fbpx

24 Foto Yang Menunjukkan Mengapa Wisatawan Memilih Kyoto Sebagai Kota Terbaik Di Dunia

24 Gambar yang menunjukkan mengapa wisatawan memilih Kyoto sebagai kota terbaik di dunia

Kyoto Kiyomizy temple SunsetShutterstock

 

Mengapa Wisatawan Memilih Kyoto Sebagai Kota Terbaik Di Dunia?

Travel + Leisure merilis World’s Best Awards, tahunannya, yang mengumpulkan ribuan pembaca untuk membuat daftar hotel, kepulauan, penerbangan dan destinasi terbaik tahun 2016-2017.

Tahun ini, untuk kedua kalinya berturut-turut, pelancong memilih Kyoto, Jepang, untuk menjadi kota terbaik di dunia. travelers voted Kyoto, Japan, to be the best city in the world.

Kyoto – ibukota kekaisaran Jepang selama lebih dari 1.000 tahun – penuh dengan kuil, taman dan pasar yang luar biasa yang membuatnya menjadi favorit wisatawan.

Foto-foto ini menunjukkan mengapa Kyoto dinobatkan sebagai kota terbaik di dunia – 2 kali.

 

Kyoto adalah rumah bagi kuil-kuil yang luar biasa, seperti kuil Buddha Byodo-in, Situs Warisan Dunia Unesco.

Kyoto is home to incredible temples, such as the Byodo-in Buddhist temple, a Unesco World Heritage Site.Shutterstock

 

Salah satu kuil yang paling menakjubkan adalah Kinkaku-ji abad ke-14 (Paviliun Emas), yang memiliki fasad emas mengkilap yang tercermin indah di kolam tempat candi berada.

One of the most breathtaking temples is the 14th-century Kinkaku-ji (Golden Pavilion), which has a shiny gold facade that reflects beautifully in the pond the temple sits on.Flickr/Spektograf

 

Wisatawan menyukai ribuan torii berwarna merah tua (kuil suci) yang membawa 2 1/2 mil ke atas gunung ke kuil utama Inari: Fushimi Inari Taisha. Karena Inari dianggap sebagai pelindung bagi para pebisnis, setiap gerbang disumbangkan oleh perusahaan Jepang.

Travelers love the thousands of scarlet-colored torii (shrine gates) that lead 2 1/2 miles up a mountain to the main Inari shrine: Fushimi Inari Taisha. As Inari is considered the patron of business, each gate was donated by a Japanese business.Flickr/Elvin

 

Pasar Nishiki, juga dikenal sebagai “Kyoto’s Kitchen”, adalah pasar berusia 400 tahun yang mencakup 5 blok dari lebih 100 toko dan restoran. Ini adalah harta karun makanan langka dan makanan yang tidak biasa kita makan.

Nishiki Market, also known as Kyoto's Kitchen, is a 400-year-old market that spans five blocks of over 100 shops and restaurants. It's a treasure trove of rare delicacies and unusual foods.Flickr/Peter-Rabbit

 

Anda akan menemukan kelangkaan seperti “octopi” telur puyuh ini. Banyak toko menawarkan sampel-sampel makanan.

You'll find rarities like these quail-egg-stuffed octopi. Lots of shops offer samples, so go hungry.Flickr/Wally Gobetz

 

Jepang terkenal dengan bunga sakuranya dan kota ini penuh dengan pepohonan yang luar biasa.

Japan is famous for its cherry blossoms, and Kyoto is full of the incredible trees.Flickr/Annie Guilloret

 

Festival Hanami musim semi di Taman Maruyama sangat mempesona.

Maruyama Park kyotoJNTO (Japan National Tourism Organization)

 

Musim gugur juga tidak kalah indahnya disini.

Fall is no less striking here though.Shutterstock

 

Untuk melihat lebih dekat dedaunan pada musim gugur, naik perahu menyusuri sungai Oi ke daerah Arashiyama.

For a closer look at the fall foliage, take a boat down the Oi river to the Arashiyama area.Shutterstock

 

Kuil Kiyomizu-dera adalah tempat yang tepat untuk menikmati pemandangan kota.

Kyoto Kiyomizu-deraPixabay / Jamie Nakamura

 

Anda juga bisa melihat pemandangan Gunung Fuji saat mengendarai / menggunakan Shinkansen (alias kereta peluru), yang naik hingga 300 km/jam, di kota.

