Bioma : Tundra, Taiga/hutan Konifer, Padang Gurun, Padang Rumput, Hutan Gugur dan Hutan Hujan Tropis – Penjelasan dan Contoh

14 min read

Penjelasan Bioma

Bioma adalah komunitas tumbuhan dan hewan yang memiliki karakteristik umum untuk lingkungan tempat mereka berada. Bioma dapat ditemukan di berbagai benua. Bioma adalah komunitas biologis berbeda yang telah terbentuk sebagai respons terhadap iklim fisik bersama. Bioma adalah istilah yang lebih luas daripada habitat; bioma apa pun dapat terdiri dari berbagai habitat.

Jenis Bioma

Berikut ini adalah pembagian bioma: tundra, taiga/hutan konifer, padang gurun, padang rumput, hutan gugur dan hutan hujan tropis.

1. Bioma tundra

Tundra adalah suatu bioma tempat terhambatnya pertumbuhan pohon dengan rendahnya suhu lingkungan sekitar. Oleh karena itu, daerah ini disebut daerah tanpa pohon. Tundra terdapat di wilayah bumi sebelah utara (lingkaran arktika), juga ditemukan di dekat antartika, dan terdapat di puncak pegunungan yang tinggi.

Kata “tundra” berasal dari bahasa Rusia тундра (tûndra) dengan kata tūndâr dari bahasa Sami yang berarti “dataran tinggi” atau “daerah pegunungan tanpa pohon”.

Iklim kutub dengan musim dingin yang panjang serta gelap dan musim panas yang panjang dan terang terus-menerus serta memiliki curah hujan yang rendah menjadi corak khas bioma ini.

Pada daerah ini, kebanyakan tumbuhan yang hidup biasanya berupa lumut atau tanaman perintis, rerumputan, tumbuhan biji semusim, dan tumbuhan kayu yang pendek. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya sekitar 4 bulan.

Penyebaran

Bioma tundra merupakan bioma yang terdapat di daerah lingkar kutub utara dan sebagian kecil di selatan. Di kutub utara, bioma ini terdapat di sekitar arktika, termasuk Greenland.

Sementara di kutub selatan, bioma ini terdapat di Antarktika dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Tundra di arktika sangat luas, mencapai 20% permukaan tanah Bumi.

Ciri-ciri bioma tundra

  • Hampir seluruh wilayahnya tertutup es yang tanahnya sebagian besar batuan induk yang telah mengalami sedikit pelapukan.
  • Usia tanaman relatif pendek, sekitar 30—140 hari.
  • Sangat sedikit curah hujan tahunan, air tidak dapat menembus permafrost di bawahnya dan akan menumpuk di dalam kolam di atas bunga tanah yang dangkal selama musim panas yang pendek.
  • Memiliki musim dingin yang panjang (9 bulan) dan gelap serta musim panas berlangsung cepat (3 bulan) dan terang. Saat musim panas, vegetasi tumbuhan mulai berkembang.
  • Curah hujannya rendah, sekitar 100—250 mm/tahun.
    Permafrost (memliki tanah bagian bawah yang membeku secara permanen)
  • Kecepatan angin yang tinggi dan suhu yang sangat rendah dengan rata-rata suhu tertinggi 10 derajat Celsius dan terendah -35°C.

Flora

Daerah yang berawa ditumbuhi rumput teki, rumput kapas, dan gundukan gambut.
Pada daerah cekungan yang basah seperti di Greenland, terdapat semak salik dan bentula.
Daerah yang agak kering ditumbuhi lumut, teki-tekian, tumbuhan Ericeceae, dan beberapa tumbuhan yang berdaun agak lebar.
Pada lereng-lereng batu, terdapat lumut kerak dan alga.

Fauna

Fauna yang terdapat di wilayah ini umumnya memiliki bulu dan lapisan lemak yang tebal untuk menjaga tubuhnya tetap hangat. Hewan-hewan yang tinggal di wilayah tundra ada yang menetap dan ada yang datang hanya pada musim panas.

Contoh fauna di bioma tundra misalnya muscox (bison kutub), reinder (rusa kutub), pinguin, singa laut, rubah, tupai, kelinci salju, beruang kutub, dan walrus.

Jenis-jenis burung yang hidup di bioma tundra misalnya itik, angsa, burung elang dan burung hantu.

Fauna khas yang hidup di air misalnya paus Beluga (paus putih) dan paus Narwhal (paus bertanduk).

Karakter yang bisa digunakan sebagai penanda tundra pada burung yang ada di tundra, punya deskripsi pada kulitnya / bulu yang berwarna putih dan hitam. Alasan muncul warna ini menunjukkan cara adaptasi. Warna putih untuk menahan panas dari tubuh ketika musim dingin dan warna hitam untuk meneruskan panas ketika musim panas.

2. Bioma taiga/hutan konifer

Taiga adalah hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya.

Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya antara lain rusa besar, beruang hitam, beruang cokelat, rubah, serigala, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.[1][2] Taiga banyak ditemukan di belahan bumi utara, misalnya di wilayah negara Rusia dan Kanada.

Bioma Taiga merupakan bioma terluas dari bioma-bioma lain yang ada di bumi.

Ciri-ciri bioma taiga

  • Taiga yaitu mempunyai musim dingin yang cukup panjang dan musim kemarau yang panas dan sangat singkat yaitu berlangsung selama 1-3 bulan. Kemudian selama musim dingin, air tanah berubah menjadi es dan mencapai 2 meter di bawah permukaan tanah.
  • Jenis tumbuhan yang hidup sangat sedikit, biasanya hanya terdiri dari dua atau tiga jenis tumbuhan.
  • Pohon-pohon di daerah taiga mempunyai daun yang terbentuk seperti jarum dan mempunyai zat lilin dibagian luarnya sehingga tahan terhadap kekeringan.
  • Contoh jenis-jenis tumbuhan konifer tersebut adalah alder, betula, juniper, dan spruce.
  • Kondisi tersebut menyebabkan hanya sedikit hewan yang dapat hidup di daerah taiga.

Baca juga ? Apa Yang Dimaksud Dengan Ekonomi Ekologis?

3. Bioma padang gurun

Dalam istilah geografi, gurunpadang gurun atau padang pasir adalah suatu daerah yang menerima curah hujan yang sedikit – kurang dari 250 mm per tahun. Gurun dianggap memiliki kemampuan kecil untuk mendukung kehidupan. Jika dibandingkan dengan wilayah yang lebih basah hal ini mungkin benar, walaupun jika diamati secara saksama, gurun sering kali memiliki kehidupan yang biasanya tersembunyi (khususnya pada siang hari) untuk mempertahankan cairan tubuh. Kurang lebih sepertiga wilayah bumi adalah berbentuk gurun.

Bentang gurun memiliki beberapa ciri umum. Gurun sebagian besar terdiri dari permukaan batu karang. Bukit pasir yang disebut erg dan permukaan berbatu merupakan bagian pembentuk lain dari gurun.

Gurun kadang memiliki kandungan cadangan mineral berharga yang terbentuk di lingkungan kering (bahasa Inggris: ‘arid’) atau terpapar oleh erosi. Keringnya wilayah gurun menjadikannya tempat yang ideal untuk pengawetan benda-benda peninggalan sejarah serta fosil. Air tanah di gurun cenderung asin karena larutan garam dalam tanah tidak cenderung berpindah baik karena pencucian oleh air maupun drainase

Persebaran bioma gurun banyak terdapat di wilayah benua Afrika Utara (Sahara), Amerika Utara (Great Basin), Australia (Gibson), Asia (Takla Makan), dan Indonesia (Parangtritis).

