fbpx

Peribahasa Indonesia dan Artinya – Pepatah – Kiasan – Kata-Kata Perumpamaan dari A sampai Z

Peribahasa Indonesia

Peribahasa atau pepatah adalah ayat atau kelompok kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung aturan dasar dalam berperilaku. Jika peribahasa berupa ungkapan yang sangat baik, maka disebut dengan istilah aforisme. Perumpamaan adalah peribahasa yang biasanya didahului oleh perkataan seperti “seolah-olah”, “ibarat”, “bak”, “seperti”, “laksana”, “macam”, “bagai”, dan “umpama”, untuk menyamakan suatu hal dengan hal lain. Berikut adalah peribahasa Indonesia:

Peribahasa Indonesia dan artinya

Peribahasa Indonesia dan artinya

 


 

Peribahasa Indonesia huruf A

Peribahasa Indonesia huruf A

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf A

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf A:

(seperti) abu di atas tanggul

tidak tetap kedudukannya (sewaktu-waktu dapat dipecat dsb)

adakah buaya menolak bangkai

orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan

adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah

pekerjaan (perbuatan) hendaklah selalu mengingat aturan adat dan agama (jangan bertentangan satu dengan yang lain)

adat dagang tahan tawar

sudah biasa bahwa barang dagangan boleh ditawar

adat diisi, janji dilabuh

adat harus dijalankan, persetujuan harus ditepati

adat diisi, lembaga dituang

hendaklah segala sesuatu dilakukan menurut adat kebiasaan / aturan yang lazim

adat hidup tolong-menolong, syariat palu-memalu

dalam kehidupan sehari-hari harus saling menolong, dalam agama saling membantu

adat pasang berturun naik

keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tentang kekayaan atau kedudukan seseorang

adat periuk berkerak, adat lesung berdekak

jika seseorang ingin beroleh keuntungan dalam satu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan

adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung

segala sesuatu ada tata caranya

adat teluk timbunan kapal

biasanya orang yang berpengaruh (berkuasa dsb) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dsb)

agih-agih kungkang

terlampau murah hati sehingga menderita kesusahan

(seperti lebah) mulut membawa madu, pantat membawa sengat (mulut bau madu, pantat bawa sengat; mulut disuapi pisang, pantat dikait dengan onak; mulut manis, hati berkait))

orang yang manis mulut/tutur katanya, tetapi hati busuk/berbahaya (jahat) maksudnya

(seperti) air basuh tangan

sesuatu yang mudah didapat

air beriak tanda tak dalam (beriak tanda tak dalam, berguncang tanda tak penuh; berkocak tanda tak penuh)

orang yang banyak bicara/cakap (sombong dsb), biasanya tidak berisi (kurang ilmunya); orang yang suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya

(umpama) air digenggam tiada tiris

hal orang yang sangat kikir, tidak sedikit pun terbuka tangannya untuk menolong orang yang sengsara

air tenang menghanyutkan

orang yang pendiam, tetapi banyak pengetahuannya

air besar batu bersibak

persaudaraan (keluarga) menjadi cerai-berai apabila terjadi perselisihan

air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga (ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap)

anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya; biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya

air di daun keladi (daun keladi dimandikan)

sukar diajar atau dinasihati

(bagai) air di daun talas

selalu berubah-ubah (tidak tetap pendirian)

air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam

tidak enak makan dan minum (karena terlalu sedih dsb)

(bagai) air ditarik sungsang

melakukan sesuatu yang menjadi sukar karena salah jalan

air jernih ikannya jinak

negeri yang serba teratur dengan penduduknya yang serba baik, baik pula budi bahasanya

air lalu terkubak tohor

uang yang diterimanya lekas habis untuk membayar utang dsb

air susu dibalas dengan air tuba

perbuatan baik dibalas dengan perbuatan jahat

tak air talang dipancung

tidak segan melakukan apa saja untuk mencapai maksudnya

akal akar berpulas tak patah

orang yang sudah pandai tidak mudah kalah dalam perbantahan

akal tak sekali tiba

tidak ada suatu usaha yang sekali terus jadi dan sempurna

akan dijadikan tabuh singkat, akan dijadikan genderang berlebih

serba tanggung

akidah disangka batu

merasa terhina karena salah sangka

alah bisa karena biasa, alah bisa oleh biasa, alah bisa tegal biasa

  1. segala kesukaran dsb tidak akan terasa lagi sesudah biasa (sesuatu yang sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi)
  2. teori dikalahkan praktik; pengalaman praktik lebih baik daripada teori
  3. kalah kepandaian oleh latihan

alah di rumpun betung

kekalahan yang tidak memuaskan pihak yang kalah

alah limau oleh benalu

orang yang merugikan atau menguasai orang atau tempatnya menumpang; orang yang lama terdesak oleh orang yang baru

alah main, menang sarak, alah sabung, menang sorak

biarpun kalah main asal kehormatan diri terpelihara; biarpun kalah, masih tinggi juga cakapnya

alah membeli, menang memakai, kalah membeli, menang memakai

barang yang baik memang mahal harganya, tetapi dapat lama dipakai (biarpun harganya mahal, tetapi dapat dipakai lama karena mutunya baik)

alah menang tak tahu, bersorak boleh

perihal seseorang yang tidak ikut campur dalam dua pihak yang sedang berbantah, tetapi hanya ikut mengejek pihak yang telah tentu kalah

alang berjawab, tepuk berbalas

kebaikan dibalas dengan kebaikan, kejahatan dibalas dengan kejahatan

alang-alang berdawat biarlah hitam

jika mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung

(bagai) alu pencungkil duri

melakukan sesuatu yang tidak mungkin berhasil

alur bertempuh, jalan berturut

dilakukan menurut adat (kebiasaan) yang lazim

ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit

sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan); tidak mau berbalik; tidak dapat ditawar lagi (tentang aturan)

amra disangka kedondong

sesuatu yang baik disangka buruk

anak ayam kehilangan induk

ribut dan bercerai-berai karena kehilangan tumpuan

anak badak dihambat-hambat

dengan sengaja mencari bahaya

anak baik, menantu molek

mendapat keuntungan yang berlipat ganda

anak di pangku dilepaskan, beruk dalam rimba disusukan (disusui)

selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan

anak orang, anak orang juga

seseorang yang asing bagi kita akan tetap asing juga

anak sendiri disayangi, anak tiri dibengkengi

bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri juga yang diutamakan

(bagai) anak sepat ketohoran

berbaring bermalas saja

angan lalu, paham tertumbuk

suatu hal yang banyak halangannya meskipun tampaknya dapat dilakukan dengan mudah; menurut pikiran (dugaan dsb) mungkin untuk dikerjakan, tetapi sukar pelaksanaannya (misal kekurangan alat atau syarat)

angan-angan menerawang langit

mencita-citakan segala sesuatu yang tinggi-tinggi

angan-angan mengikat tubuh

bersusah hati karena memikirkan yang bukan-bukan

angguk bukan, geleng ia

lain di mulut lain di hati

antah berkumpul sama antah, beras berkumpul sama beras (beras bersama beras; yang enggang sama enggang juga, yang pipit sama pipit juga; yang pipit sama pipit, yang enggang sama enggang; rasam minyak ke minyak, rasam air ke air)

  1. setiap orang selalu mencari orang yang setingkat atau sederajat
  2. lebih baik berkumpul (berjodoh dsb) dengan orang yang sama derajatnya (tingkatannya); bergolong-golong menurut derajat atau pangkat masing-masing; persahabatan (perjodohan) baru sempurna kalau sama tingkat derajatnya
  3. orang mencari (kembali kepada) golongannya masing-masing

ada angin, ada pohonnya (hujan berpohon, panas berasal)

segala hal ada asal mulanya (sebab-sebabnya)

angin berputar, ombak bersabung

sangat sulit (tentang perkara)

angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam

rahasia tidak selamanya dapat disembunyikan, akhirnya akan terbuka juga

angkuh terbawa, tampan tinggal

baik rupanya, tetapi tidak baik sikapnya (olok-olok kepada orang yang pesolek)

(bagai) anjing beranak enam

kurus sekali

(seperti) anjing bercawat ekor

pergi atau menghindar karena malu dsb
anjing ditepuk menjungkit ekor
orang hina (bodoh, miskin, dsb) kalau mendapat kebesaran menjadi sombong

anjing kembali lagi ke muntahnya, babi kembali lagi ke kubangannya
anjing menyalak di ekor gajah (anjing menyalak di pantat gajah)

orang hina (lemah, kecil) hendak melawan orang berkuasa

(seperti) anjing terpanggang ekor

mendapat kesusahan yang amat sangat sehingga tidak keruan tingkah lakunya

antan patah, lesung hilang

kemalangan yang bertimbun-timbun; tertimpa berbagai musibah (kecelakaan; kesusahan)

(seperti) antan pencungkil duri

pekerjaan atau usaha yang sia-sia

apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar

tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yang disimpan saja kalau tidak diajarkan kepada orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)

apa yang kurang pada belida, sisik ada tulang pun ada

orang yang berkecukupan, tidak ada yang kurang padanya

(seperti) api dalam sekam

hal-hal tidak baik yang tidak tampak

(seperti) api makan sekam

perasaan cinta kasih (dendam dsb) yang tersembunyi

api padam, puntung berasap

perkara yang sudah putus, tetapi timbul lagi

api padam, puntung hanyut

sudah habis (tamat) benar-benar

(laksana) apung-apung di tengah laut, dipukul ombak jatuh ke tepi

orang yang belum mantap kedudukannya atau belum bernasib baik dalam mengadu untung

arang habis, besi binasa

pekerjaan yang telah banyak menghabiskan tenaga dan biaya, tetapi hasilnya tidak ada

arang dibasuh air mawar, tiada akan putih (arang dibasuh air mawar takkan putih)

tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi

sudah arang-arang, hendak minyak pula

sesudah dicemarkan nama seseorang, hendak bermanis-manis pula kepada orang itu

asal ada kecil pun pada

kalau tidak mendapat banyak, sedikit pun cukup

asal ada sama di hati, gajah terantai boleh dilepaskan

kalau sudah ada persetujuan, apa pun halangannya dapat diatasi

asal ayam pulang ke lumbung, asal itik pulang ke pelimbahan

tabiat orang tidak akan berubah

asal berinsang, ikanlah

tidak pilih-pilih (pekerjaan, makanan, perempuan, dsb)

asal menugal adalah benih

setiap perbuatan tentu akan ada hasilnya (ada yang memperhatikan)

asam di darat, ikan di laut bertemu dalam belanga (garam di laut, asam di gunung bertemu dalam belanga; ikan di laut, asam di gunung bertemu dalam belanga)

laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya; biarpun tinggal berjauhan, kalau sudah jodoh akan menjadi suami istri juga

asing lubuk, asing ikannya

lain daerah, lain adatnya

asing maksud, asing sampai

tidak sesuai dengan yang diharapkan

atap rumbia, perabung upih ((rumbia/ijuk)

barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk

aur ditanam, betung tumbuh

mendapat untung (laba) banyak

aur ditarik sungsang

banyak sangkut-pautnya sehingga susah dilaksanakan

awak yang payah membelah ruyung, orang lain yang beroleh sagunya

kita yang berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat faedahnya

(umpama) ayakan dawai

pekerjaan yang dilakukan dengan tidak cermat

ayam bertelur di padi

hidup senang dan mewah

(sebagai) ayam diasak malam

tidak berdaya lagi

(bagai) ayam dibawa ke lampok

keheranan melihat sesuatu

ayam ditambat disambar elang

malang sekali; bernasib buruk

ayam hitam terbang malam

sukar ketahuan (tentang perkara dsb)

ayam putih terbang siang

mudah ketahuan (tentang perkara dsb)

ayam laga sekandang

berkelahi atau bertengkar dengan keluarga sendiri atau teman seperguruan

(seperti) ayam pulang ke pautan; belut pulang ke lumpur; burung gagak pulang ke benua; ikan pulang ke lubuk; janggut pulang ke dagu; misai pulang ke bibir; pinang pulang ke tampuknya; sirih pulang ke gagang)burung gagak pulang ke benua; ikan pulang ke lubuk; janggut pulang ke dagu; misai pulang ke bibir; pinang pulang ke tampuknya; sirih pulang ke gagang)

  1. kena/sudah pada tempatnya; sudah cocok benar
  2. telah kembali/pulang ke tempat (asalnya) yang diinginkan (disenangi, dicintainya)
  3. keadaan dan sifatnya tetap saja meskipun telah jauh merantau
  4. sudah pada tempatnya; kembali seperti semula

 


 

B

Peribahasa Indonesia huruf

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf B

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf B:

babi merasa gulai

menyama-nyamai orang besar (kaya)

badak makan anak

ayah membuang anaknya karena takut akan musnah kebesarannya (pada raja-raja zaman dahulu)

bagaimana bunyi gendang, begitulah tarinya

menurut segala perintah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan

bagaimana ditanam, begitulah dituai

seseorang akan mendapat balasan seperti yang diperbuatnya; tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya

bahasa menunjukkan bangsa

budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan)

baik berjagung-jagung sementara padi belum masak

lebih baik dipakai dulu yang ada sementara yang baru belum didapatkan

baik rupa sepemandangan, baik bunyi sependengaran

cocok; seia sekata

bajak patah, banting terambau

menderita kecelakaan bertimpa-timpa

bajak selalu di tanah yang lembut

orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah

bajak sudah terdorong ke bancah

sudah terlanjur (tidak dapat kembali)

baji dahan membelah dahan

memboroskan harta tuannya

baju indah dari balai, tiba di rumah menyarungkan

hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi

bakar tidak berbau

maksud jahat yang tersembunyi

bala lalu dibawa singgah

sengaja mencari kesusahan (kecelakaan)

(bagai) balam dengan ketitir

perihal dua orang yang selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya

ada bangkai, ada hering (burung pemakan bangkai)

jika ada perempuan lacur, banyak laki-laki yang datang

(kalau) bangkai galikan kuburnya, kalau hidup sediakan buaiannya

lebih baik menunggu dengan tenang apa yang akan terjadi, lalu mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil

banyak orang, banyak ragamnya

tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri

barang siapa menggali lubang, ia akan terperosok ke dalamnya

siapa yang berniat (berbuat) jahat terhadap orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri

barang siapa yang berketuk ialah yang bertelur

siapa yang merasa tersindir, dialah yang berbuat seperti yang disindirkan itu

barang tergenggam jatuh terlepas

sesuatu yang sudah dikuasai (dimiliki), terlepas lagi (menderita kemalangan)

sudah basah kehujanan

mendapat kemalangan ganda

batang betung beruas-ruas

sangat jujur; lurus hati

(seperti) batang mengkudu, dahulu dengan bunga

perihal orang yang mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya itu

batu hitam tak bersanding

tampaknya lemah lembut, tetapi keras hatinya (sukar mengalahkannya, melawannya, dsb)

(bagai) batu jatuh ke lubuk

hilang lenyap (orang yang meninggalkan tempat)

bau busuk tidak berbangkai

celaan (fitnah dsb) yang tidak benar

(seperti) baung dipukul

menjerit-jerit

baunya setahun pelayaran

berbau busuk sekali

bayang-bayang disangka tubuh

mengharapkan sesuatu yang belum pasti

bayang-bayang sepanjang badan

tepat benar menurut keadaannya (harapannya, kemampuannya, dsb)

bayang-bayang tidak sepanjang badan

berbuat sesuatu yang melebihi dari (tidak sesuai dengan) kemampuannya

tak beban batu digalas (tiada beban batu digalas; tiada beban mencari beban)

sudah senang mencari kesusahan (kesukaran);

beban berat senggulung batu

tanggungan yang sangat berat; melakukan pekerjaan yang berat dan sukar, sedangkan alat untuk melaksanakannya atau membantunya kurang baik

becermin di air keruh

mencontoh perbuatan yang kurang baik

belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam

sebodoh-bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai

(jika) belalang ada seekor, jika emas ada miang

segalanya ada aturannya sendiri

belalang dapat menuai

dapat keuntungan tanpa disengaja

belalang hendak menjadi elang (buntat hendak jadi kemala; katak hendak jadi lembu; keledai hendak dijadikan kuda; cacing hendak menjadi naga; cacing menjadi ular naga; pacet hendak menjadi ular; pijat-pijat menjadi kura-kura)

orang hina (miskin, bodoh, rendah, dsb.) hendak menjadi/menyamai/berlaku seperti orang besar (kaya, pandai, terhormat, dsb.); tidak tahu diri (congkak, sombong); berharapkan yang bukan-bukan

belanak bermain di atas karang

ombak besar (sehingga ikan belanak yang biasanya senang diam dalam pasir laut, naik ke permukaan laut)

(seperti Belanda minta tanah) diberi kuku, hendak menggarut (diberi berkuku, hendak mencekam; diberi berkuku, hendak mencengkam; diberi kuku, hendak mencengkam)

apabila seseorang diberi sedikit, ia mengajukan lebih banyak lagi; baru diberi kekuasaan sedikit, lalu hendak berbuat sewenang-wenang/sudah hendak menindas orang lain

(bagai) belut digetil ekor

lancar (cepat sekali)

(bagai) belut diregang

seseorang yang tinggi kurus

(bagai) belut kena ranjau (belut kena getah)

seseorang yang licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu

benci akan mencit rengkiang disunu

sebab takut akan bahaya yang kecil, dibuanglah keuntungan yang banyak

(jika) benih yang baik jatuh ke laut, menjadi pulau

orang yang berketurunan baik, ke mana pun perginya akan bersifat baik juga

berair rongkong

mendapat rezeki (keuntungan)

beraja di hati, bersultan di mata (bersutan di mata; beraja di mata, bersultan di hati; raja di mata, sultan di hati)

menurutkan kemauan sendiri; orang yang suka berbuat sesuka/sekehendak hati sendiri dan sewenang-wenang

berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian

bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian

(seperti) beranak besar hidung

perihal seseorang yang sebentar-sebentar menengok atau memperlihatkan barang yang baru diperolehnya

belum beranak sudah ditimang (belum duduk belunjur dulu; belum duduk sudah belunjur; belum duduk sudah mengunjur)

sudah bergirang hati lebih dahulu sebelum tercapai apa yang dikehendaki/diinginkannya; terlampau cepat gembira sebelum maksud tercapai

beranak tiada berbidan

mendapat kesusahan (kecelakaan dsb) karena salahnya sendiri

berani hilang tak hilang, berani mati tak mati

melakukan pekerjaan hendaklah jangan tanggung-tanggung atau takut-takut

berani malu, takut mati

berani melakukan pekerjaan terlarang, setelah ketahuan baru menyesal

berani menjual, berani membeli (berani pegang, berani tanggung)

jika berani mengatakan (memerintahkan), hendaknya berani melakukan juga

berani sendok pengedang, air hangat direnanginya

perihal orang berani, tetapi bodoh

belum beranjur sudah tertarung (baru beranjur sudah tertarung)

belum (baru) akan dimulai sudah mendapat rintangan

berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul

betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yang mengalami (kesusahan dsb)

berarak ke tebing

melakukan pekerjaan yang mendapatkan kecelakaan atau kerugian

berarak tidak berlari

melakukan sesuatu sebagaimana mestinya

tak beras antah dikisik

melakukan segala sesuatu asal maksud tercapai

tak ada beras yang akan ditanak

tidak ada kelebihan yang pantas dikemukakan

(ada) beras, taruh dalam padi

rahasia hendaklah disimpan baik-baik

telah berasap hidungnya

telah memperoleh keuntungan setelah lama menderita kekurangan

berat sama dipikul, ringan sama dijinjing (berat sepikul, ringan sejinjing)

bersama-sama dalam suka dan duka; baik buruk sama-sama ditanggung; persahabatan yang karib, baik dalam kesenangan maupun dalam kesusahan

telah berbau bagai embacang

telah mulai jelas (tentang suatu perkara)

tidak berbau telunjukmu (belum)

tak boleh jadi; mustahil begitu

berbilang dari esa, mengaji dari alif

jika mengerjakan/melakukan sesuatu hendaknya dimulai dari permulaan/menurut aturan

berbuat jahat jangan sekali, terbawa cemar segala ahli

jangan sekali-kali berbuat jahat karena nama baik keluarga akan terbawa-bawa menjadi buruk

berbukit di balik pendakian

lepas dari kesukaran yang satu mendapat kesukaran lain

bercekak henti, silat terkenang

buah pikiran yang sudah terlambat tidak ada gunanya

bercerai sudah, talak tidak

sudah berpisah, tetapi belum sah diceraikan

bercerai tidak bertalak (kalau bercerai tidak usah menjatuhkan talak)

pertalian suami-istri yang tidak sah

berdiang di abu dingin

tidak mendapat apa-apa (dari saudara, tuan rumah, dsb)

berebut lontong tanpa isi

berlomba-lomba memperoleh sesuatu yang tidak berguna

berebut temiang belah

berkelahi memperebutkan sesuatu yang tidak berharga

berebut temiang hanyut, tangan luka temiang tak dapat

dua orang yang memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya

berendam sesayak air, berpaut sejengkal tali

hidup serba kekurangan; penghidupan yang sangat susah (serba kekurangan)

bergaduk diri, saku-saku diterbangkan angin

banyak membual, tetapi kantongnya kosong

bergantung di ujung kuku (bergantung pada rambut sehelai)

dalam keadaan yang sangat berbahaya; berada dalam keadaan yang sangat sulit (bahaya)

bergantung pada tali rapuh

menyandarkan hidupnya pada orang (jabatan, pekerjaan, dsb) yang lemah atau tidak tetap

bergantung tidak bertali (sehasta tali)

  1. perempuan yang ditinggalkan suaminya, tetapi tidak pula diceraikan;
  2. keadaan seorang gundik yang tidak sah

belum bergigi hendak mengunyah (belum bergigi hendak menggigit; belum berkuku hendak mencubit; belum punya kuku hendak mencubit; belum bertaji hendak berkokok; belum tegak hendak berlari)

  1. hendak melakukan sesuatu (menyombongkan diri, mencari-cari kesalahan orang, dsb.), tetapi belum ada sarananya (belum mempunyai kekuasaan, berilmu, kaya, dsb.)
  2. lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahi; belum duduk sudah belunjur

berguru dahulu sebelum bergurau

belajar dahulu sebelum bersenang-senang

berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi

ilmu yang dituntut secara tidak sempurna, tidak akan berfaedah

berhakim kepada beruk

meminta keadilan (pertimbangan) kepada orang yang tamak/rakus niscaya akan rugi

berhati baja, berurat kawat

tabah dan keras hati

berhitung nasib peruntungan

membicarakan nasib

berjalan peliharakan kaki, berkata peliharakan lidah

ingat-ingat selalu dalam berbuat sesuatu

berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau

segala usaha hendaknya diselesaikan sampai tercapai/kepada maksudnya

berjalan selangkah, menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan (berjalan selangkah, melihat surut)

