fbpx

Rata-Rata Harapan Hidup Orang Indonesia Adalah Berumur 68,9 Tahun

Nomer Berapa Indonesia dalam Indeks Pembangunan Manusia?

Badan PBB Urusan Program Pembangunan (UNDP) menyatakan Indonesia sebagai negara berkembang yang terus mengalami kemajuan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia menempati peringkat ke 110 dari 187 negara, dengan nilai indeks 0,684. Jika dihitung dari sejak tahun 1980 hingga 2014, berarti IPM Indonesia mengalami kenaikan 44,3 persen.


Indonesia Rangking 110

Indonesia termasuk peringkat nomer 110 dari 188 negara. Yang berarti, Indonesia termasuk di skala “medium”:

Index IPM statistik tahun 2014: 0,684

Harapan hidup: 68,9 tahun
Harapan tahun bersekolah: 13 tahun
Rata-rata waktu sekolah: 7,6 tahun (yang sudah dijalani oleh orang berusia 25 tahun keatas)
Pendapatan Nasional bruto: 9,788 USD
GNI minus rangking IPM: – 9

Index IPM statistik tahun 1980: 0,474

Harapan hidup: 59,6 tahun
Harapan tahun bersekolah: 8,7 tahun
Rata-rata waktu sekolah: 3,1 tahun (yang sudah dijalani oleh orang berusia 25 tahun keatas)
Pendapatan Nasional bruto: 2,901  USD
GNI minus rangking IPM: – 9


Norwegia Rangking 1

Perbedaan Dengan Negara Norwegia Yang Menduduki Rangking 1 Di Dunia
Index IPM statistik tahun 2014: 0,944
Harapan hidup: 81,6 tahun
Harapan tahun bersekolah: 17,5 tahun
Rata-rata waktu sekolah: 12,6 tahun (yang sudah dijalani oleh orang berusia 25 tahun keatas)
Pendapatan Nasional bruto: 64,992 USD
GNI minus rangking IPM: 5


Harapan Hidup Orang Indonesia


Apakah IPM?

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) / Human Development Index (HDI) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf (kemampuan membaca dan menulis), pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia.

IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang  dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup. Indeks dikembangkan oleh Amartya Sen dan Mahbub ul Haq.


Sejarah IPM

Indeks ini pada 1990 dikembangkan oleh pemenang nobel India Amartya Sen dan seorang ekonom Pakistan Mahbub ul Haq, serta dibantu oleh Gustav Ranis dari Yale University dan Lord Meghnad Desai dari London School of Economics. Sejak itu indeks ini dipakai oleh Program pembangunan PBB pada laporan IPM tahunannya.

Indeks ini sering digambarkan sebagai “pengukuran vulgar” oleh Amartya Sen karena batasannya, indeks ini lebih fokus pada hal-hal yang lebih sensitif dan berguna daripada hanya sekedar pendapatan perkapita yang selama ini digunakan. Indeks ini juga berguna sebagai jembatan bagi peneliti yang serius untuk mengetahui hal-hal yang lebih terinci dalam membuat laporan pembangunan manusianya.

 

Pengukuran IPM

IPM mengukur pencapaian rata-rata sebuah negara dalam 3 dimensi dasar pembangunan manusia:

  • Hidup yang sehat dan panjang umur yang diukur dengan harapan hidup saat kelahiran.
  • Pengetahuan yang diukur dengan angka tingkat baca tulis pada orang dewasa (bobotnya dua per tiga) dan kombinasi pendidikan dasar, menengah , atas gross enrollment ratio (bobot satu per tiga).
  • Standard kehidupan yang layak diukur dengan logaritma natural dari PDB (Produk Domestik Bruto) per kapita dalam paritas daya beli (Purchase Power Parity, PPP).

 

Bacaan Lainnya


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

 

Sumber: Human Development Reports

    

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

 


By | 2018-05-02T10:03:58+00:00 Maret 1st, 2017|Ilmu Pengetahuan, Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment