Ester (Esther) Pasal 1-10 (Alkitab)

18 min read

Kitab Ester (Esther)

Kitab Ester adalah bagian dari Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, yang termasuk golongan kitab-kitab Ketuvim. Berisi riwayat orang Yahudi pada zaman kerajaan Persia pada abad ke-5 SM, yang kemudian memulai hari raya Purim yang diperingati sampai sekarang. Kitab ini ditulis dalam bentuk melodrama.

Isi kitab Ester

Kitab Ester adalah kisah tentang orang Yahudi yang tinggal di kerajaan Persia dulu pada waktu Raja Ahasyweros (memerintah tahun 485-465 SM). Mereka diselamatkan waktu ada rencana memusnahkan mereka. Peristiwa dalam kisah ini terjadi di kota Susan, salah satu kota penting di kerajaan Persia.

Orang Yahudi yang tinggal di situ dan di beberapa daerah lain di kerajaan itu, adalah keturunan dari orang Yahudi yang dibuang ke Babilon beberapa tahun sebelumnya. Waktu orang Yahudi itu mendapat kesempatan untuk kembali ke tanah asal mereka, beberapa dari mereka memilih untuk tinggal di Babilon. Sesudah itu, Babilon menjadi bagian dari kerajaan Persia. Orang Yahudi tidak bercampur baur dengan suku lain di kerajaan itu dan mempertahankan adat, budaya, dan agama mereka. Karena itu, banyak orang lain membenci mereka.

Kisah ini menceritakan seorang pejabat Persia yang bernama Haman menjadi marah dengan seorang Yahudi yang bernama Mordekhai. Akibatnya, Haman membuat rencana membunuh semua orang Yahudi yang tinggal di kerajaan itu. Tuhan menyelamatkan orang Yahudi melalui seorang wanita Yahudi yang dipilih oleh Raja Ahasyweros menjadi istrinya dan ratu baru.

Nama wanita itu adalah Ester anak Abihail. Pada akhir kisah ini, Haman dibunuh dan orang Yahudi diselamatkan, musuh mereka dimusnahkan dan Mordekhai menjadi pejabat tertinggi di kerajaan itu, hanya raja sendiri yang lebih tinggi. Semua orang Yahudi di seluruh kerajaan Persia merayakan keselamatan yang ajaib itu. Sampai sekarang orang Yahudi masih merayakan peristiwa ini tiap tahun pada Hari Raya Purim. Purim jatuh sekitar satu bulan sebelum Paskah Yahudi.

Tiap kali orang Yahudi disiksa dan dianiaya, kisah Ester ini memberi orang Yahudi harapan bahwa Tuhan akan menyelamatkan mereka lagi.

Ester Pasal 1 (Total ayat 22)

1) [Ratu Wasti tidak Patuh kepada Raja] Inilah peristiwa pada zaman Ahasyweros menjadi raja. Ahasyweros memerintah atas 127 propinsi mulai dari India sampai ke Etiopia.

2) Ahasyweros memerintah dari takhtanya di ibu kota Susan.

3) Pada tahun ketiga pemerintahannya, ia membuat pesta bagi para pembesar dan pemimpin. Para panglima dan petinggi dari seluruh Persia dan Media turut hadir.

4) Pesta itu berlangsung selama 180 hari. Selama pesta berlangsung, raja memamerkan kekayaan kerajaannya. Ia juga menunjukkan kepada setiap orang keindahan dan kemuliaan istananya.

5) Sesudah pesta ini selesai, raja juga mengadakan pesta yang berlangsung satu minggu di taman istana raja. Semua orang yang tinggal di ibu kota Susan diundang, baik orang besar maupun orang biasa.

6) Taman istana dihias dengan tirai lenan berwarna putih biru yang diikat dengan tali lenan putih dan bahan-bahan berwarna ungu, dikaitkan dengan gelang-gelang perak yang digantungkan pada tiang-tiang marmer. Di atas lantai diletakkan sofa dari emas dan perak. Mereka memasang di atas batu mosaik itu pualam, marmer merah, dan batu berharga lainnya.

7) Anggur disajikan dalam mangkuk emas. Dan setiap mangkuk berbeda satu sama lain. Raja menyediakan banyak anggur karena ia sangat murah hati.

8) Raja telah memerintahkan para hambanya supaya melayani setiap tamu, agar mereka puas dan mendapat sesuai dengan keinginannya.

9) Ratu Wasti juga menyelenggarakan pesta bagi perempuan di istana raja.

10) Pada hari ketujuh pesta itu, Raja Ahasyweros sangat gembira sebab banyak minum anggur. Dia berbicara kepada ketujuh pegawainya yang melayaninya. Mereka ialah: Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar, dan Karkas. Ia memerintahkan supaya membawa Ratu Wasti kepadanya menghadap raja dengan memakai mahkota kerajaan. Raja ingin memamerkan kecantikannya di depan para pembesar dan pemimpin. Ratu Wasti sangat cantik.

(11) Ia menyuruh mereka membawa ke hadapannya Ratu Wasti dengan mahkota kerajaan di atas kepalanya. Ratu cantik sekali, dan raja hendak memamerkan kecantikannya kepada para pembesar dan semua tamunya.

12) Ketika pegawai menyampaikan perintah raja kepada Ratu Wasti, ia tidak mau datang. Kemudian raja sangat marah.

13) Sudah menjadi kebiasaan bagi raja untuk bertanya kepada penasihat tentang undang-undang dan hukuman. Jadi, raja berbicara dengan orang yang berhikmat yang mengerti akan hukum. Mereka sangat dekat kepada raja. Mereka ialah: Karsena, Setar, Admata, Tarsis, Meres, Marsena, dan Memukan. Merekalah ketujuh pembesar yang istimewa di Persia dan Media. Mereka mendapat kehormatan untuk melihat raja. Mereka orang yang tertinggi di kerajaan.