  1. dalam berbuat sesuatu hendaklah kita mempertimbangkannya masak-masak; selalu ingat-ingat (hati-hati) dalam melakukan pekerjaan apa pun
  2. selalu ingat akan hari kemudian (tidak hanya memikirkan waktu sekarang saja)

berjanjang naik, bertangga turun

menurut derajat dan kedudukan masing-masing; menurut aturan yang lazim berlaku

berkain tiga hasta; berkain tak cukup sebelit pinggang; tak berkain sehelai benang; kain basah kering di pinggang; tinggal kelopak salak)

serba kekurangan (miskin sekali); sangat papa; sangat miskin

berkata peliharakan lidah

… tidak akan menghiraukan cemoohan orang

berkata siang melihat-lihat, berkata malam mendengar-dengar

jika hendak membicarakan sesuatu, harus selalu berhati-hati

berkata-kata dengan lutut

berkata-kata dengan orang bodoh

berkelahi dalam kepuk

hal yang sukar diselesaikan

berkelahi dalam mimpi

berlelah-lelah dengan sia-sia

berkelahi di ekor alahan

mempertengkarkan sesuatu yang sudah beres (selesai) atau yang kurang penting

berkemudi di haluan, bergilir ke buritan

orang yang menurut perintah istrinya atau orang sebawahnya

berkepanjangan bagai agam

perbuatan (perkataan) yang berlarut-larut

berkeras tidak berkeris

bertindak keras, tetapi tidak mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri

berkering air liur

perkataan (nasihat dsb) yang sia-sia

berketuk di luar sangkar, bertanam di luar pagar

mengemukakan keterangan (keberatan dsb) sesudah diputuskan

berkotakan betis (bernegerikan betis, berkubukan betis)

mengembara ke mana-mana (tidak tetap tempat tinggalnya)

berlaki anak semang

perempuan yang buruk kelakuannya

berlayar atas angin

mendapat bantuan atau sokongan orang lain

berlayar bernakhoda, berjalan dengan yang tua

setiap mengerjakan sesuatu hendaklah menuruti nasihat (petunjuk) orang yang ahli atau yang berpengalaman

berlayar menentang pulau (berlayar mengadang pulau, berlayar menuju pulau)

setiap usaha harus ada tujuannya

berleleran bagai getah di lalang

tidak keruan (tentang percakapan atau pembicaraan)

berlidah di lidah orang (bermulut di mulut orang)

hanya menurut perkataan orang saja; selalu meniru perkataan orang

tidak berluluk mengambil cekarau

mendapat untung tidak dengan bersusah payah

berlurah di balik pendakian

maksud lain yang tersembunyi

bermain air basah, bermain api lecur (bermain api letup, bermain pisau luka)

tiap pekerjaan (perbuatan) atau usaha ada susahnya atau akibatnya (risikonya)

bermalam di bawah nyiur pinang orang, kata orang diturut

hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yang kita tempati

berminyak biar licin (lecak)

tanggung-tanggung; setengah-setengah

berminyak mukanya

senang; gembira

bernapas ke luar badan

lebih percaya pada pendapat orang lain daripada percaya pada pendapat sendiri

berniaga di ujung lidah

orang pandai yang tidak jujur

beroleh badar tertimbakan

mendapat keuntungan yang tidak disangka-sangka

beroleh lumpur di tempat yang kering

mendapat kesusahan yang tidak disangka-sangka

berpaut sehasta tali

tidak dapat berbuat sekehendak hatinya

berpilin-pilin bagai kelindan

sudah menjadi satu benar, tidak dapat diceraikan lagi

bersaksi ke lutut

  1. menjadikan sahabat atau sanak saudara sendiri sebagai saksi
  2. minta nasihat kepada orang bodoh

bersalai tidak berapi

mengandung (hamil), tetapi tidak bersuami

bersandar di lemang hangat

berlindung kepada orang yang jahat (zalim dsb)

bersarak serasa hilang, bercerai serasa mati

seseorang yang sangat rindu karena perceraian dengan kekasihnya

bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang

orang miskin yang bertingkah laku sebagai orang kaya

berserah berkabilan

sudah memercayakan sesuatu kepada orang, tetapi masih mengawasinya juga (jadi, tidak percaya sungguh-sungguh)

bersesak-sesak bagai ular tidur

seseorang yang disesakkan, seperti ditagih utang berulang-ulang

bersesapan belukar

pekerjaan yang tidak sempurna

bersua alurnya

sesuai benar; cocok

bersua baji dengan matan (tahan baji oleh kelidai)

keras (berani, kuat) lawan keras (berani, kuat)

bersua beliung dengan sangkal

sesuai benar (karena sepaham dan setujuan)

bersukat darah, bertimbang daging (dengan)

berperang mati-matian (dengan)

bersuluh menjemput api

bertanya tentang sesuatu yang sudah diketahui

bersuluh tengah hari (lagi terang lagi bersuluh)

  1. perkara yang sudah nyata (terang)
  2. menyia-nyiakan uang (tenaga dsb)

bersurih bak sepasin, berjejak bak berkik, berbau bak embacang

ada tanda-tanda (bukti) yang nyata dan sah dalam suatu kejahatan; kejahatan yang telah ada buktinya yang sah

bertabur bijan ke tasik

membuang-buang uang (waktu dan tenaga)

bertali boleh dieret, bertampuk boleh dijinjing

ada tanda (bukti) yang jelas atau yang boleh dipegang teguh; perjanjian sudah erat dengan syarat-syaratnya

(bagai) bertanak di kuali

bermurah hati kepada orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kepada diri sendiri

bertanam biji hampa

sia-sia; tidak dipedulikan

bertanam tebu di bibir

mengeluarkan kata-kata manis (untuk membujuk dsb); mengeluarkan perkataan yang manis-manis (memuji-muji dsb), tetapi mempunyai maksud yang kurang baik

bertandang ke surau

bertamu ke rumah orang dengan tidak mendapat jamuan apa-apa

bertandang membawa lapik

tamu yang berkunjung membawa bekal atau makanan sendiri ke tempat ia datang atau menumpang

bertanjak baru bertinjau

melakukan sesuatu sebagaimana mestinya

sudah bertarah, berdongkol pula

sesudah perkara yang satu dibereskan, timbul lagi perkara yang lain

berteduh di bawah betung

beroleh pertolongan yang tidak memadai/tidak mencukupi

bertemu beliung dengan ruyung (bertemu teras dengan beliung)

sama-sama kuat (tentang permusuhan); dua orang bertengkar yang sifatnya sama-sama keras

bertemu muka dengan tedung

bertemu (berharap-harap) antara dua orang yang sama-sama kuat (pandai)

bertemu ruas dengan buku

cocok (sesuai benar; serasi) karena memang sudah jodohnya (seorang laki-laki dengan perempuan)

bertenun sampai ke bunjainya

mengerjakan sesuatu harus sampai selesai

bertepuk sebelah tangan (bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi; bertepuk sebelah tangan takkan berbunyi)

  1. kasih sayang yang datang dari sebelah pihak; tidak bersambut dengan baik, hanya dari sebelah pihak (tentang kebaikan atau cinta kasih)
  2. kasih sayang tidak mungkin datang dari satu pihak

(seperti) bertih direndang

berdetusan tidak henti-hentinya (bunyi senapan dsb)

bertiraikan banir

tidak mempunyai rumah

bertitah lalu, sembah berlaku

jika kehendak orang lain kita turut, kehendak kita pun akan diturut juga

bertohor air liur

sudah banyak memberi nasihat, tetapi tidak diindahkan

bertopang pangkal seia

berbantah dapat menjadi dasar mencapai persetujuan

bertunggul ditarah, kesat diampelas

sudah beres (tentang perselisihan)

sudah beruban, baru berguam

dikatakan kepada orang tua yang tingkah lakunya seperti orang muda

(bagai) beruk kena ipuh

menggeliat-geliat karena kesakitan dsb

(bagai) berumah di tepi tebing

selalu tidak aman hatinya

besar berudu di kubangan, besar buaya di lautan

tiap-tiap orang besar berkuasa di tempat atau di lingkungan masing-masing

besar bungkus tak berisi (tong kosong nyaring bunyinya)

orang yang besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada

besar kapal, besar gelombang

makin tinggi pangkatnya atau makin besar perniagaannya, makin banyak pula risikonya

besar kayu, besar bahannya; besar kayu, besar dahannya (besar periuk, besar keraknya; besar periuk besar kerak)

banyak penghasilan/pendapatan (uang) banyak pula pengeluarannya/belanjanya; semakin banyak pendapatan, semakin banyak pula pengeluaran

besar pasak dari tiang

belanja lebih besar daripada pendapatan

besar senggulung daripada beban, besar pasak daripada tiang

besar belanja daripada pendapatan

besi baik dibajai (diringgiti)

barang yang sudah baik ditambah baik lagi

besi baik tiada berkarat (budi baik tak dilupakan)

perbuatan yang baik selamanya terpuji

(seperti) besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya
betung ditanam, aur tumbuh

mengharapkan sesuatu yang baik (menguntungkan), tetapi memperoleh yang sebaliknya

biang menanti tembuk

perkara yang hampir mendapat keputusan

biar dahi berluluk asal tanduk mengena

apa pun akan dilakukan asal maksud tercapai

biar kalah sabung asalkan menang sorak

biar harta habis asal hati senang (puas)

biar lambat laga, asal menang

biar lambat asal selamat

biar miskin asal cerdik, terlawan jua orang kaya

kebijakan itu lebih utama daripada kekayaan

biar putih tulang, jangan putih mata (lebih baik putih tulang, daripada berputih mata)

lebih baik mati daripada mendapat malu

biar singit, jangan tertiarap (biar tersengat, jangan tiarap)

hendaklah diusahakan supaya jangan terlanjur merugi dsb; jika mendapat kerugian (kesusahan dsb), hendaklah diikhtiarkan agar tidak terlalu rugi dsb; tidak apa-apa rugi sedikit, asal jangan habis sama sekali (hartanya)

biar sipi, jangan sesat (biar asal, jangan sesat)

jika telah menderita kerugian (kekalahan, kesusahan, dsb) hendaknya diusahakan supaya jangan terlampau menderita; biar rugi sedikit, asal jangan rugi banyak

biar telinga rabit, asal dapat bersubang

biar badan terasa sakit asal menjadi cantik

biar titik, jangan tumpah

biar rugi sedikit asal jangan rugi banyak

takut titik, lalu tumpah

karena segan merugi sedikit, jadi menderita kerugian besar

sudah biasa makan emping (biasa makan kerak; kenyang makan kerak)

  1. sudah banyak berpengalaman
  2. sudah biasa mengalami kesukaran

bibirnya bukan diretak panas

perkataannya (nasihatnya) tidak sia-sia

biduk lalu, kiambang bertaut

seperti dua orang bersaudara jika bertengkar akan lekas berbaik atau berkumpul kembali (seperti perselisihan antara sanak keluarga); orang yang berkelahi atau bertengkar yang akhirnya berbaik dan berkumpul kembali (tentang orang ramai berkumpul)

(ada) biduk serempu pula

tidak pernah merasa puas dengan apa yang ada, selalu menginginkan yang lain

biduk tiris menanti karam

sudah tidak tertolong lagi

(seperti) biji saga rambat di atas talam

tidak berpendirian tetap; selalu berubah

bingung tak dapat diajar, cerdik tak dapat diikuti

berlagak pandai (tidak mau mendengarkan nasihat orang)

bintang di langit boleh dibilang, tetapi arang di muka tak sadar

cela (kesalahan, keburukan, dsb) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu

(seperti) birah tidak berurat

sangat malas (sebentar-sebentar berbaring dsb)

(seperti) birah tumbuh di tepi lesung

lekas subur (besar)

(seperti) bisai makan sepinggan

berpatutan (sesuai) benar

(sebagai) bisul hampir memecah

menghadapi suatu kesulitan yang hampir terhindar (hampir teratasi)

bodoh-bodoh sepat, tak makan pancing emas

meskipun bodoh, dapat juga memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya

tak boleh bertemu roma

selalu berselisih (bertengkar dsb)

bondong air, bondong ikan

gerakan suatu perkumpulan selalu bergantung kepada kegiatan dan kecakapan pemimpinnya; orang banyak biasanya mengikuti jejak atau anjuran orang terkemuka (pemimpin)

(seperti) buah bemban masak

air mata yang jatuh berderai-derai

buah hati, cahaya mata

dikatakan tentang anak yang sangat disayang

(seperti) buah kedempung, di luar berisi di dalam kosong

orang yang sombong (banyak cakap), padahal tidak ada kelebihannya

buah manis berulat di dalamnya

perkataan yang manis-manis biasanya mengandung maksud yang kurang baik

buah tangisan beruk

gadis cantik yang menjadi idaman anak bujang

buaian diguncang, anak dicubit

perbuatan dan tutur kata yang baik untuk menutupi perbuatan atau maksud yang jahat

(seperti) bujuk lepas dari bubu

menghilang cepat setelah lepas dari bahaya

buka lampu, ambil isi (buka lampu, tampak isi)

jujur dan terus terang (dalam perundingan dsb)

bukan budak makan pisang

bukan orang yang dapat dipermainkan (ditipu)

bukan tanahnya menjadi padi

bukan tampannya yang akan menjadi orang baik-baik

bukit jadi paya

orang kaya (mulia) menjadi miskin (hina)

(seperti) buku gaharu

baru memperlihatkan keunggulannya apabila perlu

(bagai) bulan dengan matahari

sebanding; sesuai

(seperti) bulan kesiangan

muka yang sangat pucat; pucat dan lesu

bulan naik, matahari naik

mendapat untung di sana-sini

bulat air oleh pembuluh, bulat kata oleh mupakat

kata sepakat dapat diperoleh melalui perundingan

bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan

sudah sepakat benar; sudah putus mufakat

bulu mata bagai seraut jatuh

alis yang melengkung, runcing bentuknya dan bagus

bumi berputar, zaman beredar

keadaan zaman selalu berubah

bumi mana yang tak kena hujan

setiap orang berbuat salah

bumi tidak selebar daun kelor

dunia tidak sempit

(laksana) bunga dedap, sungguh merah berbau tidak

orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa

bunga dipetik, perdu ditendang (bunganya dipersunting, pangkalnya diberaki)

hanya mau mengambil keuntungan saja (misal istri dikasihi, mertua dibenci)

bungkuk baru betul (buta baru celik)

orang hina (miskin) yang menjadi mulia (kaya) sehingga berbuat yang bukan-bukan

bungkuk kail hendak mengena

tipu muslihat untuk mencari keuntungan

bungkuk sejengkal tidak terkedang

tidak mau mendengar kata orang; keras kepala

(bagai) buntal kembung

bodoh dan sombong

(bagai) bunyi cempedak jatuh

bunyi seperti barang berat jatuh

bunyi perempuan di air

ramai (gaduh sekali)

(bagai) bunyi siamang kenyang

banyak bicara karena mendapat kesenangan

buruk muka cermin dibelah

karena aibnya (kebodohan/kesalahannya) sendiri, orang lain dipersalahkan; menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yang salah, bodoh, dsb

buruk perahu, buruk pangkalan

tidak sudi lagi menginjak rumah bekas istrinya atau tempat bekerja yang telah ditinggalkan

buruk-buruk embacang (embacang buruk kulit)

kelihatannya tidak baik (bodoh dsb), tetapi sebenarnya baik sekali (pandai)

burung terbang dipipis lada

sesuatu yang belum tentu diperoleh sudah dirancang pemakaiannya (sudah bersiap untuk bersenang-senang dengan sesuatu yang belum lagi diperoleh)

busuk kerbau, jatuh berdebuk

perbuatan yang kurang baik lambat laun akan ketahuan orang lain juga

telah busuk maka dipeda

berbuat sesuatu yang telah terlambat

buta baru celik (buta baru melihat)

menjadi sombong karena beroleh kekayaan (pangkat dsb)

buta kehilangan

dalam keadaan yang sangat sulit

 


 

Peribahasa Indonesia huruf C

Peribahasa Indonesia huruf C

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf C

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf C

(seperti) cacing kepanasan

tidak tenang, selalu gelisah (karena susah, malu)

cakap berdegar-degar, tumit diketing

banyak mulut, tetapi penakut

cakap berlauk, makan dengan sambal lada (cakap berlauk-lauk, makan dengan sambal lada)

cakapnya seperti orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan

campak bunga dibalas dengan campak tahi

memberi kebaikan dibalas dengan kejahatan

cangkat sama didaki lurah sama dituruni

sama-sama merasakan kesusahan atau kesenangan

cari umbut kena buku

mencari yang baik, mendapat yang buruk

carik-carik bulu ayam lama-lama bercantum juga

perkelahian sesama saudara itu akhirnya berbaik juga

cekel berhabis, lapuk berteduh

terlampau kikir itu tidak berfaedah sebab akhirnya harta kekayaan itu akan habis juga

cekur jerangau, ada lagi di ubun-ubun

masih sangat muda (belum berpengalaman)

(seperti) cembul dengan tutupnya (cembul dapat tutupnya; tumbu ketemu tutupnya; cincin dengan permata; dawat dengan kertas; (hidup sandar-menyandar umpama) aur dengan tebing; aur dengan rebung; beliung dengan asahan; birah dengan keladi; dulang dengan tudung saji; garam dengan asam; gerup dengan sisir; inai dengan kuku; keroncor dengan belangkas; kuku dengan daging (kuku dengan isi); kunyit dengan kapur; lepat dengan daun; santan dengan tengguli; tangguk lerek dengan bingkainya)

  1. cocok sekali; kena benar
  2. sangat karib (tentang persahabatan); perihal orang bersahabat yang setia dan saling menolong
  3. sangat serasi; pasangan yang sesuai benar; tidak pernah bercerai/sukar terceraikan; suami istri yang hidup rukun sampai tua; perihal orang berlaki istri yang berkasih-kasihan
  4. sudah sesuai benar (tentang pria dan wanita) dan tentu menjadi jodoh
  5. tidak dapat berpisah/dipisahkan antara satu dan yang lain
  6. mudah dan lekas mesra (bercampur, berpadu, bersetuju)
  7. menunjukkan hubungan yang rapat sekali, seolah-olah tidak dapat bercerai

cencang dua segerai

sekali jalan dua pekerjaan selesai

cencang putus, tiang tumbuk

putusan yang mengikat

cencaru makan pedang

pekerjaan yang lambat, tetapi hasilnya baik

(bak) cendawan di musim hujan
cepat kaki, ringan tangan

suka menolong

coba-coba menanam mumbang, kalau tumbuh sunting negeri (sunting = suri/turus) (dicoba-coba bertanam mumbang, moga-moga tumbuh kelapa)

  1. dicoba-coba mengusahakan sesuatu yang hasil, moga-moga menjadi besar dan mendatangkan hasil
  2. kerjakan terus, barangkali ada hasilnya kelak

condong ditumpil, lemah diaduk

orang yang dalam kesulitan uang dsb diberi pertolongan

condong yang akan menimpa

perbuatan yang mendatangkan celaka

condong yang akan menongkat, rebah yang akan menegakkan

pemimpin yang akan membantu anak buahnya kalau mereka dalam kesusahan

 


 

Peribahasa Indonesia huruf D

Peribahasa Indonesia huruf D

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf D

daging gajah sama dilapah, daging tuma sama dicecah

banyak sama banyak, sedikit sama sedikit; adil

dagunya lebah bergantung

dagu yang bagus

dahan pembaji batang

(orang kepercayaan yang) menyalahgunakan harta benda tuannya

dahi kiliran taji

dahi yang licin

dahi sehari bulan

dahi yang elok bentuknya

dahulu bajak daripada jawi

sesuatu yang patut didahulukan dikemudiankan dan sebaliknya; tidak menurut aturan yang biasa

dahulu sorak kemudian tohok

menggembar-gemborkan sesuatu yang belum terjadi (belum terbukti)

dahulu timah, sekarang besi

dikatakan tentang seseorang yang turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya); orang kaya yang telah habis harta bendanya

dalam laut boleh diajuk, dalam hati siapa tahu

apa yang tersembunyi di dalam hati seseorang tidak dapat kita ketahui

dalam rumah membuat rumah

mencari keuntungan untuk diri sendiri ketika bekerja pada orang lain

dangkal telah keseberangan, dalam telah keajukan

telah diketahui benar bagaimana isi hatinya (perangainya)

(bagai) dapat durian runtuh (mendapat durian runtuh; mendapat tebu rebah; dapat tebu rebah)

mendapat untung dengan tidak bersusah payah; mendapat untung yang tidak tersangka-sangka

darah baru setampuk pinang (darah setampuk pinang)

masih muda sekali (belum banyak pengalaman, kurang akal)

dari jung turun ke sampan

turun pangkat; turun martabat

dari lecah lari ke duri

menghindarkan diri dari kesukaran, mendapat yang lebih besar

dari semak ke belukar

  1. sama saja halnya
  2. meninggalkan sesuatu yang buruk, mendapatkan yang buruk pula

daripada cempedak, lebih baik nangka, daripada tidak, lebih baik ada

benda yang sedikit (kurang baik) pun jadilah daripada tidak sama sekali

datang tak berjemput, pulang tak berhantar (datang tidak berjemput, pulang tidak berantar)

perihal orang yang tidak diindahkan; tidak diperlakukan sebagaimana mestinya (tentang tamu)

datang tampak muka, pulang tampak punggung

datang dan pergi hendaklah memberi tahu; hendaklah selalu bersopan santun apabila datang di rumah orang atau pergi dari rumah orang

degar-degar merpati

perselisihan (antara suami istri) yang tidak menyebabkan renggang, melainkan justru merapatkan

(bagai) dekan di bawah pangkal buluh

seseorang yang pandai menyimpan rahasia

dekat dapat ditunjal, jauh dapat ditunjuk

perkataan atau pengakuan yang dapat dibuktikan kebenarannya

dekat mencari indu, jauh mencari suku (dekat mencari suku, jauh mencari hindu)

jika merantau ke tempat yang dekat, kita mencari indu (orang yang seketurunan dengan kita), tetapi kalau kita merantau ke tempat yang jauh, kita mencari orang yang satu suku saja dengan kita sudah cukup; mencari pertalian keluarga; menyusur galur

dekat tak tercapai, jauh tak antara (jauh tak berantara)

sesuatu yang dekat dengan kita, tetapi tidak dapat kita ambil karena tiada upaya; menginginkan sesuatu, tetapi tidak mampu untuk mendapatkannya

delapan tapak bayang-bayang

alamat waktu kira-kira pukul 08.00

(bagai) denai gajah lalu

hal yang tidak mungkin dapat disembunyikan

dengan sesendok madu dapat lebih banyak ditangkap serangga daripada dengan cuka sesendok

dengan mulut manis serta ramah-tamah lebih banyak diperoleh sahabat (kawan) daripada dengan perkataan yang tajam dan muka yang masam

(kalau) di bawah melompat, di atas menyusup

menyesuaikan diri dengan adat kebiasaan penduduk tempat tinggalnya

sudah di depan mata

sudah dekat (hampir datang)

(jika) di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga

jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya

di luar bagai madu, di dalam bagai empedu (dalam madu berisi empedu; manis mulutnya bercakap seperti sautan manisan, di dalam bagai empedu; masak di luar, mentah di dalam)

kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya; dalam mulut manis (perkataan yang manis-manis) biasanya berisi tipu daya/tipu semu yang tidak baik di dalamnya; orang yang kelihatan baik pada lahirnya, tetapi hatinya jahat; mulut manis tetapi hati busuk

di luar merah, di dalam pahit

kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya

di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung (di mana tanah dipijak, di sana langit dijunjung; di mana ranting dipatah, di sana air disauk)

setiap orang harus menurutkan/menyesuaikan diri dengan adat kebiasaan dan keadaan di negeri/tempat yang didiami/tempat tinggalnya

di mana kayu bengkok, di sana musang meniti

di tempat yang tidak terjaga, di situlah pencuri datang

di mana pinggan pecah, di sana tembikar tinggal

di mana orang meninggal di situ dikuburkan

di mana tembilang terentak, di sana cendawan tumbuh

di mana perkara atau perselisihan tumbuh, di situlah diselesaikan

di manakah berteras kayu mahang

jangan mengharapkan sesuatu yang mustahil

di muka hidung (di puncak hidung)

dekat sekali di depan orang

di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat

tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi

(sebagai) di rumah induk bako

merasa senang dan aman

belum diajun, sudah tertarung

baru hendak melakukan sesuatu sudah mendapat halangan

dialas bagai memengat(kalau) berkata hendaknya jangan asal berkata saja
diam di laut masin tidak, diam di bandar tak meniru

tidak mengikuti adat kebiasaan yang baik

diam penggali berkarat, diam ubi berisi

pengetahuan dsb yang tidak dipakai lama-kelamaan akan hilang

diam seribu basa

diam sama sekali (tidak berkata sepatah pun)

diam-diam ubi (berisi)

pendiam atau diam, tetapi berpikir atau banyak pengetahuannya

dianjak layu, dianggur mati (dianjak layu, dibubut mati; diasak layu, dicabut mati)