Lingkungan biotik:

  • flora: tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan yang kering (xerofit) seperti kaktus, pohon kurma, dan zaitun
  • fauna: hewan besar yang mampu menyimpa air seperti unta, sedangkan hewan kecil hanya aktif pada pagi dan malam hari di mana pada siang harinya bersembunyi di lubang-lubang seperti ular, tikus, kadal, dan serangga.

Komponen penyusun Bioma Gurun

Bioma Gurun tersusun atas komponen abiotik dan biotik yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komponen tersebut antara lain :

1. Komponen Abiotik

Komponen abiotik pada bioma gurun diantaranya adalah suhu, tanah, dan air.

2. Komponen Biotik

Komponen biotik pada bioma gurun diantaranya adalah :

Tumbuhan. Tumbuhan yang terdapat pada bioma gurun ini hanya sedikit. Hanya yang memiliki adaptasi terhadap lingkungan gurun saja yang dapat bertahan hidup.

Hewan. Hewan yang dapat ditemukan pada daerah gurun ini adalah hewan yang mampu menghemat air atau hewan – hewan yang tidak memerlukan banyak air dalam waktu tertentu.
Pengurai. Kelompok ini sangat penting dalam suatu ekosistem karena dengan pengurai, unsur – unsur organik penyusun makhluk hidup akan menambah kekayaan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tumbuhan.

Ciri-ciri Bioma Gurun

Bioma gurun memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

  • Curah hujan sangat rendah, yaitu kurang dari 250 mm/ tahun
    Keadaan tanah sangat tandus dan tidak dapat menyimpan air.
  • Intensitas panas matahari yang tinggi.
  • Kecepatan penguapan (Evaporasi) sangat tinggi.
  • Kelembapan udara sangat rendah.
  • Suhu lingkungan yang ekstrim, suhu siang hari bisa mencapai 60º C dan malam hari mencapai 0º C.
  • Air tanah cenderung asin. Hal ini disebabkan oleh larutan garam dalam tanah cenderung tidak berpindah, baik karena pencucian oleh air maupun drainase.
  • Tumbuhan yang hidup tergolong xerofit yang memiliki ciri – ciri seperti mempunyai akar yang panjang, batang dan daunnya memiliki lapisan lilin yang berguna untuk mencegah penguapan.

Baca juga ? Gurun Pasir Terbesar Di Dunia Adalah?

4. Bioma padang rumput (Stepa)

Sebuah padang rumput merupakan habitat terbuka, ladang, atau lapangan yang ditumbuhi oleh rumput dan tanaman tak berkayu lainnya. Padang rumput menarik banyak satwa liar dan mendukung flora dan fauna yang tidak dapat berkembang di habitat lain.

Padang rumput menyediakan area untuk bersarang, mengumpulkan makanan, dan kadang-kadang berlindung, jika vegetasi cukup tinggi, menjadikannya penting secara ekologi. Ada beberapa jenis padang rumput, seperti pertanian, transisi, dan abadi, masing-masing penting bagi ekosistem. Padang rumput dapat terjadi secara alami atau dibuat secara buatan dari semak atau hutan yang ditebangi.

Ciri-ciri Bioma Stepa

Ciri – ciri yang terdapat pada Bioma Stepa antara lain :

  • Curah hujan yang tidak teratur, antara 250-500 mm/tahun
    Suhu 19ºC – 30ºC saat musim panas, 12ºC – 20ºC saat musim dingin
  • Suhu udara di siang 45ºC dan di malam hari sekitar 0ºC.
  • Memiliki kelembaban udara yang sangat rendah.
  • Evaporasi (penguapan) tinggi yang lebih cepat dari prepitiasi (hujan)
    Tanahnya berupa tanah tandus yang pada umumnya tidak mampu menyimpan air yang disebabkan oleh rendahnya tingkat porositas tanah dan sistem penyaluran yang kurang baik sehingga menyebabkan rumput-rumput tumbuh dengan subur, bahkan beberapa jenis rumput tingginya mencapai tiga setengah meter. Hal ini menyebabkan tumbuhnya vegetasi rumput yang luas.
  • Bioma Stepa memiliki pepohon yang khas yaitu Akasia yang wilayah persebarannya meliputi Afrika, Amerika Selatan, Amerika Serikat bagian barat, Argentina dan Australia.
  • Di Indonesia, daerah yang paling banyak memilki stepa adalah Nusa Tenggara Timur.
  • Merupakan padang rumput yang beriklim sedang.

Komponen yang mendukung bioma Stepa

Organisme autotrof, yaitu organisme yang membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari, air dan komponen udara sekitar. Organisme autotrof pada bioma stepa adalah tanaman atau rumput.
Organisme hetrotof, yaitu organisme yang tidak bisa membuat makanannya sendiri, contohnya adalah hewan pemakan rumput.
Abiotik, yaitu merupakan komponen yang tidak hidup, misalnya air, tanah, bebatuan, udara dan sinar matahari.
Pengurai, yaitu organisme yang bertugas menguraikan bahan organik dari benda hidup yang sudah mati, misalnya hewan mati, batang pohon, dan lain – lain.

Jenis-jenis Bioma Stepa

Bioma Stepa terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu diantaranya :

  • Stepa iklim kering, yang memiliki suhu 220C dengan ketinggian kurang dari 900m.
  • Stepa iklim basah, yang memiliki suhu 26°C dengan ketinggian kurang dari 1000m. Stepa iklim basah ini berbentuk rawa.
  • Rawa rumput, yang memiliki suhu 260C dengan ketinggian kurang dari 1.000m.
  • Stepa tanah rendah, yang memiliki suhu 260C dengan ketinggian kurang dari 1.000m.
  • Stepa pegunungan, yang memiliki suhu 180C dengan ketinggian 1.500 m – 2.400
  • Stepa berawa gunung, yang memiliki suhu 100C dengan  ketinggian 1.500 m – 2.400m.
  • Stepa Alpin, yang memiliki suhu kurang dari 100C dengan ketinggian 4.000 m – 4.500 m.
  • Komunitas rumput dan tundra/lumut, yang memiliki suhu 100C dengan ketinggian lebih dari 4.500 m.
  • Pada Musim dingin, bioma stepa mengalami penurunan suhu yang rendah yaitu -40° F sedangkan pada musim panas suhu bisa meningkat menjadi 70° F. Sehingga pada bioma stepa terdapat 2 musim, yaitu musim tanam dan musim aktif. Musim tanam terjadi selama tidak turun salju. Pada musim ini tanaman dapat mengalami pertumbuhan (berlangsung kurang lebih 100 sampai 175 hari). Tanaman bisa tumbuh ketika suhu harian mencapai saat 50° F. Sedangkan selama musim aktif (tidak tumbuh) tanaman tidak bisa tumbuh, sebab terlalu dingin.

Jenis Flora dan Fauna pada Bioma Stepa

Flora : Pohon Akasia dan Semak Belukar
Fauna : Rusa, Antelop, Kerbau, Kanguru, Harimau, Singa, dan Ular

Jenis padang rumput

Padang rumput abadi

Padang rumput abadi adalah salah satu faktor lingkungan yang melarang pertumbuhan tanaman berkayu. Contohnya:

  • Padang rumput Alpen tumbuh di dataran tinggi dan dijaga oleh kondisi iklim keras
  • Padang rumput pantai dijaga oleh semburan garam
  • Padang rumput gurun terjadi karena kelembaban rendah
  • Prairi dijaga oleh tahapan kemarau sedang dan dapat mengalami kebakaran liar.
  • Padang rumput basah adalah wilayah semi-tanah basah yang dihujani sepanjang tahun.
Padang rumput pertanian

Di bidang pertanian, padang rumput adalah daerah berumput yang tidak secara teratur digembalakan oleh ternak domestik, melainkan dibiarkan tumbuh tanpa pengawasan untuk menghasilkan jerami.

Praktik pertanian spesifik yang terkait dengan padang rumput dapat mengambil berbagai ekspresi. Seperti disebutkan, ini bisa berupa produksi jerami atau menyediakan makanan untuk ternak yang merumput tetapi juga untuk memberi ruang bagi kebun atau produksi madu.

Padang rumput transisi

Padang rumput transisi terjadi ketika ladang, lahan subur, atau lahan terbuka lainnya tidak lagi ditebang atau digembalakan dan mulai menunjukkan pertumbuhan yang mewah, meluas ke pembungaan dan pembibitan sendiri rumput dan spesies bunga liar.

Namun kondisi ini hanya sementara, karena rumput pada akhirnya menjadi teduh ketika semak belukar dan tanaman kayu menjadi mapan, menjadi cikal bakal kembali ke keadaan berhutan penuh. Keadaan transisi dapat dipertahankan secara artifisial melalui sistem medan ganda, di mana tanah yang ditanami dan padang rumput berganti-ganti untuk masing-masing periode 10 hingga 12 tahun.

5. Bioma hutan gugur

Tumbuhan peluruh atau tumbuhan gugur merupakan sebutan bagi tumbuhan, terutama pepohonan, yang menggugurkan daun-daunnya pada musim atau keadaan iklim tertentu. Tumbuhan peluruh dapat mendominasi suatu vegetasi (penutup permukaan bumi) dan membentuk bioma hutan peluruh atau hutan gugur.

Di daerah beriklim sedang, seperti di Eropa bagian Tengah, tumbuhan peluruh menggugurkan daunnya pada musim gugur (nama musim ini diambil dari ciri khas hutan-hutan demikian), di saat suhu udara rata-rata menurun. Perubahan warna daun akibat perombakan klorofil terjadi hampir serentak sehingga warna hutan menjadi kuning, merah, atau coklat akibat warna dedaunan yang mengering. Suhu yang meningkat di penghujung musim dingin akan memicu munculnya daun-daun baru, sering kali diawali dengan bermunculannya bunga terlebih dahulu.

Di daerah tropika dengan musim kering yang jelas, pepohonan menggugurkan daunnya di saat curah hujan berkurang. Pengguguran ini dapat sebagian maupun seluruhnya. Jati, misalnya, akan menggugurkan semua daunnya. Pengguguran daun akan mengurangi transpirasi di musim kemarau dan dianggap sebagai mekanisme penghematan energi.

Hutan peluruh iklim sedang

Bioma hutan peluruh (deciduous forest) adalah hutan dengan ciri tumbuhannya sewaktu musim dingin, daun-daunnya meranggas. Bioma ini dapat dijumpai di Amerika Serikat, Eropa Barat, Asia Timur, dan Cile.

Bioma ini terbentuk pada wilayah dengan ciri-ciri curah hujan merata sepanjang tahun (75 – 100 cm per tahun), mempunyai empat musim, dan keanekaragaman jenis tumbuhan jauh lebih rendah daripada bioma hutan tropis.

Musim panas pada bioma hutan gugur, energi radiasi matahari yang diterima cukup tinggi, demikian pula dengan presipitasi (curah hujan) dan kelembaban. Kondisi ini menyebabkan pohon-pohon tinggi tumbuh dengan baik, tetapi cahaya masih dapat menembus ke dasar, karena dedaunan tidak begitu lebat tumbuhnya. Konsumen yang ada di daerah ini adalah serangga, burung, bajing, dan racoon yaitu hewan sebangsa luak/musang.

Pada saat menjelang musim dingin, radiasi sinar matahari mulai berkurang, suhu mulai turun. Tumbuhan mulai sulit mendapatkan air sehingga daun menjadi merah, coklat akhirnya gugur, sehingga musim itu disebut musim gugur.

Pada saat musim dingin, tumbuhan gundul dan tidak melakukan kegiatan fotosintesis. Beberapa jenis hewan melakukan hibernasi (tidur pada musim dingin).

Menjelang musim panas, suhu naik, salju mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali (bersemi) sehingga disebut musim semi.

Hutan gugur daun tropika

Hutan gugur daun tropika, hutan musim tropika atau hutan monsun (monsoon forest) adalah suatu bioma berupa hutan di wilayah tropika dan subtropika yang memiliki iklim hangat sepanjang tahun, namun mengalami musim kering (kemarau) yang panjang selama beberapa bulan. Walaupun wilayah ini dicurahi hujan hingga beberapa ratus milimeter tiap tahunnya –bahkan lebih, musim kering panjang itu memaksa kebanyakan tumbuhan menggugurkan daun-daunnya, dan dengan demikian memengaruhi kehidupan makhluk di dalam hutan itu. Itulah sebabnya hutan ini disebut musiman, atau ada pula yang menyebutnya hutan luruh daun.

Dalam bahasa Inggris, bioma semacam ini dikenal dengan istilah-istilah tropical seasonal forest, tropical and subtropical deciduous forest, tropical and subtropical dry broadleaf forest, atau ringkasnya tropical dry forest.

Ciri – Ciri Bioma Hutan Gugur

Ciri – ciri yang ada pada Bioma Hutan Gugur adalah antara lain:

  • Memiliki Curah Hujan sekitar 750 mm – 1.000 mm / tahun.
  • Memiliki suhu yang sangat rendah pada saat musim dingin, yaitu mencapai – 30 °C dan sangat panas pada saat musim panas, yaitu mencapai 30 °C.
  • Mempunyai empat musim didalamnya, yaitu musim semi, musim panas, musim dingin dan musim gugur
  • Masing–masing musim rata–rata berlangsung selama 3 bulan saja.
  • Tumbuhan yang ada pada iklim sedang menggugurkan daunnya pada waktu musim dingin, sedangkan yang berada pada iklim tropis menggugurkan daunnya pada musim panas.
  • Keanekaragaman jenis tumbuhannya tidak terlalu banyak.
  • Pohon yang tumbuh rata – rata tinggi tetapi memiliki bentuk daun yang tidak terlalu lebar.
  • Jenis pohon yang tumbuh sedikit dan tidak terlalu rapat dikarenakan oleh unsur cahaya matahari yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan hanya terjadi pada musim panas dan semi.
  • Tanahnya cukup subur karena saat daun berguguran, daun tersebut banyak tergeletak di lantai lalu mengalami pembusukkan, lalu nutrisi yang terkandung dalam daun diserap oleh lapisan tanah
    Memiliki dua jenis struktur tanah, yaitu :

6. Bioma hutan hujan tropis (tropika)

Hutan hujan tropika atau sering juga ditulis sebagai hutan hujan tropis adalah bioma berupa hutan yang selalu basah atau lembap, yang dapat ditemui di wilayah sekitar khatulistiwa; yakni kurang lebih pada lintang 0°–10° ke utara dan ke selatan garis khatulistiwa.

Hutan hujan tropis bisa juga diartikan sebagai hutan yang terletak di daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi.Maka dari itu, disebut Hutan Hujan Tropis.

Hutan-hutan ini didapati di Asia, Australia, Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah, Meksiko dan Kepulauan Pasifik. Dalam peristilahan bahasa Inggris, formasi hutan ini dikenal sebagai lowland equatorial evergreen rainforest, tropical lowland evergreen rainforest, atau secara ringkas disebut tropical rainforest.

Hutan hujan tropika merupakan rumah untuk setengah spesies flora dan fauna di seluruh dunia. Hutan hujan tropis juga dijuluki sebagai “farmasi terbesar dunia” karena hampir 1/4 obat modern berasal dari tumbuhan di hutan hujan ini.

Karakteristik ekologis

Persebaran hutan hujan tropis di seluruh dunia
Hutan hujan tropika terbentuk di wilayah-wilayah beriklim tropis, dengan curah hujan tahunan minimum berkisar antara 1750 milimeter (69 in) dan 2000 milimeter (79 in). Sedangkan rata-rata temperatur bulanan berada di atas 18 °C (64 °F) di sepanjang tahun.

Hutan basah ini tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.200 m dpl., di atas tanah-tanah yang subur atau relatif subur, kering (tidak tergenang air dalam waktu lama), dan tidak memiliki musim kemarau yang nyata (jumlah bulan kering < 2).

Hutan hujan tropika merupakan vegetasi yang paling kaya, baik dalam arti jumlah jenis makhluk hidup yang membentuknya, maupun dalam tingginya nilai sumberdaya lahan (tanah, air, cahaya matahari) yang dimilikinya. Hutan dataran rendah ini didominasi oleh pepohonan besar yang membentuk tajuk berlapis-lapis (layering), sekurang-kurangnya tinggi tajuk teratas rata-rata adalah 45 m (paling tinggi dibandingkan rata-rata hutan lainnya), rapat, dan hijau sepanjang tahun.

Ciri-ciri hutan hujan tropis

1. Memiliki Pohon Tinggi Berdaun Lebat

Karena penyinaran matahari berlangsung sepanjang tahun maka memungkinkan pepohonan dapat tumbuh dengan optimal sehingga memiliki batang yang tinggi serta berdaun lebat membentuk kanopi. Ketinggian pohon yang terdapat pada hutan hujan tropis bisa mencapai 50 meter dan berdiamater besar dan memiliki tingkatan atau strata mulai dari paling atas hingga tingkatan terrendah berupa tanaman pendek penutup lantai hutan.

2. Kelembapan Udara Tinggi

Faktor yang menyebabkan-nya yakni curah hujan tinggi dan relatif rata sepanjang tahun sehingga tidak memiliki musim kemarau yang nyata dan umumnya bulan kering kurang dari 3 bulan. Tanah hutan hujan tropis menyimpan cadangan air yang berlimpah. Tingkat kelembapan yang tinggi sebenarnya disebabkan oleh banyaknya uap air yang berasal dari daun menguap ke atmosfer, selain itu kerapatan vegetasi dan suhu hangat menjadi salah satu faktor pemicu tingkat kelembapan udara.

3. Memiliki Vegetasi Tanaman Berlapis

Pada hutan hujan tropis hampir tidak ditemukan celah kosong antara lantai hutan dan pepohonan tinggi, karena diantaranya juga terdapat berbagai tanaman dengan ketinggian yang berbeda membentuk tingkatan/ strata A hingga E. Pada tingkat A terdiri atas pohon dengan ketinggian lebih dari 30 meter, pohon berbatang lurus dan bersifat tidak menyukai naungan.

Sementara itu tingkatan B terdiri dari pohon pohon yang memiliki banyak cabang dan bersinggungan satu sama lain dan membentuk semacam kanopi/ penutup, memiliki ketinggian berkisar antara 20 hingga 30 meter. Pada tingkatan C tersusun atas pohon dengan ketinggian antara 4 hingga 20 meter, memiliki banyak ranting yang membentuk tajuk pohon sangat rapat.

Selanjutnya pada tingkatan D terdiri atas anak pohon, berbagai macam tanaman herba, palm dan paku pakuan besar dan memiliki ketinggian hingga 4 meter dari atas permukaan tanah, dan yang terakhir tingkatan E yang merupakan lapisan tanaman pendek yang berperan sebagai penutup lantai hutan seperti lumut, jamur dan jenis perdu.

4. Sinar Matahari Tidak Mampu Menjangkau Dasar Hutan

Karena tersusun atas berlapis lapis vegetasi mulai dari strata A hingga E dan membentuk kanopi dan tajuk yang sangat rapat membuat sinar matahari tidak mampu menjangkau lantai hutan sehingga menjadikan tanah sangat lembap dan banyak ditumbuhi lumut dan jamur.

5. Terdapat Genangan Air Di Dasar Hutan

Terutama sering terjadi pada saat musim hujan dimana hampir setiap hari air hujan mengguyuri hutan dan tanah sudah dalam kondisi jenuh untuk menyerap air sehingga membentuk suatu genangan yang juga terdapat biota didalamnya.

6. Memiliki Daya Regenerasi Tinggi

Secara alamiah hutan hujan tropis memiliki kemampuan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi, misalnya terdapat pohon tumbang karena terjangan angin membuat tajuk tersibak/ terbuka sehingga sinar matahari dapat mencapai dasar hutan, kondisi seperti ini menyebabkan tumbuhnya berbagai semak, terna dan anakan pohon yang kelak menjadi tinggi dan membentuk tajuk rapat seperti sebelumnya.

Namun perlu digarisbawahi, regenerasi seperti itu dapat terjadi jika kerusakan terjadi dalam skala kecil oleh alam, bukan kerusakan yang disebabkan oleh intervensi manusia. Hutan juga tropis yang rusak karena tindakan manusia maka siklus regenerasi seperti diatas akan terhenti.

7. Persebaran

Hutan hujan tropis di Indonesia banyak tersebar di daerah Kalimantan dan daerah Papua yang memiliki hutan yang sangat luas.

Baca juga ? Hutan hujan tropis adalah hutan yang basah & Penting bagi manusia!

Ada tiga lapisan tajuk (kanopi) atas di hutan ini:

Lapisan pohon-pohon yang lebih tinggi, muncul di sana-sini dan menonjol di atas atap tajuk (kanopi hutan) sehingga dikenal sebagai “sembulan” (emergent). Sembulan ini bisa sendiri-sendiri atau kadang-kadang menggerombol, namun tak banyak. Pohon-pohon tertinggi ini bisa memiliki batang bebas cabang lebih dari 30 m, dan dengan lingkar batang hingga 4,5 m.

Lapisan kanopi hutan rata-rata, yang tingginya antara 24–36 m.
Lapisan tajuk bawah, yang tidak selalu menyambung. Lapisan ini tersusun oleh pohon-pohon muda, pohon-pohon yang tertekan pertumbuhannya, atau jenis-jenis pohon yang tahan naungan.
Kanopi hutan banyak mendukung kehidupan lainnya, semisal berbagai jenis epifit (termasuk anggrek), bromeliad, lumut, serta lumut kerak, yang hidup melekat di cabang dan rerantingan. Tajuk atas ini demikian padat dan rapat, membawa konsekuensi bagi kehidupan di lapis bawahnya. Tetumbuhan di lapis bawah umumnya terbatas keberadaannya oleh sebab kurangnya cahaya matahari yang bisa mencapai lantai hutan[7], sehingga orang dan hewan cukup leluasa berjalan di dasar hutan.

Ada dua lapisan tajuk lagi di aras lantai hutan, yakni lapisan semak dan lapisan vegetasi penutup tanah. Lantai hutan sangat kurang cahaya, sehingga hanya jenis-jenis tumbuhan yang toleran terhadap naungan yang bertahan hidup di sini; di samping jenis-jenis pemanjat (liana) yang melilit batang atau mengait cabang untuk mencapai atap tajuk. Akan tetapi kehidupan yang tidak begitu memerlukan cahaya, seperti halnya aneka kapang dan organisme pengurai (dekomposer) lainnya tumbuh berlimpah ruah. Dedaunan, buah-buahan, ranting, dan bahkan batang kayu yang rebah, segera menjadi busuk diuraikan oleh aneka organisme tadi. Pemakan semut raksasa juga hidup di sini.

Pada saat-saat tertentu ketika tajuk tersibak atau terbuka karena sesuatu sebab (pohon yang tumbang, misalnya), lantai hutan yang kini kaya sinar matahari segera diinvasi oleh berbagai jenis terna, semak dan anakan pohon; membentuk sejenis rimba yang rapat.

Baca juga ? Hutan hujan tropik ditemukan di Asia, Afrika, India, Australia dan Amerika Selatan

Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Atlas Biomed, National Geography, Biology Online, Biology Junction

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.