fbpx

Kanker Serviks atau Kanker Leher Rahim – Virus Papilloma Manusia

Kanker Serviks 

Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim.

Kanker menjadi masalah di dunia, termasuk di Indonesia, karena jumlah penderitanya yang terus meningkat begitu pula dengan kematiannya. Kanker leher rahim dan kanker payudara merupakan dua jenis kanker tertinggi yang mengancam wanita di Indonesia. Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV. HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin. Ada banyak jenis HPV yang sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tapi ada beberapa jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker.

 

Gejala kanker Serviks / Leher Rahim Wanita yang perlu Anda ketahui

Gejala kanker serviks tidak selalu jelas dan mungkin tidak menimbulkan gejala sama sekali sampai mencapai stadium lanjut.

1. Pendarahan yang tidak biasa pada vagina

Pada kebanyakan kasus, pendarahan vagina adalah gejala kanker serviks yang pertama. Biasanya terjadi setelah berhubungan seks.
Pendarahan pada waktu lain, selain periode bulanan (menstruasi) yang Anda harapkan, juga dianggap tidak biasa. Ini termasuk pendarahan setelah menopause (saat periode bulanan wanita berhenti). Kunjungi dokter umum Anda untuk mendapatkan saran jika Anda mengalami jenis pendarahan vagina yang tidak biasa.

2. Gejala lainnya

Gejala lain dari kanker serviks mungkin termasuk rasa sakit dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks dan keputihan dengan bau yang tidak enak:

  • Cairan yang keluar tanpa berhenti dari vagina dengan bau yang aneh atau berbeda dari biasanya, berwarna merah muda, pucat, cokelat, atau mengandung darah.
  • Rasa sakit tiap kali melakukan hubungan seksual.
  • Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya, misalnya menstruasi yang lebih dari 7 hari untuk 3 bulan atau lebih, atau pendarahan dalam jumlah yang sangat banyak.

3. Gejala Kanker serviks dengan stadium lanjut

Jika kanker menyebar dari serviks Anda dan ke jaringan dan organ sekitarnya, hal itu dapat memicu berbagai gejala lain, termasuk:

  • Sembelit.

  • Darah dalam urin atau kencing Anda (hematuria).

  • Kehilangan kontrol kandung kemih (inkontinensia urin).

  • Sakit tulang.

  • Pembengkakan salah satu kaki Anda.

  • Nyeri hebat di sisi atau punggung Anda disebabkan oleh pembengkakan di ginjal Anda, terkait dengan kondisi yang disebut hydonrosfrosis.

  • Perubahan kebiasaan kandung kemih dan usus Anda.

  • Kehilangan selera makan.

  • Penurunan berat badan.

  • Kelelahan dan kekurangan energi.

 

Kanker Serviks / Leher Rahim Wanita tidak menular

Seseorang yang sehat tidak bisa “terkena” kanker dari seseorang yang memilikinya. Tidak ada bukti bahwa kontak dekat atau hal-hal seperti seks, berciuman, menyentuh, berbagi makanan atau menghirup udara yang sama bisa menyebarkan kanker dari satu orang ke orang lain.

Sel kanker dari satu orang pada umumnya tidak dapat hidup di tubuh orang sehat lainnya. Sistem kekebalan tubuh orang sehat mengenali sel asing dan dapat menghancurkannya, termasuk sel kanker dari orang lain.

Tetapi Anda harus tetap menghindari penyakit infeksi seksual menular lainnya.

Cara terbaik untuk menghindari penyakit infeksi menular seksual adalah dengan tidak melakukan hubungan seks. Jika Anda berhubungan seks, berlatih seks lebih aman, seperti menggunakan kondom dan membatasi jumlah pasangan seks yang Anda miliki.

 

Jenis kanker Serviks / Leher Rahim Wanita

Dengan mendeteksi jenis kanker serviks yang diidap oleh pasien akan membantu proses pengobatannya dan penanganan yang tepat. Terdapat dua jenis kanker serviks, yaitu:

1. Karsinoma sel skuamosa

Jenis kanker serviks yang bermula pada sel-sel lapisan bagian luar leher rahim yang tipis dan datar (sel skuamosa) yang menonjol ke dalam vagina. Mayoritas kasus kanker serviks yang muncul adalah jenis ini.

2. Adenokarsinoma

Jenis kanker serviks yang bermula pada sel kelenjar berbentuk kolom pada saluran leher rahim.