  1. seseorang yang telah menetapkan katanya, tidak akan mengubah lagi ketetapan itu karena sudah menjadi adat rasam; sesuatu yang tetap dan tidak diubah-ubah lagi
  2. suatu kebenaran yang tidak boleh diubah lagi, tetapi harus dipakai terus

dianjungkan seperti payung, ditambak seperti kasur (gedang sebagai dilambuk-lambuk, tinggi sebagai dijunjung)

sangat dimuliakan

belum diasapi kemenyan (sudah diasapi kemenyan)

belum (sudah) kawin

dibakar tak hangus, direndam tak basah

  1. sangat kikir
  2. sangat kuasa

tidak dibawa orang sehilir semudik

tidak dibawa orang bergaul (tersisih) dalam masyarakat karena suatu sebab atau karena tingkah lakunya tidak disetujui masyarakat

diberi bertali panjang

diberi kebebasan yang seluas-luasnya; dibiarkan berbuat sesuka hatinya

diberi betis, hendak paha (diberi kepala, hendak bahu; diberi sejari, hendak setelempap; diberi sejengkal, hendak sehasta; diberi sehasta, hendak sedepa; beroleh sehasta, hendak sedepa)

orang yang sudah diberi sedikit lalu minta/menginginkan yang lebih banyak lagi atau semuanya

dibilang genap, dipagar ganjil

kelihatannya beruntung, tetapi sebenarnya merugi

dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa

orang baru bekerja dengan baik dan sempurna sesudah ia dimarahi

sudah dieban, dihela pula (sudah diheban, dihela pula; sudah mengilang, membajak pula; sudah panas, berbaju pula

tidak henti-hentinya bekerja (menderita kesusahan, kemalangan, kecelakaan dsb) terus-menerus; orang yang sedang dalam keadaan susah bertambah susah karena peristiwa yang menimpanya)

(bagai) dientak alu luncung

dialahkan oleh orang lemah (bodoh)

digenggam takut mati, dilepaskan takut terbang

rasa gelisah, khawatir kacau-balau

diindang ditampi beras, dipilih antah satu-satu

jika hendak mencari istri atau menantu hendaklah diselidiki betul-betul sebelumnya

diiringkan menyepak, dikemudiankan menanduk

serba menyusahkan orang (misal tidak diajak berunding marah, diajak berunding pendiriannya tidak tegas)

dijual sayak, dibeli tempurung

sama saja halnya, pekerjaan baru, tetapi tidak berbeda dari pekerjaan lama

telah dijual, maka dibeli

pikirkan masak-masak sebelum mengerjakan sesuatu

dikatakan berhuma lebar, sesapan di halaman

memegahkan kekayaan (keberanian dsb), tetapi tidak ada tanda-tanda kekayaan (keberaniannya)

dikati sama berat, diuji sama merah

seimbang derajatnya (kedudukannya, pangkatnya, dsb)

sudah dikecek, dikecong pula

dua kali tertipu

dikerkah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung

selalu hendak membalas kepada orang yang berbuat jahat

dilengah beruk berayun (dimabuk beruk berayun)

merasa senang (asyik) akan sesuatu yang tidak ada gunanya

dilihat pulut, ditanak berderai

apa yang kelihatan di luar (pada lahirnya) berlainan dengan keadaan sebenarnya (seperti kelihatannya pandai, sebenarnya tidak tahu apa-apa)

diminta tebu, diberi teberau

diberi sesuatu yang berlainan dengan yang dijanjikan

dinding teretas, tangga terpasang

  1. sudah nyata (terbukti) bahwa seseorang kecurian
  2. sesuatu yang telah cukup buktinya

dipanggang tiada angus

beberapa kali menempuh bahaya, tetapi selalu selamat

belum dipanjat asap kemenyan

belum kawin

dipilih antah satu-satu

dipilih atau diperiksa dengan saksama

diraih siku ngilu, direngkuh lutut sakit

serba salah dalam suatu pekerjaan yang sangat sulit, dikerjakan berbahaya tidak dikerjakan berbahaya pula

dirintang siamang berbual

asyik melihat sesuatu yang tidak berguna dengan menghabiskan waktu

(seperti) disalak anjing bertuah

tidak dapat bertangguh lagi

disangka panas sampai petang, kiranya hujan tengah hari

disangka akan senang atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa musibah sehingga jatuh melarat

disangka tiada akan mengaram, ombak yang kecil diabaikan (disangka takkan mengaram, ombak yang kecil diabaikan)

tiada mengindahkan bahaya yang kecil, akhirnya tertimpa bencana besar

diserakkan padi awak, diimbaukan orang lain

orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan

disigai sampai ke langit (tinggi disigai, besar ditebang)

suatu perkara diselidiki secara tuntas; diselidiki (diusut) sebaik-baiknya

disisih bagai antah

diasingkan dari yang lain; tidak disukai

ditampar pipi kanan, berilah pipi kiri
ditebuk tikus (dikerobok tikus)

sudah hilang kegadisannya (sudah tidak gadis lagi)

(seperti) ditempuh gajah lalu

suatu hal yang tidak dapat ditutup-tutupi (disembunyikan)

ditetak belah, dipalu belah, tembikar juga akan jadinya

walau bagaimanapun disiksa dan disakiti akhirnya kalau mati tetap jadi mayat

ditindih yang berat, dililit yang panjang

tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan orang (kemalangan dsb)

(bagai pahat) tidak ditukul, tidak makan

orang yang mau bekerja apabila diperintah

diuji sama merah, ditail sama berat (dalam hati sama berat)

sudah cocok benar (tentang suami istri)

duduk berkisar, tegak berpaling

tidak mau menepati janji; memungkiri janji (perkataan dsb yang pernah diucapkan atau dijanjikan)

duduk dengan sukatan

kaya

duduk di ambung-ambung taji

selalu merasa khawatir (gelisah)

duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak (berdiri melihat musuh)

selalu bekerja dengan waspada; tidak membuang-buang waktu

duduk sama rendah, berdiri sama tinggi (tegak sama tinggi)

sejajar kedudukannya (tingkatnya atau martabatnya)

duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang (Minangkabau)

dengan musyawarah atau secara gotong royong segala sesuatunya mudah dilaksanakan

(bagai) duri dalam daging

sesuatu yang selalu terasa tidak menyenangkan hati, menyakitkan hati, atau mengganggu pikiran

(sebagai) duri landak

kecil dan runcing (tentang jari)

(seperti) durian dengan mentimun (mentimun dengan durian)

orang yang lemah (miskin, bodoh) melawan orang yang kuat (kaya, pandai); perlawanan yang tidak sebanding (antara orang lemah dan orang kuat, orang bodoh dan orang pandai)

 


 

Peribahasa Indonesia huruf E

Peribahasa Indonesia huruf E

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf E

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf E

(seperti) elang menyongsong angin

tidak gentar menghadapi musuh

elok kata dalam mufakat, buruk kata di luar mufakat

apa yang hendak dikerjakan sebaiknya dibicarakan dulu dengan teman sejawat atau kaum keluarga, dsb

elok palut, pengebat kurang

tampaknya sudah baik, tetapi sebenarnya belum

emas berpeti, kerbau berkandang

harta benda harus disimpan baik-baik di tempatnya masing-masing

tak emas bungkal diasah

tidak peduli apa pun diperbuat, asal tercapai maksudnya

(seperti) embun di atas daun

selalu berubah (tentang niat, maksud)

(seperti) embun di ujung rumput

sesuatu yang lekas hilang (tentang cinta kasih dsb); bersifat tidak tetap

empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit

sudah tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan); tidak dapat dikurangi sedikit juga (tentang aturan)

(bagai) empedu lekat di hati

sangat karib, tidak terceraikan (tentang persahabatan, orang berkasih-kasihan, dsb)

emping berantah

orang yang kebal tidak mempan benda tajam (besi dsb)

emping terserak hari hujan

hal seseorang yang malang dalam mengelola usahanya; sangat sial; bernasib buruk

enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diperkatakan

merundingkan sesuatu hendaknya berkali-kali supaya hasilnya baik

enau mencari sigai (enau memanjat sigai)

perempuan mencari laki-laki

enggan seribu daya, mau sepatah kata

kalau tidak suka (tidak mau) terhadap sesuatu biasanya banyak jawab dan alasannya

esa hilang, dua terbilang

berusaha terus dengan keras hati hingga maksud tercapai; mati atau hidup dengan kemuliaan, tidak ada pilihan lain; apabila seorang pemimpin mati, segera akan tampil beberapa orang penggantinya

 


 

Peribahasa Indonesia huruf G

Peribahasa Indonesia huruf G

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf G

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf G:

gadai terdorong kepada Tionghoa (galas terdorong kepada Tionghoa)

sesuatu yang sudah terlanjur sehingga tidak boleh dicabut kembali

(tak ada) gading yang tak retak

tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya

(seperti) gadis jolong bersubang, bujang jolong bekerja

sangat berlagak (sombong); sombong atau sangat riang (karena baru saja menjadi kaya, berpangkat tinggi, dsb)

(seperti) gadis sudah berlaki

anak perawan yang tingkah lakunya kurang baik (pemalas, pengotor, dsb)

gaharu dibakar, kemenyan berbau

memperlihatkan kelebihannya supaya dipercayai orang

sudah gaharu, cendana pula (sudah tahu, bertanya pula)

pura-pura tidak tahu

gajah berjuang sama gajah, pelanduk mati di tengah-tengah (gajah berjuang sama gajah, kancil mati di tengah-tengah)

jika terjadi pertengkaran (peperangan) antara orang (negara) besar, orang kecil (negara kecil) yang celaka

(seperti) gajah dengan sengkelanya

sesuatu yang menyusahkan

gajah lalu dibeli, rusa tidak terbeli

mengerjakan sesuatu yang penting dengan melupakan hal-hal yang kecil yang sebenarnya sangat perlu untuk menyelesaikan sesuatu yang penting itu

(seperti) gajah masuk kampung

orang yang berkuasa dapat berbuat sekehendak hati di dalam lingkungan orang yang lemah

gajah mati karena gadingnya (harimau mati karena belangnya; kesturi mati karena baunya; mati kuang karena bunyinya; mati kuau karena bunyinya; mati rusa karena tanduknya)

orang yang mendapat bencana (kecelakaan, binasa) karena (memperlihatkan) perbuatannya (keunggulan, kesombongan, kemegahan, kata-kata, tabiatnya) sendiri

gajah mati tulang setimbun

orang kaya (besar dsb) mati, banyak peninggalannya

gajah seekor, gembala dua (jung satu, nakhoda dua; kapal satu, nakhoda dua)

pekerjaan yang dikepalai (dipimpin) oleh dua orang; dua pemimpin dalam satu jabatan

(bagai) galah di tengah arus

  1. menggigil keras
  2. selalu berkeluh kesah (gelisah dsb)

(bagai) galah dijual

sudah habis hartanya (untuk berjudi dsb)

gali lubang, tutup lubang

berutang untuk membayar utang yang lain

gamak-gamak seperti menyambal

hanya dengan coba-coba atau kira-kira saja

ganti tikar (menggantikan tikar; lepas bantal, berganti tikar)

mengawini istri kakak atau adik yang meninggal atau menikahi suami kakak atau adik yang meninggal

garam dikulumnya tak hancur

orang yang pandai menyimpan rahasia

(bagai) garam jatuh ke air

nasihat dsb yang mudah diterima

garam kami tak masin padanya

perkataan kami tidak diindahkannya

gayung bersambut, kata berjawab

menangkis serangan orang; menjawab (melayani) perkataan orang

gayung tua, gayung memutus

perkataan orang tua-tua biasanya benar

gelegar buluh

besar cakap, tidak berisi

geleng seperti patung kenyang

berjalan dengan sombong; congkak

(bagai) geluk tinggal di air

orang yang hanya menunggu bantuan orang lain

gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan (Minangkabau)

tidak mau menolong atau bergaul dengan keluarganya

sudah genap bilangannya

sudah sampai ajalnya

genting menanti putus [atau genting putus], biang menanti tembuk

perkara yang hampir [atau sudah] putus (selesai) dan tidak boleh diubah lagi

(seperti) gergaji dua mata

memperoleh keuntungan dari dua belah pihak

geruh tak mencium bau

kecelakaan datang tidak dengan memberitahukan (kecelakaan tidak dapat diketahui lebih dahulu)

(seperti) gerundang yang kekeringan

orang yang mendapat kesukaran dan tidak ada yang menolongnya

(bagai) getah dibawa ke semak

makin kusut (tentang perkara)

(kalau) getah meleleh, kalau daun melayang

dalam keadaan sulit hanya sanak saudara kitalah yang selalu dekat pada kita, sedangkan orang lain akan menjauh

getah terbangkit kuaran tiba

salah perhitungan atau rancangan

gigi dengan lidah adakalanya bergigit juga

suami istri (sanak saudara, sahabat karib, dsb) adakalanya dapat bertengkar juga

gigi tanggal rawan murah

keinginan timbul setelah tidak ada kesempatan lagi

gombang di lebuh

  1. congkak
  2. elok di luar di dalamnya tidak

ada gula ada semut

di mana banyak kesenangan di situlah banyak orang datang; orang akan berdatangan ke tempat yang menyenangkan

(seperti) gula di mulut (gula dalam mulut, ikan dalam belanga)

pekerjaan yang sangat mudah; sesuatu yang sudah dikuasai

(bagai) guna-guna alu, sesudah menumbuk dicampakkan

dihargai sewaktu diperlukan, setelah tidak berguna lagi dibuang

(seperti) gunting makan di ujung

perlahan-lahan (diam-diam tidak kentara), tetapi mengena atau tercapai apa yang dimaksudkan

gunung juga yang dilejang panas

  1. biasanya orang yang sudah kaya yang mendapat untung atau bertambah kaya
  2. orang yang telah berbuat kejahatan

guru kencing berdiri, murid kencing berlari (guru makan berdiri, murid makan berlari)

kelakuan murid (orang bawahan) selalu mencontoh kelakuan guru (orang atasannya), biasanya dalam hal yang tidak baik

tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi orang buta

bagi orang yang sangat bodoh pidato yang bagus dan dalam isinya tidak ada faedahnya

 


 

Peribahasa Indonesia huruf H

Peribahasa Indonesia huruf H

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf H

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf H:

habis beralur maka beralu-alu

jika dengan jalan musyawarah tidak dicapai kata sepakat, maka barulah dengan jalan kekerasan

habis geli oleh gelitik (hilang geli karena gelitik; habis bisa oleh biasa)

(barang) yang kurang menyenangkan (kecanggungan, dsb) akan hilang apabila telah biasa atau telah menjadi kebiasaan

habis kapak berganti beliung

sangat rajin bekerja

telah habis maka dimakan (lagi ada jangan dimakan; sudah habis baru dimakan)

sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu

habis manis, sepah dibuang (habis pati, ampas dibuang; segar dipakai, layu dibuang; sudah dapat gading bertuah, tanduk tiada berguna lagi; dapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau mati)

mengabaikan (menyia-nyiakan) seseorang yang sudah tidak diharapkan apa-apa lagi dari dirinya; sesudah tidak berguna atau disukai lagi, lalu dibuang atau dilupakan (tidak dipedulikan lagi dsb); sesuatu yang dihargai hanya pada waktu baik (bagus) saja; setelah mendapatkan yang lebih baik, yang kurang baik ditinggalkan/dibuang

habis miang karena bergeser

segala kesukaran (ketakutan, malu, dsb) akan hilang sesudah menjadi kebiasaan

(habis perkara), nasi sudah menjadi bubur (belukar sudah menjadi rimba; manikam sudah menjadi sekam)

  1. tidak ada gunanya dibicarakan lagi
  2. perbuatan (kesalahan) yang sudah terlanjur dan tidak dapat diperbaiki atau diubah lagi
  3. tidak berguna lagi; tidak berharga lagi

habis umpan kerong tak dapat (kerong adalah nama ikan laut, Therapon)

usaha yang mendatangkan kerugian

hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua

budi bahasa yang baik tidak akan dilupakan orang

hangat-hangat kuku (suam-suam kuku)

hangat (tentang air)

hangat-hangat tahi ayam

kemauan yang tidak tetap atau tidak kuat

hangus tiada berapi, karam tiada berair

menderita kesusahan yang amat sangat

hanyut dipintasi, lulus diselami, hilang dicari

menolong orang pada waktu kesusahan

harapan tak putus sampai jerat tersentak rantus

tidak mau berputus asa sampai saat terakhir

harapkan guruh di langit, air di tempayan ditumpahkan (harapkan guntur di langit, air di tempayan ditumpahkan)

mengharapkan sesuatu yang belum tentu, barang yang telah ada dilepaskan

harimau ditakuti karena giginya

orang besar dan berpangkat hanya ditakuti orang karena kekuasaan dan pangkatnya

harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading (orang mati meninggalkan nama; manusia mati meninggalkan nama)

orang yang berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun telah mati; orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk; orang terkenal walaupun sudah meninggal, ia masih tetap dikenang

harimau mengaum, takkan menangkap

orang yang mengancam dsb dengan perkataan keras, biasanya tidak sampai berbuat apa-apa

harimau menunjukkan belangnya

orang yang memperlihatkan kekuasaannya

(seperti) harimau menyembunyikan kuku

(ungkapan untuk) orang yang menyembunyikan kepandaiannya dsb

harum menghilangkan bau

keburukan tidak kelihatan karena tertutup oleh nama (perbuatan) yang baik

harum semerbak mengandung mala

perbuatan (jasa dsb) yang dipuji-puji, tetapi jasa tersebut diperbuat dengan jalan yang tidak baik

hati bagai baling-baling (baling-baling di atas bukit)

tidak tetap pendiriannya (hatinya)

hati bak serangkak dibungkus

orang yang sangat berharap akan mendapat sesuatu yang diingininya

hati gajah sama dilapah, hati kuman sama dicecah (kuman/tungau/tuma, dicecah/dicecap)

perolehan (laba) yang banyak dibagi sama banyak, perolehan (laba) yang sedikit dibagi juga sama sedikit; laba atau rugi sama-sama dirasakan (dibagi secara adil)

hati gatal, mata digaruk

sangat ingin, tetapi tidak kuasa menyampaikan keinginannya itu; menyalahkan orang yang tidak bersalah

hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan

tidak mau kalah dengan orang lain

hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai

orang yang hidup hemat akan menjadi kaya, orang rajin belajar akan menjadi pandai

hendak berminyak-minyak air

memuji-muji seseorang sesudah orang itu difitnah dan dicemarkan namanya

hendak hinggap, tiada berkaki (hendak menggaruk, tidak berkuku; hendak terbang, tiada bersayap)

ingin berbuat sesuatu, tetapi tidak mempunyai alat sebagai syaratnya (tidak berkemampuan/tidak ada sarana)

hendak megah, berlawan lebih

makin banyak musuh makin besar kemasyhurannya

hendak menangguk ikan, tertangguk batang

mengharapkan untung, tetapi yang diperoleh kerugian

hendak mulia, bertabur urai

jika orang ingin mendapatkan kemuliaan atau ingin mulia di mata orang lain, hendaklah berani mengeluarkan uang, jangan kikir

hendak panjang, terlalu patah

yang suka meninggikan diri akan cepat jatuh

hendak ulam, pucuk menjulai (pucuk dicinta, ulam tiba)

mendapat sesuatu yang lebih daripada apa yang diharapkan/dikehendaki

hidung dicium, pipi digigit

kasih sayang yang semu, pura-pura saja

hidung laksana kuntum seroja, dada seperti mawar merekah

perihal menyatakan keelokan bentuk hidung dan dada perempuan

hidung seperti dasun tunggal

bentuk hidung yang bagus, bulat di muka dan lancip ke belakang; mancung

hidung tak mancung, pipi tersorong-sorong

orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah dan yang patut susah berdiam diri

hidup bertimba uang

hidup boros (serba mewah, banyak membelanjakan uang)

hidup di ujung gurung orang

orang yang hidup melarat

hidup dua muara

hidup dengan dua mata pencaharian

hidup kayu berbuah, hidup manusia biar berjasa

pada waktu kita hidup sebaiknya berbuat baik untuk diri sendiri dan untuk masyarakat

hidup segan, mati tak hendak (hidup segan, mati tak embuh; hidup segan, mati tak mau; (bagai kerakap tumbuh di batu), hidup enggan, mati tak mau)

hidup yang merana (karena sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dsb); hidup dalam kesukaran (kemelaratan)

hidup seperti musang

tentang orang jahat (pencuri) yang pada siang hari tidak kelihatan tetapi pada malam hari merayap mencari mangsanya

hidup tidak karena doa, mati tidak karena sumpah

orang harus berusaha dengan tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain

hilang dicari, terapung direnangi, terbenam diselami

hal atau perkara yang tersembunyi, lalu diperiksa

hilang kabus, teduh hujan

telah senang (aman dsb) kembali sehabis menderita kesusahan dsb

hilang kilat dalam kilau

(kepandaian, kebesaran, dsb) tidak menonjol lagi sesudah berada bersama orang-orang pandai, orang-orang terkenal, dsb

hilang rona karena penyakit, hilang bangsa tidak beruang

orang yang tidak berharta (beruang) kurang dihargai orang

hilang satu, sepuluh gantinya

sekali-kali janganlah putus asa

hilang sepuh, tampak senam

tampak kejahatannya; terbuka kedoknya

hilang tak bercari, lulus tak berselami

tidak dipedulikan lagi

hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya

hilang lenyap tanpa bekas; pergi tidak pernah kembali, bahkan tidak ada kabar beritanya lagi

hilang tentu rimbanya, mati tentu kuburnya

hal atau perkara yang sudah tentu kesudahannya

hilir malam, mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu

merasa malu, segan, dsb karena sudah berutang budi atau karena perkariban

hinggap bak langau, titik bak hujan

suatu hal yang tiba-tiba saja terjadi, tanpa diketahui lebih dahulu

hitam bagai pantat belanga

sangat buruk (tentang tabiat seseorang)

hitam di atas putih

dengan tertulis, tidak hanya dengan perkataan saja (tentang perjanjian dsb)

hitam dikatakan putih, putih dikatakan hitam

tidak mengatakan yang sebenarnya (yang baik dikatakan buruk dan sebaliknya)

hitam mata itu mana boleh bercerai dengan putihnya

orang yang sedang bercinta tidak mudah dipisahkan

hitam sebagai kuali

sangat hitam

hitam seperti dawat

hitam berkilat-kilat

hitam tahan tempa, putih tahan sesah

tetap tidak berubah; tahan uji

hitam-hitam gagak, putih-putih udang kapai (hitam-hitam bendi, putih-putih sadah)

yang hina tetap hina meskipun cantik rupanya dan yang mulia tetap mulia meskipun buruk rupanya

hitam-hitam gula jawa

hitam tetapi manis

hitam-hitam kereta api, putih-putih kapur sirih

jangan disangka yang buruk rupanya itu selamanya kurang harganya, malah yang indah kelihatan itu adakalanya kurang harganya

hitam-hitam tahi minyak dimakan juga, putih-putih ampas kelapa dibuang

barang yang buruk tetapi berguna disimpan, barang yang bagus tetapi tidak berguna dibuang

ada hujan ada panas, ada hari boleh balas

selalu ada kesempatan untuk membalas dendam

hujan berbalik ke langit

orang berkuasa (pandai, kaya, dsb) minta tolong kepada orang yang lemah (bodoh, miskin, dsb)

hujan berpohon, panas berasal

segala hal tentu ada sebabnya

hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri (hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik jua di negeri kita)

sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri

hujan jatuh ke pasir

kebaikan yang tidak terbalas

tidak hujan lagi becek, ini pula hujan

sedangkan kita tidak berbuat saja disangka orang, terlebih pula kalau kita benar-benar berbuat

hujan menimpa bumi

kita tidak dapat melepaskan diri dari perintah orang yang berkuasa

hujan panas permainan hari, senang susah permainan hidup

telah biasa bahwa kehidupan manusia ada kalanya susah, ada kalanya senang

hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat

suatu pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus; keberuntungan dan kebahagiaan itu tidak sekali datang

hujan tempat berteduh, panas tempat berlindung

orang yang selalu memberi pertolongan kepada orang banyak

hulu malang, pangkal celaka

asal suatu kecelakaan

hulu mujur pandai bertenggang, hulu baik pandai memakai (hulu mujur pandai bertengkar)

pandai hidup dan pandai bergaul

hutan sudah terambah, teratak sudah tertegak

pekerjaan sudah sempurna dikerjakan

(sebagai durian) pangsa menunjukkan bangsa (durian menunjukkan pangsanya)

kelakuan (perkataan dsb) seseorang menunjukkan tinggi rendahnya budi pekerti (asal dsb)

 


 

Peribahasa Indonesia huruf I

Peribahasa Indonesia huruf I

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf I

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf I:

iba akan kacang sebuah, tak jadi memengat

karena sayang akan barang yang sedikit, tidak jadi mengerjakan hal yang diinginkan dan menyenangkan hati

ijuk tak bersagar, lunak tak berbatu

seseorang yang tidak ada sanak saudaranya yang dimalui (ditakuti) orang; keluarga yang tidak mempunyai laki-laki yang disegani orang

(seperti) ikan baung dekat pemandian

amat rakus (segala sesuatu yang ada dimakan)

ikan belum dapat, airnya sudah keruh

pelaksanaan kerja yang tidak tepat (keadaan menjadi buruk sebelum pekerjaan itu selesai)

ikan biar dapat, serampang jangan pokah (pukah)

maksud sampai, perkakas pun tidak rusak; biar tercapai maksudnya, tetapi jangan ada sesuatu yang merugikan

(seperti) ikan dalam air

senang sekali

(seperti) ikan dalam belat

tidak dapat melepaskan diri lagi (dari tangan musuh)

(bagai) ikan dalam keroncong

tidak tertolong lagi; tidak ada harapan lagi untuk meloloskan diri

(seperti) ikan dalam tebat

rezeki yang sudah hampir dalam tangan

ikan di hulu, tuba di hilir

perbuatan yang sia-sia

ikan gantung, kucing tunggu

kesal melihat barang yang diingini, tetapi tidak mungkin didapat

(bagai) ikan kena tuba

  1. banyak orang sakit atau mati dalam sebuah kampung (negeri)
  2. bingung tidak keruan atau sudah tidak berdaya lagi

ikan lagi di laut, lada garam sudah dalam sengkalan

bersiap-siap mengecap hasil pekerjaan yang belum pasti berhasil

ikan terkilat, jala tiba

  1. sangat pandai dan tajam dalam menangkap perkataan orang
  2. tindakan yang cepat dilakukan (untuk menghadapi sesuatu)

ikhtiar menjalani, untung menyudahi

orang harus berusaha, jika ingin mencapai suatu maksud (tercapai atau tidaknya bergantung kepada nasib)

ikut hati mati, ikut mata buta (ikut rasa binasa)

jika selalu menuruti hawa nafsu, akhirnya akan mendapat celaka

(bagai) ilak bercerai dengan benang

bercerai untuk selama-lamanya (tidak akan bertemu lagi)

(bak) ilmu padi, kian berisi kian runduk (ilmu padi, makin berisi makin runduk)

makin banyak pengetahuan makin rendah hati; selalu merendahkan diri (tidak sombong)

inai tertepung kuku tanggal

sesuatu yang sudah selesai dikerjakan, tetapi akhirnya ada kesukaran (kesusahan dsb)

indah kabar dari rupa

biasanya kabar/berita yang tersebar selalu melebihi/lebih baik/hebat daripada keadaan/kenyataan yang sebenarnya

ingat sebelum kena, berhemat sebelum habis

ikhtiar harus dijalankan sebelum terlambat

ingin buah manggis hutan, masak ranum tergantung tinggi

ingin akan barang sesuatu, tetapi amat susah diperoleh

intan disangka batu kelikir

tidak pandai menghargai sesuatu; tidak mengetahui harga (nilai) sesuatu dengan sebenarnya

isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita

orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja

itik berenang di air, mati kehausan (itik berenang di laut, mati kehausan; ayam mati di lumbung)

menderita kesusahan karena tidak dapat (atau tidak mendapat kesempatan) memanfaatkan kekayaan yang ada

itik bertaji

sangat penakut, tetapi sombong

(seperti) itik mendengar guntur

mengharapkan peruntungan dsb yang tidak tentu datangnya

(bagai) itik pulang petang

sangat lambat (jalannya)

 


 

 

Peribahasa Indonesia huruf J

Peribahasa Indonesia huruf J

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf J

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf J:

jadi abu arang

sudah usang atau basi (tentang pembicaraan dsb)

jadi alas cakap

sebagai imbalan jasa yang telah dibuat

jadi bumi langit

menjadi orang tempat menggantungkan nasib dan harapan

telah jadi indarus

telah kalah; kalah main (judi dsb)

jadi kain basahan

sudah menjadi miskin (hina); hilang kekayaannya (kemuliaannya dsb)

jadi mata telinga (jadi kaki tangan)

seseorang yang menjadi harapan atau kepercayaan, yang selalu memberi pertolongan

jahit sudah kelindan putus

telah selesai sama sekali

(bagai) jampuk kesiangan hari

kebingungan atau termenung karena kehilangan akal

janda belum berlaki

gadis yang dipermainkan oleh laki-laki lalu ditinggalkan

jangan dilepaskan tangan kanan, sebelum tangan kiri berpegang

jangan melepaskan pekerjaan yang ada sebelum mendapat pekerjaan (pencaharian) yang baru

jangan diperlebar timba ke perigi, kalau tak putus genting (jangan diperlelarkan timba perigi, kalau tak putus genting)

jangan diulang-ulang perbuatan yang jahat, lambat laun akan mendapat bencana jua; kejahatan itu jika diulang-ulang akhirnya mencelakakan juga

jangan ditentang matahari condong, takut terturut jalan tak berintis

hendaklah kita selalu ingat dan cermat, jangan teperdaya atau tergoda akan sesuatu yang elok, tetapi mungkin mendatangkan bahaya

jangat liat kurang panggang

tidak dapat diajar

janji sampai, sukatan penuh

sudah sampai ajalnya

jaras dikatakan raga jarang

mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga

jatuh di atas tilam

mendapat kesenangan hidup

jatuh diimpit tangga (jatuh tertimpa tangga; sudah jatuh ditimpa tangga)

mendapat kesusahan (kecelakaan) secara berturut-turut; ditimpa kesukaran berturut-turut

jauh bau bunga, dekat bau tahi

sanak saudara yang bila jauh selalu terkenang, bila dekat selalu bertengkar

jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa

kalau bepergian ke mana-mana akan memperoleh banyak pengalaman; sudah berpengalaman banyak

jauh dapat ditunjuk, dekat dapat ditunjal

apa yang dikatakan dapat dibuktikan kebenarannya

jauh di mata, dekat di hati

bertempat tinggal tidak berdekatan, tetapi jiwa (hati) selalu merasa dekat

jauh di mata, di hati jangan (hilang di mata, di hati jangan)

biarpun telah pergi jauh, jangan melupakan orang yang ditinggalkan; biarpun tempat berjauhan, jangan lupa-melupakan

jauh panggang dari api

  1. tidak kena; tidak benar (tentang jawaban, sindiran); banyak bedanya; tindakan yang tidak sesuai dengan maksudnya;
  2. tawaran yang jauh di bawah harga

tak jauh rebung dari rumpunnya

tabiat anak tidak akan berbeda jauh dengan orang tuanya

(bagai) jawi ditarik keluan

menurut saja (karena tidak dapat melawan)

(bagai) jawi terkurung

sangat gelisah atau kurang senang karena terpingit atau terikat oleh adat

jelatang di hulu air

sesuatu yang selalu menyusahkan

(laksana) jentayu menantikan hujan

sangat merindukan sesuatu (kekasih dsb)

jerat halus kelindan sutra

tipu muslihat yang sangat halus

jerat semata bunda kandung

anak tunggal yang menjadi buah hati

jerih menentang boleh, rugi menentang laba

suka menolong

(seperti panji) ditiup angin berkibar-kibaran

tidak tetap pendirian, ikut pihak yang kuat

jinak-jinak merpati

kelihatannya ramah dan mudah didapat, tetapi sebenarnya tidak (tentang wanita)

jiwa bergantung di ujung rambut

selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya

jual sutra, beli mastuli

kehilangan sesuatu yang berharga mendapat pengganti yang lebih baik

jung pecah yu yang kenyang

jika negeri tidak berpemerintahan atau terjadi huru-hara, orang-orang jahatlah yang akan beruntung

(bagai) kacang direbus satu

melonjak-lonjak kegirangan

 


 

 

Peribahasa Indonesia huruf K

Peribahasa Indonesia huruf K

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf K

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf K:

kacang lupa akan kulitnya (lupa kacang akan kulitnya)

tidak tahu diri; lupa akan asalnya

kadok naik junjung

orang hina (miskin dsb) merasa mulia (kaya dsb)

kail sebentuk, umpan seekor, sekali putus, sehari berhanyut

berbuat sesuatu dengan tidak memikirkan hal-hal yang mungkin menghambat usahanya (seperti pergi jauh tidak cukup bekal, berniaga tidak cukup modal)

kain dalam lipatan

perempuan yang berbuat jahat (mesum) dengan sembunyi-sembunyi

kain lama dicampak buang, kain baru pula dicari

menceraikan istri tua dan mencari istri muda

kain pendinding miang, uang pendinding malu

segala sesuatu hendaknya digunakan sebagaimana mestinya, jangan kikir

kain sehelai berganti-ganti

perihal sangat miskin suami istri

kaki naik, kepala turun

selalu sibuk bekerja

kaki terdorong badan merasa, lidah terdorong emas padahannya

  1. segala janji harus ditepati
  2. apa yang telah dikatakan harus dilaksanakan
  3. jika berbuat sesuatu harus berani menanggung akibatnya

kaki tertarung, inai padahannya (mulut terdorong, emas padahannya)

harus berani menanggung akibat perbuatan atau janji sendiri

kaki untut dipakaikan gelang

memakai sesuatu untuk memperelok diri, tetapi malahan bertambah buruk

kalah jadi abu, menang jadi arang

pertengkaran tidak akan menguntungkan kepada pihak mana pun

(bagai) kambing dibawa ke air

enggan sekali mengerjakan suatu pekerjaan

(seperti) kambing dikupas hidup-hidup

menderita takut (sakit dsb) yang amat sangat

(bagai) kambing harga dua kupang

  1. berkelakuan yang kurang senonoh
  2. kekanak-kanakan

(seperti) kambing putus tali

lekas atau cepat pergi dsb

(seperti) kancah dibayar (Minangkabau)

ternganga dan terdiam saja (dalam percakapan, soal jawab, dsb)

kapak menelan beliung

yang baik ditukar dengan yang buruk

(seperti) kapak naik pemidangan (kapal naik peminangan)

  1. tidak pada tempatnya
  2. kurang cukup alat atau kepandaiannya dalam mengerjakan sesuatu

kapal besar ditunda jongkong

orang berkuasa yang menurut perintah orang kecil

(bagai) kapal tidak bertiang

perihal negeri atau perkumpulan (perhimpunan) yang tidak mempunyai pemimpin

(bagai) kapas dibusur

putih bersih

karam berdua, basah seorang

dua orang berbuat salah, tetapi hanya seorang saja yang kena hukum

telah karam maka tertimpa

baru ingat atau menyesal sesudah menderita kemalangan

karam sambal oleh belacan

mendapat kerugian karena perbuatan orang kepercayaan atau yang dikasihi

karam tidak berair

mendapat bencana tanpa sebab

karena mata buta, karena hati mati

orang yang menurutkan hawa nafsunya akhirnya binasa

karena mulut bisa binasa

mendapat celaka karena perkataannya

karena nila setitik, rusak susu sebelanga (ikan seekor rusakkan ikan setajau; ikan sekambu rusak oleh ikan seekor)

hanya karena keburukan (kejahatan, kesalahan) yang kecil/sedikit, hilang segala kebaikan yang telah diperbuat (semuanya ikut menjadi buruk)

karena pijat-pijat mati tuma

mendapat (ke)celaka(an) karena berteman dengan orang jahat atau karena (ke)salah(an) orang lain

(jika) kasih akan padi, buanglah rumput

jika kasih kepada anak istri, berhentilah mengasihi perempuan lain

kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan

cinta kasih anak kepada ibu tidak sebanyak cinta kasih ibu kepada anak

kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan (sayang di anak dibenci, sayang di negeri ditinggalkan)

yang disayangi itu hendaknya jangan terlalu dimanjakan

kata berjawab, gayung bersambut

balas kecaman dengan cepat dan tepat

kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari

janji harus ditepati dan hanya boleh diubah setelah diperoleh kebulatan kata pula; sesuatu yang telah dijanjikan (ditentukan) dahulu harus ditepati, sedangkan hal yang timbul kemudian (belakangan) harus dimufakatkan lagi

(seperti) katak di bawah tempurung

berpengetahuan yang sangat picik; sangat picik pengetahuannya; kurang luas pandangannya

(seperti) katak ditimpa kemarau

berkeluh kesah tidak keruan (hiruk-pikuk dsb); sangat gaduh

kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua

sahabat di waktu senang banyak, sahabat di waktu susah (melarat) sedikit

tiada kayu janjang dikeping

suatu hal yang tidak dapat ditangguhkan, kalau tidak, akan mendatangkan malu

ke bukit sama mendaki, ke lurah sama menurun

seia sekata

ke gunung tak dapat angin

akan mendapat keuntungan tetapi gagal

ke hulu kena bubu, ke hilir kena tengkalak (ke hulu menongkah surut, ke hilir menongkah pasang)

tidak dapat terhindar dari bahaya; orang yang selalu sial

ke langit tak sampai, ke bumi tak nyata

setengah-setengah, kepalang tanggung di dalam menyelesaikan pekerjaan atau mempelajari ilmu

ke mana angin yang deras, ke situ condongnya (ke mana kelok lilin, ke sana kelok loyang)

tidak teguh pendirian; tidak punya pendirian, selalu mengikut kata orang lain

ke mana condong, ke mana rebah

pekerjaan yang sudah dilakukan menurut adat atau kebiasaan

ke mana dialih, lesung berdedak juga

sesuatu yang memang merugikan (menyusahkan), di mana pun akan merugikan juga

ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya

suatu maksud atau niat hendaklah tentu wujud atau tujuannya

ke sawah berlumpur, ke ladang berarang

tiap pekerjaan ada kesukarannya

ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang

  1. mendapat untung dsb tidak dengan bersusah payah; tercapai maksudnya

  2. tidak mau bekerja; pemalas

kecil dikandung ibu, besar dikandung adat (hidup dikandung adat), mati dikandung tanah

  1. manusia itu selalu terikat oleh tata tertib masyarakat, tidak pernah bebas sama sekali; selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat
  2. mati (dipendam di dalam tanah)

kecil tapak tangan, nyiru ditadahkan

ingin mendapat sebanyak-banyaknya

kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa (sudah tua terubah tidak)

segala sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dari kecil sukar untuk mengubahnya

kecil-kecil anak, kalau sudah besar onak

anak itu selagi kecil menyenangkan hati, tetapi kalau sudah besar menyusahkan hati (karena kelakuannya dsb)

kecil-kecil cabai rawit (kecil-kecil lada api (padi, kutuk))

tampaknya kecil, tetapi cerdik (pandai, pemberani, membahayakan, ampuh, dsb.)

(seperti) kedangkan dengan caping

orang-orang yang akrab dan suka tolong-menolong

tidak kekal bunga karang

hal kekayaan (kemuliaan, hasil, dsb) yang tidak berlangsung lama

kelam bagai malam dua puluh tujuh

suatu hal atau perkara yang sangat gelap, tidak ada bayangan sedikit pun bagaimana akan memeriksa dan menyelidikinya

kelam disigi, lekung ditinjau (Minangkabau)

segala hal yang kurang terang harus diselidiki baik-baik

(seperti) kelekatu masuk api

tidak memedulikan bahaya maut

keli dua selubang

seorang perempuan mempunyai kekasih dua orang

tidak kelih mau tengok

ingin mendapat sesuatu, tetapi segan berusaha

kelihatan asam kelatnya

kelihatan sifatnya yang kurang baik

(bagai) keluang bebar petang

ramai-ramai berkerumun

keluar tak mengganjilkan, masuk tak menggenapkan ([masuk tak genap]], keluar tak ganjil; masuk tidak genap, keluar tidak ganjil)

hal (orang) yang tidak terpandang (tidak berharga) sedikit juga dalam masyarakat

kemiri jatuh ke pangkalnya

beroleh tempat yang pantas; kembali ke tempat asalnya

(bagai) kena buah malaka

sangat terperanjat seolah-olah kena peluru karena penghinaan yang tidak disangka-sangka

kena kecipuk orang berbelut

terlibat dalam perkara orang lain; turut menderita akibat kesalahan orang lain

kena kelikir

berada di bawah kekuasaan seseorang

kena pedang bermata dua

amat sakit hatinya

(bagai) kena santung pelalai

gadis yang lupa (tidak ingat) akan bersuami (karena diguna-gunai orang)

kena sepak belakang

tertipu oleh perbuatan orang yang tidak mau berterus terang atau yang tidak jujur

(kalau) kena tampar, biar dengan tangan yang pakai cincin ((kalau) kena tendang, biar dengan kaki yang pakai kasut)

jika diberi malu oleh perempuan, lebih baik oleh perempuan baik-baik daripada oleh perempuan jalang

kendur menyusut, tegang memutus

dikatakan tentang cara memerintah atau mengurus sesuatu yang kurang baik, yaitu kelemahan yang menyebabkan kekacauan dan kekerasan yang menimbulkan kerusuhan

kenyang makan garam (banyak makan garam; banyak menelan garam hidup; tahu di asin garam)

sudah banyak berpengalaman dalam hidup;

kepak singkat, terbang hendak tinggi (sayap singkat, terbang hendak jauh)

kemampuan sedikit, cita-cita tinggi; hendak berbuat sesuatu yang melebihi kemampuan

kepala sama berbulu, pendapat berlain-lainan (kepala sama hitam, pendapat berlain-lain)

setiap orang berlain-lainan pendapatnya

(sebagai) kepiting batu

sangat kikir

(seperti) kepiting tidak tahu bungkuknya (udang tak tahu bungkuknya; udang tak tahu di bungkuknya)

orang yang tidak tahu akan kekurangan dirinya (cacat celanya, kebodohannya, dsb.) sendiri

(sebagai) kera dapat canggung

merapatkan dirinya kepada orang yang telah memberi pertolongan

(seperti) kera dengan monyet (kera menjadi monyet; bertukar beruk dengan cigak)

setali tiga uang, jadi sama saja halnya

kera kena belacan

sangat gelisah (kurang senang dsb)

(seperti) kera mendapat bunga, ((seperti) kera diberi kaca; monyet mendapat bunga; kodok dapat bunga sekuntum)

mendapat sesuatu yang tidak dapat mempergunakannya; tiada dapat menghargai keindahan (jasa, nilai, dsb); tidak tahu menghargai suatu barang yang bagus; sia-sia saja (tidak dapat mempergunakan sesuatu yang baik)

kera menegurkan tahinya

membukakan kehinaan sendiri

kerak nasi membusut jantan

banyak sekali sisanya (sesudah perayaan dsb)

keras bagai batu, tinggi bagai bukit

tidak mau menurut perintah

keras ditakik, lunak disudu

segala perintah hendaklah diberikan dengan penuh kebijaksanaan

kerat rotan, patah arang

telah putus sama sekali; tidak dapat didamaikan lagi

(seperti) kerbau dicocok hidung (kerbau dicocok hidungnya)

selalu menurut saja karena kebodohannya

kerbau menanduk anak

hanya pura-pura saja; tidak dengan sungguh-sungguh

kerbau punya susu, sapi punya nama

seseorang yang membuat kebaikan atau bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat pujian

kerbau runcing tanduk

orang yang telah terkenal kejahatannya

kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal

menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak

kerbau turun berendam

|ki=y| waktu pukul lima petang

kerosok ular di rumpun bambu

tidak perlu takut akan gertakan atau ancaman orang

kesat daun pimping

dikatakan kepada orang yang tidak selamanya lemah saja (kalau perlu dapat bertindak keras juga)

ketahuan hina mulianya

mengetahui kedudukan yang sebenarnya

ketam menyuruhkan anaknya berjalan betul

orang yang memberi nasihat, tetapi dia sendiri tidak melakukan seperti yang dinasihatkannya itu

(seperti) ketiak ular, panjang lanjut (tidak putus-putusnya)

tidak berketentuan (baik buruknya)

kilat di dalam kilau

ada maksud tertentu yang terselubung dalam perkataan (gerak-gerik dsb)

(bagai) kinantan hilang taji

seseorang yang telah kehilangan penghargaan

kini gatal, besok digaruk

pertolongan yang datangnya terlambat

kita di pangkal merawal dia di ujung merawal

tanggungan kita lebih berat daripada tanggungannya

kita semua mati, tetapi kubur masing-masing

lain orang lain pikirannya

(seperti) kodok ditimpa kemarau

berkeluh kesah tidak keruan

koyak tak berbunyi

melakukan sesuatu yang kurang baik, tetapi tidak diketahui orang

kuah tumpah ke nasi (kuah tertuang ke nasi)

  1. dikatakan kepada anak yang dikawinkan dengan kemenakan
  2. (kiasan) sudah sewajarnya

kuat ikan karena radai (kuat burung karena sayap; kuat ketam karena sepit)

  1. tiap-tiap orang ada sedikit banyak kekuatannya (kelebihannya, kemampuannya) sendiri
  2. merasa kuat (berkuasa) karena ada keunggulan atau kelebihan
  3. seseorang ditakuti hanya selama ia berkuasa

kuat sepit karena kempa

orang kuat dalam suatu perkara karena ada yang menolong di belakangnya

(kalau) kubuka tempayan budu, baharu tahu

kalau kubuka rahasiamu, tentu engkau akan malu

(bagai) kucing dibawakan lidi

sangat ketakutan

(bagai) kucing lepas senja

sukar dicari

kucing pergi, tikus menari

jika kepala (kantor, perusahaan, dsb) pergi bawahannya bersuka ria

(seperti) kuda lepas dari pingitan

sangat girang karena dapat bebas (lepas) dari kungkungan; seseorang yang merasa gembira sekali karena bebas dari larangan, kungkungan, dsb

kuda pelejang bukit

orang yang menjadi kaki tangan (alat, perkakas) orang lain

kudis menjadi tokak

perkara yang kecil menjadi besar

kuman beri bertali

melakukan sesuatu yang tidak mungkin

kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak (selumbar di mata saudaramu tampak, balok di dalam matamu tidak tampak)

kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan

kumbang tidak seekor (bunga tidak sekaki)

masih banyak pria (wanita) lain tempat menambatkan hati

kundur tidak melata pergi, labu tidak melata mari

persetujuan (persahabatan dsb) harus dari kedua belah pihak datangnya

kuning oleh kunyit, hitam oleh arang

mudah dihasut atau dipuji

kurang taksir, hilang laba

kurang hati-hati mungkin akan mendatangkan kerugian (kesusahan dsb)

kurang-kurang bubur, lebih-lebih sudu (sudu yang lebih)

perkara kecil yang dibesar-besarkan karena menjadi buah bibir orang; sedikit pengetahuan, tetapi cakap besar

kusut diselesaikan, keruh diperjernih

perselisihan hendaklah diselesaikan secara baik-baik

tak ada kusut yang tak selesai

tidak ada perselisihan yang tidak dapat didamaikan

 


 

 

Peribahasa Indonesia huruf L

Peribahasa Indonesia huruf L

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf L

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf L:

(kalau) laba bercikun-cikun, buruk diberi tahu orang

apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kepada orang lain

laba sama dibagi, rugi sama diterjuni

bersahabat sehidup semati

laba tertinggal, harta lingkap

tidak beroleh laba sama sekali, bahkan modalnya ikut habis
(seperti) labu dibenam
sangat congkak
labu dikerobok tikus
gadis yang bukan perawan lagi
ladang yang berpunya
perempuan yang sudah kawin
lading tajam sebelah
selalu mau menerima pemberian, tetapi segan memberi

lagi lauk, lagi nasi

semakin kaya, semakin banyak kenalan (sahabat)

lagi murah, lagi menawar (makin murah, makin menawar)

makin diberi, makin banyak lagi yang diminta

lain bengkak, lain bernanah (lain bengkak, lain menanah)

seseorang yang bersalah, orang lain yang menanggung atau menderita akibatnya (menerima hukuman)

lain biduk, lain di galang

jawaban yang bersalahan dengan pertanyaan (tidak menjawab barang apa yang ditanyakan)

lain di mulut, lain di hati

yang dikatakan berbeda dengan isi hatinya

lain dulang, lain kaki, lain orang, lain hati

tiap-tiap orang berlainan kesukaannya

lain gatal, lain digaruk

lain yang ditanya lain yang dijawab

lain ladang, lain belalang, lain lubuk, lain ikannya

tiap-tiap negeri atau bangsa berlainan aturan dan ada adat istiadatnya sendiri

lain sakit, lain diobat, lain luka, lain dibebat

jawab yang berlainan dengan apa yang dinyatakan; yang diberikan berlainan dengan yang diminta

lain yang diagak, lain yang kena

yang dimaksudkan berlainan dengan yang didapat

laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan

lebih banyak mengindahkan urusan orang lain daripada urusan sendiri; orang lain ditolong, tetapi keluarga sendiri ditelantarkan

(jika)tak lalu dandang di air, di gurun ditanjakkan (tak lalu dandang di air, di gurun dirangkakkan)

dengan berbagai-bagai ikhtiar untuk menyampaikan maksudnya

lalu penjahit, lalu kelindan (lalu ujung, lalu kelindan; lulus ujung, lulus kelindan)

apabila maksud (usaha, daya upaya) yang pertama/utama telah berhasil/tercapai, maksud yang berikutnya atau yang lain pun akan lulus (tercapai, berhasil) pula

(seperti) lampu kekurangan minyak

perihal seseorang yang hidupnya sangat melarat; perihal seseorang yang penyakitnya sudah sangat parah (sudah hampir mati)

lancar kaji karena diulang, pasar jalan karena diturut

kepandaian atau kemahiran didapat karena rajin berlatih; orang dapat mahir sesudah kerap kali mengerjakan sesuatu

(bagai) langau di ekor gajah

selalu tunduk kepada kemauan orang besar atau orang pandai

(jika) langkah sudah terlangkahkan, berpantang dihela surut

suatu pekerjaan yang telah dimulai dengan saksama, sekali-kali jangan dihentikan sebelum tujuan tercapai

langkas buah pepaya

hal yang tidak mungkin; mustahil

lapuk oleh kain sehelai

dalam hidupnya hanya beristri (bersuami) seorang

takkan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah dia

jangan tergesa-gesa dalam mengerjakan (mencapai) sesuatu yang telah pasti; sesuatu yang sudah pasti (diperoleh) sehingga tidak perlu tergopoh-gopoh (diburu-buru) benar dalam mengerjakannya

laut budi, tepian akal (lubuk akal, lautan ilmu; lubuk akal, tepian budi)

sangat luas dan banyak pengetahuannya; seseorang yang banyak ilmu dan bijaksana

laut ditembak, darat kena

lain yang diperoleh dari yang diharapkan

laut ditimba akan kering

betapa pun banyaknya harta, jika selalu dibelanjakan, akhirnya akan habis juga

laut madu berpantaikan sakar (gula)

perkataan yang manis keluar dari mulut orang yang baik rupanya

laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan

bagaimanapun manusia tidak akan luput dari kekhilafan (kesalahan)

tak ada laut yang tak berombak

setiap pekerjaan (usaha) selalu ada risiko dan kesukarannya

layang-layang putus talinya

seseorang yang sudah putus harapan, sudah tidak berdaya lagi, hanya terserah kepada nasib

layar menimpa tiang

kawan menjadi lawan

lebih baik mati berkalang tanah, daripada hidup bercermin bangkai (daripada hidup berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga)

daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati

lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai

seseorang yang baik, meskipun ia tidak kaya, jauh lebih berharga dan mulia daripada orang kaya yang jahat dan jahil

tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan (tak lapuk di hujan, tak lekang di panas)

tetap tidak berubah selamanya (tentang adat)

lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan (manis jangan lekas ditelan, pahit jangan lekas dimuntahkan)

suatu perundingan, jikalau baik sekalipun jangan terus diterima dan jika kurang baik jangan pula terus ditolak, hendaklah dipikirkan dalam-dalam dan ditimbang baik-baik dahulu baik jeleknya; segala sesuatu hendaknya ditimbang baik-baik dahulu sebelum diterima atau ditolak

lemak penyelar daging

memboroskan harta benda tuannya

lembut seperti buah bemban

tidak kaku

lempar batu, sembunyi tangan

berbuat kurang baik kepada orang, lalu berpura-pura tidak tahu; melakukan sesuatu (kegiatan dsb), tetapi kemudian berdiam diri seolah-olah tidak tahu-menahu

lengan bagai lilin dituang

lengan yang indah bentuknya

lengan seperti sulur bakung

lengan yang halus di ujung, besar di tengah dan bulat di pangkalnya

lepas bantal berganti tikar

seorang laki-laki kawin dengan saudara perempuan atau keluarga istrinya yang meninggal

lepas dari mulut harimau, jatuh ke mulut buaya

lepas dari bahaya yang besar, lalu jatuh ke dalam bahaya yang lebih besar lagi

lesung mencari alu

perempuan mencari laki-laki

lewat dari manis, masam, lewat dari harum, busuk

perihal orang yang mula-mula berkasih-kasihan sangat mesra, tetapi kemudian, selalu berselisih dan bertengkar

licin bagai belut

cerdik dan licik sehingga susah menghadapinya (menangkapnya)

licin karena minyak berminta, elok karena kain berselang

sindiran untuk merendahkan orang yang angkuh karena harta atau barang yang dipinjam

lidah tak bertulang

mudah saja mengatakan (menjanjikan) sesuatu yang berat adalah melaksanakannya

lihat anak, pandang menantu

pekerjaan (hal dsb) hendaklah ditimbang, di samping baik bagi diri sendiri hendaknya baik juga bagi orang lain; segala urusan anak hendaklah ditimbang-timbang dahulu apakah hal itu akan menimbulkan keadaan yang tidak baik pada menantu, sekalipun hal itu akan menguntungkan anak itu sendiri; setiap pekerjaan hendaklah ditimbang-timbang, jika baik bagi diri sendiri dan baik pula bagi orang lain, maka baru dilakukan

limau masak sebelah, perahu karam sekerat

aturan (hukum dsb) yang tidak adil, membeda-bedakan golongan, kedudukan, dsb, tidak sama rata

(seperti) limau masak seulas

(orang) yang menonjol di antara saudara-saudaranya (lebih pandai, kaya, dsb)

(seperti) lipas kudung

  1. selalu bergerak (tentang tangan dsb)
  2. selalu dalam keadaan sibuk

(seperti) lonjak alu penumbuk padi

berjalan dengan langkah yang gagah, tetapi sombong

lonjak bagai labu dibenam

orang yang sombong

lopak jadi perigi (lupak jadi perigi)

naik derajat (kedudukan), seperti orang miskin menjadi kaya dsb

lubuk dalam, si kitang yang empunya

setiap orang berkuasa di lingkungan sendiri

lubuk menjadi pantai, pantai menjadi lubuk

segala sesuatu tiada tetap

lulus jarum, lulus kelindan

jika maksud yang satu sudah tercapai maksud yang lain dapat diharapkan tercapai pula

sudah lulus maka hendak melantai

sudah celaka baru ingat

lulus tidak berselam, hilang tidak bercari

orang yang menderita sengsara, tetapi tidak ada yang mau menolong

lunak disudu, keras ditakik (lunak disudu, keras tekik)

yang penurut diperlakukan dengan lemah lembut, sedangkan yang melawan harus ditindak dengan tegas; waktu memberi perintah (menguasai), orang yang halus diperlakukan dengan cara halus, orang yang membantah diperlakukan dengan keras

lunak gigi dari lidah

sangat lemah lembut (merendahkan diri dsb)

lurus bagai piarit

orang yang tampak baik, tetapi berhati jahat

lurus macam bendul

sangat jujur

 


 

 

Peribahasa Indonesia huruf M

Peribahasa Indonesia huruf M

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf M

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf M:

mabuk agak-agak (mabuk kira-kira)

tidak berbuat apa-apa, hanya melamun, asyik berangan-angan

mabuk di enggang lalu

sangat tertarik hatinya kepada orang yang belum dikenal

madu satu tong rembes, rembesnya pun madu jua

jika baik asalnya, turunannya pun baik juga

mahal dibeli, sukar dijual (mahal membelikan, sukar dicari; mahal tak dapat dibeli, murah tak dapat diminta)

sesuatu yang sukar akan diperoleh/didapat; jarang ada

main kong kalingkong

menjalankan akal jahat untuk kepentingan diri sendiri; tidak jujur

tidak makan benang

tidak masuk akal; tidak benar

makan bersabitkan

orang yang senang, tiada bekerja dan dapat makan minum yang cukup, misal dari istri yang kaya dan pemurah

makan bubur panas-panas

terlalu berharap akan beroleh rezeki, lalu bertindak tergesa-gesa sehingga kecewa jadinya

makan hati berulam jantung (makan upas berulam racun)

  1. bersusah hati karena perbuatan salah seorang teman karib; dikatakan kepada orang yang sangat bersedih hati
  2. orang yang dalam kesusahan dan duka cita karena diliputi marabahaya yang besar

makan masak mentah

tidak membedakan halal dan haram

tidak makan siku-siku

  1. cakap orang yang berleleran saja, tiada langsung ke tujuannya
  2. tidak baik; tidak patut

makan sudah terhidang, jamu belum jua datang

gadis yang telah besar, sudah patut bersuami, tetapi orang belum ada yang datang meminangnya

sudah makan, bismillah

suatu pekerjaan atau rundingan yang dilakukan terbalik, jadi tidak mengikuti aturan

makanan enggang akan dimakan pipit

hendak melakukan sesuatu yang tidak sepadan dengan tarafnya (kesanggupan dsb)

maksud bagai, maksud manau

menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

malang celaka Raja Genggang, anak terbeli tunjang hilang

hal orang yang malang, waktu diperoleh maksud yang kedua, yang sudah di tangan hilang pula

malang tak berbau

kecelakaan tidak dapat diketahui sebelumnya

malang tak boleh ditolak, mujur tak boleh diraih (mujur tidak boleh diraih, malang tidak boleh ditolak)

nasib buruk tidak dapat dicari-cari; tidak dapat berbuat apa-apa lagi kalau takdir sudah demikian

maling teriak maling (maling berteriak maling)

mendahului orang menyerahkan suatu kesalahan (kejahatan) supaya tidak dituduh orang

malu bertanya, sesat di jalan (malu berkayuh, perahu hanyut; malu berdayung, perahu hanyut; malu makan, perut lapar)

kalau segan berusaha/tidak mau berikhtiar, tidak akan mendapat kemajuan

malu kalau anak harimau menjadi anak kucing (kambing)

tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh

malu tercoreng di kening (malu tercoreng di dahi; malu tercoreng pada kening; terconteng arang di muka; tercoreng arang di dahi; tercoreng arang di kening; tercoreng arang di muka; menconteng arang di muka)

memberi malu; mendapat malu besar; malu yang tidak dapat dihilangkan lagi karena sudah diketahui orang banyak

mana busuk yang tidak berbau

kejahatan (kesalahan) akhirnya akan ketahuan juga

mandi dalam cupak

serba tanggung (tidak cukup)

(bak) mandi di air kiambang, pelak lepas gatal pun datang

sesuatu yang diperoleh itu sekalipun berguna juga, tetapi kemudian mendatangkan yang lebih menyiksa

mandi sedirus

mendapat pujian yang belum pada tempatnya

mandi tak basah (berendam tak basah)

  1. berbuat sesuatu tanpa mengacuhkan teguran atau peringatan
  2. tidak menaruh perasaan (belas kasihan)

(bagai) manik putus talinya (pengarang)

perihal air mata yang bercucuran

manikam jatuh ke pelimbahan, tak hilang cahayanya

orang yang asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruh-suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik

manis daging

orang yang biasa dituduh melakukan salah satu kejahatan, padahal ia tidak bersalah

manis seperti gula derawa (manis bagai gula jawa)

berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yang sama elok rupanya

manusia mengikhtiarkan, Allah menakdirkan

ikhtiar atau akal budi ada di tangan manusia, jadi orang harus bekerja sekeras-kerasnya untuk mencapai tujuannya, tetapi berhasil tidaknya usaha itu bergantung pada takdir Tuhan

manusia tahan kias, binatang tahan palu

mengajar manusia dengan sindiran sudah cukup, tetapi mengajar binatang harus dengan pukulan

manusia tertarik oleh tanah airnya, anjing tertarik oleh piringnya

orang yang berakal itu jauh pemandangannya, tetapi orang yang bodoh hanya memikirkan keperluan perutnya, kalau ia telah kenyang sudah tidak menghendaki apa-apa lagi

mara hinggap mara terbang, enggang lalu ranting patah

seseorang yang tidak berbuat suatu kesalahan, tetapi pada waktu terjadi suatu kejahatan ia yang dituduh berbuat kesalahan itu

mara jangan dipukat, rezeki jangan ditolak

jangan mencari-cari bahaya atau kecelakaan

marah akan tikus rengkiang dibakar

karena takut (tidak suka dsb) pada sesuatu yang kecil, dibuangnya (dirusakkannya) sesuatu yang lebih besar dan berharga, yang melibatkan sesuatu yang kecil tersebut

masak buah rumbia

perkara yang mustahil terjadi, atau yang tidak mungkin diperoleh

masak malam, mentah pagi (siang)

suatu hal yang telah putus (sudah jadi), tetapi tidak lama kemudian berubah

masih berbau pupuk jeringau

masih muda sekali (belum berpengalaman)

masin lidahnya (masin mulutnya, masin perkataannya)

  1. apa yang dikatakannya terjadi; perkataannya selalu dituruti (dikabulkan) orang
  2. pandai berkata-kata

sudah masuk angin

perihal suatu perkara yang sudah dicampuri orang lain sehingga tidak benar lagi

masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan

tidak mendengarkan nasihat

masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang kerbau menguak

menyesuaikan diri dengan tempat dan keadaan

masuk lima, keluar sepuluh (masuk tiga, keluar empat)

belanja yang dikeluarkan (pengeluaran) jauh lebih besar daripada penghasilan (pendapatan)

masuk meliang penjahit, keluar meliang tabuh

membelanjakan uang lebih banyak daripada pendapatan

masuk sarang harimau

terperangkap ke dalam suatu bahaya besar

masuk telinga kanan, keluar telinga kiri (masuk ke telinga kanan, keluar ke telinga kiri)

tidak dimasukkan ke dalam ingatan (tentang nasihat, pelajaran)

mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki
mata memandang apa hendak sakit, bahu memikul timpa perasaan (seberapa berat mata menentang, berat jua bahu memikul)

berapa jua susah orang melihat suatu penderitaan yang ditanggung oleh orang lain, terlebih susah jua orang yang menanggungnya

mata tidur, bantal terjaga

seorang istri yang berlaku serong ketika suaminya sangat percaya akan kelurusannya

matahari itu bolehkah ditutup dengan nyiru

suatu kebenaran yang nyata itu dapatkah dilindungkan atau disembunyikan

mati anak berkalang bapak, mati bapak berkalang anak

anak dan bapak wajib tolong-menolong

mati ayam, mati tungau

jika tuannya celaka, anak buahnya ikut merasakan celaka juga

mati berkafan cindai

mati dengan nama baik (terhormat)

mati dicatuk katak

orang yang berkuasa dikalahkan oleh orang yang lemah

mati enau tinggal di rimba

orang kecil jika sudah mati namanya tidak akan disebut-sebut lagi

mati gajah tidak dapat belalainya, mati harimau tidak dapat belangnya

tahu melakukan perbuatan jahat dan tahu pula menyembunyikan dan menghilangkannya

mati ikan karena umpan, mati sahaya karena budi (mati semut karena gula; mati semut karena manisan)

manusia dapat dibujuk atau dikuasai dengan budi atau mulut manis; orang yang mendapat bencana (tertipu dsb) karena bujuk dan rayuan yang menyenangkan

sudah mati kutunya (mati kutu)

sudah hilang kekuatannya; tidak berbuat apa-apa lagi; celah

mati puyuh hendakkan ekor

menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

mati seladang

beristri seorang saja

mati tidak akan menyesal, luka tidak akan menyiuk (mati takkan menyesal, luka takkan menyiuk)

sudah berketetapan hati untuk melakukan sesuatu dan tidak akan menyesal atau mengumpat kemudian jika timbul peris-tiwa yang tidak baik karena perbuatan itu

telah mati yang bergading

telah meninggal orang yang berkuasa (disegani)

mati-mati berdawat biar hitam (mati-mati mandi biar basah)

tiap-tiap pekerjaan janganlah dilakukan kepalang tanggung, janganlah diusahakan separuh jalan melainkan dikerjakan sampai pada kesudahannya

mati-mati berminyak biar licin

setiap pekerjaan janganlah kepalang, jangan diusahakan separuh jalan, tetapi dikerjakan sampai selesai

mati-mati mandi biar basah

jangan kepalang tanggung

mayang menolak seludang

melupakan orang yang telah memelihara sejak kecil

(seperti) mayat ditegakkan

berbadan kurus dan bermuka pucat

melakak kucing di dapur

berbuat aniaya dengan cara yang mudah

melanggar benang hitam

melanggar pantangan; melanggar adat resam

melangkahi ular

melakukan sesuatu yang berbahaya

melanting menuju tampuk, berkata menuju benar

  1. dalam rapat (perundingan), kita harus menggunakan dasar kebenaran dan kejujuran
  2. setiap usaha ada maksudnya

melarat panjang

selalu dalam kesengsaraan

melekatkan kersik ke buluh (menampalkan kersik ke buluh)

melakukan pekerjaan dengan susah payah, tetapi sia-sia; menasihati orang dengan sia-sia saja (tidak dituruti)

melepaskan anjing terjepit

menolong orang yang tidak tahu membalas budi

meletakkan api di bubungan

sengaja mencari bahaya

(bagai) melihat asam

ingin sekali

melonjak badar, melonjak gerundang

meniru-niru lagak (cara hidup) orang besar atau orang kaya

meludah ke langit, muka juga yang basah

melawan atau membantah orang yang berkuasa, akhirnya sendiri yang mendapat kesusahan atau kesulitan

(seperti) melukut di tepi gantang

tidak dapat berbuat apa-apa; perkara kecil yang tidak mendapat perhatian

melukut tinggal sekam melayang

yang baik tetap, yang buruk akan hilang

melulur bersetungging

mengerjakan sesuatu karena terpaksa (malu, takut, dsb)

(bagai) melulusi baju sempit (terbuang ke sisiran)

seseorang yang merasa senang karena terlepas dari kesusahan

memagar diri bagai aur

hanya memikirkan diri sendiri

memahat di dalam baris, berkata dalam pusaka

mengerjakan sesuatu sebagaimana mestinya

memakan habis-habis, menyuruh hilang-hilang

jika merahasiakan sesuatu, hendaklah dilakukan dengan sebaik-baiknya

memakuk dengan punggung lading

sangat menyakiti hati orang

memalit rembes menampung titik

biar sedikit diterima juga

memancing dalam belanga (memepas dalam belanga)

mencari keuntungan dalam lingkungan (keluarga, teman, kawan) sendiri

memanjat bersengkelit

belum berpengalaman

memanjat dedap

menekat (karena terpaksa)

memanjat terkena seruda

mendapat rintangan dalam usahanya

memasang pelita tengah hari

menerangkan apa-apa yang sudah tidak perlu diterangkan lagi

memasukkan minyak tanah

menghasut

(bagai) membakar tunam basah

hal mengajar anak yang bodoh, sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya

membalik-balik mayat di kubur

menyebut-nyebut nama orang yang sudah meninggal

membangkit batang terendam

mengadakan (memunculkan kembali) sesuatu (nama) yang telah lama hilang dari ingatan (seperti mengangkat penghulu yang telah lama tidak ada); mengulangi perkara yang sudah lama dilupakan

membasuh najis dengan malu

membuang malu dengan jalan yang lebih hina

membawakan cupak ke negeri orang

memakai adat-istiadat sendiri di negeri orang

membekali budak lari

dua kali merugi

membeli kerbau bertuntun (membeli kerbau di padang; kucing dalam karung)

membeli sesuatu tanpa dilihat dahulu barang yang akan dibelinya; kawin dengan gadis yang belum dikenal

memberi lauk kepada orang membantai

memberi pertolongan kepada orang yang tidak perlu ditolong (orang kaya dsb)

membesarkan kerak nasi

menambah-nambah belanja yang tidak perlu

membuat titian berakuk

memakai/memasang tipu muslihat untuk mencelakakan orang

membuka tambo lama

membangkit-bangkit perkara yang sudah-sudah

membungkus tulang dengan daun talas

menyembunyikan rahasia dengan tidak berhati-hati

memegang besi panas

melakukan sesuatu dengan selalu diliputi khawatir dan takut

(seperti) memegang tali layang-layang

orang berkuasa (kaya) yang dapat berbuat sekehendak hatinya terhadap orang lemah

memerah santan di kuku (meremas santan di kuku)

mencari keuntungan dengan jalan yang sukar sekali; meminta sesuatu kepada orang yang tidak punya (menghendaki sesuatu yang tidak mungkin diperoleh)

memikul di bahu, menjunjung di kepala

mengerjakan sesuatu menurut aturan

memilin kacang hendak mengebat, memilin jering hendak berisi

melakukan perbuatan atau tindakan dengan maksud tertentu

memperlapang kandang musang, mempersempit kandang ayam

memberi kesempatan baik kepada orang yang bermaksud jahat

mempertinggi semangat anjing

memperbaiki nama orang jahat (tentu sia-sia)

mempertinggi tempat jatuh, memperdalam tempat kena

sengaja membesar-besarkan kesalahan sendiri sehingga mendapat hukuman (kerugian) yang berat

menabur bijan ke tasik (menabur biji atas batu; menanam biji atas batu)

sia-sia saja (seperti berbuat kebaikan kepada orang yang tidak tahu membalas budi, memberi nasihat kepada orang yang tidak mau mengindahkan, dsb.)

menahan jerat di tempat genting (menahan lukah di penggentingan; menangguk di air keruh; memancing di air keruh; mengail di air keruh; mengail dalam belanga, menggunting dalam lipatan)

mengambil keuntungan dalam keadaan yang kacau (dari kesusahan atau penderitaan orang lain, pada waktu ada kerusuhan, perselisihan dsb.); mempergunakan kesempatan untuk keuntungan pribadi tanpa memikirkan nasib kawan akibat perbuatan itu

menaikkan air ke gurun (menaikkan bandar sondai; membandarkan air ke bukit)

melakukan pekerjaan yang sukar sekali; mengerjakan sesuatu dengan sia-sia

(bagai) menakik darah mati dari alu (menakik darah mati dari batu)

bekerja keras tetapi sedikit hasilnya

menambak gunung, menggarami laut (menambak gunung, menggarami air laut; menambak ke laut; membuang garam ke laut; membuang bunga ke jirat)

  1. memberi pertolongan/bantuan kepada orang yang sekali-kali tidak memerlukannya/tidak perlu dibantu (orang kaya, dsb.);
  2. berbuat baik kepada orang yang tidak tahu membalas budi
  3. melakukan suatu pekerjaan yang sia-sia/tidak ada gunanya; membuang-buang tenaga (uang, waktu, dsb) dengan sia-sia

menambat tidak bertali

pria dan wanita yang hidup sebagai suami istri, tetapi tidak menikah

(kalau) menampi jangan tumpah padinya

mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya

menanak semua berasnya

memperlihatkan semua hartanya (kepandaian dsb)

menangis daun bangun-bangun hendak sama dengan hilir air

perbuatan yang sia-sia hendak menyamai orang lain yang melebihi dirinya

(seperti) menangkap ikan dalam belanga

sesuatu yang sudah pasti akan didapat

(seperti) menanti orang dahulu, mengejar orang kemudian (melalah orang kudian; menanti putih gagak hitam; menanti ara tak bergetah; menanti kucing bertanduk; menanti kuar bertelur; menanam mumbang; menunggu angin lalu; menunggu laut kering; mencari belalang atas akar; mencari jejak dalam air; mencari kutu dalam ijuk; mencari umbut dalam batu; mencungkil kuman dengan alu; menegakkan benang basah; menegakkan sumpit tak berisi; menggantang anak ayam; menghasta kain sarung; mengisi gantang pesuk; mengisi perian bubus; mengukir langit; menyenduk kuah dalam pengat; menyukat belut; menyurat di atas air; menjaring angin; usaha menjaring angin; wau melawan angin)

melakukan pekerjaan/perbuatan (menunggu, dsb.) yang sia-sia belaka; mengerjakan/mengharapkan sesuatu yang mustahil/tidak mungkin terpenuhi/diperoleh/didapat/dilaksanakan/berhasil

menari di ladang orang (merentak di ladang orang)

bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain

(seperti) menating minyak penuh

memperlakukan dengan penuh kasih sayang (sangat hati-hati dsb)

mencabik baju di dada (mengembang ketiak amis)

membuka rahasia kaum keluarga sendiri; menceritakan keburukan (aib keluarga) sendiri kepada orang lain

mencakus ganti asah (menanti tukang belum datang)

sesuatu yang dipakai untuk sementara waktu saja sebelum ada yang lebih baik (jadi hanya sekadar mencukupi kebutuhan)

mencampakkan batu ke luar

lebih suka berbuat baik kepada orang lain daripada kepada keluarga sendiri

mencari lantai terjungkat

mencari-cari kesalahan orang

mencari yang sehasta sejengkal

menyelidiki jauh dekatnya perhubungan kerabat

mencencang berlandasan, melompat bersetumpu (bertumpuan)

jika hendak melakukan sesuatu, hendaknya menyediakan alat atau syaratnya dahulu

mencencang lauk tengah helat

membukakan rahasia sendiri di hadapan orang banyak

mencencangkan lading patah

membanggakan sesuatu yang tidak ada harganya sama sekali

mencit seekor, penggada seratus

berhadapan dengan lawan yang banyak (lebih kuat dsb)

mendabih menampung darah

sangat tamak

mendapat hidung panjang (beroleh hidung panjang; mendapat panjang hidung)

mendapat malu atau kecewa

mendapat badai tertimbakan (mendapat pisang berkubak)

mendapat untung yang tidak disangka-sangka; mendapat keuntungan yang banyak dengan mudah

mendapat sama berlaba, kehilangan sama merugi

suka duka sama-sama dipikul

mendapati tanah terbalik

mendapati mayat sudah terkubur

mendebik mata parang (menepik mata pedang)

melawan/menentang orang yang berkuasa

mendengarkan cakap enggang

mendengarkan bujukan musuh

mendukung biawak hidup

melakukan sesuatu atau mempunyai anak (istri dsb) yang sangat menyusahkan

menebang menuju pangkal, melanting menuju tampuk

setiap tindakan yang dilakukan harus ada maksud dan tujuannya

menebas buluh serumpun

merusak seluruh nama keluarga

menegakkan juek-juek sesudah menyabit

sesudah perkara (pekerjaan) selesai, baru teringat akan cara yang terbaik untuk menyelesaikannya

menembak beralamat, berkata bertujuan

suatu perbuatan (pekerjaan) harus ada maksudnya

menempong menuju jih

langsung mengenai sasarannya (maksudnya)

menengadah ke langit hijau

tidak ada harapan akan mendapat pertolongan

menengadah membilang layar, menangkup membilang lantai

pikirkan baik-baik sebelum melakukan pekerjaan

(bagai) menentang matahari

melawan atau menyanggah kekuatan atau kekuasaan yang jauh lebih tinggi daripada kuasa atau kekuatan penyanggah itu tentu akan binasa

menepak nyamuk menjadi daki

melawan orang yang lemah tidak akan mendapat nama baik

(seperti) menepung tiada berberas

banyak cakap, tidak berisi

mengadu buku jari (mengadu buku lima; mengadu buku lidah)

bertinju; berkelahi; berbantah; bertengkar mulut

mengail berumpan, berkata bertipuan

kalau menghendaki sesuatu dari orang lain, harus pandai mengambil hatinya

mengairi sawah orang

menguntungkan orang lain

mengais dulu maka makan

baru dapat makan sesudah bekerja berat (sukar hidupnya)

mengajar orang tua makan dadih (orang tua diajar makan pisang)

mengajar orang yang lebih pandai; orang yang sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari

mengalangkan leher, minta disembelih

mengharapkan kesusahan (kecelakaan)

mengambil bungkal kurang

merasa tersinggung oleh perkataan orang lain

mengata dulang paku serpih, mengata orang awak yang lebih

mencela orang, tetapi diri sendiri ternyata lebih buruk daripada yang dicela

mengaut laba dengan siku (menggaut laba dengan siku)

selalu hendak mencari untung sebanyak-banyaknya, tidak peduli apakah orang lain akan menderita karena perbuatannya itu

mengebat erat-erat, membuhul mati-mati (menggenggam erat, membuhul mati)

  1. apabila membuat aturan/perjanjian harus dengan sempurna/diatur sebaik-baiknya
  2. memegang janji (putusan, nasihat, dsb) erat-erat

mengegungkan gung pesuk

membanggakan kekayaan (kemuliaan) masa lampau

mengembalikan manikam ke dalam cembulnya

memikirkan kembali apa-apa yang telah dikatakan

mengendap di balik lalang sehelai

menyembunyikan sesuatu atau bersembunyi di tempat yang mudah diketahui orang

mengepit daun kunyit (Minangkabau)

memuji-muji diri sendiri

mengepit kepala harimau

menakut-nakuti orang lain

menggali lubang, menutup lubang (gali lubang, tutup lubang)

meminjam uang untuk membayar utang

(bagai) menggenggam bara, terasa hangat dilepaskan

melakukan suatu pekerjaan setelah mendapatkan kesukaran, pekerjaan itu ditinggalkan

menggenggam tiada tiris

sangat menghemat

menggeriak bagai anak nangui

orang yang beranak banyak, tetapi malas mencari nafkah

menggolek batang terguling

melakukan pekerjaan yang mudah

telah mengguncang girik

sudah tua sekali

menggunting dalam lipatan

mencelakakan kawan (saudara dsb) sendiri

menghadapkan bedil pulang

merugikan (mencelakakan) keluarga sendiri

menghambat kerbau berlabuh

mencegah sesuatu yang akan mendatangkan keuntungan atau kesenangan kepada orang

menghapus arang di muka

menghilangkan malu

(bagai) menghela rambut dalam tepung

pekerjaan yang sulit atau pekerjaan yang harus dikerjakan dengan hati-hati sekali

(bagai) menghela tali jala

sangat berhati-hati

menghendaki urat lesung

menghendaki sesuatu yang tidak mungkin

(seperti) menghilang manau

perbuatan yang sukar dilaksanakan; sukar sekali
mengisap benak (mencarak, mencucup)
terlalu banyak mengambil keuntungan dari orang lain (mengisap darah)
mengorek lubang ulat
sengaja mencari lantaran bertengkar

menguak-nguak bagai hidung gajah

bernapas terengah-engah

mengukur baju di badan sendiri

menentukan baik buruknya sesuatu menurut perasaan diri sendiri

mengungkit batu di bencah

melakukan pekerjaan yang sukar

mengunyah orang bergigi

mengajar (memberitahu) orang yang sudah tahu

mengusir asap, meninggalkan api

mencari sesuatu yang kurang penting dan meninggalkan yang lebih penting

menimbang sama berat

menjatuhkan hukuman dengan adil, tidak berat sebelah

menjalankan jarum halus

mengenakan tipu muslihat yang lain

menjangkau sehabis tangan

berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai maksud

menjemur bangkai ke atas bukit

memperlihatkan cela (air, cacat) sendiri

menjilat air liur

berbalik memuji sesuatu yang sebelumnya telah dicela; menarik kembali ucapan (janji dsb) yang pernah dikatakan

menjilat keluan bagai kerbau

sangat kecewa karena tak sampai maksudnya

menjilat ludah

menarik kembali apa yang telah diucapkan

menjolok sarang tabuhan

berbuat sesuatu yang mendatangkan bahaya; sengaja mencari bahaya atau kesusahan

menjual bedil kepada lawan

mencelakakan diri sendiri

menjual petai hampa

membual; beromong kosong

menjunjung bersenggulung, mencencang berlandasan

jika ingin melakukan suatu pekerjaan, sediakanlah lebih dahulu alat-alatnya dengan lengkap

menjunjung sangkak ayam

mendapat malu besar

menohok kawan seiring (menggunting dalam lipatan

mencelakakan teman sendiri

mensiang yang baru dicari, kampil ‘lah sudah dahulu

rundingan baru akan dimulai, tetapi keputusannya telah diambil terlebih dahulu

menumbuk di lesung, bertanak di periuk

adat itu berdasar pada kebiasaan yang sudah semestinya

menumbuk di periuk, bertanak di lesung

melakukan sesuatu yang menyalahi kebiasaan

menunjukkan ilmu kepada orang menetak

nasihat yang baik itu tidak berguna bagi orang yang tidak mau menggunakannya

(bagai) menyandang galas tiga (menyandang lukah tiga)

pekerjaan yang ringan, tetapi sukar melakukannya; melakukan pekerjaan yang sulit meskipun tidak berat

menyandang lemang hangat orang

menderita akibat perbuatan orang lain

menyanyikan lagu lama (menyanyikan lagu kuno)

mengutarakan pendapat yang telah usang atau sudah sering dikatakan orang

menyauk kering-kering, membeli habis-habis

jika menyelidiki (menuntut ilmu dsb), hendaknya sedalam-dalamnya

menyeladang bagai panas di padang

suatu kejadian yang terjadi secara merata di mana-mana

menyelami air dalam tonggak

amat sukar mengajuk hati orang

menyeluduk sama bungkuk, melompat sama patah

(persahabatan yang) seia sekata, sehina semalu

(bagai) menyesah kain dapat

memakai sesuatu barang (pinjaman) dengan sekehendak hati saja

menyimpan embacang busuk

menyimpan rahasia yang sudah diketahui orang banyak (rahasia umum)

menyinggung mata bisul orang

mengenai apa yang paling sakit (peka) bagi seseorang

menyisip padi dengan ilalang

mencampurkan sesuatu yang buruk pada yang baik

menyukat penuh sudah

sudah habis kesabaran

menyuruk di balik lalang sehelai (menyuruk di balik lumbung)

menyembunyikan sesuatu yang mudah atau sudah diketahui orang

menyuruk hilang-hilang, memakan habis-habis

menyembunyikan suatu kehendak sesempurna-sempurnanya

telah meraba-raba tepi kain

sudah sakit payah; sudah hampir meninggal

meragang gawe

memperkosa wanita

merah padam mukanya

marah sekali

meraih pangkur ke dada

  1. insaf akan dirinya
  2. merasa tersinggung

meraih pekung ke dada

sengaja mencari kesusahan (malu, bencana, dsb)

merajuk kepada yang kasih (sayang)

sesuatu yang tidak mungkin terjadi

merantau di sudut dapur, merantau ke ujung bendul

pergi mencari penghidupan ke tempat yang tidak berapa jauh

merawal memulang bukit, cerana menengah kota

sudah nyata sekali ingin mengajukan suatu permintaan

merayap-rayap seperti kangkung di ulak jamban

  1. cepat berkembang biak
  2. lekas bertambah besar dan tinggi

merebus tak empuk

tidak berubah pendirian; tetap hati (walaupun digoda dsb); mantap hati

merdesa perut kenyang (merdesa di perut kenyang)

adat yang halus hanya dapat dilakukan apabila orang berkecukupan atau kaya

merentan hati

lekas marah (sakit hati, patah hati)

(laksana) mestika gamat

perihal kelakuan, atau tabiat, atau perkataan yang baik

miang tergeser kena miang, terlanggar kena rabasnya

dikatakan kepada orang yang berkuasa, tidak dapat orang (rakyat) bersalah sedikit pun kepadanya

minta dedak kepada orang mengubik (minta pucuk pada alu; menghendaki pucuk alu; minta sisik pada limbat; minta tulang pada lintah)

minta pertolongan dsb kepada orang yang tidak punya; menghendaki sesuatu yang mustahil/tidak mungkin tercapai/dipenuhi
minum darah orang
banyak merugikan orang dengan mengambil keuntungan yang berlebih-lebih darinya

minum serasa duri, makan serasa lilin, tidur tak lena, mandi tak basah

hal orang yang sangat bersusah hati sehingga segala sesuatunya tidak berasa enak

minyak dengan air adakah bercampur? (minyak dengan air bolehkah bercampur; minyak dan air masa sama; (sebagai) minyak dengan air)

orang yang bermusuhan atau yang tidak sehaluan mustahil dapat dicampurkan jadi satu; tidak dapat bersatu (karena bermusuhan dsb)

minyak duyung, perendang duyung (minyak kita jua yang digorengkannya)

seseorang yang telah menghabiskan harta tuannya

minyak habis sambal tak enak

dikatakan untuk menyatakan kekecewaan dalam perjodohan anak dengan menantu

misai bertaring bagai panglima, sebulan sekali tak membunuh orang

rupa saja yang hebat dan garang, tetapi berhati penakut

mudah juga pada yang ada, sukar jua pada yang tidak

pada orang kaya adat apa pun juga mudah diisinya sedangkan pada yang miskin segalanya susah

mudik menyongsong arus, hilir menyongsong pasang

tentang usaha yang mendapat rintangan dari kiri dan kanan namun diteruskan juga

mujur Pak Belang

untung-untungan; jika hendak mujur, harus menunggu waktu lama

mujur sepanjang hari, malang sekejap mata

jika malang akan menimpa dalam sesaat saja mungkin terjadi, tetapi tidak mendapat

muka bagai ditampar dengan kulit babi

hal orang yang tidak tahu malu; seseorang yang kelihatannya senang dan kaya, tetapi yang sebenarnya hidup dengan utang

muka licin, ekor berkedal

lahirnya tampak baik, tetapi batinnya jahat

mulut bagai ekor ayam diembus

seseorang yang mulutnya tidak berhenti-henti berkata (tidak pernah diam, selalu saja bergerak-gerak)

mulut bajan boleh ditutup, mulut manusia tidak (mulut kapuk dapat ditutup, mulut orang tidak)

rahasia jangan terlalu lekas dipercayakan kepada orang lain, karena mulut manusia tidak dapat ditutup

mulut kamu, harimau kamu (mulutmu harimaumu)

keselamatan dan harga diri kita bergantung pada perkataan kita sendiri

mulut manis jangan percaya, lepas dari tangan jangan diharap

jangan percaya kepada orang yang manis perkataannya, barang atau uang yang dipinjamkan kepada orang yang bersifat demikian, tidak dapat diharapkan kembali lagi

mulut manis mematahkan tulang

perkataan yang lemah lembut dapat menyebabkan orang lain tunduk (menurut)

mulut satu lidah bertopang

perkataan berbeda dengan isi hati

mulut telanjur emas tantangannya (telanjur/terdorong, tantangannya/padahannya)

perkataan (janji) yang sudah diucapkan harus ditepati

mumbang ditebuk tupai

dikatakan kepada anak perempuan yang masih kecil, tetapi sudah rusak

mumbang jatuh, kelapa jatuh

semua yang hidup akan mati (tidak memandang umur dsb)

murah di mulut, mahal di timbangan

banyak janji, tetapi janji itu tidak ditepati; mudah mengatakan, tetapi sukar melakukannya

musang berbulu ayam

orang jahat berlaku sebagai orang baik

musang terjun, lantai terjungkat

terdapat tanda-tanda kejahatan yang telah diperbuat

musim kemarau menghilirkan baluk

melakukan usaha yang tidak sesuai dengan musimnya (waktunya)

musuh dalam selimut

musuh yang amat dekat (dari lingkungan keluarga sendiri dsb)

musuh jangan dicari-cari, bersua jangan dielakkan

jangan dicari-cari permusuhan itu, tetapi jika ia datang jangan pula berasa takut

 


 

 

Peribahasa Indonesia huruf N

Peribahasa Indonesia huruf N

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf N

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf N

napas tidak sampai ke hidung

sibuk sekali

nasi habis budi bersua

  1. sahabat yang pada akhirnya kelihatan pekertinya yang buruk
  2. sesudah mendapat kesusahan, barulah ingat akan sahabatnya

nasi sama ditanak, kerak dimakan seorang

pekerjaan dilakukan bersama-sama, tetapi keuntungannya diambil sendiri

nasi tersaji di lutut

keuntungan yang diperoleh dengan mudah

nasi tersendok tidak termakan

tidak dapat merasakan (mengenyam) apa yang didapatnya; belum menjadi rezekinya

neraca palingan bungkal, hati palingan Tuhan

pikiran atau pendirian orang mudah berubah-ubah

neraca yang palingan, bungkal yang piawai

sangat adil dalam memberikan hukuman atau putusan (hakim)

nibung bangsai bertaruk muda

orang tua yang bertingkah laku seperti anak muda

nyamuk mati gatal tak lepas

menaruh dendam kepada orang yang berbuat jahat meskipun orang itu sudah dihukum

ada nyawa, ada rezeki, ada umur, ada rezeki

selama masih hidup kita tentu masih sanggup berusaha

nyawa bergantung di ujung kuku

dalam keadaan yang sulit dan berbahaya

 


 

 

Peribahasa Indonesia huruf O

Peribahasa Indonesia huruf O

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf O

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf O

obat jauh, penyakit hampir

dalam kesusahan sukar mendapatkan pertolongan; berada dalam kesukaran

ombak yang kecil jangan diabaikan

perkara kecil yang mungkin mendatangkan bahaya perlu diperhatikan juga

ombaknya kedengaran, pasirnya tidak kelihatan

telah kedengaran beritanya, tetapi belum ada buktinya

orang berdendang di pentasnya, orang beraja di hatinya (ayam itik raja pada tempatnya)

menurutkan rasa (sesuka) hati masing-masing; orang (laki-laki) berkuasa di rumah tangganya masing-masing; setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya

orang bini-binian beranak tak boleh disuruh

pekerjaan yang tidak tetap selalu mendatangkan rugi

orang haus diberi air, orang lapar diberi nasi; (orang dahaga diberi air; orang mengantuk disorongkan bantal

  1. memperoleh/mendapat apa yang sangat diinginkannya; menolong orang yang kesusahan;
  2. memberi pelajaran kepada orang yang sungguh-sungguh ingin menambah pengetahuannya

(seperti) orang kecabaian

sangat gelisah (tidak tenang duduknya dsb)

(bagai) orang kena miang

gelisah sekali karena mendapat malu

(sebagai) orang mabuk gadung

rupa seseorang yang lemah dan pucat karena mengidap penyakit

orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba

orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, awak mendapat keuntungan kecil saja

(seperti) orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak

seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan semakin susah

tidak ada orang menggaruk ke luar badan

biasanya orang berpihak kepada kaum keluarganya (golongannya) apabila ada perselisihan

orang muda selendang dunia, orang kaya suka dimakan

(untuk puji-pujian maksudnya) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yang pemurah

orang pembuat periuk, bertanak di tembikar

yang membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yang baik, melainkan memakai buatannya yang buruk-buruk

orang penggamang mati jatuh

siapa yang tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya

orang terpegang pada hulunya, awak terpegang pada matanya

dalam perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya daripada kita

orang timpang jangan dicacat, ingat-ingat hari belakang

kecelakaan yang menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan karena boleh jadi kita mengalami hal yang sama di kemudian hari

 


 

 

Peribahasa Indonesia huruf P

Peribahasa Indonesia huruf P

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf P

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf P:

padang perahu di lautan, padang hati dipikirkan

demikian luas hati itu, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh

padi dikebat dengan daunnya

mengusahakan sesuatu dengan modal sendiri

padi masak, jagung mengupih

keuntungan yang diperoleh dengan berlipat ganda

(ada) padi segala menjadi

orang kaya dapat mencapai apa yang diinginkannya

padi segenggam dengan senang hati lebih baik daripada padi selumbung dengan bersusah hati

kesenangan hati lebih berharga daripada kekayaan

padi sekapuk hampa, emas seperti loyang, kerbau sekandang jalang

seseorang yang tampak kaya, tetapi sebenarnya miskin

padi selumbung dimakan orang banyak

penghibur bagi istri yang suaminya beristri lebih daripada satu

tak ada padi yang bernas setangkai

tidak ada satu pun yang sempurna

pagar makan padi

orang yang merusakkan barang yang diamanatkan kepadanya

pagar makan tanaman

orang yang merusakkan barang yang diamanatkan (dititipkan) kepadanya

pahit dahulu, manis kemudian

hendaklah ditentukan syarat-syarat yang nyata dahulu supaya tidak timbul perselisihan di belakang (dalam membuat perjanjian)

pahit meninggal

orang yang kelihatannya baik, tetapi sebenarnya curang

paksa tekukur, padi rebah, paksa tikus, lengkiang terbuka

sesuatu yang baik atau yang dikehendaki (diingini)

panas setahun dihapuskan hujan sehari

kebaikan yang banyak hilang karena kesalahan yang sedikit saja

panas tidak sampai petang

bertambah susah

(sebagai) pancang diguncang arus

orang yang tidak tetap pendiriannya

pandai berminyak air

pandai memainkan kata (mengambil muka, menjilat) untuk mencapai suatu maksud

(kalau) pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri (pandai menggulai, badar jadi tenggiri)

orang yang pandai meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dengan baik; kalau pandai mengatur (menyusun dsb), barang yang kurang baik pun akan menjadi baik juga

(kalau) pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang

jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai

tiang pandak hendak menyamai tiang panjang

hendak meniru-niru perbuatan orang besar atau kaya, akhirnya diri binasa

pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan (sarap sehelai dituilkan, batu sebuah digulingkan)

memeriksa/menyelidiki segala sesuatu dengan teliti; sangat teliti (dalam pemeriksaan)
diperhatikan dan diperiksa dengan saksama

panjang langkah, singkat permintaan (sudah panjang langkahnya; panjang langkah)

sampai ajalnya; sudah meninggal

pantang kutu dicukur, pantang manusia dihinakan

tiada orang yang mau dihinakan

(seperti) parang bermata dua

mendapat keuntungan dari kedua belah pihak

parang gabus menjadi besi

orang yang lemah menjadi orang yang kuat

pasang masuk muara

lalu lalang saja (tentang perkataan)

patah batu hatinya

hilang sama sekali kemauannya

patah kemudi dengan bamnya (patah kemudi dengan ebamnya)

putus harapan; sudah tidak ada harapan lagi sama sekali

patah lidah alamat kalah, patah keris alamat mati

tidak pandai membela perkaranya (tanda akan kalah dalam berperkara)

patah sayap bertongkat paruh (patah tongkat berjeremang; patah tongkat bertelekan)

tidak putus-putusnya berusaha menyampaikan maksudnya; terus berusaha (bekerja) dengan tidak pernah putus asa; pada keadaan bagaimanapun harus terus berusaha dengan giat, jangan sekali-sekali putus asa

patah selera banyak makan

pura-pura tidak mau, sebenarnya suka sekali

patah tumbuh hilang berganti

seorang pemimpin apabila meninggal tentu akan ada penggantinya; yang hilang (mati) selalu ada penggantinya

payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi

setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya

pecah anak buyung, tempayan ada (pecah buyung, tempayan ada)

tidak akan kekurangan perempuan untuk dijadikan istri; tidak akan kekurangan perempuan (yang akan diambil untuk istri)

pecah kapi, putus suai

tidak dapat diperbaiki lagi; menderita malu yang bertubi-tubi

pecah menanti sebab, retak menanti belah

sekadar menanti kesempatan untuk membalas dendam

pecak boleh dilayangkan, bulat boleh digulingkan, batu segiling pecak setepik

sudah mendapat kata sepakat untuk melaksanakan suatu pekerjaan

pejatian awak, kepantangan orang

berselisih pendapat dengan orang banyak

pekak pembakar meriam

tiap-tiap orang ada gunanya

pelanduk di cerang rimba (pelanduk di dalam cerang)

sangat gelisah ketakutan; kehilangan akal atau gelisah sekali (karena ketakutan, menghadapi bahaya, dsb)

pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tak melupakan pelanduk

  1. orang yang berutang biasanya mudah lupa akan yang berpiutang, sebaliknya yang berpiutang tidak lupa akan orang yang berutang kepadanya
  2. sudah lupa akan bahaya, tetapi sebenarnya bahaya masih tetap mengancam

pelepah bawah luruh, pelepah atas jangan gelak

ingatlah bahwa sekalian yang hidup akan mati

pelesit dua sejinjang

perempuan yang bersuami dua

(bagai) pelita kehabisan minyak

tidak berseri-seri lagi

pencarak benak orang

orang yang suka mengambil milik orang lain dengan cara yang lalim

pendekar elak jauh

orang yang sangat hati-hati dan senantiasa bersiap mengelakkan bahaya yang mengancam

tak ada pendekar yang tak bulus

tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan

pengaduan berdengar, salah bertimbang

keluh kesah mendapat perhatian dari orang yang berkuasa

pengayuh sama di tangan, perahu sama di air (perahu sudah di tangan, perahu sudah di air)