You can also catch amazing views of Mt. Fuji while riding the Shinkansen (aka the bullet train), which goes up to 200 mph, into town.Shutterstock

 

Kyoto adalah tempat bagi pemandangan alam yang luar biasa, seperti Arashiyama Bamboo Grove, yang dikenal sebagai tangkai-tangkai bambu yang indah dan padat dengan mengeluarkan suara berderit dan berdesir yang sangat spesial. (Bahkan masuk dalam “Soundscapes Jepang“, untuk memerangi polusi suara & untuk melindungi dan mempromosikan lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup)

Arashiyama Bamboo GrovePixabay

 

Dan koloni monyet tinggal di sini, beberapa di antaranya berada di Iwatayama Monkey Park.

And colonies of monkeys live here, some of which hang out at the Iwatayama Monkey Park.Pinter Pandai

 

Yang membuat kota ini spesial adalah kota besar dengan nuansa kota kecil.

What makes Kyoto special is that it's a big city with a small-town feel.Flickr/Moyan Brenn

 

Hal ini juga melintasi keanekagaman antara lama dan baru.

It also straddles the tension between old and new.Flickr/Elvin

 

Kota Kyoto telah mempertahankan tradisi dan arsitekturnya. Seperti di jalan Ninenzaka yang telah dipugar dengan indah, yang meluncur turun dari Kuil Kiyomizu-dera pada masa kekaisaran kuno Kyoto.

NinenZaka - KyotoJNTO (Japan National Tourism Organization)

 

Tapi Kyoto juga modern. Distrik perbelanjaan pusat Shijo-Dori dapat menyaingi tempat perbelanjaan kontemporer yang akan Anda temukan di Tokyo.

But it's also modern. The Shijo-Dori central shopping district rivals any contemporary shopping you'd find in Tokyo. Flickr/Richard Murdey


Geisha adalah pemandangan umum di sekitar kota.

Geishas are a common sight around town.Flickr/mariusz kluzniak


Mereka benar-benar ada di mana-mana.

No really, they're surprisingly ubiquitous.Flickr/Carlos Donderis


Terutama di Gion, salah satu dari beberapa distrik Geisha yang tersisa di Jepang. Jalan-jalan berliku yang dilapisi dengan bangunan kayu tua yang dapat membawa Anda kembali pada zaman Kyoto Kota Kuno ke dalam pikiran dan penuh dengan kedai teh tradisional dan restoran eksklusif.

Especially in Gion, one of Japan's few remaining geisha districts. Windy streets lined with old wooden buildings bring Old Kyoto to mind and are full of traditional teahouses and exclusive restaurants.Flickr/Offf


Setiap makanan adalah sebuah karya seni di Kyoto, yang dikenal dengan Kyo-ryori (masakan Kyoto), yang melibatkan makan puluhan kursus musiman berlapis kecil sementara bertengger di atas tikar tatami.

Every meal is a piece of art in Kyoto, which is known for Kyo-ryori ("Kyoto cuisine"), which involves eating dozens of small, beautifully plated seasonal courses while perched on tatami mats. Flickr/Annie Guilloret


Salah satu tempat terbaik untuk makan makanan otentik adalah di Area Shirakawa, yang membentang di sepanjang Kanal Shirakawa dekat Gion dan penuh dengan restoran dan bar lokal.

One of the best places to eat an authentic meal is in the Shirakawa Area, which runs along the Shirakawa Canal near Gion and is full of local restaurants and bars.Shutterstock / Sean Pavone


Hampir tidak ada sudut di Kyoto tanpa sesuatu yang indah dan artistik.

There's barely a corner in Kyoto without something scenic.Flickr/Colin and Sarah Northway

 

Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “oooh begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

 

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

 


By | 2018-04-30T23:49:36+07:00 Juni 23rd, 2017|Geografi & Sejarah|3 Comments

3 Comments

  1. Best Spa in Mumbai 13/07/2017 at 2:19 pm - Reply

    Thanks for sharing these beautiful places.

    • Aldo Barlian 13/07/2017 at 2:33 pm - Reply

      You’re welcome 🙂

  2. Fisher 19/09/2017 at 8:03 am - Reply

    Its a good destination indeed

Leave A Comment