fbpx

Isra Mi’raj – Pengertian, Sejarah dan Hikmah (Hari Libur Nasional)

Isra Mi’raj

Adalah bagian kedua dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah dia mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam. Beberapa penggambaran tentang kejadian ini dapat dilihat di surah ke-17 di Al-Quran, yaitu Surah Al-Isra.

Hari Isra Mi’raj merupakan hari libur nasional di Indonesia.

 

Makna Isra Mi’raj

Peristiwa Isra Mi’raj telah menjadi hari libur nasional di negara kita. Dalam masyarakat kita, momen Isra Mi’raj biasanya diperingati dengan pelbagai rangkaian perayaan hari besar keragaman.

Kegiatan tersebut mulai dari pengajian di kampung-kampung sampai kota, perlombaan-perlombaan yang bernuansa Islami, penampilan kesenian Islam, bazar busana Muslim, dan kegiatan lainnya yang bernuansa Islam.

Bahkan pada tingkat negara, peristiwa ini biasanya diperingati dengan menggelar acara peringatan Isra Mi’raj di istana negara – Jakarta. Singkatnya, Isra Mi’raj telah dijadikan sebagai event tetap tahunan yang selalu diperingati, baik oleh negara maupun masyarakat.

Pertanyaannya, apakah Isra Mi’raj, sebagai peristiwa yang saban tahun diperingati, telah benar-benar kita hayati maknanya? Dalam tulisan ini, penulis menyajikan perspektif Islam tentang peristiwa ini dan mengupas pro-kontra seputar peristiwa tersebut.

 

Apa yang orang-orang lakukan pada hari Isra Mi’raj

Pada umumnya, pringatan hari Isra dan Mi’raj bervariasi antara komunitas Islam yang berbeda. Sebagian orang menghabiskan malam dengan mendengarkan atau mempelajari kisah Isra dan Mi’raj di masjid atau di rumah.

Muslim biasanya memnajatkan doa-doa khusus sepanjang malam di masjid-masjid yang dihias khusus dan di rumah mereka untuk mencari berkah dari Allah. Mereka juga dapat mendekorasi rumah atau komunitas mereka dengan lilin atau lampu-lampu kecil dan berbagi makanan, terutama permen, dengan satu sama lain atau menyiapkan makanan bersama.

 

Perbedaan Isra dan Mikraj

Seringkali masyarakat menggabungkan Isra Mikraj menjadi satu peristiwa yang sama. Padahal sebenarnya Isra dan Mikraj merupakan 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Mekkah hingga Masjidil Aqsa di Yerussalem. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Nabi Muhammad mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat 5 waktu dalam sehari semalam.

 

Isra Mi'raj

 

Tujuh langit

Naiknya Rasulullah ke langit ketujuh dalam Isra Miraj, membuka pemahaman bahwa langit berlapis tujuh.

Langit berarti segala yang ada di atas kita. Dengan demikian, angkasa luar yang berisi galaksi, bintang, planet, batuan, debu dan gas bertebaran di atas kita merupakan langit.

Thomas yang merupakan anggota Tim Tafsir Kauni Kementerian Agama-LIPI, menjelaskan bilangan tujuh dalam beberapa hal di Alquran tidak selalu menyatakan hitungan eksak dalam sistem desimal, namun lebih mengacu pada jumlah yang tak terhitung.

Tujuh langit makanya, dalam konteks ini, lebih mengena bila dipahami sebagai tatanan benda langit yang tak terhitung jumlahnya. Bukan dimaknai sebagai lapisan langit.

“Pengertian langit dalam kisah Isra Miraj bukanlah pengertian langit secara fisik. Langit dan Sidratul Muntaha dalam kisah Isra Miraj adalah alam gaib yang tak bisa kita ketahui hakikatnya dengan keterbatasan ilmu manusia. Itu mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW,”

 

Hikmah perjalan Isra ke Mi’raj

Apabila perjalanan Isra dari Mekah langsung menuju langit, maka sulit dilakukan penjelasan dan pembuktian kepada orang-orang yang mengingkari peristiwa ini. Ketika dikatakan bahwa Nabi Muhammad memulai perjalanan isra ke Baitul Maqdis, orang-orang yang hendak mengingkari pun bertanya tentang ciri-ciri Baitul Maqdis sebagaimana yang pernah mereka lihat, dan mereka pun tahu bahwa Nabi Muhammad belum pernah melihatnya. Saat Rasulullah mengabarkan ciri-cirinya, mereka sadar bahwa peristiwa isra di malam itu benar-benar terjadi. Kalau mereka membenarkan apa yang beliau katakan tentang isra konsekuensinya mereka juga harus membenarkan kabar-kabar yang datang sebelumnya (risalah kenabian). Peristiwa itu menambah iman orang-orang yang beriman dan membuat orang-orang yang celaka bertambah keras bantahannya (Ibnu Hajar, Fathul Bari, 7: 200-201).

Hikmah dari peristiwa mi’raj dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih susu daripada khamr menunjukkan fitrah dan murninya ajaran Islam yang sesuai dengan tabiat manusia. Sedangkan peristiwa terbukanya pintu langit yang sebelumnya terkunci, lalu Jibril ‘alaihissalam meminta untuk dibukakan, yang demikian agar alam semesta mengetahui bahwa sebelum kedatangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam hal ini belum pernah dilakukan. Sekiranya tidak demikian, mungkin orang akan menyangka bahwa pintu langit senantiasa terbuka. Dan Allah Ta’ala juga hendak mengabarkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dikenal oleh penduduk langit. Oleh karena itu, ketika pintu langit dibukakan, lalu Malaikat Jibril mengatakan kepada penjaga langit bahwa ia bersama Muhammad, malaikat penjaga tersebut bertanya, “Apakah dia telah diutus?” Bukan bertanya, “Siapa Muhammad?” (as-Suyuthi, al-Khasha-is an-Nabawiyah al-Kubra, 391-392).

 

Bacaan Lainnya

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “oooh begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Time and DateKhaleej Times

                       

 

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


By | 2018-04-29T11:13:48+00:00 April 14th, 2018|Geografi & Sejarah|0 Comments

Leave A Comment