Masa PraPaskah – Pekan Suci – Masa Pertumbuhan Jiwa

3 min read

Apakah Masa PraPaskah itu?

Masa PraPaskah adalah masa pertumbuhan jiwa kita. Kadang-kadang jiwa kita mengalami masa-masa kering di mana Tuhan terasa amat jauh.

Masa Prapaskah akan mengubah jiwa kita yang kering itu dan juga dapat membantu kita untuk mengatasi kebiasaan-kebiasaan buruk seperti mementingkan diri sendiri dan suka marah.

Sejumlah hari penting selama PraPaskah:

  • Rabu Abu, hari pertama masa Pra-Paskah di gereja barat.
    Clean Monday (atau “Senin Abu”), hari pertama Pra-Paskah di gereja timur.
  • Hari Minggu Pra-Paskah ke-4, yang menandai titik tengah antara Rabu Abu dan Paskah, kadang disebut Laetare Sunday, di gereja Katolik Roma, atau “Mothering Sunday”, yang menjadi sama dengan “Mother’s Day” di Inggris. Namun, mulanya adalah perayaan pada abad ke-16 untuk “Mother Church” (gereja induk). Pada hari Laetare Sunday, pastor boleh memakai jubah berwarna merah muda, sebagai pengganti ungu.
  • Hari Minggu Pra-Paskah ke-5, juga disebut Passion Sunday (istilah ini juga dipakai untuk Minggu Palem), menandai permulaan Passiontide
    Hari Minggu Pra-Paskah ke-6, umumnya disebut Minggu Palem, menandai permulaan Pekan Suci, minggu terakhir Pra-Paskah sebelum Minggu Paskah.
  • Hari Rabu dalam Pekan Suci disebut “Spy Wednesday” (Rabu Mata-mata atau Pengintai) untuk memperingati hari-hari Yudas Iskariot mengintai Yesus Kristus di taman Getsemani sebelum mengkhianati-Nya.
  • Hari Kamis dalam Pekan Suci disebut Kamis Putih (Maundy Thursday atau Holy Thursday), merupakan hari peringatan Perjamuan Terakhir yang dilakukan oleh Yesus Kristus dengan murid-murid-Nya.
  • Jumat Agung, hari peringatan Kematian Yesus dan penguburan-Nya.

Baca juga: Jumat Agung (Good Friday) – Pekan Suci Pra Paskah – Wafat Yesus Kristus

Jumat agung wafatnya yesus
Jumat Agung (Good Friday) – Pekan Suci Pra Paskah – Wafat Yesus Kristus. Ilustrasi dan sumber foto: Magnus Bråth / Flickr

Contoh kegiatan masa PraPaskah

Retret praPaskah

Banyak orang mengikuti retret setiap tahun. Retret itu semacam penyegaran jiwa. Kita membebaskan diri dari segala beban dan segala rutinitas sehari-hari. Tujuannya agar kita dapat meluangkan waktu untuk memikirkan dan mendengarkan Tuhan. Kalian boleh menganggap Masa Prapaskah sebagai suatu Retret Agung selama 40 hari. Yaitu saat untuk mengusir semua kekhawatiran dan ketakutan kita supaya kita dapat memusatkan diri pada Sahabat kita dan mempererat hubungan kita dengan-Nya. Sahabat itu, tentu saja, adalah Tuhan. Kita dapat mempererat hubungan kita dengan-Nya dengan berbicara kepada-Nya dan mendengarkan-Nya. Cara lain yang juga baik adalah dengan membaca bagaimana orang lain membangun persahabatan dengan Tuhan di masa silam. Kitab Suci adalah bacaan yang tepat atau bisa juga kisah hidup para Santo dan Santa.

Baca juga: Doa Bapa Kami | Agama Katolik, Protestan, Bahasa Inggris dan Latin

Niat dan usaha

Akhirnya, hanya ada dua kata untuk menyimpulkan apa itu Masa Prapaskah, yaitu: “NIAT” dan “USAHA”. Misalnya saja kita berniat untuk lebih mengasihi sesama, kita juga berniat untuk tidak lagi menyakiti hati sesama. Salah satu alasan mengapa kita gagal memenuhi niat kita itu adalah karena kita kurang berusaha. Kitab Suci mengatakan “roh memang penurut, tetapi daging lemah”.

Di sinilah peran Masa Prapaskah, yaitu membangun karakter yang kuat. Kita berusaha untuk menguasai tubuh dan pikiran kita dengan berlatih menguasai diri dalam hal-hal kecil. Oleh karena itulah kita melakukan silih selama Masa Prapaskah.

Contoh pantangan

Kita berpantang permen atau rokok atau pun pantang menonton program TV yang paling kita sukai. Dengan berpantang kita belajar mengendalikan diri. Jika kita telah mampu menguasai diri dalam hal-hal kecil, kita dapat meningkatkannya pada hal-hal yang lebih serius.

Berlatih menguasai diri

Berlatih menguasai diri baru sebagian dari usaha. Tidaklah cukup hanya berhenti melakukan suatu kebiasaan buruk, tetapi kita juga harus memulai suatu kebiasaan baik untuk menggantikan kebiasaan buruk kita itu. Misalnya saja membaca Kitab Suci setiap hari, berdoa Rosario, menerima Komuni secara teratur. Jadi jangan hanya duduk diam saja, LAKUKAN SESUATU. Mulailah Hari Rabu Abu dengan menerima abu yang telah diberkati, lalu kemudian memulai hidup baru bagi jiwamu!

Baca juga: Doa Rosario – Urutan, Cara Berdoa Rosario, Peristiwa: Sedih, Gembira, Mulia, Terang.

Doa rosario
Doa Rosario – Urutan, Cara Berdoa Rosario, Peristiwa: Sedih, Gembira, Mulia, Terang. Ilustrasi dan sumber foto: Pixabay

Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Loyala Press, CatholiCity, Beliefnet

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.