fbpx

Gunung Tambora di Sumbawa – Letusan Tahun 1815 Yang Sedikit Diketahui Padahal Sangat Berdampak Pada Iklim Planet Bumi

Letusan Gunung Tambora Tahun 1815

Letusan gunung Tambora di Indonesia pada tanggal 10 April 1815 sangat sedikit diketahui. Namun kejadian tersebut adalah letusan yang paling kuat dan hebat pada catatan sejarah zaman modern. Letusan ini berkekuatan seratus kali lebih kuat dari Gunung St Helens di Amerika, yang membuat “tahun tanpa musim panas” pada tahun 1816 di Bumi.

Erupsi ini diperkirakan menyemburkan ke langit sebanyak 150 kilometer kubik batu tephra (fragmen batuan volkanik) dan abu, dengan abu dari letusan yang diketahui setidaknya 1.300 kilometer mengarah ke arah barat laut.


Bencana Alam Yang Mematikan

Gunung Tambora terletak di Pulau Sumbawa – Nusa Tenggara Barat, 90% dari penduduk pulau tewas, letusan itu menyebabkan lebih dari 90 000 kematian, pendinginan global dan suhu di Eropa Barat turun dengan rata-rata 3°C.

Kelaparan hasil perubahan iklim yang menyebabkan 200.000 kematian dikarenakan kegagalan panen akibat dari debu / debris volkano.

Secara lebih detil, sejumlah catatan menyebutkan material vulkanis dari Gunung Tambora juga menyebabkan gagal panen di Pulau Tambora dan Pulau Bali. Akibatnya, sebanyak 100 ribu jiwa meninggal di wilayah sekitar Pulau Sumbawa dan 200.000 jiwa secara global.


Erupsi Dahsyat Gunung Tambora Berkekuatan 7 VEI

Erupsi / letusan dinilai pada tingkat 7 (ultra-Plinian / mega kolosal) pada skala VEI Volcanic Explosivity Index memiliki 8 tingkat. Hanya letusan “apokaliptik” supervolcano gunung berapi seperti: Danau Taupo di Selandia Baru (26 500 tahun), Toba (74 000 tahun) atau Yellowstone di Amerika (600 000 tahun) akan lebih kuat.


Mengapa Banyak Orang Tidak Mengetahui Letusan Gunung Tambora?

Jika begitu dahsyatnya, mengapa Letusan Tambora 1815 tidak se-ngetop Krakatau 1883? Salah satu jawabannya adalah karena letusan ini terjadi dalam kerangka waktu yang “salah” dalam sejarah umat manusia. Sistem telekomunikasi global baru tercipta lebih dari 60 tahun pasca letusan Gunung Tambora, dalam rupa telegraf yang berbasis teks kode morse (bukan suara).


Foto Detail Astronot NASA

Foto astronot ISS020-E-6563 yang mendetail dibawah ini menggambarkan kaldera puncak gunung berapi Tambora. Kaldera besar itu berdiameter 6 kilometer dan 1.100 meter yang terbentuk pada saat ujung puncak gunung dengan ketinggian sekitar 4.000 meter yang terlepas. Ruang magma di bawah terkosongkan selama letusan pada tanggal 10 April 1815.

Sekarang, lantai atau dasar kawah ditempati oleh danau air tawar fana, endapan sedimen dan aliran lahar kecil dan kubah (lengkungan puncak) dari abad ke-19 dan ke-20. Endapan tephra yang berlapis-lapis dapat terlihat  di sepanjang tepi kawah barat laut. Fumarol (lubang di dalam kerak bumi) yang masih aktif dan ventilasi uap yang masih terdapat di kaldera gunung Tambora.

 

Gunung Tambora


Laporan Thomas Stamford Raffles

Sir Thomas Stamford Bingley Raffles adalah Gubernur-Letnan Hindia Belanda yang terbesar. Ia adalah seorang warganegara Inggris. Ia dikatakan juga sebagai pendiri kota dan negara kota Singapura, dan beliau mengatakan:

Letusan pertama terdengar di pulau ini pada sore hari tanggal 5 April, mereka menyadarinya setiap seperempat jam dan terus berlanjut dengan jarak waktu sampai hari selanjutnya.

Suaranya, pada contoh pertama, hampir dianggap suara meriam; sangat banyak sehingga sebuah detasemen tentara bergerak dari Djocjocarta (Yogyakarta).

Dengan perkiraan bahwa pos terdekat diserang dan sepanjang pesisir, perahu-perahu dikirimkan pada 2 kesempatan dalam pencarian sebuah kapal yang semestinya berada dalam keadaan darurat.

— Laporan Thomas Stamford Raffles.

Letusan Gunung Samalas 2 Kali Lebih Hebat Dari Tambora

Letusan gunung Samalas pada tahun 1257 merupakan letusan gunung berapi besar di gunung berapi Samalas, di sebelah Gunung Rinjani di pulau Lombok, Indonesia. Letusan ini meninggalkan kaldera besar di sebelah gunung berapi Rinjani, lebih dikenal dengan nama danau Segara Anak.

Baca lebih lanjut artikel tentang gunung Samalas disini.

 

Bacaan Lainnya

 

Foto: NASA, Peace on EarthJialiang Gao
Sumber bacaan: WikipediaBBCNASA

    

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

 


By | 2018-08-06T07:52:29+07:00 Juni 29th, 2017|Geografi & Sejarah|3 Comments

3 Comments

  1. Lelly 19/07/2017 at 7:53 pm - Reply

    Wow, baru tahu kalau gunung Tambora letusannya yang terhebat di Indonesia! Kirain gunung Krakatau…
    Makasih sudah sharing informasi yang ok & foto astronotnya keren banget nih! 🙂

    Keep up the good work!

    Cheers,
    Lelly

    • Pinter Pandai 19/07/2017 at 7:58 pm - Reply

      Hi Lelly,

      Makasih banyak ya atas partisipasinya 🙂 Iya betul, foto dari astronot NASA bagus sekali.

      Best regards,
      Team Pinter Pandai

      • Lelly 27/02/2018 at 9:49 am - Reply

        Sama-sama 👍😊

Leave A Comment