 

Pencegahan Kanker Serviks

Tidak ada satu cara untuk benar-benar mencegah kanker serviks, namun ada beberapa hal yang bisa mengurangi risiko Anda untuk terkena kanker serviks / leher rahim wanita.

1. Bercinta / bersetubuh / seks yang lebih aman

Sebagian besar kasus kanker serviks terkait dengan infeksi dengan jenis virus papiloma manusia (HPV human papilloma virus) tertentu. HPV bisa disebarkan melalui seks tanpa kondom, jadi dengan menggunakan kondom bisa mengurangi risiko terkena infeksi. Namun, virus ini tidak hanya diteruskan melalui seks penetratif – dapat ditularkan melalui jenis kontak seksual lainnya, seperti kontak kulit ke kulit antara area genital dan dengan menggunakan mainan seks (sex toy).

Risiko terkena infeksi HPV dapat meningkat dengan melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan, walaupun wanita yang hanya memiliki satu pasangan seksual juga tidak menutup kemungkinan untuk terkena infeksi HPV.

2. Skrining atau periksa di laboratorium untuk jenis kanker serviks

Skrining serviks secara rutin adalah cara terbaik untuk mengidentifikasi perubahan abnormal pada sel serviks pada tahap awal.
Wanita yang berusia 25-49 tahun sebaiknya melakukan untuk skrining setiap tiga tahun sekali. Wanita yang berusia 50-64 tahun ini diundang setiap lima tahun sekali. Bagi wanita yang berusia 65 tahun atau lebih, hanya mereka yang belum diskrining sejak berusia 50 tahun atau mereka yang baru melakukan tes abnormal, ditawarkan skrining.

Pastikan bahwa Dokter Anda memiliki jadwal rincian, alamat Anda terbaru, agar dapat terus mengingatkan Anda untuk melakukan pengecekan rutin. Meskipun Anda telah divaksinasi untuk HPV, Anda harus tetap menghadiri tes skrining serviks, arena vaksin tersebut tidak menjamin perlindungan atau proteksi terhadap kanker serviks.

Jika Anda telah diobati / operasi untuk perubahan sel-sel serviks yang abnormal, Anda dianjurkan untuk melakukan skrining lebih sering selama beberapa tahun setelah perawatan. Seberapa teratur Anda harus pergi akan tergantung pada seberapa parah perubahan sel.

Meskipun dapat mengidentifikasi sebagian besar perubahan sel abnormal pada serviks, skrining serviks tidak selalu 100% akurat. Oleh karena itu, Anda harus melaporkan gejala seperti pendarahan vagina yang “tidak biasa” ke Dokter Anda, bahkan jika Anda baru saja diuji atau di-skrining.

3. Vaksinasi kanker serviks

Pemerintah juga tengah mengintroduksi vaksin human papiloma virus (HPV) di siswi sekolah dasar di beberapa daerah. Vaksin HPV efektif untuk mencegah seseorang wanita terserang HPV yang akan membaeanya pada kanker serviks. Harapannya ke depan vaksin HPV tersebut bisa menjadi salah satu vaksin program nasional.

Meskipun vaksin HPV dapat secara signifikan mengurangi risiko kanker serviks, namun vaksin ini tidak menjamin bahwa Anda tidak akan mengembangkan kondisinya. Anda masih harus menjalani tes skrining serviks, bahkan jika Anda sudah mendapatkan vaksinnya.

Tes Pap adalah cara terbaik untuk menemukan perubahan sel serviks yang dapat menyebabkan kanker serviks. Tes Pap biasa hampir selalu menunjukkan perubahan sel ini sebelum mereka berubah menjadi kanker. Penting untuk ditindaklanjuti dengan dokter Anda setelah hasil tes Pap abnormal sehingga Anda dapat mengobati perubahan sel abnormal. Hal ini dapat membantu mencegah kanker serviks.

kanker serviks

Lokasi kanker serviks dan contoh sel normal dan abnormal

 

Mendiagnosis kanker Serviks / Leher Rahim Wanita

Sebagai bagian dari pemeriksaan pelvis, Anda harus menjalani tes Pap. Selama tes Pap, dokter  akan mengikis sampel sel kecil dari permukaan serviks untuk mencari perubahan sel. Jika tes Pap menunjukkan perubahan sel abnormal, dokter Anda mungkin melakukan tes lain untuk mencari sel prakanker atau kanker di serviks Anda.

Dokter Anda mungkin juga melakukan tes Pap dan mengambil sampel jaringan (biopsi) jika Anda memiliki gejala kanker serviks, seperti pendarahan setelah berhubungan seks.

 

Perawatan kanker Serviks / Leher Rahim Wanita

Pengobatan untuk sebagian besar stadium kanker serviks meliputi:

  • Pembedahan, seperti histerektomi (pengangkatan rahim atau uterus dengan metode pembedahan) dan pengangkatan kelenjar getah bening panggul dengan atau tanpa pengangkatan kedua ovarium dan saluran tuba.

  • Kemoterapi.

  • Terapi radiasi.

  • Bergantung pada seberapa besar kanker telah tumbuh, Anda mungkin memiliki satu atau lebih perawatan. Dan Anda mungkin memiliki kombinasi perawatan. Jika Anda memiliki histerektomi, Anda tidak akan bisa memiliki anak. Tapi histerektomi tidak selalu dibutuhkan, terutama saat kanker ditemukan sangat dini.

Menemukan tahu bahwa Anda memiliki kanker dapat mengubah hidup Anda. Anda mungkin merasa dunia Anda telah terbalik dan Anda kehilangan kendali. Berbicara dengan keluarga, teman atau konselor bisa sangat membantu.

 

Jangan tergoda untuk iklan pengobatan alternatif

Hal lainnya, pasien kanker harus mendapat pengobatan yang tepat dan tidak boleh melewatkan fase emas pengobatan. Namun, seringkali masyarakat yang terdiagnosis kanker pada fase awal, justru tergoda dengan iklan pengobatan alternatif yang menyesatkan yang ada di berbagai media, baik media massa maupun media sosial.

Kita perlu mengawasi dan mengevaluasi efektifitas dan meneliti dampak lain yang ditimbulkan. Iklan yang jelas-jelas melanggar ketentuan tersebut, akan berdampak buruk dan menimbulkan kerugian, bahkan bisa membahayakan karena pasien kehilangan fase emas pengobatannya dan menjadi tidak terselamatkan.

 

Daftar Alamat Dinas Kesehatan

Dipublikasikan Pada : Selasa, 01 Oktober 2013 oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Klik disini untuk melihat daftar komplit seluruh Indonesia.

 

Kanker bisa dicegah, deteksi / pemeriksaan dini ditanggung pemerintah

Dengan deteksi dini, kejadian kanker dapat ditemukan lebih awal sehingga keberhasilan pengobatannya semakin besar. Kementerian Kesehatan mendorong masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan terhadap jenis, bahaya dan faktor risiko terjadinya kanker.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi mengatakan Kementerian Kesehatan sudah memasukan biaya deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks (tes IVA) di puskesmas sudah masuk dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.

Saat ini, lebih dari 3.700 Puskesmas di seluruh Indonesia telah dilatih dalam pelayanan deteksi dini penyakit kanker payudara dan leher rahim. Sedangkan untuk pengobatan segera dilakukan di rumah sakit kabupaten/kota secara berjenjang untuk rujukan kasus kanker.

Pemerintah juga tengah mengintroduksi vaksin human papiloma virus (HPV) di siswi sekolah dasar di beberapa daerah. Vaksin HPV efektif untuk mencegah seseorang wanita terserang HPV yang akan membaeanya pada kanker serviks. Harapannya ke depan vaksin HPV tersebut bisa menjadi salah satu vaksin program nasional.

 

Daftar Jenis Kanker-Kanker Lainnya

Kanker bisa dimulai di tempat manapun di tubuh. Ini dimulai saat sel-sel tumbuh di luar kendali dan kerumunan sel normal. Hal ini membuat tubuh sulit bekerja sebagaimana mestinya. Memahami penyakit kanker dapat membantu Anda untuk mengenal lebih jelas “seperti apakah kanker itu?” Klik disini dan baca artikel pemahaman penyakit kanker ini sampai habis, bersama contoh-contohnya!

 

Bacaan Lainnya

 

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

Apakah Anda memiliki sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda sekarang juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

 

Cara daftar pasang iklan gratis

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter

 

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

 

                       

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


 

By | 2019-01-07T23:57:04+00:00 Desember 16th, 2018|Sehat & Cantik|0 Comments

Leave A Comment