(14) Para penasihat yang paling sering dipanggil raja ialah: Karsena, Setar, Admata, Tarsis, Meres, Marsena dan Memukan. Mereka adalah pejabat-pejabat Persia dan Media yang mempunyai kedudukan tertinggi di kerajaan.

15) Raja bertanya kepada mereka, “Menurut hukum tindakan apa yang harus diambil terhadap Ratu Wasti? Dia tidak patuh pada perintah raja yang disampaikan oleh pegawai kepadanya.”

16) Kemudian Memukan menjawab raja dan para pembesar lainnya turut mendengarnya, “Ratu Wasti telah bersalah. Ia bersalah terhadap raja dan juga terhadap semua pejabat dan semua orang yang ada di propinsi Raja Ahasyweros.

17) Aku mengatakan itu sebab semua perempuan lainnya akan mendengar yang dikatakannya. Dan kemudian mereka tidak patuh terhadap suami mereka. Mereka akan berkata kepada suaminya, ‘Raja Ahasyweros meminta Ratu Wasti untuk menghadap, tetapi ia tidak mau datang.’

18) Hari ini para istri pejabat Persia dan Media telah mendengar yang dibuat oleh ratu. Dan mereka terpengaruh oleh perbuatannya. Mereka akan melakukan hal yang sama kepada para pejabat raja. Dan akan terjadi banyak penghinaan dan kemarahan.

19) Jadi, jika ini berkenan pada raja, ada satu usul: Biarlah raja mengeluarkan suatu perintah dan perintah itu dimasukkan ke dalam undang-undang Persia dan Media. Undang-undang itu tidak dapat diubah. Perintah raja ialah bahwa Wasti dilarang menghadap raja. Dan juga raja menyerahkan kedudukan ratu kepada perempuan lain yang lebih baik daripada dia.

20) Kemudian apabila perintah raja diumumkan di seluruh kerajaan yang besar itu, setiap istri akan menghormati suaminya, apakah suami itu orang besar atau orang biasa.”

21) Raja dan para pejabatnya senang atas nasihat itu, jadi raja menjalankan usul Memukan.

22) Ia mengirim surat kepada semua daerah dalam kerajaannya. Ia mengirimnya ke setiap propinsi dalam bahasanya masing-masing. Ia mengirimkannya kepada setiap bangsa dalam bahasanya sendiri. Surat itu mengumumkan dalam bahasa masing-masing bahwa semua suami harus menjadi kepala dalam keluarganya sendiri.

Pasal 2 (Total ayat 23)
1) [Ester Menjadi Ratu] Kemudian Raja Ahasyweros tidak marah lagi. Dan dia teringat akan Wasti dan yang dilakukannya. Dia mengingat akan perintahnya tentang Wasti.

2) Jadi, hamba-hamba pribadi raja mengusulkan, “Carilah seorang gadis cantik bagi raja.

3) Biarlah raja memilih para pejabat di setiap propinsi dalam kerajaannya. Kemudian biarlah mereka membawa gadis-gadis muda yang cantik ke ibu kota Susan. Mereka akan dikumpulkan bersama kelompok perempuan raja di bawah asuhan Hegai, pegawai permaisuri yang menjaga perempuan. Dan berikanlah perawatan kecantikan kepada semua mereka.

4) Kemudian biarlah seorang yang disukai raja menjadi ratu menggantikan Wasti.” Usul itu disetujui raja lalu diterimanya.

5) Di sana ada seorang Yahudi dari suku Benyamin bernama Mordekhai. Mordekhai anak Yair, Yair anak Simei, Simei anak Kisy. Mordekhai tinggal di ibu kota Susan.

6) Mordekhai telah dibawa sebagai tawanan dari Yerusalem oleh Nebukadnezar raja Babel. Ia dibawa bersama rombongan yang ditawan dengan Yoyakhin raja Yehuda.

7) Mordekhai mempunyai seorang sepupu bernama Hadasa. Ia tidak mempunyai ayah dan ibu, jadi Mordekhai memeliharanya. Mordekhai mengangkatnya sebagai anaknya ketika ayah dan ibunya meninggal. Hadasa juga bernama Ester. Ia sangat cantik dan menawan.

8) Ketika perintah raja diberitakan, banyak gadis muda dikumpulkan dan dibawa ke ibu kota Susan. Mereka di bawah pengawasan Hegai. Ester ialah salah satu dari perempuan itu.

9) Hegai suka kepada Ester. Ia menjadi kesayangannya. Jadi, ia segera memberikan perawatan kecantikan dan makanan istimewa kepadanya. Ia juga memilih tujuh hamba perempuan dari istana raja dan memberikannya kepada Ester. Kemudian dia memindahkan Ester bersama ketujuh hamba perempuan itu ke tempat terbaik, tempat perempuan raja tinggal.

10) Ester tidak memberitahukan kepada siapa pun bahwa ia seorang Yahudi. Ia tidak mengatakan kepada siapa pun tentang latar belakang keluarganya karena Mordekhai melarangnya berbicara tentang hal itu.

11) Setiap hari Mordekhai melewati istana tempat perempuan-perempuan itu tinggal. Ia melakukannya untuk mengetahui keadaan Ester dan apa yang sedang terjadi pada dirinya.

12) Sebelum seorang perempuan muda dapat giliran menghadap Raja Ahasyweros, inilah yang harus dilakukannya: Ia harus menyelesaikan peraturan kecantikan selama dua belas bulan. Enam bulan dengan minyak mur dan enam bulan dengan minyak wewangian dan bermacam-macam perawatan kecantikan.

13) Demikianlah seorang perempuan muda dapat menghadap raja: Mereka memberikan kepadanya yang diinginkannya dari rumah perempuan raja.

14) Pada malam hari ia menghadap raja dan esok paginya kembali ke tempat perempuan tinggal. Kemudian dia ditempatkan di bawah pengawasan Saasgas. Ia adalah pelayan raja yang menjaga para hamba perempuan. Anak gadis itu tidak akan menghadap raja lagi kecuali raja suka kepadanya. Dan raja memanggil namanya supaya datang kembali kepadanya.

15) Ketika waktunya sudah tiba bagi Ester untuk menghadap raja, ia tidak meminta sesuatu. Ia hanya mau agar Hegai pelayan permaisuri yang menjaga para perempuan mengusulkan apa yang harus diambilnya. Ester ialah perempuan muda yang diangkat Mordekhai sebagai anaknya, anak pamannya Abihail. Ester disukai oleh semua orang yang memandangnya.

16) Jadi, Ester menghadap raja ke istana. Hal itu terjadi pada bulan kesepuluh, yaitu bulan Tebet tahun ketujuh pemerintahan raja.

17) Raja mencintai Ester lebih daripada semua perempuan lainnya. Ia menyenangkan hati raja dan membahagiakannya lebih daripada yang dibuat gadis-gadis lainnya. Raja mengenakan mahkota kerajaan pada kepalanya dan menjadikannya ratu menggantikan Wasti.

18) Raja mengadakan jamuan besar bagi semua pejabat dan para pegawainya untuk menghormati Ester. Ia mengumumkan hari besar di semua propinsi dan memberikan hadiah kepada rakyat karena ia seorang raja yang murah hati.

19) [Mordekhai Mengetahui tentang Rencana Jahat] Mordekhai duduk di pintu gerbang raja ketika perempuan muda berkumpul untuk kedua kalinya.

20) Ester tetap merahasiakan bahwa ia keturunan Yahudi seperti yang dinasihatkan Mordekhai. Dan dia taat pada perintah Mordekhai seperti ketika ia diasuhnya.

21) Pada suatu waktu ketika Mordekhai sedang duduk di pintu gerbang raja, terjadilah hal ini: Bigtan dan Teresy, dua orang pegawai yang termasuk golongan pengawal pintu, marah pada raja. Mereka secara rahasia berencana membunuh Raja Ahasyweros.

22) Namun, Mordekhai tahu tentang rencana itu dan menceritakannya kepada Ratu Ester. Kemudian Ester memberitahukannya kepada raja. Ia juga memberitahukan kepada raja bahwa Mordekhailah yang mengetahui rencana yang jahat itu.

23) Perkara itu diperiksa dan ternyata benar. Kedua orang yang merencanakan pembunuhan itu digantung pada tiang. Hal itu ditulis dalam buku sejarah kerajaan di hadapan raja.

Ester Pasal 3 (Total ayat 15)

1) [Rencana Haman Membinasakan Orang Yahudi] Beberapa waktu setelah peristiwa itu terjadi, Raja Ahasyweros memberi penghormatan kepada Haman. Haman anak Hamedata keturunan Agag. Raja menaikkan pangkatnya dan memberi kedudukan yang terhormat yang lebih tinggi daripada pejabat lainnya.

2) Semua pejabat raja sujud di gerbang dan menghormati Haman. Itulah yang diperintahkan raja untuk dilaksanakan, tetapi Mordekhai tidak mau sujud dan tidak memberi hormat kepada Haman.

3) Kemudian para pemimpin yang berada di gerbang berkata kepada Mordekhai, “Mengapa engkau tidak menaati perintah raja bersujud kepada Haman?”

4) Hari demi hari, para pemimpin berbicara kepada Mordekhai, tetapi ia tidak mau menghormati Haman. Jadi, mereka memberitahukan kepada Haman tentang itu. Mereka ingin tahu apa yang akan dilakukannya terhadap Mordekhai. Mordekhai telah memberitahukan kepada mereka bahwa ia orang Yahudi.

5) Ketika Haman melihat Mordekhai tidak sujud kepadanya dan tidak menghormatinya, ia sangat marah.

6) Haman tahu bahwa Mordekhai orang Yahudi, tetapi Haman tidak puas hanya membunuh Mordekhai. Ia juga mau menemukan jalan untuk membinasakan semua orang Yahudi yang ada dalam kerajaan Ahasyweros.

7) Pada tahun kedua belas pemerintahan Raja Ahasyweros dalam bulan pertama yaitu bulan Nisan, Haman membuang undi untuk menetapkan hari dan bulan khusus. Dan bulan kedua belas, bulan Adarlah dipilih. Pada waktu itu undi disebut, “pur.”

8) Kemudian Haman datang kepada Raja Ahasyweros, katanya, “Ada satu kelompok bangsa tersebar di tengah-tengah semua propinsi kerajaanmu. Mereka tetap mengasingkan diri dari orang lain. Kebiasaannya berbeda dengan kebiasaan orang lain. Mereka tidak menaati hukum raja. Hal itu bukanlah yang terbaik bagi raja untuk membiarkan mereka tetap tinggal di dalam kerajaanmu.

9) Jika berkenan pada raja, aku mengusulkan: Berikanlah suatu perintah untuk membinasakan orang itu. Dan aku akan memasukkan 340.000 kg perak ke dalam perbendaharaan kerajaan dan uang itu dapat digunakan untuk membayar orang yang melakukan pekerjaan itu.”

10) Jadi, raja melepaskan cincin kerajaan dari jarinya dan memberikannya kepada Haman anak Hamedata orang Agag. Haman adalah musuh orang Yahudi.

11) Raja berkata kepada Haman, “Simpanlah uang itu. Lakukanlah apa yang kauinginkan terhadap mereka.”

12) Pada hari ketiga belas bulan pertama raja memanggil para sekretarisnya dan mereka menulis surat perintah Haman kepada setiap gubernur di propinsi yang berbeda-beda dan kepada pemimpin setiap kelompok yang berbeda. Mereka menulis atas nama Raja Ahasyweros dan dimeteraikan dengan cincin raja sendiri.

13) Kemudian perintah itu disebarkan oleh para suruhan kerajaan kepada semua propinsi bahwa semua orang Yahudi harus dibunuh dan dibinasakan. Termasuk tua-muda, perempuan, dan juga anak-anak. Perintah itu ialah untuk membunuh semua orang Yahudi dalam satu hari, yaitu pada hari ketiga belas bulan 12, yaitu bulan Adar. Perintah itu mengatakan untuk mengambil semua milik orang Yahudi.

14) Salinan surat itu dikeluarkan sebagai hukum dan dibagikan ke propinsi-propinsi dan dipamerkan di tengah-tengah orang banyak apa yang harus terjadi pada hari itu.

15) Para suruhan berangkat dengan cepat atas perintah raja dan perintah itu diumumkan di ibu kota Susan. Raja dan Haman duduk sambil minum, tetapi kota Susan telah kacau-balau.

Pasal 4 (Total ayat 17)
1) [Mordekhai Membujuk Ester] Ketika Mordekhai mendengar segala sesuatu yang telah terjadi, ia merobek pakaiannya dan memakai kain kabung dan menaruh abu ke atas kepalanya. Ia pergi ke kota sambil berteriak dengan kuat.

2) Namun, Mordekhai hanya pergi sejauh pintu gerbang raja. Tidak seorang pun yang boleh memasuki gerbang raja dengan mengenakan kain kabung.

3) Peraturan dan perintah raja sampai ke semua propinsi. Terjadilah ratapan dan duka di tengah-tengah orang Yahudi. Mereka berpuasa dan menangis sekuat-kuatnya. Banyak orang Yahudi berbaring di atas tanah memakai kain kabung dan abu di atas kepalanya.

4) Para hamba perempuan Ester dan pegawai datang kepadanya dan menceritakan yang telah terjadi pada Mordekhai. Hal itu membuat Ratu Ester sangat sedih dan bingung. Dia mengirimkan pakaian kepada Mordekhai untuk menggantikan kain kabungnya, tetapi Mordekhai menolaknya.

5) Kemudian Ester memanggil Hatah, seorang pegawai yang bertugas melayani Ester, ditugaskan untuk menyelidiki yang terjadi terhadap Mordekhai dan mengapa demikian.

6) Hatah pergi menemui Mordekhai yang berada di istana raja di depan gerbang.

7) Kemudian Mordekhai menceritakan kepada Hatah semua hal yang terjadi pada dirinya. Ia mengatakan kepadanya tentang jumlah uang yang dijanjikan Haman untuk dimasukkan ke perbendaharaan raja, guna membunuh orang Yahudi.

8) Mordekhai juga memberikan kepada Hatah tembusan perintah raja untuk membunuh orang Yahudi. Perintah itu telah dikirimkan kepada semua kota Susan. Dia mau supaya Hatah menunjukkannya kepada Ester dan menceritakan segala sesuatu kepadanya. Ia juga mengatakan kepada Hatah agar menyuruh Ester menghadap raja untuk memohon belas kasihan bagi bangsanya.

9) Hatah kembali kepada Ester serta menceritakan apa yang dikatakan Mordekhai.

10) Kemudian Ester mengatakan kepada Hatah untuk menyampaikan pesan kepada Mordekhai,

11) “Mordekhai, semua pemerintah dan semua orang di propinsi kerajaan tahu: Raja mempunyai satu hukum untuk semua laki-laki atau perempuan yang pergi kepada raja tanpa panggilan, dia harus dihukum mati. Hanya bagi orang yang kepadanya tongkat emas diulurkan oleh raja tidak berlaku hukum itu. Jika raja melakukannya, orang itu akan selamat. Dan aku tidak dipanggil menghadap raja selama 30 hari.”

12) Kemudian pesan Ester diberikan kepada Mordekhai. Ketika Mordekhai menerima pesan itu, dia menjawab kembali, “Ester, jangan anggap karena engkau tinggal di istana raja, engkaulah satu-satunya orang Yahudi yang luput.

(13) Maka Mordekhai mengirim peringatan ini kepada Ester, “Jangan menyangka engkau akan lebih aman daripada orang Yahudi lain, hanya karena engkau tinggal di istana!

14) Jika engkau berdiam diri sekarang, pertolongan dan kebebasan untuk orang Yahudi akan datang dari tempat lain, tetapi engkau dan keluarga ayahmu akan mati. Dan siapa yang tahu, mungkin engkau telah dipilih menjadi ratu untuk masa seperti ini?”

15) Kemudian Ester mengirim jawabannya kepada Mordekhai, “Mordekhai, pergi dan kumpulkanlah semua orang Yahudi di Susan dan berpuasalah bagiku. Jangan makan dan minum selama tiga hari tiga malam. Aku sendiri dan para perempuan hamba pun akan berpuasa dengan cara yang sama seperti kamu. Setelah itu aku menghadap raja. Aku tahu bahwa bertentangan dengan hukum untuk pergi kepada raja, jika aku tidak diundangnya, namun aku akan melakukannya. Jika aku mati, matilah aku.”