  1. tidak perlu takut-takut (rendah diri) karena sama kekuatannya
  2. sudah siap sedia segala keperluan untuk melakukan suatu pekerjaan

telah penuh sebagai bersukat

habis kesabaran

pepat di luar, rancung di dalam (pancunya di dalam)

baik (suci dsb) pada lahirnya, tetapi batinnya (hatinya) jahat

pepat kuku seperti bulan tiga hari

amat elok bentuk atau tokohnya

perahu bertambatan, dagang bertepatan

usaha dagang yang teratur dan sesuai tempatnya

perahu papan bermuat intan

sesuatu yang tidak layak diperjodohkan

perang bermalaikat, sabung berjuara

Tuhanlah yang menentukan kalah menang

pergi berempap, pulang eban

pulang pokok (tidak beruntung dan tidak merugi)

pergi tempat bertanya, pulang tempat berberita (berkenaan dengan orang cerdik pandai)

jika akan berangkat, hendaklah meminta nasihatnya dahulu, dan jika pulang, hendaklah memberi laporan kepadanya

(bagai) perian pecah

suara yang sember (tidak merdu)

perkawinan tempat mati

perkawinan yang sungguh-sungguh dilakukan sesuai dengan cita-cita hidup berumah tangga yang bahagia

permata lekat di pangkur

tidak pada tempatnya

perut panjang sejengkal

merasa kecewa (tidak senang)

(sebagai) petai sisa pengait

tidak berguna sama sekali

(seperti) pikat kehilangan mata

bingung tidak keruan; kehilangan akal

pikir itu pelita hati

menggunakan akal budi dan mempertimbangkan segala sesuatu dengan baik menjadikan seseorang lebih bijaksana

pilih-pilih ruas, terpilih pada buku (pilih-pilih ruas, terkena buku buluh)

mendapat yang buruk karena terlalu memilih/terlampau menghendaki yang baik

(bagai) pimping di lereng

orang yang tidak berpendirian tetap

(seperti) pinang dibelah dua

(dua orang yang) serupa benar; sama besar

(seperti) pinggan dengan mangkuk, salah sedikit hendak berantuk

perselisihan antara suami istri atau kaum keluarga merupakan hal yang biasa

pinggan tak retak, nasi tak dingin

cermat dalam melakukan suatu pekerjaan

(bagai) pintu tak berpasak, perahu tak berkemudi

sesuatu yang membahayakan

pipinya sebagai pauh dilayang

pipinya amat elok

pipit meminang anak enggang (tabuhan meminang anak labah-labah)

orang miskin (berderajat rendah) meminang orang kaya (berderajat tinggi dsb); tidak seimbang (tentang perjodohan)

(seperti) pipit menelan jagung

mendapat kesusahan karena hendak menyama-nyamai orang yang besar (tinggi pangkatnya/martabatnya, kaya, dsb)

pipit pekak makan berhujan

sangat rajin

pisang tidak berbuah dua kali

nasib baik biasanya hanya ditemui satu kali

(jika) pisau tiada berbaja, makin dikikir bertambah tumpul

anak yang dungu, makin diajar semakin bodoh

(seperti) polong kena sembur

berlari cepat-cepat karena ketakutan dsb

potong hidung rusak muka

orang yang berbuat kurang baik terhadap kaum keluarganya sendiri akan beroleh malu juga

pucat seperti mayat

sangat pucat, pucat pasi

tak pucuk di atas enau (berpucuk)

sangat angkuh (selalu memandang rendah kepada orang lain)

(bagai) pucuk dilancarkan (enau diluncurkan)

sangat lancar; cepat sekali

pucuk diremas dengan santan, urat direndam dengan tengguli, lamun peria pahit juga

orang yang tabiatnya jahat, sekalipun diberi kekayaan dan pangkat, sifatnya tidak akan berubah

pucuk layu disiram hujan

orang susah mendapat kesenangan

(bagai) pucuk pisang didiang

lemah sekali; tidak bertenaga

pukat terlabuh, ikan tak dapat

pekerjaan yang sia-sia belaka

pukul anak, sindir menantu

menyindir seseorang dengan mengata-ngatai atau memarahi orang lain; mengata-ngatai (mencela) seseorang, tetapi perkataan-perkataan itu ditujukan kepada orang lain

pulau sudah lenyap, daratan sudah tenggelam

sudah tidak ada harapan lagi (gagal sama sekali)

(seperti) pungguk merindukan bulan (si cebol hendak mencapai bulan (bintang)): seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas
punggung parang sekalipun jika selalu diasah, akan tajam juga

sebodoh-bodoh orang, apabila selalu belajar, akan pandai juga

punggur rebah, belatuk menumpang mati

bencana yang menimpa orang besar, orang bawahannya turut terkena akibat buruknya; jika orang yang menjadi pelindung (seperti majikan dsb) jatuh, anak buahnya pun akan menderita akibatnya

pusat jala pumpunan ikan

(menjadi) tempat berkumpul atau menjadi pusat berbagai-bagai hal (urusan); pusat pemerintahan

putih tapaknya lari

berlari cepat (karena ketakutan)

tak putus dirundung malang

tiada putusnya, tiada henti-hentinya mendapat celaka

putus kelikir, rompong hidung

sesuatu yang hendak dikuasai menjadi terlepas sama sekali

puyu di air jernih

hidup dalam kesenangan

 


 

 

Peribahasa Indonesia huruf R

Peribahasa Indonesia huruf R

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf R

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf R:

(seperti) rabuk dengan api

  1. mudah terbakar
  2. (kiasan) mudah terjadi hal yang kurang baik kalau didekatkan (seperti gadis berdekatan dengan bujang)

raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah

raja yang adil disayangi dan raja yang zalim dibenci

tiada raja menolak sembah

tidak ada orang yang tidak suka dihormati

rajin mengais tembolok berisi

kalau rajin bekerja (mencari nafkah), rezeki akan bertambah

ramai beragam, rimbun menyelara

setiap orang mempunyai pendapat dan kegemaran masing-masing

(bagai) rambut dibelah tujuh (seribu)

sedikit (kecil) sekali

rambut sama hitam, hati masing-masing

setiap orang mempunyai pendapat (kemauan) masing-masing/yang berlainan

rasa tak mengapa hidung dikeluani

orang yang kurang pikir atas sesuatu yang terjadi pada dirinya sehingga mendapat susah juga

rebung tak miang, bemban pula miang

orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah, tetapi yang patut susah malahan berdiam diri

rebung tidak jauh dari rumpun

tabiat anak tidak jauh berbeda dari tabiat orang tuanya

redup atau panas keras

hidup atau mati; untung-untungan

rendah gunung, tinggi harapan

harapan yang sangat besar

rentak sedegam, langkah sepijak

seia sekata; mufakat

retak menanti belah

perkara kecil yang mungkin menjadi besar; tinggal menantikan timbulnya bencana yang lebih besar (kematian dsb); perselisihan yang akan menjadi perkelahian (perang, perceraian, dsb)

retak-retak mentimun

retak halus-halus di luar saja

rezeki elang tak akan dapat oleh musang (tak akan/takkan, dapat/dimakan, musang/burung pipit)

setiap orang ada keuntungannya masing-masing

rindu jadi batasnya maka manis tak jadi cuka

jangan terlalu mesra bergaul dengan seseorang sebab pergaulan seperti itu kerap kali menimbulkan dendam kesumat

ringan tulang, berat perut

barang siapa yang rajin bekerja, tentu mendapat rezeki

rongkong menghadap mudik

mudah mendapat rezeki

ada rotan, ada duri

dalam kesenangan tentu ada kesusahannya

tiada rotan akar pun jadi (tiada rotan akar pun berguna)

kalau tidak ada yang baik, yang kurang baik pun boleh juga (meskipun kurang baik dapat dipakai juga)

rugi menentang laba, jerih menentang boleh

supaya maksud kita tercapai, kita harus mau berusaha (bersusah payah) dahulu

rumah gedang ketirisan

istri yang tidak mampu mendatangkan kebahagiaan kepada suami

rumah sudah, tukul berbunyi

memajukan keterangan dsb sesudah perkara diputuskan

rumah terbakar, tikus habis ke luar

  1. uang habis, tetapi yang dikehendaki tidak diperoleh
  2. apabila terjadi kerusakan di suatu daerah, semua penduduknya berbondong-bondong pindah ke tempat lain

rumput mencari kuda

perempuan yang mencari laki-laki

runcing tanduk (bengkak kening)

sudah terkenal kejahatannya

ada rupa, ada harga (ada uang, ada barang)

harga barang ditentukan oleh keadaan barang; jika sanggup membayar banyak akan mendapat barang yang lebih baik

rupa boleh diubah, tabiat dibawa mati

terlalu susah mengubah perangai yang sudah menjadi tabiat

rupa harimau, hati tikus

kelihatannya gagah berani, tetapi sebenarnya penakut

(bagai) rupa orang terkena beragih

bermuka masam karena rugi dsb (dalam perdagangan)

(seperti) rusa kena tambat

selalu gelisah (tidak tetap kedudukannya)

(seperti) rusa masuk kampung

tercengang-cengang keheranan

rusak anak oleh menantu

orang yang kita kasihi merusakkan harta yang kita berikan kepadanya

rusak bangsa oleh laku

biarpun orang berbangsa tinggi, kalau berkelakuan buruk, keturunannya yang tinggi itu tidak akan dihargai orang

rusak bawang ditimpa jambak

menjadi celaka karena perbuatan (kawan) sendiri

rusak tapai karena ragi

usaha yang gagal karena kurang hati-hati mengerjakannya

 


 

 

Peribahasa Indonesia huruf S

Peribahasa Indonesia huruf S

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf S

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf S:

sabung selepas hari petang

untung-untungan (usaha atau percobaan terakhir)

(sebagai) sadur menimbulkan senam

kelihatan keadaan (maksud, tabiat) yang sebenarnya

sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan

lahirnya tidak suka, tetapi sebenarnya suka sekali; pura-pura sakit kepala

sakit menimpa, sesal terlambat

sesudah terlanjur (terjadi), menyesal tidak ada gunanya

salah cotok melantingkan

jika berbuat salah, harus mau memperbaikinya

sama lebur, sama binasa

bersahabat sehidup semati

sambil menyelam minum air (sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui; sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui; berkayuh sambil ke hilir; berlayar sambil memapan; merapat sambil berlayar; penyundut sambil mandi; sambil berdendang biduk hilir; sambil berdiang nasi masak)

sekali menggarap/melakukan suatu pekerjaan, beberapa maksud tercapai; mengerjakan/menyelesaikan dua tiga pekerjaan atau lebih sekaligus/dalam waktu yang bersamaan

sambil menyeruduk galas lalu (sambil menyuruk galas lalu)

sambil bersenang-senang, maksud atau keuntungan tercapai

sampah itu di tepi juga

orang yang hina biasanya tidak diindahkan orang

sampai titik darah yang penghabisan

sampai meninggal

sampan ada, pengayuh tidak

hendak melakukan sesuatu, tetapi tidak lengkap syarat-syaratnya

(ada) sampan hendak berenang

sengaja berpayah-payah padahal sebenarnya tidak perlu berbuat begitu

sampan rompong, pengayuh sompek

perkara yang tidak dapat diharapkan lagi; harapan hampir musnah

samun sakar berdarah tangan

setiap perkara baru boleh diputuskan sesudah cukup bukti dan keterangan

satu juga gendang berbunyi

tidak berubah; selalu sama saja

satu nyawa, dua badan

sehidup semati

satu sangkar, dua burung

dua orang perempuan sama-sama menghendaki seorang laki-laki

saudagar tiga beranak, belum beranak sudah ditimang

bersenang-senang sebelum maksudnya tercapai

sauk air mandikan diri (menyauk air mandikan diri)

hidup dengan usahanya sendiri

sawah berpematang, ladang berbintalak (sawah berpiring, ladang berbintalak)

segala sesuatu ada batasnya

(seperti) sayur dengan rumput

banyak bedanya; berlainan benar

searah bertukar jalan

sama maksudnya, tetapi berlainan cara mencapainya

sudah seasam segaramnya

sudah baik benar/tidak ada celanya (tentang pekerjaan, perbuatan)

sebab buah dikenal pohonnya

dari perbuatan atau perangai seseorang dapat diketahui asalnya

sebaik-baiknya hidup teraniaya

sekali-kali jangan merugikan atau mencelakakan orang lain sekalipun kita dirugikan atau dicelakakannya

sebelum ajal berpantang mati

sebelum tiba/sampai waktunya tidak akan mati

sebesar-besarnya bumi ditampar tak kena

perkara yang kelihatannya mudah, tetapi sebenarnya susah menyelesaikan

(seperti) sebuah biji tersesat dalam rumput

  1. orang yang hina tidak kelihatan oleh orang
  2. sesuatu yang kecil

sebuah lesung ada seekor ayam jantannya (atau pemimpinnya)

tiap-tiap kaum ada seorang penghulunya atau seorang cerdik pandainya yang akan melindungi kaum itu dari kejahatan orang lain

sebusuk-busuk daging dikincah dimakan juga, seharum-harum tulang dibuang

jika keluarga berbuat ulah akan dimarahi, tetapi setelah itu diampuni, jika orang lain berbuat salah tidak dimaafkan sedikit pun juga

seciap bak ayam, sedencing bak besi

seia sekata

secupak tak jadi segantang (yang secupak takkan jadi segantang; yang sesukat tak akan jadi segantang; sesukat tak jadi segantang)

sesuatu yang tetap/sudah pasti dan tidak dapat diubah lagi; nasib orang tidak dapat diubah

sedangkan bah kapal tak hanyut, ini pula kemarau panjang

sedangkan waktu berpencaharian tidak tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur

sedap dahulu, pahit kemudian

bersenang-senang dahulu, akhirnya mendapat kesusahan

sedatar saja lurah dengan bukit

menyamaratakan orang; tidak membeda-bedakan kaya atau miskin dsb

sedepa jalan ke muka, setelempap jalan ke belakang

  1. maju terus untuk menyampaikan maksud
  2. segala apa pun harus selalu diperhitungkan untung ruginya

sedia payung sebelum hujan

bersiap sedia sebelum terjadi yang kurang baik

sedikit hujan banyak yang basah

kecelakaan yang kecil membawa akibat yang besar

seekor kerbau berkubang, sekandang kena luluknya (seekor kerbau berlumpur, semuanya berlabur; seorang makan cempedak, semua kena getahnya; seorang makan nangka, semua kena getahnya))

  1. seorang berbuat salah/jahat, semua (keluarganya, dsb.) terbawa-bawa (terkena akibatnya, beroleh nama yang buruk, dsb.)/dianggap bersalah juga
  2. seorang yang berbuat kesalahan demi memenuhi kesenangannya, tetapi orang lain turut menanggung akibatnya

segala senang hati

sangat senang

segan mengayuh, perahu hanyut (malu mengayuh, perahu hanyut; segan bergalah, hanyut serantau)

jika segan/tidak mau berusaha, (kita) akhirnya akan mendapat susah (bencana, merugi besar) nantinya

segenggam digunungkan, setitik dilautkan

sangat dihargai

sehabis kelahi, teringat silat

sesudah persoalan (pekerjaan) selesai, baru teringat cara yang baik untuk menyelesaikannya

sehari selembar benang, lama-lama jadi sehelai kain (sekepal menjadi gunung, setitik menjadi laut)

  1. hal perbuatan orang yang sabar dan tidak lekas putus asa, sedikit demi sedikit lama-lama berhasil juga; pekerjaan sulit yang dikerjakan dengan penuh kesabaran, lama-lama akan berhasil juga; dari sedikit menjadi banyak
  2. perkara yang kecil dibesar-besarkan

sehina semalu

seia sekata; senasib

seidas bagai benang, sebentuk bagai cincin (seikat bagai sirih, serumpun bagai serai; sekebat bagai sirih; seliang bagai tebu; selubang bagai tebu)

  1. dua orang yang sejodoh benar
  2. seia sekata; sehina semalu; bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita
  3. sepakat dalam perkumpulan (rapat)
  4. seia sekata; rukun sekali; bersatu hati-hati dalam segala hal

seiring bertukar jalan (sekandang tidak sebau, seia bertukar sebut)

berlainan pendapat (caranya) meskipun maksudnya sama; kedua pihak semaksud dan sepaham, tetapi berlain cara melaksanakannya

sekam menjadi hampa berat

tidak akan merugikan sedikit jua

sekerat ular, sekerat belut

orang yang bermuka dua (ikut ke sana kemari)

sekudung limbat, sekudung lintah

tidak tetap pendiriannya

sekutuk beras basah

tidak ada gunanya

selama enggang mengeram (selama gagak hitam, selama air hilir)

lama sekali; selama-lamanya

selama hayat dikandung badan

selama masih hidup

selama hujan akan panas jua

sehabis kesusahan, akhirnya akan datang juga waktu yang baik

selama sipatung mandi

sebentar sekali

selangkas betik berbuah

waktu yang singkat

selapik seketiduran

sangat akrab (tentang persahabatan)

seludang menolakkan mayang

memperlihatkan atau kelihatan kecantikannya (isi hatinya, kesombongannya, dsb)

semanis-manis gula ada pasir di dalamnya (manis-manis gula berpasir jua, sepahit-pahit jadam menjadi obat)

bujuk rayu yang lemah-lembut adalah berisi tipu dan perkataan yang keras itu kadang-kadang menjadi kebajikan diri

sembunyi tuma, ekor kelihatan (kepala tersuruk, ekor kelihatan)

merasa tidak ada yang mengetahui, tetapi sebenarnya sudah diketahui orang banyak; menutup-nutupi perbuatan jahat yang sudah diketahui orang

sembunyi-sembunyi puyuh

  1. menutupi perbuatan jahat yang telah diketahui orang
  2. sengaja tidak mau tahu akan perkara (bahaya dsb) yang sungguh (akan) terjadi

semisal udang dalam tangguk

sedang dalam kesusahan (kesukaran)

semut dipijak tidak mati, gajah diarung bergelimpangan (semut terpijak tidak mati, alu tertarung patah tiga)

perihal cara berjalan seorang perempuan yang baik lagi teratur (tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat)

sendok berdengar-dengar, nasi habis budi dapat

karena pekerjaan dilakukan kurang hati-hati, akhirnya mendapat malu karena rahasia terbuka kepada orang lain

sendok besar tak mengenyang

tidak ada buktinya

sendok dan periuk lagi berantuk (sendok dengan belanga lagi berlaga)

sahabat baik (suami istri dsb) adakalanya berselisih juga

(seperti) sengkalan tak sudah

buruk sekali (rupa dll)

senjata makan tuan

sesuatu yang direncanakan untuk mencelakakan orang lain, tetapi berbalik mengenai diri sendiri

seorang budi-budian, seorang tabung seruas

dua orang yang sangat berbeda tabiatnya (seorang banyak akal liciknya, seorang lagi lurus hati)

seorang ke hilir, seorang ke mudik

tidak ada persesuaian perasaan dan pikiran antara laki bini, sahabat, dsb

sepala-pala mandi biarlah basah

mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung

sepandai-pandai membungkus yang busuk berbau juga

perbuatan yang salah, meskipun dirahasiakan, lama-lama akan ketahuan juga

sepandai-pandai tupai meloncat, sekali gawal juga (sekali/sekali waktu, gawal = terjatuh)

sepandai-pandai seseorang, ada kalanya/sekali-sekali ia berbuat salah (keliru) juga

sepanjang tali beruk

terlalu panjang sehingga membosankan (tentang pidato, doa yang panjang)

sepasin dapat bersiang

mendapat keuntungan dengan tidak sengaja

sepenggalah matahari naik

alamat waktu, kira-kira pukul 08.00 atau 09.00

sepesan anak beranak, anaknya beranak pula (sepesan anak beranak, anaknya menggigit pula)

cepat sekali berkembang biak (bertambah banyak)

(bagai) serangkak tertimbakan

berjalan miring karena cacat pada tubuhnya

(bagai) serdadu pulang baris

orang yang kelihatannya selalu bergaya, tetapi pekerjaannya berat dan berbahaya

(laksana manau) seribu kali embat haram tak patah

menunjukkan sesuatu yang teguh dan kuat

serigala berbulu domba

orang yang kelihatannya bodoh dan penurut, tetapi sebenarnya kejam, jahat, dan curang

serigala dengan anggur

sikap seseorang yang mencela sesuatu yang sangat diingininya dan berusaha memerolehnya, tetapi gagal

sesak berundur-undur, hendak lari malu, hendak menghambat tak lalu

sudah tidak dapat melawan, tetapi pura-pura masih sanggup bertahan

sesal dahulu pendapatan (pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna; sesal dahulu yang bertuah, sesal kemudian yang celaka)

pikir dulu masak-masak (baik-baik) sebelum berbuat sesuatu (agar tidak menyesal kelak); bila hendak melakukan/mengerjakan sesuatu, hendaknya dipertimbangkan lebih dahulu baik buruknya; setiap perbuatan hendaklah ditimbang masak-masak agar tidak menyesal

sesat surut, terlangkah kembali

memperbaiki kesalahan yang telah dibuat

sesayat sebelanga juga

meskipun sedikit, dianggap sudah cukup juga

setali tiga uang

sama saja; tidak ada bedanya

setapak jangan lalu, setapak jangan surut

pendirian harus kuat

setempuh lalu, sebondong surut

tetap bersatu hati

setinggi-tinggi bangau terbang, surutnya ke kubangan (setinggi-tinggi melambung, surutnya ke tanah juga)

sejauh-jauh orang merantau, akhirnya kembali ke tempat asalnya (kampung halamannya) juga; biar ke mana pun perginya, akhirnya pulang ke kampung halaman juga

seukur mata dengan telinga

seturut penglihatan dan pendengaran

(bagai) si bisu berasian, terasa ada terkatakan tidak (si bisu bermimpi, terasa ada terkatakan tidak)

tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)

(bagai) si kudung beroleh cincin

beroleh keuntungan, tetapi tidak dapat menikmatinya

(bagai) si kudung panji berbelut

pekerjaan yang dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia

(bagai) si lumpuh hendak merantau

tidak mungkin dikerjakan

sia-sia menjaring angin, terasa ada tertangkap tidak

jangan mengharapkan yang bukan-bukan karena akan mengecewakan saja

(bagai) siamang kurang kayu

sangat bersedih hati karena menderita kekurangan

siang bernapas, malam berembun (malam berselimut embun, siang bertudung awan)

sangat miskin (tidak punya rumah)

(seperti) siang dengan malam

jauh (banyak) bedanya

siapa berkotek, siapa bertelur

siapa yang bersuara terdahulu, biasanya dialah yang berbuat

siapa gatal, dialah menggaruk (siapa melejang, siapa patah, siapa melalah, siapa patah; siapa menyuruk, siapa bungkuk, siapa menjala, siapa terjun)

orang yang berkeras hendak berbuat sesuatu (beroleh barang, pekerjaan), dialah harus berbuat/berusaha (menanggung kesukarannya, kerugiannya dsb) sendiri; pekerjaan yang terburu-buru itu kelak merugikan juga

siapa lama tahan, menang

apabila bekerja dengan tekun dan rajin, tidak tergesa-gesa, lama-kelamaan kerja yang sulit sekali pun akan selesai juga dengan baik

siapa luka, siapa menyiuk (siapa sakit, siapa menyiuk)

yang merasa tersindir, dialah yang berbuat sesuatu sebagai yang disindirkan itu; yang berbuat salah akan merasa jika ada yang menyindir dsb

siapa makan lada, ialah berasa pedas (siapa makan cabai, dialah yang berasa pedas (kepedasan))

  1. siapa yang berbuat kurang baik akan merasakan akibatnya
  2. siapa yang merasa tersindir berarti telah berbuat seperti yang disindirkan itu; barang siapa yang bersalah akan merasa tersinggung (oleh sindiran dsb)

siapa menabur angin, akan menuai puting beliung (siapa menabur angin, akan menuai badai)

orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana

siapa pun jadi raja, tanganku ke dahi juga

siapa pun berkuasa aku tetap menghormatinya

siapa senantiasa melihat angin tidak akan menabur, siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai (siapa senantiasa melihat angin takkan menabur, siapa senantiasa melihat awan takkan menuai)
sigai dua segeragai

suatu perkara yang bersangkut paut dengan perkara yang lain

silap mata, pecah kepala

kalau kurang penjagaan/kurang waspada dalam suatu pekerjaan yang berbahaya, binasalah akhirnya

singkap daun ambil isi (buah)

