Value investing adalah salah satu teknik investasi yang berbasis analisis fundamental dalam pasar modal

Value Investing

Value investing adalah salah satu teknik investasi yang berbasis analisis fundamental dalam pasar modal. Value investing dilakukan dengan cara menganalisa rasio pada fundamental perusahaan, harga wajar (Intrinsic Value) saham dan Margin of Safety (MoS) untuk mencari saham yang tergolong ‘murah’ (Undervalued).

Startegi investasi untuk menemukan saham super dengan harga yang lebih murah dari harga wajarnya.

Strategi tersebut dilakukan dengan berfokus pada value dari saham tertentu melalui analisis rasio fundamental perusahaan, seperti harga wajar, laba, price to earning ratio (PER), arus kas perusahaan, kemampuan membayar utang, dan prospek masa depan dari perusahaan tersebut.

Pengertian PBV (Price to Book Value) dan Rumus PBV – Price to Book Value atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Rasio Harga terhadap Nilai Buku yang disingkat dengan PBV adalah rasio valuasi investasi yang sering digunakan oleh investor untuk membandingkan nilai pasar saham perusahaan dengan nilai bukunya.

Contoh:
Rasio harga wajar, kadang dalam pembelian barang pada suatu perusahan belum tentu berharga pada perusahaan lainnya. Contohnya perusahaan mobil Tesla membeli GM, beberapa mesin belum tentu bisa dipakai semuanya untuk Tesla.

Jadi, sebelum membeli saham, kita harus tahu pasti seluk beluk perusahaannya.

Dasar Pemikiran Value Investing

Strategi value investing diklaim menjadi strategi yang penting untuk diterapkan investor. Hal tersebut berangkat dari kemungkinan bahwa pasar salah memahami perusahaan atau meremehkan potensi penghasilan yang sebenarnya dari perusahaan tersebut.

Baca juga 👉 Risiko Saham Jatuh – Risiko Berinvestasi Saham – Risiko Trading Saham

Bagaimana Anda menilai perusahaan untuk investasi?

Cara memaksimalkan penilaian Anda:

  • Buat kasus yang bagus. Tunjukkan pada investor mengapa ada nilai keluar potensial yang sangat besar untuk perusahaan Anda.
  • Maksimalkan potensi valuasi keluar dengan menghilangkan keraguan atau hambatan yang dianggap investor membatasi valuasi naik. Misalnya, jika Anda memiliki celah di tim manajemen Anda, maka identifikasi orang-orang yang akan bergabung dengan tim setelah dana diperoleh.
  • Pahami sepenuhnya. Memahami penilaian perusahaan lain pada tahap yang sedikit lebih lambat. Identifikasi dan pahami kesenjangan (teknis atau komersial) antara bisnis Anda dan bisnis mereka. Kemudian, fokuskan rencana bisnis perusahaan Anda untuk menutup celah ini.
  • Temukan pesaing investasi. Jika ada persaingan untuk kesepakatan Anda, seorang investor akan lebih cenderung memberi Anda penilaian yang lebih tinggi. Namun, investor dapat berbicara satu sama lain, jadi jangan “mainkan kartu itu” jika kompetisi tidak ada.

Contoh Value Investing

Harga saham perusahaan A bertengger di level Rp10.000 dengan kemampuan menghasilkan laba per saham sebesar Rp500. Dengan begitu, price to earnings ratio (PER) dari perusahaan tersebut adalah Rp10.000 / Rp500 = 20 kali.

Sementara itu, harga saham perusahaan B bertengger di level Rp1.000 dengan kemampuan menghasilkan laba sebesar Rp20. Dengan begitu, PER dari perusahaan tersebut adalah Rp1.000 / Rp20 = 50 kali.

Dua kasus di atas menunjukkan bahwa meskipun harga saham B lebih murah, secara PER, perusahaan B lebih mahal daripada perusahaan A. Sebab, perusahaan A hanya mempunyai PER 20 kali, sedangkan perusahaan B 50 kali.

Keunggulan dan Kelemahan Value Investing

Mengapa strategi value investing amat disarankan bagi para investor? Sebab, strategi ini dapat dilakukan oleh siapa pun, bukan terbatas pada investor dengan modal besar, melainkan juga investor dengan modal minim. Kuncinya, Anda harus rajin membaca dan cermat dalam menilai pasar.

Selain itu, strategi ini diakui memiliki risiko yang lebih rendah. Pasalnya, strategi value investing lebih baik diterapkan dalam jangka panjang sehingga investor dapat terhindar dari fluktuasi pasar yang umumnya terjadi dalam jangka pendek.

Meskipun begitu, value investing mempunyai kelemahan, yaitu adanya paksaan bagi investor tersebut untuk ber-mindset investor. Artinya, strategi ini diklaim kurang cocok untuk seseorang dengan mindset trader jangka pendek.

Fluktuasi pasar dalam jangka waktu yang lebih kecil membuat seseorang cenderung mengambil keputusan secara emosional ketimbang rasional, di mana hal itu berlawanan dengan prinsip value investing yang dapat memberikan return yang optimal jika dilakukan dalam jangka panjang.

Selain itu, dalam strategi value investing, penting untuk mempertimbangkan intrinsic value, di mana hal itu cukup sulit untuk diukur. Intrinsic value adalah nilai sebenarnya atau nilai wajar yang terkandung dari sebuah saham. Kesulitan mengukur intrinsic value sangat bergantung pada informasi yang tersedia dan dapat diakses oleh investor tersebut.

Bacaan Lainnya

Pasang iklan gratis di toko pinter

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: MaRS Discovery District, Investopedia,

Informasi: investasi melibatkan risiko. Sebagai aturan umum, Anda hanya boleh memperdagangkan produk keuangan yang Anda kenal dan memahami risiko yang terkait dengannya. Peringatan risiko yang dijelaskan dalam setiap produk keuangan di atas ini tidak lengkap, Anda harus mempertimbangkan dengan cermat pengalaman investasi Anda, situasi keuangan, tujuan investasi, tingkat toleransi risiko dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan independen Anda mengenai kesesuaian situasi Anda sebelum melakukan investasi apa pun.

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2020-05-20T04:00:59+07:00 Mei 20th, 2020|Lainnya|0 Comments

Leave A Comment