fbpx

Hari Raya Nyepi Dirayakan Setiap Tahun Baru Saka – Selamat Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi

Adalah hari kesunyian dan refleksi diri. Hari Raya Nyepi dirayakan pada hari pertama kalender lunar Saka. Menurut Kalender Gregorian, Hari Raya Nyepi biasanya tiba di awal musim semi. Perayaan Umat Hindu di Bali bisa berlangsung hingga beberapa hari.

Pada Malam Tahun Baru di Bali, ritual Bhuta Yajna dilakukan oleh setiap komunitas. Ritual ini menyingkirkan kenegatifan dan kejahatan dari pulau dan penghuninya. Menurut kepercayaan Hindu, adalah tanggung jawab manusia untuk menjaga keseimbangan antara para dewa, bumi, dan manusia.

Hari Raya Nyepi 2


Ritual Ogoh-Ogoh

Untuk ritual ini, orang Bali membuat patung setan yang besar dan makhluk-makhluk jahat lainnya dari bambu dan kertas. Patung-patung ini dikenal dengan sebutan ogoh-ogoh. Dalam fungsi utamanya, Ogoh-ogoh sebagai representasi Bhuta Kala, dibuat menjelang Hari Nyepi dan diarak beramai-ramai keliling desa pada senja hari Pangrupukan, sehari sebelum Hari Nyepi.

Banyak ogoh-ogoh yang terlihat di pawai diciptakan oleh kelompok pemuda dari desa-desa di Bali. Ogoh-ogoh yang paling mengesankan biasanya diciptakan oleh para seniman Bali. Setelah ogoh-ogoh diciptakan, mereka dibawa ke sebuah parade jalan yang besar agar dilihat semua orang. Kembang api dan suar juga umumnya diluncurkan pada pawai jalanan Hari Raya Nyepi.

Hal ini diyakini bahwa ogoh-ogoh akan menyerap energi negatif dari penonton dan mengusir roh-roh jahat. Setelah parade, ogoh-ogoh dibakar dalam api unggun besar. Selain menangkal kejahatan dan mensucikan orang-orang Bali, api unggun juga dipercaya bisa memuaskan Batara Kala. Ritual Bhuta Yajna merupakan tradisi yang cukup baru di Bali. Ini pertama kali dipraktekkan di Bali selama tahun 1980an.

 

Hari Raya Nyepi Ogoh-Ogoh

Ogoh-ogoh yang sedang diparadekan di daerah Ngrupuk dalam upacara Bhuta Yajna.

Hari Raya Nyepi Ogoh-Ogoh 2

Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.
Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujud raksasa.


Puncak Acara Nyepi / Hari Kesunyian

 

Keesokan harinya, yaitu pada pinanggal pisansasih Kedasa (tanggal 1, bulan ke-10), tibalah Hari Raya Nyepi sesungguhnya. Pada hari ini suasana seperti mati. Tidak ada kesibukan aktivitas seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan “Catur Brata” Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa, brata, yoga dan semadhi.

Demikianlah untuk masa baru, benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam tahun baru Caka pun, dasar ini dipergunakan, sehingga semua yang kita lakukan berawal dari tidak ada,suci dan bersih. Tiap orang berilmu (sang wruhing tattwa jñana) melaksanakan brata (pengekangan hawa nafsu), yoga (menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan)), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadi (manunggal kepada Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah kesucian lahir batin).

Selama Hari Kesunyian / Nyepi, orang Bali diharapkan untuk merenungkan tindakan mereka selama setahun terakhir. Banyak orang Bali akan menganggap ini sebagai kesempatan untuk beristirahat dan memikirkan cara untuk memperbaiki diri sepanjang tahun yang akan datang.

Untuk memastikan bahwa semua aspek ritual Nyepi diikuti, polisi berpatroli di pulau Bali. Semua orang di Bali harus mematuhi ritual Nyepi. Karena ini, bandara Bali tutup untuk hari itu dan semua pengunjung tinggal di dalam rumah atau tidak meninggalkan pulau. Hari Kesunyian adalah tradisi yang berasal dari beberapa tahun paling awal dalam sejarah Bali.


Pengertian Nyepi

Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos(alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.


Kalender Saka

Kalender Saka adalah sebuah kalender yang berasal dari India. Kalender ini merupakan sebuah penanggalan syamsiah-kamariah (candra-surya) atau kalender luni-solar. Era Saka dimulai pada tahun 78 Masehi.

Sebuah tahun Saka dibagi menjadi dua belas bulan. Berikut nama bulan-bulan pada kalender Saka:

No Penanggalan Jawa Awal Akhir
1 Srawanamasa Juli Agustus
2 Bhadrawadamasa Agustus September
3 Asujimasa September Oktober
4 Kartikamasa Oktober November
5 Margasiramasa November Desember
6 Posyamasa Desember Januari
7 Maghamasa Januari Februari
8 Phalgunamasa Februari Maret
9 Cetramasa Maret April
10 Wesakhamasa April Mei
11 Jyesthamasa Mei Juni
12 Asadhamasa Juni Juli


Bacaan Lainnya


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

    

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

 


By | 2018-04-30T00:08:34+00:00 November 6th, 2017|Geografi & Sejarah|1 Comment

Leave A Comment