Suku Besemah: Suku bangsa yang mendiami di daerah Sumatra

2 min read

Suku Besemah Sumatra

Suku Besemah

Suku bangsa yang mendiami wilayah kabupaten Empat Lawang, kabupaten Lahat, Ogan Komering Ulu dan di sekitar kawasan gunung berapi yang masih aktif, gunung Dempo (Sumatera Selatan).

Suku bangsa ini juga banyak yang merantau ke daerah-daerah di provinsi Bengkulu. Provinsi ini terletak di bagian barat daya Pulau Sumatra.

Bahasa Suku Besemah

Bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu Tengah. Bahasa Melayu Tengah adalah sebuah cabang dari bahasa Melayu yang digunakan di wilayah Sumatra Selatan, dataran tinggi tengah Bukit Barisan barat ke Samudra Hindia sepanjang pantai Bengkulu, timur ke lembah-lembah sungai Lematang dan Ogan; Muara Enim selatan dan Lahat bagian timur dan tenggara.

Suku Besemah
Kepala desa Muara Beliti dan keluarganya (1939)

Seperti Apa Kehidupan Suku Besemah?

Pertanian adalah kegiatan ekonomi prinsip dari suku Besemah dan didasarkan pada 3 tanaman utama: beras, karet dan kopi. Tanam dan panen dilakukan oleh kelompok-kelompok 5 sampai sepuluh orang yang bekerja dan diberi upah atau sistem berbagi tanam dan barter.

Sebagian besar rumah Besemah dibangun dari kayu dengan atap seng. Mereka biasanya memiliki 3 – 4 kamar termasuk dapur tertutup di bagian belakang rumah. Rumah tradisional suku Besemah dibangun di atas panggung 1,5 – 2,5 meter dari tanah.

Area di bawah rumah digunakan untuk berbagai keperluan. Beberapa di antaranya tempat untuk mendinginkan pada hari yang panas atau tempat untuk menyimpan alat-alat, makanan dan barang-barang lainnya.

Suku Besemah Sumatra
Wanita suku Besemah melakukan tarian.

Tari Kebagh

Tari Kebagh atau sebelumnya dikenal dengan nama Semban Bidodari adalah tarian tradisional Palembang yang berasal dari Pagaralam, Sumatera Selatan, Indonesia. Tarian ini bercirikan gerakan membuka kedua tangan, seperti melebarkan sayap, biasanya dilakukan untuk menyambut tamu-tamu terhormat dalam upacara adat.

Kebagh merupakan salah satu tarian tradisional tertua yang sangat populer di daerah Besemah sejak zaman dahulu. Meski sempat dilarang hingga tahun 1940-an oleh pemerintah kolonial Belanda, namun tarian ini tetap dilestarikan dan diajarkan secara turun-temurun.

Kata kebagh berasal dari bahasa Besemah yang berarti melebarkan sayap, sedangkan semban bidodari mengacu pada selendang besar yang dikenakan penari.

Pada 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) menetapkannya sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.

Pertunjukan tari kebagh biasanya didahului dengan ritus-ritus yang dianggap sakral. Sebelum menari, para penari melakukan ritual menabur beras kunyit, yang artinya “meminta izin kepada bidadari untuk menarikan tarian”. Menurut kepercayaan masyarakat Besemah, sebagaimana dicatat dalam dokumen Kemendikbud, tari ini hanya ditarikan oleh perempuan yang sedang suci haid (tidak dalam keadaan haid) dan hati yang bersih (tidak sedang memikirkan duniawi).


Tari kebagh adalah tarian tradisional yang terkenal di kabupaten Besemah, Pagaralam, Indonesia. RaiyaniM, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons


Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber foto: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen (Wanita suku Besemah melakukan tarian), Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen (Kepala Desa)

Sumber bacaan: Edu Blogs, Besemah Blogspot, Praying for Indonesia, Pemkot PAGARALAM

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *