Tidur kurang dari 7 jam dapat meningkatkan hormon stres kortisol

4 min read

Hormon stres kortisol

Stress & Hormon Kortisol

Tidur kurang dari 7 jam dapat meningkatkan hormon stres kortisol. 

Hormon kortisol memperlambat produksi kolagen (salah satu protein yang menyusun tubuh manusia) mempercepat keriput.

Stres bisa positif dan bisa negatif. Para peneliti berpendapat bahwa stres tantangan, atau stres yang menyertai tantangan di lingkungan kerja, beroperasi sangat berbeda dari stres hambatan, atau stres yang menghalangi dalam mencapai tujuan.

Kolagen adalah salah satu protein yang menyusun tubuh manusia. Keberadaannya adalah kurang lebih mencapai 30% dari seluruh protein yang terdapat di tubuh. Dia adalah struktur organik pembangun tulang, otot, gigi, sendi & kulit. Serat kolagen memiliki daya tahan yang kuat terhadap tekanan. Kata kolagen sendiri berasal dari bahasa Yunani yang artinya (bersifat lekat atau menghasilkan pelekat).


Peran Hormon Kortisol

Peran kortisol dalam membantu tubuh mengatasi stress, diperkirakan berkaitan dengan efek metabolik nya. Kortisol mempunyai efek metabolik yaitu meningkatkan konsentrasi glukosa darah dengan menggunakan simpanan protein dan lemak. Suatu anggapan yang logis adalah bahwa peningkatan simpanan glukosa, asam amino, dan asam lemak tersedia untuk digunakan bila diperlukan, misalnya dalam keadaan stress.


Kortisol dan Metabolisme

Michael Corgan dalam bukunya berjudul “Hormonal Health” menyatakan, kortisol akan mencincang otot Anda lebih cepat dari seorang koki sushi. Kondisi ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga mudah terkena penyakit.

Pada rongga tubuh dan peritoneum, kortisol menghambat proliferasi fibroblas dan sintesis senyawa interstitial seperti kolagen. Kelebihan kortisol mungkin dan dapat mengakibatkan penipisan lapisan kulit dan jaringan penghantar yang menopang pembuluh darah kapiler. Hal ini dapat membuat tubuh menjadi rentan cedera, apalagi saat melakukan latihan intensitas tinggi.


Kortisol dan Metabolisme

Michael Corgan dalam bukunya berjudul ‘Hormonal Health’ menyatakan, kortisol akan mencincang otot Anda lebih cepat dari seorang koki sushi. Kondisi ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga mudah terkena penyakit.
Pada rongga tubuh dan peritoneum, kortisol menghambat proliferasi fibroblas dan sintesis senyawa interstitial seperti kolagen. Kelebihan kortisol dapat mengakibatkan penipisan lapisan kulit dan jaringan penghantar yang menopang pembuluh darah kapiler. Hal ini dapat membuat tubuh menjadi rentan cedera, apalagi saat melakukan latihan intensitas tinggi.


Kortisol Picu Osteoporosis

Selain itu kortisol juga menjadi ancaman serius bagi tulang karena kelebihan hormon tersebut dapat mempercepat laju penyusutan tulang, meski orang tersebut sudah mengonsumsi susu berkalsium. Pada jaringan tulang, kortisol meredam fungsi osteoblas hingga menurun pembentukan tulang yang baru.
Oleh karena sifat umum glukokortikoid yang menurunkan penyerapan kalsium pada saluran pencernaan dan menurunkan reabsorsi kalsium pada renal ke dalam sistem kardiovaskular, sehingga kelebihan kortisol dapat mengakibatkan osteoporosis.


Kortisol Picu Perut Buncit

Tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon kortisol saat stres. Mengalami stres berkepanjangan dapat membuat seseorang memproduksi kortisol secara terus-menerus yang pada akhirnya dapat mempengaruhi berat badan. Sebuah studi yang dipublikaskan dalam Jurnal Obesity menyebutkan bahwa hormon kortisol memiliki kemampuan untuk mempengaruhi penyimpanan lemak di daerah perut dan peningkatan gula darah.


Bagaimana Caranya Untuk Menurunkan Kortisol?

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan kadar kortisol dalam tubuh, yaitu:

Tidur Cukup

Tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan diri dari segala aktivitas fisik baik dari kesibukan bekerjan maupun latihan. Kurang tidur merupakan salah satu faktor penyebab stres pemicu tingginya produksi hormon kortisol dalam tubuh. Dapatkan tidur cukup minimal 7-8 jam setiap hari untuk mencegah lonjakan hormon kortisol.

Hindari Stres

Sebagai pemicu munculnya hormon kortisol, Anda benar-benar dianjurkan untuk menghindari stres. Ikutilah kelas-kelas yoga, pilates, meditasi atau mendekatkan diri kepada Sang Pencipta untuk mencegah dan mengurangi stres yang Anda alami. Seiring tubuh Anda belajar bagaimana mendapatkan ketenanganan dan kedamaian maka produksi hormon kortisol akan mulai berkurang.

Tingkatkan Asupan Protein

Hormon kortisol merupakan salah satu penyebab katabolisme otot (penyusutan otot). Saat stres, hormon kortisol akan merampas otot dan memecahnya menjadi gula, terutama saat Anda melakukan latihan. Nah, agar Anda terbebas dari katabolisme otot, konsumsilah makanan berprotein tinggi karena protein merupakan bahan baku utama dalam pembentukan dan pertumbuhan otot.
Hormon stres kortisol
Kortisol Nama sistematis (IUPAC)
(11β)-​11,​17,​21-​trihydroxypregn-​4-​ene-​3,​20-​dione


Bacaan Lainnya

 

Tes Matematika

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “ohh begitu ya…” akan sering terdengar jika Anda memasang applikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *