Wali Songo – Nama-Nama 9 Sunan, Sejarah dan Asal -Usul

Siapakah Wali Songo?

Wali Songo adalah kesembilan orang yang pada umumnya dianggap telah memperkenalkan Islam ke Pulau Jawa.

Wali (bahasa Arab wali: وَلِيّ, walīy; jamak أَوْلِيَاء, ʾawliyāʾ), merupakan sebuath kata bahasa Arab yang telah banyak diterjemahkan sebagai “tuan”, “otoritas”, “penjaga”, “pelindung” dan “teman”, paling sering digunakan oleh Muslim untuk menunjukkan seorang suci Islam, sebaliknya disebut dengan “sahabat Allah” yang lebih literal.

Nama-Nama Wali Songo

Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim
Sunan Ampel atau Raden Rahmat
Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim
Sunan Drajat atau Raden Qasim
Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq
Sunan Giri atau Raden Paku atau ‘Ainul Yaqin
Sunan Kalijaga atau Raden Syahid
Sunan Muria atau Raden Umar Said
Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah

Komposisi kesembilan wali bervariasi, bergantung pada sumber yang berbeda. Daftar berikut diterima secara luas, tetapi keasliannya sangat bergantung pada kutipan berulang dari beberapa sumber awal, yang diperkuat sebagai “fakta” dalam buku teks sekolah dan catatan modern lainnya. Daftar ini agak berbeda dengan nama yang disarankan dalam manuskrip Babad Tanah Jawi.

Satu teori tentang variasi komposisi adalah: “Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa ada dewan yang terdiri dari sembilan pemimpin agama yang longgar, dan bahwa ketika anggota yang lebih tua pensiun atau meninggal, anggota baru dibawa ke dalam dewan ini”.

Namun, itu Perlu diingat bahwa istilah “wali songo” diciptakan secara surut oleh para sejarawan, sehingga tidak ada “kelompok sembilan” resmi yang memiliki keanggotaan. Lebih jauh, perbedaan dalam kronologi wali menunjukkan bahwa mungkin tidak pernah ada masa ketika sembilan dari mereka hidup secara bersamaan.

Beberapa dari hubungan keluarga yang dijelaskan di bawah ini didokumentasikan dengan baik; yang lainnya kurang yakin. Bahkan saat ini, di Jawa adalah hal yang umum bagi seorang teman keluarga disebut “paman” atau “saudara laki-laki” meskipun tidak memiliki hubungan darah.

Baca juga 👉 Sejarah Kerajaan Demak di Jawa Tengah (1475–1554)

Asal-Asul Wali Songo

Beberapa orang Muslim datang ke Jawa dari Gujarat, India melalui Samudera Pasai (bagian dari apa yang sekarang disebut Aceh). Wali Songo paling awal adalah Maulana Malik Ibrahim (berasal dari Samarkand, nama kota di Uzbekistan) yang tiba di Pulau Jawa pada tahun 1419 Masehi.

Uzbekistan adalah sebuah negara antar benua yang terletak sebagian di Asia Tengah dan Eropa Timur yang sebelumnya merupakan bagian dari negara Uni Soviet. Negara dengan wilayah yang terkurung daratan ini berbatasan dengan Kazakhstan di sebelah barat dan  utara, Kirgizstan dan Tajikistan di timur dan Afganistan dan Turkmenistan di selatan.

Menelusuri garis silsilah lebih jauh dari Maulana Malik Ibrahim adalah problematis, tetapi kebanyakan ahli sepakat bahwa mereka semua adalah keturunan Arab.

Meskipun silsilah tercantum dalam berbagai kronik kerajaan Jawa (seperti Sejarah Banten) untuk menunjukkan garis keturunan leluhur, istilah tasawuf mengacu pada garis keturunan guru. Beberapa dari silsilah spiritual ini dikutip oleh van Bruinessen dalam studinya tentang Kesultanan Banten, khususnya tentang Sunan Gunung Jati yang merupakan inisiat dari berbagai tarekat sufi.

Meskipun kepercayaan populer kadang-kadang menyebut wali songo sebagai “pendiri” Islam di Jawa, agama tersebut hadir pada saat laksamana Muslim Cina Zheng He tiba dalam pelayaran pertamanya (1405-1407 M).

Beberapa Wali Songo memiliki keturunan Tionghoa; Misalnya Sunan Ampel (nama Cina: Bong Swi Ho), Sunan Bonang (anak Ampel, Bong Ang), dan Sunan Kalijaga (Gan Si Cang).

Wali Songo - Nama-Nama 9 Sunan, Sejarah dan Asal -Usul

Masjid Agung Demak, diyakini sebagai salah satu tempat berkumpulnya para wali yang paling awal.. Artikel: Wali Songo – Nama-Nama 9 Sunan, Sejarah dan Asal -Usul.

Nama 9 Wali Songo

Maulana Malik Ibrahim juga dikenal sebagai Sunan Gresik

Tiba di Jawa 1404 M, meninggal tahun 1419 M, dimakamkan di Gresik, Jawa Timur. Kegiatan termasuk perdagangan, penyembuhan, dan peningkatan teknik pertanian. Ayah Sunan Ampel dan paman Sunan Giri.

Budi pekerti dan ramah tamah selalu diperlihatkan saat pergaulan sehari-hari dengan masyarakat. Sunan Gresik juga mengajarkan cara bercocok ke masyarakat untuk mengambil hati.

Sunan Gresik juga mendirikan pondok pesantrena dan masjid sebagai tempat untuk mengajarkan agama Islam.

Sunan Ampel

Lahir di Champa tahun 1401 M, meninggal tahun 1481 M di Demak, Jawa Tengah. Daerah Champa meliputi area pegunungan di sebelah barat daerah pantai Indochina, yang dari waktu ke waktu meluas meliputi wilayah Laos sekarang. Sunan Ampel memiliki nama China: Bong Swi Ho.

Dapat dianggap sebagai focal point dari wali songo: dia adalah anak dari Sunan Gresik dan ayah dari Sunan Bonang dan Sunan Dradjat. Sunan Ampel juga merupakan sepupu dan ayah mertua dari Sunan Giri. Selain itu, Sunan Ampel merupakan kakek dari Sunan Kudus. Sunan Bonang kemudian mengajar Sunan Kalijaga, ayah dari Sunan Muria. Sunan Ampel juga guru dari Raden Patah.

Sunan Giri

Lahir di Blambangan (sekarang Banyuwangi, bagian paling timur Jawa) pada tahun 1442 Masehi. Ayahnya Maulana Ishak adalah saudara laki-laki Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri disebut juga Joko Samodro (nama kecilnya), juga Raden Paku, kemudian dijuluki oleh Raden Rakhmad dan karena keistimewaannya yang dimiliki oleh Raden Rakhmad, Sunan Ampel memanggilnya Ainul Yakin dan kemudian ketika ia dinyatakan sebagai kepala pemerintahan Islam di Jawa Ia mendapat gelar ‘Prabu Satmoto’ adalah putra Syeh Maulana Malik Ishaq dengan putri Blambangan, Dewi Sekar Dadu.

Makam Sunan Giri berada di Gresik dekat Surabaya. Makam Sunan Giri terletak di desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, sekitar dua 2 km arah selatan kota Gresik.

Sunan Giri atau Raden Paku tidak hanya menyebarkan Islam di tanah Jawa tapi juga sampai ke Maluku. Sunan Giri menyebarkan Islam melalui dunia seni dan sangat berpengaruh terhadap pemerintahan di Kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa. Kompleks kuburan yang berada di puncak bukit Giri berada di tengah-tengah kuburan keluarga dan umum pada masa itu.

Sunan Giri yang merupakan salah satu anggota Wali Songo yang juga menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, meninggal dunia pada tahun 1428 saka atau tahun 1506 M.

Sarana tersebut adalah areal parkir jamaah, dan di dalam kompleks pemakaman terdapat fasilitas penunjang: Masjid Giri, dan wisata daya tarik lainnya dan di dalam Makam Sunan Giri terdapat: kubah kuburan kayu jati asli, dindingnya terdiri dari panel flora, sedangkan ada Scorpion Makara pada pintu kubahnya yang bermotif flora. Banyak motif kelalaian arkeologi pada masa awal agama Islam, misalnya pintu gerbang kuburan yang terbuat dari batu berbentuk kepala raja naga.

Sunan Bonang

Lahir pada tahun 1465 M di Rembang (dekat Tuban) di pantai utara Jawa Tengah, memiliki nama China: anak Ampel, Bong Ang. Meninggal tahun 1525 M dan dimakamkan di Tuban. Saudara laki-laki Sunan Drajat. Lagu gubahan untuk orkestra gamelan.

Sunan Giri atau Raden Paku tidak hanya menyebarkan Islam di tanah Jawa tapi juga sampai ke Maluku. Sunan Giri menyebarkan Islam melalui dunia seni dan sangat berpengaruh terhadap pemerintahan di Kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa.

Sunan Drajat

Lahir pada tahun 1470 M. Saudara dari Sunan Bonang. Lagu gubahan untuk orkestra gamelan.

Sunan Drajat atau Raden Qasim menggunakan kegiatan sosial sebagai media untuk berdakwah. Ia yang mempelopori penyantunan kepada anak-anak yatim dan orang-orang sakit. Di bidang politik Sunan Drajat sangat mendukung Kerajaan Demak.

Sunan Kudus

Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq cara mendekati masyarakat dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Itu bisa terlihat pada arsitektur Masjis Kudus yang memiliki keunikan.

Meninggal 1550 M, dimakamkan di Kudus. Kemungkinan pencetus wayang golek.

Sunan Kalijaga

Nama lahirnya adalah Raden Mas Said, memiliki nama China: Gan Si Cang dan dia adalah putra Adipati Tuban, Tumenggung Harya Wilatikta.

Dimakamkan di Kadilangu, Demak. Menggunakan wayang kulit dan musik gamelan untuk menyampaikan ajaran spiritual.

Sunan Kalijaga atau Raden Mas Syahid dalam dakwahnya dengan memanfaatkan media wayang. Di mana memasukan cerita-cerita tentang ajaran-ajaran Islam. Tidak hanya lewat wayang, tapi juga lewat seni ukir atau seni suara. Beberapa lagu yang berhasil diciptakan seperti Lir Ilir atau Gundul Pacul. Cara itu dipakai untuk menarik dan mengambil hati masyarakat. Bahkan terkesan efektif.

Sunan Muria

Dimakamkan di Gunung Muria, Kudus. Putra Sunan Kalijaga dan Dewi Soejinah (saudara perempuan Sunan Giri), jadi cucu Maulana Ishak.

Sunan Muria atau Raden Umar Said ikut membantu berdirinya Kerajaan Islam Demak. Ia banyak menyebarkan Islam di sekitar Jawa Tengah. Sarana yang dipakai untuk berdakwah sama yang dipakai Sunan Kalijaga, yakni lewat kesenian dan kebudayaan.

Sunan Gunung Jati

Dimakamkan di Cirebon. Pendiri dan penguasa pertama Kesultanan Cirebon. Putranya, Maulana Hasanudin, menjadi pendiri dan penguasa pertama Kesultanan Banten.

Sunan Gunung Jati merupakan satu-satunya wali yang menjadi kepala pemerintah. Ia mendirikan Kasultanan Cirebon dan Banten. Posisinya tersebut dimanfaatkan untuk menyebarkan dan mengembangkan Islam. Cara berdakwah yang dipakai cenderung seperti Timur Tengah yang lugas dan mendekati masyarakat dengan membangun infrastruktur.

Bacaan Lainnya

Pasang iklan gratis di toko pinter

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Project Gutenberg, Wikipedia (Inggris), TRT World, The Australian Public Access Network Association Inc, Facts and Details, Kompas, TU DublinKyoto Review of Southeast Asia, Digitala Vetenskapliga Arkivet (pdf), Asia Society, UIN Malang, UNESCO

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

By | 2020-10-18T01:36:16+07:00 Oktober 16th, 2020|AGAMA, Geografi & Sejarah, Islam|0 Comments

Leave A Comment