Lukisan Ekspresionis: The Scream Edvard Munch – Jeritan

Lukisan Ekspresionis: The Scream (Edvard Munch)

Berasal Norwegia dibuat pada tahun 1893, Lukisan ekspresionis The Scream Edvard Munch.

Ekspressionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Ekspresionisme bisa ditemukan di dalam karya lukisan, sastra, film, arsitektur, dan musik. Istilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia.

Lukisan ekspresionis The Scream Edvard Munch (1893; awalnya disebut Despair), lukisan paling terkenal Munch, dianggap sebagai ikon penggambaran penderitaan dan merupakan salah satu bagian dari seri yang disebut The Frieze of Life, di mana Munch mengeksplorasi tema kehidupan, cinta, takut, kematian, dan kesedihan. Sebagaimana halnya dengan banyak karya lainnya, Munch melukis beberapa versi lukisan ini. Salah satu dicuri pada tahun 1994 dan lainnya pada tahun 2004. Kedua lukisan yang dicuri ini akhirnya dapat ditemukan kembali.


Jeritan

Jeritan (bahasa Norwegia: Skrik, 1893; judul bahasa Inggris: The Scream) adalah sebutan untuk 4 buah versi lukisan ekspresionis oleh seniman Norwegia Edvard Munch yang menjadi sumber inspirasi bagi banyak pelukis lainnya dalam aliran ini. Lukisan ini dianggap oleh banyak orang sebagai karyanya yang paling penting. Sebagian lagi mengatakan lukisan ini melambangkan manusia modern yang tercekam oleh serangan angst (kecemasan eksistensial, dengan cakrawala yang diilhami oleh senja yang merah.

Lukisan ekspresionis The Scream Edvard Munch dengan lansekap di belakang adalah Oslofjord, yang dilihat dari bukit Ekeberg. Kata skrik dalam bahasa Norwegia biasanya diterjemahkan menjadi “scream” (jeritan), namun kata ini juga mempunyai akar kata yang sama dengan kata bahasa Inggris shriek. Terkadang lukisan ini disebut juga The Cry (“Tangisan”).


Tipe Lukisan Cat Minyak – The Scream

Versi tempera di atas karton (berukuran 83,5 x 66 cm) yang sebelumnya terdapat di Museum Munch, Oslo, Norwegia dan sebuah lukisan minyak, tempera dan pastel di atas karton (ukuran 91 x 73,5 cm) di Galeri Nasional (tampak di sebelah kanan), juga di Oslo. Versi ketiga juga dimiliki oleh Museum Munch, dan yang keempat dimiliki oleh Petter Olsen. Munch belakangan juga menerjemahkan gambar ini ke dalam bentuk litograf (lihat galeri), sehingga gambarya dapat direproduksi dalam berbagai tulisan tinjauan di seluruh dunia.

Sejak tahun 1994, 2 versi terpisah dari Jeritan ini dicuri oleh pencuri-pencuri karya seni, tetapi akhirnya keduanya telah ditemukan kembali.

Pada tanggal 2 Mei 2012, lukisan The Scream terjual sebesar US$ 119.922.500 atau setara dengan Rp 1,079 triliun dalam pelelangan di rumah lelang Sotheby’s, New York.

 

Lukisan ekspresionis The Scream Edvard Munch

Lukisan ekspresionis The Scream Edvard Munch. Wajah seseorang yang ketakutan sedang menjerit sementara di belakangnya cakrawala yang berwarna merah darah dalam lukisan Edvard Munch Jeritan (dikenal pula sebagai The Scream) (1893), Galeri Nasional, Oslo. Sumber foto: Museumsnett


Galeri Versi-Versi Lukisan Jeritan


Lukisan Munch Lainnya – Skeleton Arm

Pada tahun 1896, Munch pindah ke Paris, di mana ia berfokus pada representasi grafis dari tema “Frieze of Life” -nya. Dia lebih jauh mengembangkan teknik pemotongan kayu dan litografinya. Potret Diri Munch dengan Arm Skeleton (1895) dilakukan dengan metode jarum dan tinta etsa atau penggoresan yang juga digunakan oleh seniman Paul Klee. Klik disini untuk informasi lebih lanjut.

 

Edvard Munch

Self Portrait dengan Tengkorak Tangan (Skeleton Arm) tahun 1895. Sumber foto: Wikimedia


Bacaan Lainnya


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

 

Sumber bacaan: The Age

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya

 


By | 2017-11-19T15:04:27+07:00 Juni 8th, 2015|Geografi & Sejarah|0 Comments

Leave A Comment