16) (4:15)

17) Jadi, pergilah Mordekhai dan melakukan segala sesuatu yang dipesankan Ester kepadanya untuk dilaksanakan.

Pasal 5 (Total ayat 14)
1) [Ester Berbicara kepada Raja] Pada hari ketiga, Ester memakai pakaian ratunya dan berdiri di halaman dalam istana raja di depan ruangan raja. Raja sedang duduk di atas takhta di ruangannya. Ia duduk di atas takhta menghadap tempat masuk orang banyak.

2) Ketika raja melihat Ratu Ester berdiri di halaman istananya, ia merasa senang, lalu ia mengulurkan tongkat emas kepada Ester, dan Ester melangkah mendekatinya dan menyentuh ujung tongkat emas itu.

3) Raja bertanya kepadanya, “Apa yang merisaukan engkau, hai Ratu Ester? Apa permohonanmu kepadaku? Aku memberikan semua kepadamu, bahkan separuh dari kerajaanku akan kuberikan.”

4) Ester menjawab, “Jika Raja berkenan, dapatkah Tuanku dan Haman datang ke perjamuan makan yang akan kuadakan hari ini?”

5) Jawab raja, “Cepat panggil Haman sehingga kami dapat memenuhi yang diminta oleh Ester.” Raja dan Haman datang ke jamuan makan yang dipersiapkan Ester bagi mereka.

6) Sementara mereka minum anggur, raja bertanya kepada Ester kembali, “Sekarang hai Ester, apakah yang engkau minta? Apa pun permintaanmu akan kukabulkan. Jadi, apa permintaanmu? Aku memberikan kepadamu yang engkau minta sampai setengah dari kerajaanku.”

7) Jawab Ester, “Inilah yang kuminta.

8) Jika Raja berkenan kepadaku dan ingin memenuhi permintaanku, biarlah Raja dan Haman datang lagi besok. Aku mau mengadakan jamuan makan lagi besok untuk Raja dan Haman. Dan aku akan mengatakan yang sesungguhnya apa yang kukehendaki.”

9) [Kemarahan Haman terhadap Mordekhai] Haman pulang dari rumah raja dengan penuh sukacita, tetapi pada saat Haman melihat Mordekhai di gerbang istana, ia sangat marah terhadap Mordekhai. Haman sangat marah karena Mordekhai tidak menghormati Haman, ketika Haman melintas. Mordekhai tidak gemetar terhadap Haman, dan hal itulah membuat Haman marah.

10) Haman menahan diri dan pulang ke rumahnya. Ia memanggil teman-temannya dan Zeres istrinya.

11) Haman membanggakan kekayaannya dan anaknya yang banyak dan betapa tinggi kedudukan yang diberikan raja kepadanya. Ia bangga atas pengangkatannya oleh raja lebih daripada kedudukan semua pegawai tinggi dan pejabat istana.

12) Haman mengatakan lagi, “Akulah satu-satunya yang diundang Ratu Ester untuk bersama raja ke jamuan makan yang dipersiapkannya. Dan ratu juga telah mengundang aku bersama raja untuk datang besok.

13) Namun, semuanya tidak berarti bagiku selama aku masih melihat Mordekhai orang Yahudi itu duduk di pintu gerbang istana raja.”

14) Kemudian Zeres istri Haman dan semua temannya berkata kepadanya, “Siapkan tiang gantungan baginya setinggi 25 meter. Dan besok ajukanlah permohonan pada raja agar Mordekhai digantung di tiang itu. Pergilah dengan gembira ke pesta bersama raja.” Haman setuju dengan usul itu lalu disuruhnya orang untuk membuat tiang gantungan.

Pasal 6 (Total ayat 14)
1) [Mordekhai Dihormati] Malam itu, raja tidak dapat tidur. Karena itu, ia berkata kepada pelayannya untuk mengambil buku sejarah serta membacakannya kepadanya. Dalam Buku Sejarah Kerajaan itu tercatat semua yang terjadi selama pemerintahan raja.

2) Pelayan membaca buku itu kepada raja. Ia membaca tentang rencana pembunuhan raja Ahasyweros. Itulah yang terjadi ketika Mordekhai mengetahui tentang Bigtan dan Teresy, dua dari pegawai raja yang menjaga pintu, yang merencanakan membunuh raja. Mordekhai mendengarnya dan memberitahukannya kepada orang tentang itu.

3) Kemudian raja bertanya, “Sudahkah kita menghormati Mordekhai dan membalas jasanya?” Pelayan itu menjawab, “Belum ada yang dilakukan bagi Mordekhai.”

4) Haman baru saja memasuki halaman luar istana raja. Dia datang memohon kepada raja agar Mordekhai digantung pada tiang yang sudah disiapkannya. Raja bertanya, “Siapa yang baru masuk ke halaman istana?”

5) Pelayan raja itu berkata kepada raja, “Haman ada di halaman istana.” Jadi, raja berkata “Suruh ia masuk,”

6) Ketika Haman masuk, raja bertanya kepadanya, “Haman, apa yang harus dilakukan terhadap orang yang diinginkan raja untuk menghormatinya?” Haman berkata dalam hatinya, “Siapa lagi orang yang akan dihormati raja selain aku?”

7) Jadi, Haman menjawab raja, “Lakukanlah hal ini untuk orang yang ingin Raja hormati,

8) perintahkanlah dia memakai pakaian kerajaan seperti yang Raja pakai, dan berikanlah kuda yang pernah dikendarai Raja, dan di atas kepala kuda itu hiasi dengan tanda mahkota kerajaan.

9) Suruhlah seorang pejabat kerajaan mengambil pakaian dan kuda dan memakaikannya pada orang yang ingin Raja hormati. Dan biarlah ia mengaraknya dengan menunggang kuda melalui jalan-jalan di kota. Hendaklah ia berseru di depannya, ‘Inilah yang dilakukan bagi orang yang dikehendaki raja untuk menghormatinya.’”

10) “Pergilah cepat,” perintah raja kepada Haman. “Ambillah pakaian dan kuda seperti yang kauusulkan dan lakukan semua itu terhadap Mordekhai orang Yahudi itu. Dia sedang duduk di pintu gerbang istana. Lakukanlah semua seperti yang kauusulkan.”

11) Kemudian Haman mengambil pakaian dan kuda dan mengenakan pakaian itu pada Mordekhai. Ia diarak melalui jalan-jalan di kota. Haman berseru-seru di depannya, “Inilah yang dilakukan bagi orang yang dikehendaki raja untuk menghormatinya.”

12) Setelah itu Mordekhai kembali ke pintu gerbang istana, tetapi Haman tergesa-gesa pulang sambil menyelubungi mukanya, karena merasa malu.

13) Kemudian Haman menceritakan kepada Zeres istrinya dan teman-temannya tentang yang dialaminya. Istrinya dan teman-temannya yang telah memberikan nasihat kepadanya mengatakan, “Jika Mordekhai adalah orang Yahudi, engkau tidak dapat menang. Engkau telah mulai jatuh, pasti engkau akan hancur.”

14) Sementara mereka masih berbicara dengan Haman, para pegawai raja tiba. Mereka segera membawa Haman ke jamuan makan yang telah dipersiapkan oleh Ester.

Pasal 7 (Total ayat 10)
1) [Haman Digantung] Jadi, raja dan Haman pergi ke jamuan makan Ratu Ester.

2) Pada hari kedua, ketika mereka minum anggur, raja kembali bertanya kepada Ester, “Apa yang hendak kauminta, Ratu Ester? Aku akan berikan kepadamu apa pun permintaanmu, bahkan sampai setengah dari kerajaanku.”

3) Ratu Ester menjawab, “Raja, jika engkau berkenan kepadaku, dan jika itu baik bagi Tuanku, biarkanlah aku dan bangsaku hidup. Itulah permintaanku

4) karena aku dan bangsaku sudah dijual untuk ditindas, dibunuh, dan dibinasakan. Seandainya kami sekedar dijual untuk menjadi budak, aku berdiam diri, sebab tidak cukup alasan untuk menuntut Raja.”

5) Kemudian Raja Ahasyweros bertanya kepada Ratu Ester, “Siapa yang melakukan itu terhadap engkau? Di mana orang yang berani berbuat demikian terhadap bangsamu?”

6) Ester menjawab, “Musuh kami dan orang jahat itu ialah Haman.” Haman ketakutan di hadapan raja dan ratu.

7) Bangkitlah amarah raja, ia berdiri meninggalkan anggurnya dan keluar memasuki taman, tetapi Haman tetap tinggal di dalam memohon belas kasihan Ratu Ester untuk menyelamatkan nyawanya. Ia memohon itu karena raja telah memutuskan untuk membunuhnya.

8) Ketika raja kembali dari taman ke ruangan perjamuan, Haman sedang berlutut di depan sofa tempat Ester sedang berbaring. Raja berkata dengan marah, “Apakah engkau akan menyerang ratu walaupun aku masih di rumah ini?” Segera sesudah raja berkata demikian, para pelayan masuk dan membunuh Haman.

9) Harbona, salah satu dari pegawai raja mengatakan, “Tiang gantungan yang disiapkan Haman untuk Mordekhai yang menyelamatkan raja, sudah berdiri di samping rumah Haman setinggi 25 meter.” Raja mengatakan, “Gantung Haman pada tiang itu!”

10) Jadi, mereka menggantung Haman pada tiang yang dipersiapkan bagi Mordekhai, barulah amarah raja reda.

Pasal 8 (Total ayat 17)
1) [Perintah Raja untuk Menolong Orang Yahudi] Pada hari itu Raja Ahasyweros memberikan kepada Ratu Ester semua milik Haman musuh orang Yahudi itu. Ester berkata kepada raja bahwa Mordekhai sepupunya. Kemudian Mordekhai datang menghadap raja.

2) Raja telah mengambil kembali cincin dari Haman dan memberikannya kepada Mordekhai. Kemudian Ester menempatkan Mordekhai menjadi pengawas harta Haman.

3) Ester berbicara kembali kepada raja sambil sujud di depan kakinya dan mulai menangis. Ia memohon kemurahan raja untuk membatalkan rencana jahat Haman orang Agag itu. Haman telah berencana menyiksa semua orang Yahudi.

4) Kemudian raja mengulurkan tongkat emas kerajaannya kepada Ester lalu bangkitlah Ester dan berdiri di hadapan raja.

5) Kemudian dia mengatakan, “Jika Tuanku berbaik hati terhadap aku dan berkenan kepada Tuanku, tolonglah lakukan hal ini terhadap aku. Lakukanlah itu jika hal itu baik menurut pendapatmu. Jika raja senang terhadap aku, keluarkanlah perintah untuk menarik semua surat Haman. Haman orang Agag berencana membinasakan semua orang Yahudi di seluruh propinsi. Dan dia telah mengirimkan perintah untuk melakukan hal itu.

6) Aku memohon kepada Raja karena aku tidak mampu melihat hal yang mengerikan itu terjadi atas bangsaku. Aku tidak sanggup melihat keluargaku dibunuh.”