(berkata) dengan terus terang

singkat diulas, panjang dikerat

mana-mana yang kurang ditambah, sedangkan yang lebih dikurangi (yang kurang baik diperbaiki)

singkat tidak terluas, panjang tidak terkerat

tiap-tiap orang akan mati apabila telah sampai ajalnya

siput memuji buntut

memuji diri sendiri

sirih naik junjungan patah

baru hendak naik derajat kehidupannya sudah mendapat kesusahan

sokong membawa rebah

dikhianati atau dicelakai oleh teman sendiri; orang kepercayaan yang merusakkan sesuatu yang dipercayakan (diamanatkan) kepadanya

(kalau) sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi

kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai

suarang ditagih, sekutu dibelah

harta milik bersama atau persekutuan dibagi sebagaimana mestinya apabila suami istri atau orang berekanan bercerai atau berpisah

suaranya seperti membelah betung

suaranya tidak enak pada pendengaran (karena terlalu kuat dsb)

subur karena dipupuk, besar karena diambak (besar diambak, tinggi dianjung)

orang besar atau tinggi kedudukannya karena dimuliakan oleh anak buahnya atau pengikutnya

sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya

orang pandai biasanya baru mau memutuskan suatu persoalan apabila sudah dipertimbangkan dalam-dalam; orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya

sukat air menjadi batu

tidak mungkin

sukatannya sudah penuh

sudah sampai ajalnya

suku tak boleh dianjak, malu tak boleh diagih

orang yang sekaum harus sehina semalu (hina seorang hina semuanya, malu seorang malu semuanya)

sumbing meluaki, retak melampaui tara (garis)

kesalahan besar

sumur digali air terbit

beroleh sesuatu lebih daripada yang diharapkan

tak sungguh seluang melaut, akhirnya balik ke tepi juga

tidak betah tinggal di perantauan; orang yang meninggalkan kaumnya (keluarganya), tetapi akhirnya kembali juga

sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan di laut yang diadang

sungguhpun tampaknya tidak ada suatu maksud, tetapi ada juga yang dituju

susu dibalas dengan tuba (air susu dibalas dengan air tuba)

kebaikan dibalas dengan kejahatan

syariat palu-memalu, hakikat balas-membalas (syariat palu-memalu, pada hakikatnya adalah balas-membalas)

baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat

 


 

 

Peribahasa Indonesia huruf

Peribahasa Indonesia huruf T

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf T

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf T:

tahan jerat sorong kepala

hendak mencelakakan orang lain akhirnya dia sendiri yang mendapat celaka

tidak tahu antah terkunyah

tidak merasa melakukan sesuatu yang tidak patut

tahu asam garamnya

tahu seluk-beluknya (baik-buruknya)

tahu di angin berkisar

tahu akan perubahan hati seseorang

tahu di angin turun naik

tahu akan gelagat sesuatu yang akan terjadi

tahu di dalam lubuk

tahu benar akan seluk beluk suatu perkara

belum tahu di pedas lada

masih muda sekali; belum berpengalaman

tahu makan, tahu simpan

dapat menyimpan rahasia baik-baik

sudah tahu peria pahit

penyesalan yang sia-sia saja (sebab sudah tahu kurang baik, tetapi diperbuat juga)

(kalau) tak ada angin, takkan pokok bergoyang

jika tak ada sebab, tidak akan sesuatu terjadi

takut akan bayang-bayangnya

takut atau khawatir karena ingat akan perbuatan sendiri yang buruk

takut akan lumpur, lari ke duri

menghindarkan diri dari kesusahan yang kecil, jatuh ke dalam kesusahan yang lebih besar

takut di hantu, terpeluk ke bangkai

mendapat kesusahan (kecelakaan) karena takut akan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti

(kalau) takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai

kalau takut akan akibatnya/mendapat kesusahan, jangan melakukan pekerjaan/hal-hal yang berbahaya

takutkan tuma, dibuangkan kain

sayang akan sesuatu yang berharga, tetapi dapat kerugian besar

talam dua muka

bermuka dua; mendua hati

tali busur tidak selamanya dapat diregang

orang tidak selamanya bekerja terus-menerus, tetapi mesti ada istirahatnya

tali jangan putus, kaitan jangan rekah

perkara harus diputus seadil-adilnya agar kedua belah pihak yang beperkara sama-sama senang

tali putus, keluan putus

anak muda (gadis) yang telah bebas berbuat sekehendak hatinya setelah orang yang menjaganya (orang tuanya) meninggal

tali tiga lembar tak suang-suang putus (tali yang tiga lembar itu tak suang-suang putus)

bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh

tampak gabak di hulu (gabak di hulu tanda akan hujan)

ada tanda-tanda akan terjadi sesuatu

tampak tembelangnya

kelihatan kebusukannya (kekurangannya, kejahatan, dsb)

tampuk bertangkai

ada bukti (keterangan, alasan, jaminan) yang kuat

tampuknya masih bergetah

masih cukup penghidupannya

tanah lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera

kejahatan tidak terjadi kalau tidak disebabkan oleh keadaan lain

tanam lalang tak akan tumbuh padi (tanam lalang takkan tumbuh padi)

melakukan kejahatan, kejahatan juga balasnya

(bagai) tanduk bersendi gading

jodoh yang tidak sepadan

tanduk di kepala tak dapat digelengkan

tidak dapat mengelakkan diri dari kewajiban yang harus dikerjakan

(bagai) tanduk diberkas (tanduk di berkas)

sangat sukar untuk disatukan (karena tidak sepaham atau sependirian); sesuatu yang tidak dapat dikerjakan

tak tanduk telinga dipulas

tindakan apa pun dilakukan asal dapat merugikan lawan (membalas dendam)

tangan kanan jangan percaya akan tangan kiri

jangan selamanya percaya begitu saja kepada sahabat karena kerap kali sahabat juga yang mencelakakan kita

tangan kiri jangan mengetahui apa yang dilakukan tangan tangan
tangan mencencang, bahu memikul (tangan memetik, bahu memikul; tangan menetak, bahu memikul)

siapa yang bersalah harus menanggung hukuman; siapa yang berbuat harus berani bertanggung jawab; perbuatan jahat harus diberi hukuman yang setimpal; harus berani menanggung kesalahan yang telah diperbuat

tangan menggenggam tangan

sangat kikir

tangguk rapat, keruntung bubus

suami pandai mencari uang, tetapi istrinya terlampau pemboros

tarik muka dua belas

perihal orang yang sangat kecewa dan kelihatan selalu kesal

taruh beras dalam padi

menyimpan rahasia baik-baik

tebu masuk di mulut gajah (tebu setuntung masuk geraham gajah)

  1. binasa sama sekali (sudah tidak tertolong lagi)
  2. pemberian sedikit kepada orang kaya tidak ada harganya

tegak pada yang datang

tetap pendiriannya; tetap memegang keadilan (kebenaran)

tegak sama tinggi (berdiri sama tinggi, duduk sama rendah)

sama tingkatnya (derajat kedudukannya)

teguh berpaling, duduk berkisar

berlainan dengan apa yang telah dikatakan atau dijanjikan

telaga di bawah gunung

perempuan yang mendatangkan untung kepada suaminya

telaga mencari timba

perempuan mencari laki-laki

telinga rabit dipasang subang

memuliakan orang yang tidak patut dimuliakan; tidak pada tempatnya

teluknya dalam, rantaunya sakti

tidak mudah dikalahkan

telunjuk lurus, kelingking berkait

pada lahirnya kelihatan baik, tetapi batinnya (dalam hati) tampak/terkandung maksud busuk

telunjuk mencocok mata (mencocok/merosok, menikam, mata/jari)

merusakkan (mengambil, mencari, dsb) barang yang sebenarnya harus dijaga

telur di ujung tanduk

dalam keadaan yang sangat sulit (berbahaya)

telur sesangkak, pecah satu pecah semua

bersatu hati dalam segala hal

tempat makan jangan dibenahi

kita jangan berbuat tidak senonoh di tempat kita menumpang; jangan berbuat jahat kepada orang yang berlaku baik kepada kita

tempayan tertiarap dalam air

orang yang tidak mau mendengarkan nasihat (pengajaran)

tengah tapak bayang-bayang

tengah hari tepat

(bak) tengguli ditukar cuka

suatu kejadian yang bertukar dari keadaan yang menggembirakan ke keadaan yang menyedihkan

tentang mata, dengan mata (antara empat mata)

berhadap-hadapan dua orang saja

tak tentu hilir mudiknya (belum tentu hilir mudiknya; tak tentu hilirnya; tiada berketentuan hulu hilirnya; tidak berketentuan hulu hilirnya; tiada mengetahui hulu hilirnya; tak tentu kepala ekornya)

  1. tidak tentu ujung pangkalnya, tidak tentu asal muasalnya
  2. tidak tentu maksud dan tujuannya; tidak tahu apa-apa dalam suatu urusan
  3. belum tentu keputusan atau kesudahan suatu hal atau perkara
  4. kokoh, baik dalam soal yang kecil-kecil maupun dalam soal yang besar-besar

belum tentu si upik si buyungnya

belum tentu kesudahannya

teperlus maka hendak menutup lubang

sesudah mendapat celaka, baru ingat akan ikhtiar

tepuk berbalas, alang berjawat

perbuatan jahat dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan

tepuk perut, tanya selera

bila hendak melakukan hal yang baru, sebaiknya bertanya dahulu kepada orang yang sudah berpengalaman

tepung kena ragi

sudah terjadi (berjalan baik-baik)

terajar pada banting pincang

tidak ada gunanya mengajar orang yang keras kepala

teralang-alang bagaikan sampah dalam mata

hinaan dsb yang selalu teringat dan terasa di dalam hati

terang kabut, teduh hujan

telah senang (aman dsb) kembali sehabis menderita kesusahan dsb

sudah terantuk, baru tengadah

baru ingat sesudah merugi (sesudah merugi (menderita kecelakaan) baru sadar)

terapung sama hanyut, terendam sama basah

sehidup semati; senasib sepenanggungan

terapung tak hanyut, terendam tak basah

belum ada keputusan atau ketentuan; belum tentu kesudahannya (tentang perkara dsb)

teras terunjam, gubal melayang

penduduk asli akan tetap tinggal di negerinya apabila orang asing pergi

terban bumi tempat berpijak

hilang tempat menggantungkan harapan

terbang bertumpu, hinggap mencekam

jika merantau hendaklah menghubungi (mencari) kaum kerabat tempat menumpangkan dirinya

tiada terbawa sekam segantang

sangat lemah (tidak berkekuatan)

terbulang ayam betina

orang yang disangka berani dsb, ternyata tidak

tercacak seperti lembing tergadai

tertegak dan terdiam tercengang-cengang

tercincang puar bergerak andilau

jika seseorang anggota keluarga dihina, tentu keluarga atau kaumnya akan turut tersinggung juga

tercubit paha kiri, paha kanan pun berasa sakit

jika salah seorang anggota keluarga menderita sesuatu, anggota yang lain pun turut merasakan

terdesak padang ke rimba

hilang akal

terdorong gajah karena besarnya

berbuat sesuatu yang kurang baik karena kekuasaannya

tiada terempang peluru oleh lalang

kehendak orang yang berkuasa tidak tertahan oleh orang yang lemah

terentak ruas ke buku

hilang akal

tergantung tidak bertali

perempuan yang tidak diurus lagi oleh suaminya, tetapi tidak dapat meminta cerai

tergerenyeng-gerenyeng bagai anjing disua antan

seorang penakut yang menepi-nepi karena ingin lari

terikat kaki tangan

tidak bebas (berkuasa) lagi

tidak terindang dedak basah

perkara (perselisihan dsb) yang sangat sulit penyelesaiannya

terjual terbeli

apa yang disuruhkan kepada orang lain, hendaknya dapat dikerjakan sendiri juga

terkalang di mata, terasa di hati

ada sesuatu yang akan dikemukakan, tetapi belum tersampaikan (terkatakan)

terkilan di hati, terkalang di mata

terasa (terbayang) dalam hati dan sulit dihilangkan

tak terkayuhkan lagi biduk hilir

sudah lemah sekali (tak kuasa lagi melanjutkan usaha)

tiada terkubak yang tiada berkodok

tidak ada negeri yang tidak ada keburukannya

sudah terlalu hilir malam, apa hendak dikata lagi

perbuatan salah yang terlanjur

terlampau dikadang, mentah

karena terlampau diperbagus, sebaliknya malahan menjadi buruk

terlampau panggang angus

kalau terlampau meninggi-ninggikan diri, akhirnya akan jatuh juga

tak akan terlawan buaya menyelam air (takkan terlawan buaya menyelam air)

orang pandai (kaya, berkuasa) tidak mungkin dapat dilawan

terlongsong perahu boleh balik, terlongsong cakap tak boleh balik

perkataan yang tajam kerap kali menjadikan celaka diri dan tidak dapat ditarik kembali, sebab itu jika orang hendak berucap, hendaklah dipikirkan lebih dahulu

termakan di cirit berendang (termakan cirit berendang)

termakan guna-guna sehingga dikuasai benar oleh orang lain

termakan di rambut

amat susah
termakan di sadah
sangat kesal hati (karena tertipu dsb)

terpasang jerat halus

terkena muslihat

terpecak peluh di muka

malu sekali

terpegang di abu hangat

mendapat atau mencampuri sesuatu yang menyusahkan saja

terpeluk di batang dedap

malang; sial

terpijak bara hangat

sangat gelisah; tidak dapat tenang

terpijak bayang-bayang

waktu tengah hari kira-kira pukul 12.00

terpijak benang arang hitam tampak

berbuat sesuatu harus berani menanggung akibat

tersabung akan induk ayam (tersabung akan itik)

sangat kecewa (tidak sesuai dengan dugaan semula)

tersendeng-sendeng bagai sepat di bawah mengkuang

orang yang kecil dan hina hendak mendekat kepada orang besar dan mulia, nyatanya kelihatan takut dan malu

tersesak padang ke rimba (ke tebing)

sudah habis akal (tidak berdaya lagi)

tersesak undang kepada yang runcing tiada dapat bertenggang lagi

habis akal budi (bicara); habis ikhtiar sehingga tidak dapat berupaya lagi

tersingit-singit bagai katung di bawah reba

sangat merendahkan diri seperti orang kecil (orang bawahan) yang takut dan malu hendak mendekati orang besar atau berkedudukan tinggi

tertambat hati, terpaut sayang

sangat cinta

tertangkap basah

tertangkap ketika sedang berbuat kejahatan; tertangkap tangan

tertangkap di ikan kalang

berhadapan dengan orang pandai, kaya, berani, dsb

tertangkup sama termakan tanah, telentang sama terminum air (tertelentang sama terminum air, tertelungkup sama termakan tanah)

sama-sama dalam suka dan duka; seia sekata; sama-sama merasakan keberuntungan atau kerugian

tertelentang berisi air, tertiarap berisi tanah

perihal orang yang terlalu miskin (lemah), tiada berdaya

tertimbun dikais, terbenam diselam

suatu hal (perkara) yang tersembunyi, diperiksa dan diselidiki dengan cermat

tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk kata dipikiri

jangan putus asa; kalau mendapat kesukaran dsb hendaklah selalu berikhtiar untuk menghindari atau mengatasinya

tiba di perut dikempiskan, tiba di mata dipicingkan, tiba di dada dibusungkan

perbuatan tidak adil (seperti terhadap A bersikap keras, terhadap B bersikap lembut)

tiba di rusuk menjeriau

sudah pada tempatnya; sudah kena benar (tentang jawaban dsb)

(jika) tidak berada-ada, masakan tempua bersarang rendah (tidak ada berada, masakan tempua bersarang rendah; tidak ada mengada, masakan tempua bersarang rendah)

jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa

(jika) tidak pecah ruyung, di mana boleh mendapat sagu

tidak akan tercapai maksud kalau tidak mau berusaha

sudah tidak tersudu oleh angsa, baharu diberikan kepada itik

orang kecil hanya beroleh apa-apa yang tidak dapat digunakan oleh orang besar

tidur bertilam air mata

sangat sedih karena merindukan kekasih

tidur bertilam pasir

tidur di mana saja (karena tidak bertempat tinggal)

tidur di atas miang (enjelai)

tidak dapat tenang (selalu gelisah)

tidur tak lelap, makan tak kenyang

sangat gelisah (karena bersusah hati, banyak pikiran, dsb)

tikus hendak menampar kucing (awak tikus hendak menampar kepala kucing; kelekatu hendak terbang ke langit; meminta tanduk kepada kuda; udang hendak mengatai ikan)

menghendaki sesuatu yang mustahil/tidak mungkin diperoleh atau terjadi; tidak insaf akan aibnya sendiri

(seperti) tikus jatuh di beras

ibarat orang yang mendapat pekerjaan yang menguntungkan dan tidak ingin meninggalkan pekerjaan itu lagi

(seperti) tikus masuk perangkap

orang yang sudah kehilangan akal; amat gelisah

(seperti) tikus masuk rumah

orang yang kecewa karena tidak terpenuhi harapannya

(bagai) tikus membaiki labu

orang yang mencoba memperbaiki sesuatu yang tidak diketahuinya, akhirnya merusaknya

timur beralih ke sebelah barat

laki-laki yang menurut pada perintah istrinya

tinggal sehelai sepinggang

tinggal pakaian yang melekat pada tubuhnya; menjadi miskin

tinggi banir tempat berlindung

setiap hal yang istimewa ada faedahnya asal tahu menggunakannya

tinggi gelepur, rendah laga

banyak cakapnya, tetapi tidak ada isinya (hasilnya, pekerjaannya); sombong

tinggi terbawa oleh ruasnya

seseorang yang masih bodoh walaupun sudah besar

tingkalak menghadap mudik, lukah menghadap hilir

segala sesuatu menurut adatnya (sifatnya, kelazimannya)

(seperti) Tionghoa karam

riuh rendah; hiruk-pikuk

tohok lembing ke semak

(perbuatan yang) sia-sia

tohok raja tidak dapat dielakkan

sukar menolak kehendak orang yang berkuasa

tohok tunggang ke buruh (ke bawah)

mudah mencelakakan orang yang di bawah perintahnya

tolak tangga berayun kaki

membuang kehidupan yang sudah enak

(seperti) toman makan anak

orang yang berbuat cabul (sumbang)

tong kosong nyaring bunyinya

orang yang bodoh biasanya banyak bualnya (cakapnya)

tongkat membawa rebah

orang yang disuruh menjaga sesuatu, tetapi dia sendiri yang merusaknya (mencuri dsb)

tua-tua keladi makin tua, makin jadi (kelapa)

dikatakan kepada orang yang makin tua makin baik atau makin buruk (kelakuannya)

tuah anjing, celaka kuda

nasib manusia tidak sama, ada yang beruntung dan ada pula yang celaka (tidak beruntung)

tuah ayam boleh dilihat, tuah manusia siapa tahu

tidak ada orang yang dapat menentukan nasib seseorang

tuah melambung tinggi, celaka menimpa, celaka sebesar gunung

berilmu tinggi, tetapi tidak mempunyai pekerjaan yang tetap sehingga hidupnya selalu susah juga

tuak terbeli, tunjang hilang

mendapat celaka (kekecewaan dsb)

tuba habis, ikan tak dapat (umpan habis, ikan tak kena)

pekerjaan yang sia-sia; usaha yang tidak mendatangkan hasil sedikit juga (tidak mendapat untung), bahkan merugi

tunggang hilang berani mati

tidak takut apa pun; tidak gentar menjalankan kewajiban (terutama yang mengenai bangsa dan negara)

tunggang hilang, tak hilang

hal ketetapan hati berani melakukan suatu pekerjaan; tidak menghiraukan bahaya ataupun mati

 


 

 

Peribahasa Indonesia huruf U

Peribahasa Indonesia huruf U

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf U

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf U:

ada ubi, ada talas, ada budi, ada balas

kejahatan dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan; barang siapa yang berbuat sesuatu tentu akan mendapat balasan yang setimpal

ucap habis, niat sampai

semua yang dikatakan langsung dilaksanakan

udang dalam tangguk

sangat gelisah (susah dsb)

(ada) udang di balik batu

ada suatu maksud yang tersembunyi

ujung jarum halus kelindan sutera

tipu muslihat yang sangat halus

ukur baju di badan sendiri (ukur baju badan sendiri)

menganggap atau menilai orang lain sama dengan anggapan atau penilaian terhadap diri sendiri

ulam mencari sambal

perempuan yang mencari laki-laki

(seperti) ular kena bedal (ular kena palu, ular kena pukul)

tidak tenang (karena marah dsb)

(seperti) ular mengutik-ngutik ekor

bergerak terus dengan gelisah (karena marah dsb)

ular menyusur akar

merendahkan diri, tetapi tidak turun martabatnya

umpan seumpan, kail sebentuk

melakukan suatu usaha dengan tidak cukup alat dan syaratnya

umpat tidak membunuh, puji tidak mengenyang

baik celaan maupun pujian tidak perlu dihiraukan

umur setahun jagung (darah setampuk pinang)

masih sangat muda; belum berpengalaman

unjuk yang tidak diberikan

berjanji akan memberi sesuatu, tetapi hanya kata-kata (tidak dipenuhi)

(bagai) unta menyerahkan diri

amat patuh menurut perintah; mengaku salah dan bertobat; menyerah dan menurut

untung ada tuah tiada

ada kekayaan, tetapi tidak bahagia hidupnya; murah rezekinya, tetapi selalu habis saja

untung sabut timbul, untung batu tenggelam

  1. untung-untungan
  2. tidak ada orang yang dapat menghindari nasibnya

upah lalu bandar tak masuk

tidak mendatangkan hasil sedikit pun

usahlah teman dimandi pagi

tidak usah kamu lebih-lebihkan (kaupuji-puji)

usang dibarui, lapuk dikajangi

  1. mana-mana yang kurang baik diperbaiki
  2. aturan (adat dsb) yang sudah dilupakan orang dihidupkan kembali

usul menunjukkan asal

dari tingkah laku (tabiat) dapat kita ketahui asalnya (tinggi rendahnya derajat dsb); kelakuan (budi bahasa) seseorang menunjukkan asal keturunannya

utang kayu ara (pinjam kayu ara)

(utang yang akan dibayar apabila kayu ara tidak bergetah) utang yang tidak akan dibayar

utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati

kebaikan hati orang akan diingat selama-lamanya; budi baik orang hanya dapat dibalas dengan kebaikan pula

utang selilit pinggang (utang sebelit pinggang; utang tiap helai bulu)

utangnya banyak sekali

 


 

 

Peribahasa Indonesia huruf Y

Peribahasa Indonesia huruf Y

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf Y

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf Y

yang berbaris, yang berpahat, yang bertakuk, yang bertebang (yang bertakuk, yang ditebang, yang bergaris, yang dipahat)

dikerjakan sebagaimana biasanya; sudah menurut aturan (adat) yang biasa

yang bulat datang bergolek, yang pipih datang melayang

keuntungan (kesenangan dsb) datang dari mana-mana

yang dikejar tiada dapat, yang dikandung berceceran

yang sudah ada binasa dan habis, yang dicari tiada dapat; yang diharapkan tidak diperoleh, bahkan yang telah ada menjadi hilang

yang lahir menunjukkan yang batin

kelakuan orang menunjukkan tabiatnya atau perasaan hatinya

yang merah saga, yang kurik kundi

yang indah dan yang baik ialah budi bahasa, bukan rupa atau wajah

yang seorang menabur dan yang lain menuai
yang teguh disokong, yang rebah ditindih

yang sudah kuat (kaya dsb) dibantu, sedang yang lemah (miskin dsb) digencet; yang sudah celaka (miskin) bertambah celaka (miskin)

yang terbujur lalu, yang terlintang patah

siapa yang tidak melawan akan selamat, yang menentang akan binasa (sesuatu yang harus diturut)

 


 

 

Peribahasa Indonesia huruf Z

Peribahasa Indonesia huruf Z

 

Peribahasa Indonesia mulai huruf Z

Berikut adalah peribahasa Indonesia yang dimulai dari huruf Z

zaman beralih, musim bertukar

segala sesuatu hendaknya disesuaikan dengan keadaan zaman

 


 

Bacaan Lainnya Yang Dapat Membuat Anda lebih Pintar

Peribahasa Indonesia Peribahasa Indonesia Peribahasa Indonesia Peribahasa Indonesia Peribahasa Indonesia Peribahasa Indonesia Peribahasa Indonesia

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ohh begitu ya…” akan sering terdengar jika Anda memasang applikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

                       

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-08-21T12:10:15+00:00 Agustus 19th, 2018|Lainnya|0 Comments

Leave A Comment