuh, seperti jari atau daun telinga. Probe menggunakan cahaya untuk mengukur berapa banyak oksigen dalam darah. Informasi ini membantu penyedia layanan kesehatan memutuskan apakah seseorang membutuhkan oksigen ekstra.

Tingkat oksigen dalam kandungan darah Anda menunjukkan berapa banyak oksigen yang dibawa sel darah merah Anda. Oksigenasi darah yang tinggi memainkan peran penting dalam memastikan bahwa otot, otak, dan organ lainnya menerima energi yang mereka butuhkan untuk berfungsi dengan baik. Itulah mengapa sangat penting untuk memahami cara mengukur tingkat oksigen Anda saat ini – dan menentukan apakah itu berada dalam kisaran yang dapat diterima.

Berapa Tingkat Oksigen Normal Anda (SpO2)

Menurut Mayo Clinic, pembacaan oksimeter denyut normal biasanya berkisar antara 95 hingga 100%. Nilai di bawah 90% dianggap rendah, dan menunjukkan kebutuhan oksigen tambahan. Kondisi ini sering disebut sebagai hipoksemia, dan gejalanya meliputi sesak napas yang parah, detak jantung meningkat, dan nyeri dada.

Untuk orang dengan kondisi paru-paru kronis dan masalah pernapasan lainnya, kisaran SpO“normal” dari 95% hingga 100% tidak berlaku. Orang-orang ini harus selalu berkonsultasi dengan dokter mereka untuk informasi tentang kadar oksigen yang dapat diterima untuk keadaan kesehatan unik mereka.

Karena itu, berikut adalah beberapa pedoman umum tentang SpO2 untuk individu dengan masalah pernapasan akut dan penyakit kronis:
● Pada pasien dengan penyakit pernapasan akut (mis., Influenza) atau kesulitan bernapas (mis., Serangan asma), SpO2 92% atau kurang mungkin menunjukkan kebutuhan suplementasi oksigen.
● Pada pasien dengan penyakit kronis stabil (misalnya, PPOK), SpO2 92% atau kurang harus segera dirujuk untuk penyelidikan lebih lanjut tentang kebutuhan terapi oksigen jangka panjang.

Mengapa saya membutuhkan oximeter?

Oksimetri nadi dapat digunakan untuk melihat apakah ada cukup oksigen di dalam darah. Informasi ini dibutuhkan dalam berbagai macam situasi. Ini dapat digunakan:

Selama atau setelah operasi atau prosedur yang menggunakan sedasi

Untuk melihat seberapa baik obat paru-paru bekerja

Untuk memeriksa kemampuan seseorang untuk menangani tingkat aktivitas yang meningkat

Untuk melihat apakah ventilator diperlukan untuk membantu pernapasan, atau untuk melihat seberapa baik kerjanya

Untuk memeriksa seseorang memiliki saat-saat ketika pernapasan berhenti saat tidur (sleep apnea).

Apakah oksimeter denyut membantu menangkap COVID-19 sejak dini?

Virus korona yang menyebabkan COVID-19 memasuki tubuh melalui sistem pernapasan, menyebabkan cedera langsung pada paru-paru seseorang melalui peradangan dan pneumonia – keduanya dapat berdampak negatif pada seberapa baik oksigen ditransfer ke aliran darah. Kerusakan oksigen ini dapat terjadi pada berbagai tahap COVID-19, dan tidak hanya untuk pasien sakit kritis yang ditempatkan pada ventilator.

Faktanya, ada fenomena yang diamati secara klinis di mana seseorang dengan COVID-19 dapat memiliki tingkat oksigen yang sangat rendah tetapi sebaliknya tampak baik, yang disebut “hipoksia bahagia”. Ini mengkhawatirkan karena pasien-pasien ini mungkin lebih parah sakitnya daripada yang mereka rasakan, yang tentunya membutuhkan perhatian lebih dalam pengaturan medis.

Itu sebabnya Anda mungkin bertanya-tanya apakah oksimeter dapat membantu mendeteksi COVID-19 lebih awal.

Namun, tidak semua orang yang dites positif COVID-19 akan mengembangkan kadar oksigen rendah. Ada orang yang mengalami demam, nyeri otot, dan gangguan GI di rumah yang sangat tidak nyaman, tetapi tidak pernah menunjukkan kadar oksigen yang rendah.

Pada akhirnya, orang tidak boleh menganggap oksimeter denyut sebagai tes skrining untuk COVID-19. Memiliki tingkat oksigen yang normal tidak berarti Anda bebas dari infeksi. Jika Anda khawatir tentang eksposur, pengujian formal masih diperlukan.


Penyakit dari A-Z & Daftar Lengkap, Nama, Jenis, Contoh

Suatu penyakit adalah suatu kondisi abnormal tertentu yang secara negatif mempengaruhi struktur atau fungsi sebagian atau seluruh organisme, dan itu bukan karena cedera eksternal langsung apa pun. Klik disini ? untuk mengetahui nama-nama penyakit dan penjelasannya.

Nama Obat dan Untuk Penyakit Apa ? – Daftar Nama Obat Esensial diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Daftar Nama Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Daftar ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1977. Klik disini ? untuk mengetahui “Daftar Nama Obat Esensial dari World Health Organization”.


Sumber bacaan: Minnesota Department of Health, Nonin, WHO, Johns Hopkins

Sumber foto: Wikimedia Commons

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.