7) Raja Ahasyweros menjawab Ratu Ester dan Mordekhai orang Yahudi itu. Inilah yang dikatakan oleh raja, “Karena Haman telah melawan orang Yahudi, aku telah menyerahkan milik Haman kepada Ester. Dan tentaraku telah menggantung dia pada tiang gantungan sebab ia ingin membunuh orang Yahudi.

8) Sekarang tulislah perintah yang lain dengan kuasa raja. Tulislah yang perlu untuk menolong nama orang Yahudi, apa saja yang kaupandang perlu. Meteraikanlah dengan cincin kerajaan di atasnya. Suatu perintah yang ditulis atas nama raja dan dimeteraikan dengan cincin kerajaan, sebenarnya tidak dapat lagi dicabut.”

9) Dengan segera para sekretaris istana dipanggil, tepat pada hari kedua puluh tiga bulan 3, yaitu bulan Siwan. Para sekretaris menuliskan perintah baru itu sesuai dengan yang diperintahkan Mordekhai. Perintah itu ditujukan kepada semua orang Yahudi, para pemimpin, para gubernur, dan para pembesar daerah di 127 propinsi, mulai dari India sampai ke Etiopia. Surat-surat itu ditulis dalam bahasa masing-masing propinsi. Dan mereka menerjemahkannya ke dalam setiap bahasa suku. Dan perintah itu telah ditulis kepada orang Yahudi dalam bahasa dan tulisannya sendiri.

10) Mordekhai menulis perintah itu atas nama Raja Ahasyweros dan memeteraikannya dengan cincin kerajaan. Dia menyuruh para utusan mengirim surat-surat itu dengan naik kuda yang tangkas kepunyaan raja.

11) Perintah raja dalam surat itu berbunyi demikian: Orang Yahudi di setiap kota dapat berkumpul bersama-sama untuk membela dirinya. Mereka berhak menghancurkan, membunuh, dan membinasakan semua tentara dari kelompok bangsa dan wilayah mana pun yang mau menyerang orang Yahudi, baik anak-anak maupun perempuan mereka, bahkan dapat merampas harta milik mereka.

12) Hal itu berlaku pada hari ketiga belas bulan 12, yaitu bulan Adar, di semua propinsi Raja Ahasyweros.

13) Tembusan surat perintah itu diterbitkan sebagai undang-undang yang berlaku bagi semua propinsi, yang diumumkan kepada semua orang, supaya orang Yahudi bersiap-siap melawan musuhnya, apabila diserang.

14) Para utusan itu berangkat secepatnya dengan mengendarai kuda kerajaan atas perintah raja. Undang-undang itu diumumkan juga di wilayah istana Susan.

15) Mordekhai keluar dari istana dengan berpakaian kerajaan berwarna biru dan putih, yang dibuat dari kain lenan dan mengenakan mahkota emas yang besar. Kota Susan pun bersorak-sorai dan bergembira menyambutnya.

16) Itu merupakan hari yang berbahagia bagi orang Yahudi, mereka merasa gembira dan bahagia.

17) Di setiap propinsi dan kota, di mana saja undang-undang raja diumumkan, orang Yahudi bersukacita, berbahagia, dan berpesta. Dan banyak orang setempat menjadi orang Yahudi karena merasa takut kepada orang Yahudi.

Pasal 9 (Total ayat 32)
1) [Kemenangan Orang Yahudi] Bulan 12, yaitu bulan Adar pada tanggal 13, ketika perintah dan undang-undang raja siap untuk dilaksanakan, musuh orang Yahudi berharap dapat menguasai mereka, tetapi hal itu telah berubah, sebaliknya orang Yahudi dapat menguasai musuhnya.

2) Orang Yahudi berkumpul di kotanya di seluruh propinsi Raja Ahasyweros dan bersatu menyerang musuhnya yang hendak membinasakan orang Yahudi. Tidak ada orang yang cukup berani melawan mereka sebab semua bangsa takut pada bangsa Yahudi.

3) Semua pembesar propinsi, pemerintah, para gubernur, dan semua pejabat pelaksana kerajaan mendukung orang Yahudi, dan mereka takut pada Mordekhai,

4) sebab Mordekhai telah menjadi pejabat penting di istana raja. Nama baiknya terkenal di setiap propinsi karena Mordekhai semakin berkuasa.

5) Demikianlah orang Yahudi mengalahkan semua musuhnya dengan pedang. Mereka membuat apa saja yang dikehendakinya kepada orang yang memusuhinya.

6) Di daerah kota Susan saja, mereka membunuh dan membinasakan 500 orang,

7) Mereka juga membunuh Parsandata, Dalfon, Aspata,

8) Porata, Adalya, Aridata,

9) Parmasta, Arisai, Aridai, dan Waizata, yaitu kesepuluh anak laki-laki Haman. Haman adalah anak Hamedata musuh orang Yahudi.

10) Mereka tidak mengambil barang rampasan.

11) Pada hari itu raja mendengar jumlah mereka yang dibunuh di daerah kota Susan.

12) Raja berkata kepada Ratu Ester, “Di daerah Susan saja orang Yahudi sudah membunuh dan membinasakan 500 orang, termasuk kesepuluh anak Haman. Sekarang apa yang ingin kaulakukan terhadap propinsi lain dalam kerajaanku? Katakan kepadaku dan semuanya akan kukabulkan.”

13) Ester mengatakan, “Jika berkenan kepada Raja, izinkanlah besok orang Yahudi yang di Susan melaksanakan lagi apa yang dilakukannya seperti pada hari ini. Juga biarkanlah kesepuluh anak Haman digantung pada tiang gantungan kayu.”

14) Jadi, raja memberikan perintah dan undang-undang itu untuk diumumkan di Susan, dan mereka menggantung kesepuluh anak Haman.

15) Orang Yahudi di Susan berkumpul lagi pada tanggal 14 bulan Adar dan mereka membunuh 300 orang di Susan, tetapi mereka tidak mengambil barang rampasan.

16) Demikian juga orang Yahudi yang lain, yang tinggal di propinsi-propinsi kerajaan ikut berkumpul untuk membela diri dan menjaga keamanan terhadap musuhnya. Mereka membunuh 75.000 musuhnya, namun mereka tidak mengambil barang rampasan.

17) Demikianlah hal itu terjadi pada tanggal 13 bulan Adar. Pada tanggal 14 orang Yahudi beristirahat dan membuat hari itu menjadi hari raya sukacita.

18) [Hari Raya Purim] Orang Yahudi yang berada di Susan telah berkumpul pada tanggal 13 dan 14 bulan itu. Dan mereka beristirahat pada tanggal 15 dan berpesta serta menjadikannya sebagai hari raya sukacita.

19) Sebab itu, orang Yahudi yang tinggal di kota-kota merayakan Purim tanggal 14 bulan Adar sebagai hari raya sukacita. Pada hari itu mereka berpesta dan saling memberi hadiah.

20) Mordekhai mencatat semua hal itu dan mengirimkan surat kepada semua orang Yahudi yang tinggal di propinsi-propinsi Raja Ahasyweros, baik yang jauh maupun yang dekat,

21) dan memastikan Hari Raya Purim pada setiap tanggal 14 dan 15 bulan Adar.

22) Orang Yahudi merayakan hari raya itu sesuai dengan kemenangan orang Yahudi atas musuhnya. Dan dalam bulan itu dukacita mereka berubah menjadi sukacita dan ratapan menjadi hari raya. Mereka harus merayakan hari itu menjadi hari raya sukacita, saling bertukar hadiah dalam jamuan makan dan memberikan sedekah bagi orang miskin.

23) Orang Yahudi sepakat kepada keputusan yang ditulis Mordekhai dan merayakannya pada tahun-tahun berikutnya.

24) Sesungguhnya Haman anak Hamedata, orang Agag, musuh orang Yahudi itu berencana membunuh mereka dan membuang undi yang berarti “pur”, (yang menjadi Hari Raya Purim) untuk membinasakan dan membunuh mereka.

25) Ester memberitahukan rencana Haman kepada raja maka ia mengumumkan satu perintah, supaya rencana jahat Haman terhadap orang Yahudi dibalaskan kepada dirinya sendiri. Jadi, mereka menggantung Haman dan semua anaknya pada tiang gantungan.

26) Karena itu, mereka menyebut hari itu Purim, menurut kata ‘pur’, yaitu undi. Mordekhai menulis surat dan memberi tahu kepada semua orang Yahudi untuk merayakannya.

27) Mereka menetapkan dan menyepakati peraturan itu sebagai kewajiban bagi mereka, keturunan mereka, dan bagi setiap orang yang bergabung dengan mereka, dan tidak akan melewatkan kewajiban untuk merayakan kedua hari raya itu setiap tahun.

28) Mereka melakukan hal itu untuk mengingatkan mereka tentang yang telah terjadi pada mereka. Orang Yahudi dan semua orang yang bergabung dengan mereka merayakan kedua hari itu dengan cara yang benar. Setiap keturunan dan keluarga mengingat kedua hari itu. Mereka merayakannya di setiap propinsi dan kota. Dan orang Yahudi tidak pernah berhenti merayakan Hari Raya Purim.

29) Jadi, Ratu Ester anak Abihail bersama Mordekhai orang Yahudi itu menulis surat resmi yang kedua untuk mengukuhkan Hari Raya Purim.

30) Surat-surat tentang Purim dikirim kepada semua orang Yahudi di 127 propinsi kerajaan Ahasyweros. Ia mengatakan kepada umat bahwa hari raya itu harus membawa damai dan saling mempercayai.

31) Mordekhai menulis surat itu dan mengatakan kepada mereka untuk mulai merayakan Purim. Dan dia mengatakan kapan hari raya yang baru itu dirayakan. Mordekhai orang Yahudi dan Ratu Ester telah mengirimkan perintah kepada orang Yahudi. Mereka melakukannya untuk menetapkan hari raya selama dua hari bagi mereka sendiri dan keturunannya. Mereka mengingat hari raya itu sebagaimana hari raya lainnya diingatnya, ketika mereka puasa dan berkabung atas hal yang buruk yang telah terjadi.

32) Perintah Ester tentang peraturan Hari Raya Purim ditulis dalam buku.

Pasal 10 (Total ayat 3)
1) [Mordekhai Dihormati] Raja Ahasyweros mengharuskan rakyat membayar pajak, termasuk orang yang bekerja di daerah yang jauh dekat pantai.

2) Berita lengkap tentang karya besar Raja Ahasyweros dicatat dalam Buku Sejarah Raja-raja Media dan Persia. Dan dalam buku itu juga dicatat semua yang telah dilakukan oleh Mordekhai. Raja telah menjadikan Mordekhai menjadi orang besar.

3) Mordekhai orang Yahudi itu ialah orang penting kedua yang berkuasa pada pemerintahan Raja Ahasyweros. Dia sangat penting bagi orang Yahudi dan dihormati oleh banyak orang sebangsanya sebab dia berusaha keras mendapatkan kesejahteraan bagi bangsanya dan membawa damai bagi semua orang Yahudi.

Bacaan Lainnya

Pasang iklan gratis di toko pinter
Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Ligonier, Biblica

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *